Judul: Pernikahan Tanpa Cinta Penulis: Nurma Syafitri #Part1 Fitri dan Rian adalah sepasang kekasih sejak duduk dibangku SMK. Semenjak kelulusan sekolah mereka berdua hilang kontek. Rian tinggal di Bandung bersama orang tuanya. Ia melanjutkan sekolah di Institut Teknologi di Bandung ( ITB). Setelah lulusan kuliah, ia bekerja di kantor Papi Indra sebagai pegawai biasa. Perlahan-lahan dia menekuni pekerjaannya. Rian diangkat sebagai managar di sana. Mami Linda menatap anak sukses dalam pekerjaan. Akan tetapi, di dunia percintaan sampai saat ini Rian belum mempunyai kekasih. Mami Linda Memberi waktu 1bulan untuk Rian mencari pendamping hidup, kalau tidak dapet dia akan di jodohkan sama anak sahabatnya. Rian menolak perjodohan dan akan membawa pasangan hidup ke Bandung untuk menemui Mami Linda dan Papi Indra. Rian mengambil ponsel dan menelepon Rangga teman SMK. Ia menanyakan keberadaan Fitri. Akan tetapi lelaki itu tidak mengetahui keberadaannya. Rian memutuskan untuk mencari Fitri di Jakarta, lalu ia meminta ijin pada Mami Linda untuk mencari kekasih belahan hatinya. Mami Linda memberikan ijin pada Rian untuk ke Jakarta untuk mencari Fitri. Ia berjalan kearah mobil dengan berplat D 7031 ABI dan menaiki, lalu ia mengambil kunci dan memasukinya ke dalam kontaknya. Rian berjalan dengan kecepatan 60km. Lelaki berkulit putih itu pertama kali menuju SMK Negeri 32. Tiba-tiba lelaki bertubuh macho melihat Wulan yang sedang berjalan di trotoar tidak jauh dari sekolahannya. Ia menanyakan keberadaan Fitri pada gadis berkulit sawo matang. Wulan hanya bisa diam dan menggelengkan kepalanya kepada Rian. Lelaki berkulit putih terus menerus mencecar pertanyaan bertubi-tubi pada dia. Gadis berkulit sawo matang tidak menghiraukan perkataannya dan diam seribu bahasa. Rian menitipkan salam untuk Fitri pada Wulan kalau dia melihat keberadaan gadis yang ia cintai untuk menemuinya di Bandung. Rian pasrah dan tidak tahu harus mencari Fitri di tempat yang mana lagi. Lelaki berkulit putih itu tahu kalau gadis yang ia cintai sudah lama pindah rumah sejak lulusan sekolah SMK. Rian pamit kepada Wulan untuk pergi ke Bandung, lalu ia melangkah kearah mobil dan menaiki roda empatnya. Wulan masih terus diam tidak mau memberi informasi keberadaan Fitri yang sekarang. Dia tidak mau membuat teman sakit hati untuk kedua kalinya. Rian melambaikan tangan kepada Wulan, lalu ia pergi menggunakan mobil berwarna hitam dengan kecepatan 60km. Gadis berkulit sawo matang hanya bisa memandangi sampai tak terlihat. Setelah sampai Bandung, lalu ia menghampiri Mami Linda yang berada di kamar lantai 2. Dia mengetuk pintu kamar Maminya. Tak lama kemudian lelaki berkulit putih membicarakan perjodohan, lalu Rian menolaknya. Rian pergi meninggalkan Mami Linda dan berjalan kearah luar dengan muka memerah. Ia terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun. “Rian stop Mami bilang!” teriak Mami dari dalam kamar. Rian tidak menghiraukan teriakan Mami Linda dan terus melangkahkan kaki ke kamarnya. Lelaki itu kecewa dengan perjodohan yang telah di rencanakan oleh wanita yang telah melahirkannya. Papi Indra hanya bisa diam melihat perjodohan yang direncanakan oleh istrinya. Ia tahu kalau wanita yang di nikahinya selama 20tahun ini keras kepala tidak mau mendengarkan perkataan suaminya. Rian hanya bisa menjadi boneka hidup buat Mami Linda semua kemauannya terlaksana. Dia kecewa dengan sikapnya. Ia tidak mau menjadi anak durhaka pada wanita yang melahirkannya. Tiba-tiba Mami Linda mengajak Papi Indra dan Rian untuk makan malam di The Stone Cafe Bandung. Daerah Dago Coblong, Jl. Rancakendal luhur No.5, Ciburial, Kec. Cimenyan, Kabupaten Bandung. Setelah sampai di tempat parkir Cafe. Rian, Papi Indra dan Mami Linda keluar dari mobil dan berjalan menuju kedalam. Lelaki berkulit putih memberhentikan langkah dan kembali menuju mobilnya. Papi Indra menghampiri Rian dan mengetuk kaca mobilnya, lalu ia menyuruh dia untuk keluar dari dalam roda empatnya. Lelaki berkulit putih hanya bisa mengikuti kemauan Mami dan Papinya. Rian membuka mobil dan berjalan bersama Papi Indra dan menuju The Stone Cafe Bandung. Mami Linda menyuruh lelaki berkulit putih untuk duduk sebelah Tiara. Rian mengikuti kemauan Maminya. Ia mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan tersenyum tipis pada Tiara. Rian hanya kesal dengan kelakuan Maminya yang terus memaksananya untuk menikah bersama orang yang ia tidak cintai. Mami Linda tiba-tiba menentukan hari pernikahan Rian dan Tiara pada bulan Febuari tanggal 10 tahun 2021. Lelaki berkulit putih hanya bisa menganggukan kepalanya. Mami Linda telah menyiapkan undangan, gedung dan semuanya untuk acara pernikahan Rian dan Tiara. Gedung yang di pilih oleh Mami Linda di Balai Sartika. Jl. Buah Batu Jl. Suryalaya Indah No. 1-3, Cijagra, Kec. Lengkong. Kota Bandung. Undangan, Gedung dan semua perlengkapan nikah Rian telah di siapkan oleh Mami Linda. Lelaki berkulit putih itu seperti boneka hidup yang bisa menerima kenyataan pahitnya. 1bulan telah berlalu Rian, Papi Indra dan Mami Linda datang ke gedung Balai Sartika tempat dimana anaknya akan melangsungkan pernikahan bersama Tiara. Lelaki berkulit putih yang menggunakan jas hitam dan kemeja putih dengan tampannya ia memasuki area gedung pernikahannya. Di dalam gedung Balai Sartika sudah ada penghulu yang telah menunggu Rian disana. Tiara telah duduk duluan, lalu ia menghampiri gadis berkulit sawo matang ini dengan duduk di sebelahnya. Lelaki bertubuh macho berharap kedatangan Fitri untuk menggagalkan pernikahannnya bersama gadis itu. Penghulu menyuruh Ayahnya Tiara untuk ijab kabul untuk Rian mengikuti perkataannya. “Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Rian Pratama bin Indra Pratama dengan anak saya yang bernama Tiara Indah Puspita binti Wilma Lesmana dengan maskawinnya berupa mas kawin cincin, kalung dan gelang 20gram, di bayar Tunai.” Rian dan Tiara saling bertatap muka, mereka berdua tak menyangka bisa bersama walau baru mengenalnya belum lama, lelaki berkulit putih tu hanya bisa pasrah dengan nasib sekarang menikah tanpa cinta. Tiara pun juga sama , ia hanya bisa menuruti permintaan orang tua dengan pernikahan yang tak di dasar dengan cinta. Rian dan Tiara mereka berdua saling berpura-pura bahagia atas pernikahannya di depan para tamu undangan dan orang tuanya. Hati Tiara menangis dan ingin sekali memberontak menikah tanpa ada dasar cinta di antara mereka berdua. Gadis bertubuh mungil itu cuma bisa tersenyum tipis, ketika Mami menghampirinya. Ia pura-pura bahagia menikah dengan Rian di depan Maminya, tiba-tiba Wanita berusia 52 tahun itu memeluknya dan mencium pipi anaknya. "Selamat, ya, Tiara semoga kamu bahagia bersama Rian," ucap Maminya. "Iya, Mi, doakan Tiara semoga bisa langgeng sama dia," sahut Tiara dengan pura-pura tersenyum. Tiara memeluk Maminya, lalu ia meneteskan air mata tanda kesedihan telah menikah sama lelaki yang ia tidak cintai.
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
Baguss banget
31/07
0bagusssss bgtttt
11/07/2025
0Oke lah
03/02/2025
0Tingnan Lahat