logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Bab 5

Berbeda dengan yang sebelumnya. Saat ini Kevin sudah mulai melihat kembali beberapa berita yang kini semakin ramai. Dirinya melihat melalui monitor komputer yang ada di ruang kerjanya. Setelah beberapa kali ada kejanggalan, dirinya sudah bisa menduga kalau mungkin memang ada yang tidak masuk akal belakangan ini. Namun, dirinya masih belum bisa menemukan siapa orangnya. Setelah hampir satu jam lamanya melihat terus halaman itu, dirinya berpikir kalau memang mungkin semua ini tidak mungkin terjadi karena kebetulan semata. Kevin kemudian menemukan sesuatu yang sangat aneh dan kali ini terlihat seperti halaman berita iklan yang memuat promosi jasa. Dirinya yang tidak mengerti dengan tulisan yang cukup puitis itu, rasanya aneh kalau iklan menggunakan bahasa yang seperti ini. Kevin kembali berpikir lagi seolah baru saja menemukan sesuatu yang sungguh membuat dirinya terasa hampir frustrasi. Tidak lama setelahnya, Kevin mengabaikan halaman iklan itu dan langsung menelusuri beberapa berita yang memuat tentang pembataian temannya itu. Dari semua artikel yang ada, ternyata memang isinya sama saja dan sekarang juga masih belum ada kabar terbaru dari pihak kepolisian mengenai kelajutan dari penyelidikan kasus ini. Sudah lama sekali dirinya menantikan kabar itu dan sampai sekarang ternyata masih belum ada juga. Disaat yang sama, kali ini tepat di dalam kantor detektif. Salah satu petugas disana membahas mengenai kasus ini dan sepertinya seseorang mulai merasa tersinggung akan hal itu dan tidak lama setelahnya malah melayangkan berbagai ucapan yang ternyata diluar nalar. Orang itu seperti merasa kesal dan tidak hanya itu saja, dari ekspresi wajahnya juga terlihat kalau sepertinya sedang mengalami masalah. Petugas itu langsung terdiam dan tidak lagi membahas mengenai kasus ini. Orang-orang yang berada di dalam ruangan ini seakan mereka sudah tahu apa yang akan terjadi kalau tiba-tiba membahas hal itu dan mereka memtuskan untuk diam saja dan tidak mengatakan apa pun. Seseorang kemudian datang memasuki ruangan itu yang ternyata orang itu adalah detektif sebelumnya yang menginginkan kasus ini berada ditangannya.
“Wah, ada apa ini? situasinya terlihat canggung sekali. Apa kalian semua puasa berbicara?” tanya detektif itu sambil bercanda.
“Hey kau. Sebaiknya jangan bertanya hal yang tidak penting. Apa kau sudah mengerjakan pekerjaanmu dengan baik?”
“Ah, kalau itu tentu saja sudah kulakukan. Hanya ada ada beberapa hal yang ingin kutanyakan pada kalian.”
“Apa yang ingin kau tanyakan?”
“Bagaimana dengan kelanjutan kasusnya?”
“Sial. Seharusnya kau tidak membahas itu sekarang ini.”
“Apa? apa ada yang tidak beres? Hey, cepat jawab!”
“Astaga. Mungkin ini kedengarannya akan menjengkelkan.”
“Apa yang kau maksud?”
“Kasus itu masih belum terpecahkan.”
Mendengar hal itu, ekspresinya langsung berubah. Orang ini seakan merasa kesal dengan apa yang sudah mereka lakukan. Dirinya kemudian menatap ke arah anggota lain dan ternyata mereka juga tidak mau melihatnya seolah sudah merasa bersalah atas semua ini. Sekarang suasana di dalam ruangan ini sudah sangat dingin dan bahkan bisa lebih dingin lagi. Kasus yang dipercayakan kepada orang itu, dan ternyata tidak ada hasilnya sama sekali. Meski jasad korban sudah dimakamkan, kenyataannya misteri pembantaian ini masih belum juga menemukan titik terang. Mereka sekarang seperti sudah menyerah karena selalu saja berakhir sama dan tidak mendapatkan apa pun. Pentujuk pun tidak ada.
“Sialan. Ternyata mereka tidak mampu melakukannya ya. seharusnya kasus itu berikan saja padaku. Bukankah sudah kukatakan sebelumnya?”
“Itu tidak akan semudah yang kau pikirkan.”
“Kenapa memangnya?”
“Kasus itu berbeda dengan kasus biasa. Tidak mungkin sembarangan orang melakukan tindakan mengertikan semacam itu dan tidak ada petunjuk sama sekali semuanya seakan lenyap. Apa orang biasa bisa melakukan semua itu? berpikirlah.”
“Aku mengerti. Hanya saja kalau terus dibiarkan seperti ini tidak akan ada hasilnya. Apa kalian sungguh tidak peduli sama sekali?”
“Ini bukan masalah peduli atau tidaknya tapi mereka terlalu berbahaya.”
“Mereka? Kenapa kau menyebut mereka?”
“Karena jika dilihat lebih detail lagi kurasa pelakunya bukan hanya satu orang.”
“Apa?”
Kebingungan itu semakin lama semakin memuncak. Berbagai hal mulai meresap kedalam pikiran dan menjadikan sulit sekali untuk berpikir jernih. Orang-orang yang ada didalam ruangan ini juga seakan mereka sudah menyerah dan tidak mau berurusan dengan kasus itu lagi. Mereka terlihat jelas memperlihatkan rasa takut mereka yang sudah semakin dalam. Sementara sekarang hanya ada satu orang yang memang sangat menginginkan kasus ini dipecahkan olehnya namun semua orang melarang hal itu. Banyak sekali alasan yang menghambat jatuhnya kasus ini ke tangannya dan kemungkinan besar hal itu malah tidak akan pernah terjadi meski sudah memohon. Saat ini, semua orang sudah sangat kesal sekaligus mereka juga frustrasi karena memang pekerjaan yang ini cukup menguras emosi. Ada beberapa orang lainnya yang juga penasaran dengan semua itu dan mereka sedang membicarakan hal tersebut di dalam sebuah ruangan dimana mereka rapat. Kali ini mereka sudah berkumpul dan membahas tentang masalah yang mereka hadapi. Namun salah satu dari mereka langsung membahas mengenai kasus pembantaian itu dan membuat ketiga orang lainnya juga ikut membahasnya. Banyak teka-teki dan misteri yang menyelimuti kasus itu sehingga rasanya sulit sekali untuk dipecahkan. Mereka kemudian berpikiran kalau mungkin saja ada sesuatu yang memang sengaja dirahasiakan.
“Kenapa kau berpikir seperti itu?”
“Ini hanya opiniku saja. Kurasa tidak salah lagi.”
“Jadi kau yakin?”
“Tentu saja aku yakin sekali. Kalau memang tidak ada, bukankah seharusnya mereka langsung menanganinya dan tidak perlu berlama-lama lagi menahan proses lebih lanjutnya?”
“Yang kau katakan itu ada benarnya. tapi sejujurnya masih ada beberapa yang menurutku tidak masuk akal kalau hanya mengatakan itu misterius.”
“Bagian mana yang tidak masuk akal?”
“Pelaku dan alasan.”
“Ah, sial. Benar juga. Kalau terus seperti ini kemungkinan besar kasusnya hanya akan di tutup dan tidak ada hasil sama sekali. Bukankah itu konyol?”
“Ya. Dan lagi reputasi kita akan hancur dimana publik.”
Mereka mengatakan isi kepalanya dan ternyata semua orang berpikiran hal yang sama. Di luar sana masih banyak orang yang melayangkan protes karena sampai sekarang kasusnya masih menimbulkan trauma dan ketakutan yang dalam. Mereka juga terus menuntut untuk menyelesaikan semua ini. Pada kenyataannya, pihak kepolisian sama sekali tidak mendengarkan orang-orang itu dan justru mereka hanya diam saja berada di dalam kantor dan tidak mempedulikan apa yang terjadi di luar sana. Seseorang sudah merasa putus asa sampai akhirnya orang itu pergi dan tidak lagi mengikuti perkumpulan orang-orang yang kini ada didepan kantor kepolisian. Orang itu sudah menyerah dan tidak berniat lagi.
“Orang itu pergi?”
“Biarkan saja.”
Sementara itu, sekarang ini Kevin masih sibuk dengan kegiatannya itu dan sekarang sudah hampir tiga jam lamanya dirinya berada didepan monitor sambil menelusuri halaman internet. Ada beberapa alasan kenapa dirinya sampai seperti ini dan ternyata semua itu memang berkaitan dengan kematian temannya. Beberapa hari yang lalu, dirinya sudah melihat adanya beberapa hal yang janggal yang mana orang itu biasanya selalu membalas pesan teks yang dikirimkan oleh Kevin bahkan di grup chat juga. Anehnya, semua orang yang ada didalam grup chat itu menanyakan orang itu dan ternyata mereka juga tidak tahu kabarnya. Awalnya Kevin hanya menduga kemungkinan saja orang itu sedang sibuk sehingga tidak ada waktu untuk bermain sosial media. Pikiran yang positifnya itu malah semakin membuat yang lain juga berpikiran sama dan mereka tidak terlalu menanyakan orang itu lebih banyak lagi. Bahkan mereka juga hanya membahas mengenai hal-hal yang sedang ramai diperbincangkan saja. Kevin merasa kalau ada perlu dengan orang itu dan dirinya langsung berniat untuk menemuinya di tempat kediaman orang itu yang ada di wilayah perbatasan. Tidak disangka ternyata ketika datang kesana, hanya ada pemandangan mengerikan. Kevin langsung terkejut dan berusaha menolong hanya saja sudah terlambat. Nyawa mereka sudah tidak ada. Ketika Kevin masih menelusuri halaman internet, tidak lama kemudian seseorang menghubunginya dan orang itu ternyata salah satu teman yang berada di grup chat itu.
“Kevin.”
“Ah, ada apa?”
“Sekarang kau dimana?”
“Di apartemenku. Ada apa?”
“Ada beberapa hal yang ingin kubicarakan. Bisakah kau datang ke salah satu cafee yang ada didekat taman kota?’
“Baiklah. Kurasa nanti aku akan kesana.”
“Bagus.”
“Kau sudah ada disana?”
“Masih dalam perjalanan.”
“Apa kau akan membahas kasus itu?”
“Wah, sudah ketebak rupanya. Itu tidak seru.”
“Jadi benar ternyata.”
“Jangan bilang kau juga sedang mencari petunjuk?”
“Bukan petunjuk.”
“Lalau apa kalau bukan petunjuk?”
“Alasan.”
“Hah?”
“Alasan kenapa semua itu bisa terjadi.”
Begitu mendengar apa yang sudah disampaikan oleh Kevin, orang itu langsung terdiam dan seakan sedang berpikir mengenai apa yang diucapkan oleh Kevin. Dalam perjalanannya, orang ini cukup berpikir keras dan tidak lama setelah itu sampai didepan tempat itu. Orang itu melihat ke arah sekitar dan seolah sedang melihat apakah ada bahaya atau tidak. Tingkat kewaspadaan orang ini cukup tinggi dan membuat dirinya terus menerus memperhatikan sekitar. Sementara itu, Kevin sedang bersiap untuk pergi kesana. Dan ketika dirinya mengambil ponselnya, seketika dirinya merasakan firasat aneh. Kevin terdiam dan setelahnya langsung pergi menuju ke tempat yang sudah direncanakan itu.

Komento sa Aklat (142)

  • avatar
    Nur Hadi

    akting aku rosul terakhir🙏

    29/01

      0
  • avatar
    HistoryDiva

    seruu

    18/05/2025

      0
  • avatar
    PratamaMamduh

    bagua

    06/03/2025

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata