logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

BAB 6.Malam Yang Panjang

Awan gelap mulai menyelimuti malam yang dingin, Kikan sudah memotong motong kain sprei dilemari tua didalam kamar ini, dipilinnya kain sprei itu menjadi sebuah tali yang sangat panjang, Kikan menyadari permainan masa kecilnya, yang dia yakini bisa menolongnya, seulas senyum nampak pada bibirnya yang mulai gemetaran, karena kadangkala dia dilanda rasa kekhawatiran akan kegagalan rencananya, karena nyawa dia dan bibi Dorothy pasti akan terancam.
Kikan melihat keluar jendela, sepertinya hujan lebat akan turun, angin berhembus sangat kencang, walaupun terasa mengerikan Kikan merasa lebih baik setidaknya pelariannya dibantu oleh alam.
Terdengar anak kunci diputar dan bibi melangkah masuk membawa makanan untuk Kikan, penjaga juga mendapatkan jatahnya, sambil tersenyum senang mulai melahap makanan yang dibawa bibi, kalau dalam keadaan normal pasti Kikan juga akan makan dengan lahap, karena bibi sangat jago memasak, mama juga jago masak,.. bisik Kikan dengan sedih.
Tetapi keadaan sekarang membuat pikiran dan perasaan Kikan luluh lantak seperti ada badai yang memporak-porandakannya, seperti malam ini, kemungkinan akan badai. Kikan dengan tergesa-gesa menghabiskan makan malamnya, air hujan seperti tercurahkan dari langit,tiba - tiba terdengar suara petir dan kilat saling bersahutan, karena kastil ini ada didaerah perbukitan, maka jika hujan ,anginnya pasti lebih terasa kencang, dan suasana hujan selalu menakutkan bagi Kikan.
Brukkkkk!!, tiba tiba terdengar suara benda jatuh.
"Cepat Kikan,” bisik bibi ketelinganya.
“Sekarang waktunya kamu melarikan diri,” lanjut bibi lagi.
"Tapi Bi, bagaimana dengan penjagaan diluar sana?"tanya Kikan dengan ketakutan.
"Penjaga yang menjaga Kamu hanya ini saja, selebihnya semua menjaga dipintu gerbang, Kamu tahu dibelakang sana, didekat kebun kesayangan Mama kamu, ada semak belukar yang rimbun? dulu kamu sering bermain kesana, semak itu adalah jalan keluar dari kastil ini, ingat? sekarang Kamu kesana segera, jangan sia siakan waktunya lagi,”.
"Sebentar bibi, Aku mempunyai rencana, semak itu kan dibagian barat, maka sprei yang kubuat ini Bibi letakkan kearah timur, didekat pohon yang besar ada sebidang tanah yang tidak dipagar, bibi ikatkan sprei ini didahan pohon itu,dan biarkan menjulur kebawah, karena tepat dibawah ada lahan datar yang bisa dilompati dari atas, disampingnya kan ada jurang yang terjal, dan disisi lain menuju keperkebunan teman papa seolah olah aku keluar dari sana Bibi, jadi Sam akan berpikir aku pasti sudah mati, karena mustahil melompati tanah tersebut, itulah sebabnya lahan tersebut tidak dipagar, karena papa menganggap tidak akan ada orang yang bisa masuk dari sana”.
"Bibi, ingat kami melakukannya bersama Danny, sampai orang tua kami menangis ketakutan, menganggap kami sudah jatuh kejurang?" kata Kikan kembali.
Dorothy memang mengingat semuanya, semua orang sudah menganggap Kikan dan Danny telah terjatuh kejurang, karena melihat kain sprei yang menjulur, didahan pohon besar itu, disamping pohon itu terdapat jurang dibawahnya ada tanah yang datar, jarak pohon itu ketanah itu kira kira 12 meter kebawah, tapi tanah datar itu tidak terlalu luas, kira kira 8 meter persegi saja, salah lompat, langsung terjun kejurang yang sangat dalam, karena dari atas tidak kelihatan dasarnya, tapi kalau berhasil akan mendarat ditanah itu, maka kita akan bisa masuk keperkebunan Tuan Bernard, karena didepannya ada semacam curuk yang terhubung ke perkebunan tersebut.
Tuan Bernard adalah temannya Tuan Robert, sewaktu kecil Kikan dan Danny pernah membuat heboh satu kastil, apalagi mereka tidak kembali padahal hari mulai gelap, ternyata mereka bersembunyi dirimbunan semak tersebut, dan ketiduran, sampai polisi juga kebingungan, tetapi sekarang hanya mereka bertiga yang mengetahui jalan keluar itu, Dorothy, Danny dan Kikan,tidak ada lagi yang mengetahuinya,.karena Danny membuat mereka berjanji tidak memberitahukan siapapapun termasuk orang tua mereka dan polisi, karena katanya itu tempat rahasia mereka bertiga, akhirnya ketika Dorothy ditanya polisi dimana mereka ia temukan, dia hanya bilang digudang, karena menurut Danny, kalau jalan rahasia itu diberitahukan ke Robert, pasti dia akan segera menutup dan meratakan semak tersebut, karena membahayakan Kikan dan ibunya dari orang yang berniat jahat, Robert memang sangat protektif dalam melindungi putri dan istrinya. Dorothy meminta kepada Kikan agar pelariannya supaya tidak ketahuan, sebaiknya tali yang terbuat dari kain sprei dijulurkan kearah yang berbeda untuk mengecoh musuhnya. Kikan akhirnya menyetujuinya.
Dorothy bersyukur dulu dia tidak memberitahukan lubang disemak itu kepada siapapun, siapa sangka sekarang bisa menolong Kikan, pikir Dorothy dengan tersenyum.
Kikan segera keluar, kepalanya menjulur keluar, dia melihat penjaga itu telah ambruk ditanah, Kikan menjerit, apakah penjaganya sudah mati, Dorothy menggeleng cepat dan mengatakan ia mencampur obat tidur dimakanannya, Kikan tahu memang bibi Dorothy susah tidur, pasti obat itu yang diberikannya.
Dorothy segera menarik Kikan untuk segera pergi, dan Kikan mengajak Dorothy untuk pergi bersamanya, karena kalau Dorothy bertahan untuk tinggal pasti Sam akan segera membunuh Dorothy mengingat Dorothy telah membantu Kikan untuk melarikan diri, setelah mendengar penuturan Kikan akhirnya Dorothy sadar, ia juga harus lari bersama Kikan, mereka segera meninggalkan bangunan itu, hujan terus turun dengan lebatnya, malam benar - benar pekat, angin bertiup dengan kencang, tampak dua sosok manusia mengendap meninggalkan bangunan tersebut, mereka berjalan secara terpisah, Dorothy akan mengikatkan kain sprei kepohon disebelah timur, karena dibawah pohon ini terdapat tanah yang lebih curam, tetapi begitu menggunakan tali untuk turun, maka kita dapat langsung sampai ditepi jalan raya, memang jalan ini yang paling masuk akal, sudah lama Robert ingin memasang kawat listrik bertegangan tinggi untuk mencegah masuknya orang dari luar, tetapi entah mengapa sampai sekarang belum dilakukannya, mungkin karena belum pernah ada niat orang jahat, untuk memasuki kastil Blake, jadi Robert melupakannya, dan Dorothy yakin, Sam masuk melalui akses ini, buktinya pengawalnya berpatroli mengitari daerah ini tadi. Sedangkan Kikan berjalan kearah sebaliknya, menunggu Dorothy disemak tersebut, karena mereka akan melarikan bersama - sama.
Kikan pada mulanya ingin Bersama Dorothy tetapi Dorothy menolaknya, karena dia tidak mau membahayakan nyawa Kikan.Seandainya dia gagal, Kikan masih mempunyai kesempatan untuk melarikan diri.
Air hujan telah membasahi seluruh tubuh mereka, kilat dan petir terus sambung menyambung tiada hentinya, membuat malam ini semakin mengerikan bagi Kikan, mereka harus berhati-hati dengan kilat, agar tidak ada yang memergoki pelarian mereka, Kikan melihat kebelakang dan gelapnya malam telah menelan tubuh bibi Dorothy sehingga Kikan tidak dapat lagi melihat bibi dari kejauhan.
Kikan terus berjalan dengan hati-hati dan menghindari cahaya kilat, sekali sekali dia akan bersembunyi di semak yang rimbun atau dibalik pepohonan untuk menghindari kilat, dia tidak berani mengambil jalan lurus langsung kesemak tersebut karena akan melewati padang rumput yang luas, karena cahaya kilat akan menggagalkan pelariannya,jika ada orang yang melihat kearah padang rumput tersebut mereka akan menyadari keberadaan manusia ditengah padang rumput itu, Kikan tidak mau mengambil resiko apapun, tetapi dengan jalan memutar lebih aman, walaupun cukup lama, mudah mudahan bibi mengetahui hal ini, dimana dia harus menghindari kilat ini juga, kalau tidak mau tepergok dengan Sam.
Perlahan lahan Kikan terus berjalan, dinginnya malam sampai menusuk tulang tak dihiraukannya lagi, tangannya terus meraba dan menarik menjauhkan dahan pohon yang mencoba menghalangi jalannya, sampai jarinya tergores ranting yang cukup tajam, tiba tiba matanya menajam dengan sangat awas, sepertinya dia mendengar suara yang cukup keras, dia menajamkan telinganya kembali, tetapi dia tidak mendengar suara apapun lagi, biasanya memang kalau dimalam gelap gulita dibarengi hujan lebat, kita suka membayangkan mendengar suara -suara aneh, bulu kuduk Kikan berdiri, dia setengah berlari menyusuri lapangan ini, Kikan menyadari dia hampir sampai, karena begitu dia melewati semak pohon ini,pasti lubang itu tidak jauh lagi, dia menggigil kedinginan, tetapi keinginanya untuk segera pergi dari kastil ini lebih besar dari pada dingin yang menusuk, sampai sampai bibirnya dia gigit untuk mengusir dinginnya malam, akhirnya dia sampai disemak pelariannya, disibakkannya semak ini dengan kedua tangannya, semak tersebut terbuka, dia segera masuk kelubang dibelakang semak itu, karena lebatnya air hujan yang masuk hanya sedikit, dan tanahnya lebih kering.

Komento sa Aklat (124)

  • avatar
    ErikdedaSteven

    sangat pendek saya sudah baca selesai 🙂‍↕️

    22/01

      0
  • avatar
    Nurul Huda

    oh seru

    12/09

      0
  • avatar
    rejaWana

    mantap

    25/07

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata