logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Awal Perjalanan Pernikahan

Judul: Pernikahan Tanpa Cinta
Penulis: Nurma Syafitri
#Part2
Setelah selesai mengucapkan ijab kabul, Rian meneteskan air mata di pipinya. Seakan dia tidak mau menikah dengan gadis yang tidak Ia cintai. Semua para tamu undangan mengucapkan kata sah dengan lantangnya. Tiara menatap lelaki bertubuh macho itu dengan takjub, ia tak menyangka bisa bersanding dengan lelaki berkulit putih itu.
Tiba-tiba Tiara memegang tangan Rian dan mencium telapak tangannya. Lelaki berkulit putih tidak menghiraukan dan cuek padanya. Gadis berparas mungil ini cuman bisa mengelus dada.
Rian dan Tiara berjalan ke arah kursi perlaminan dan duduk sebagai raja dan putri dalam 1 hari. Gadis berparas mungil ini bahagia telah menikah dengan pilihan orang tuanya.
Rian terus tak menghiraukan Tiara yang berada di sebelahnya. Ia berharap yang duduk di sebelah adalah Fitri yang mendampinginya sampai maut memisahkan mereka berdua, tapi kenyataan bukan. Lelaki berkulit putih itu hanya bisa membayangkan kenangan bersama gadis yang ia cintai selama SMK.
Para tamu berjabat tangan kepada pengantin dan mengucapkan selamat. Akan tetapi, Rian tak menghiraukan para tamu yang mengucapkan selamat kepadanya.
Rian memasang muka sedih, tegang dan marah. Tiba-tiba Rangga teman SMK Negri 32 datang bersama Wulan dan mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepadanya. Lelaki bertubuh macho ini bertanya tentang keberadaan Fitri pada mereka berdua, tapi tak ada satu pun yang tahu.
Tiara cuman mendengarkan ucapan Rian bersama teman-temannya. Ia penasaran dengan inisial Fitri yang di bahas oleh lelaki bertubuh macho ini, kenapa di saat hari kebahagiaan bersamanya tak ada satu pun yang terpancar dari raut wajah lelaki yang berkulit putih itu.
Tiara cuman bisa menatap lelaki yang di sebelahnya. Gadis berkulit sawo matang itu hanya bisa meratapi apa yang telah terjadi kepadanya.
Rian melangkah menghampiri Wulan dan Rangga yang berada di meja prasmanan. Mereka berdua terkejut melihat lelaki bertubuh macho itu ada di belakangnya.
Rian memegang tangan Wulan dan menyuruh untuk berbicara empat mata bersamanya. Akan tetapi, gadis berkulit sawo matang itu menolaknya.
Rian tidak segampang itu percaya pada temannya. Ia merasa ada yang di sembunyikan oleh Wulan dan Rangga.
Akhirnya Rian memutuskan untuk melangkah ke arah kursi pengantin untuk duduk di sebelah Tiara yang sekarang menjadi istrinya.
Rian tidak mau membuat Mami Linda dan Papi Indra kecewa dan marah padanya. Ia akan tetap berusaha menerima kenyataan pahit yang sekarang dia jalanin.
Tiba-tiba orang tata rias datang menghampiri Tiara untuk ganti kostum adat Jawa Tengah. Mereka berdua melangkah ke arah fitting room untuk ganti baju adat Jawa Tengah.
Setelah selesai Tiara ganti kostum, ini saatnya giliran Rian untuk ganti baju. Lelaki bertubuh macho semakin keluar karisma dan ketampanannya. Ia tidak menyangka semua para tamu undangan memandanginya dengan terkejut.
Rian melangkah perlahan-lahan duduk di sebelahnya Tiara. Ia terkejut menatap gadis berparas mungil itu membayangi kalau gadis yang di sebelahnya adalah Fitri.
Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB acara pernikahan Rian dan Tiara telah usai.
Mami Linda, Papi Indra dan orang tua Tiara melangkah ke arah fitting room untuk berganti baju. Mereka berempat tidak menyadari kalau pernikahan yang di jalanin oleh anak-anaknya tidak bahagia.
Tiara dan Rian melangkah ke arah fitting room untuk ganti baju, setelah selesai mereka berdua menghampiri kedua orang tuanya.
“Mami Linda, Rian mau pergi sebentar sama Rangga dan Wulan,” ucap Rian sambil memutar-mutarkan cincin di tangannya.
“Rian, kamu di temenin Tiara ya,” pinta Mami Linda pada Rian.
“enggak bisa Mami Linda, Rian mau buru mereka berdua menunggu saya di SMK negri 32,” ucap Rian sambil berkelit kepada Mami Linda.
Rian melangkah menuju mobil dan menaikinya. Ia mengambil kunci dan menghidupkan kontaknya. Dia mengendarainya dengan kecepatan 60km dengan kecepatan kencang.
Tiba-tiba di pertengahan jalan ia melihat Fitri sedang mengendarai motor beat berwarna Pink. Lelaki berkulit putih itu mengikutinya.
Ia sadar kalau Fitri akan kembali bersamanya. Ia tidak mau kehilangan gadis yang dia cintai untuk kedua kalinya.
Fitri tahu kalau ada yang mengikuti dari belakang, lalu ia mengendarai motor dengan kencang dan menyelip di sebelah kanan mobil. Rian ketinggalan jejak gadis yang dia cintai entah kemana.
“Si*lan padahal tinggal dikit lagi aku tahu rumah Fitri dimana?” ucap Rian sambil mengepalkan tangannya.
Akhirnya ia mengambil ponsel dan menelepon Rangga temannya dari jarak jauh.
“Rangga, aku boleh minta tolong enggak?” tanya Rian pada Rangga.
“Tolong apa Rian?” sahut Rangga dari jarak jauh.
“Tolong kamu cari Fitri, di daerah Balai Sartika enggak jauh dari tempat pernikahan aku,” ucap Rian.
“Baiklah Rian,” sahut rangga dari jarak jauh.
Fitri memberhentikan motor di bahu jalan melihat tidak ada yang mengikutinya lagi.
Fitri mengendarai motor kembali untuk pulang ke rumah. Tiba-tiba ponselnya berdering melihat ada panggilan masuk dari Rangga.
“Halo Rangga ada apa kamu telepon aku,” ucap Fitri.
“Fitri lebih baik kamu enggak usah keluar dulu, Rian sudah tahu keberadaanmu,” sahut Rangga dari jarak jauh.
“Rangga biarkan dia tahu keberadaan aku sekarang,” ucap Fitri.
“Terserah kamu saja Fitri, Rangga sudah memberitahukan ini sama kamu,” sahut Rangga dari jarak jauh.
“Rangga sudah dulu teleponnya, aku mau lanjut perjalanan pulang,” ucap Fitri.
“Fitri hati-hati di jalan,” sahut Rangga dari jarak jauh.

Komento sa Aklat (42)

  • avatar
    Nur Fatika Aldarista

    Baguss banget

    31/07

      0
  • avatar
    AuliaMarsya

    bagusssss bgtttt

    11/07/2025

      0
  • avatar
    Dyah_22Pretty

    Oke lah

    03/02/2025

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata