logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Bab 4

Sesuai dengan prediksi sebelumnya. Ada kemungkinan orang yang memang sengaja melakukan hal ini dan orang itu sungguh tidak manusiawi. Mereka kebanyakan mengatakan hal aneh dan sampai detik ini wartawan itu malah menyebarkan berita yang semakin banyak lagi. Disaat yang sama juga, terlihat seseorang yang sedang memperhatikan dan sepertinya orang itu mencium sesuatu yang menurutnya menarik. Orang itu berpenampilan seperti selebriti dan tidak lama setelah itu orang itu kembali dengan santainya. Situasi ini membuat orang-orang semakin merasa waspada dan tidak sedikit dari mereka yang memang mulai tidak keluar rumah dan memilih berada didalam rumah. Sementara itu, seseorang diluaran sana sedang mengadakan rapat dan sepertinya mereka memang melakukan kegiatan ini rutin seperti biasanya. Salah satu wanita memasuki ruangan dan orang itu langsung duduk di tempatnya. Beberapa anggota yang lainnya melirik ke arah wanita tersebut seolah mereka merasa asing kedatangan wanita tersebut. Rapat pun dimulai dan mereka mulai fokus mendengarkan presentasi seseorang yang mengusulkan idenya. Disaat yang bersamaaan, wanita itu seakan sudah tahu kalau akhirnya akan seperti ini dan ternyata hanya diam saja. Seorang pria yang duduk tepat didepan wanita itu merasa kalau ada sedikit kejanggalan disini. Namun, orang itu sama sekali tidak mengusik hal itu dan hanya mendiamkan saja. Menyaksikan sambil membisu. Sementara itu, saat ini Kevin yang berada di dalam ruangan dimana dirinya sudah mulai merasa tidak nyaman. Dirinya seakan tidak menginginkan hal ini dan terpaksa harus melakukannya. Tepat dihadapannya banyak sekali dokumen yang harus diurus olehnya hari ini. Kesibukan dirinya yang selalu mengerjakan semua pekerjaannya ini membuat beberapa orang yang berada di dalam ruangan ini merasa senang sekaligus kagum kepada Kevin. Seorang pria kemudian memberikan lagi tugas untuknya dan ternyata Kevin sudah mulai merasa kesal. Dari tadi dirinya terus menerus mendapatkan tugas tambahan seakan mereka sengaja melakukan semua ini kepadanya. Ketika Kevin sedang sibuk dengan tugasnya itu, tiba-tiba saja seseorang memanggilnya.
“Kevin.”
“Ya?”
“Wah, ternyata pekerjaanmu banyak sekali hari ini?”
“Ya. seperti yang sudah kau lihat. Ada apa? aku sedang sibuk.”
“Hanya ingin menyampaikan kabar saja.”
“Apa itu?”
“Kudengar beberapa orang sudah melayangkan protes kepada pihak kepolisian atas kasus itu. mereka menginginkan kebenarannya dan juga siapa pelakunya secepatnya dan tidak mau menunggu lama. Menurutmu apa yang akan terjadi selanjutnya?”
“Entahlah. Kurasa akan ada berita baru.”
“Ah, begitu rupanya. Ngomong-ngomong, kau baik-baik saja?”
“Ya.”
“Sungguh? Sepertinya tidak terlihat seperti itu.”
“Ayolah. Untuk apa aku bersedih terlalu lama. Itu hanya akan mengganggu produktivitasku saja.”
“Kau benar. baguslah kalau kau baik-baik saja. Setidaknya kalau ada kabar terbaru akan kuberitahu lagi. Selamat menikmati pekerjaanmu yang banyak itu.”
“Diam kau.”
Orang itu langsung keluar dari ruangan Kevin dan sekarang berjalan menuju ke ruangan dimana dirinya seharusnya. Kevin sudah yakin kalau ini tidak akan dengan mudah ketemu jawabannya. Dirinya sudah bisa menduga kalau mereka hanya akan mengerahkan mulutnya saja dan bukan kinerjanya. Disaat yang sama juga terlihat seseorang sedang membawa spanduk dan melayangkan protes didepan kantor polisi. Mereka seperti sedang menuntut kedamaian dan tidak mau ada lagi korban pembataian misterius itu. Kebanyakan dari mereka merupakan orang-orang yang mengalami banyak trauma akibat kejadian buruk belakangan ini.
“Sial. Mereka sama sekali tidak menanggapi kami,” gerutu seorang salah satu dari orang-orang itu.
Kebanyakan dari mereka terus mengatakan beberapa hal yang langsung membuat mereka semakin kesal. Disaat semua orang sudah berkumpul dan hanya ada satu orang dari pihak kepolisian yang kemudian menyaksikan keramaian itu. Orang itu seakan sama sekali tidak peduli dan tidak lama setelah itu, mereka kemudian merasa semakin kesal karena memang tidak ada orang yang menanggapi protesnya. Ada seseorang yang sudah sadar kalau semua ini hanya akan berakhir sia-sia dan orang itu langsung pergi meninggalkan yang lainnya. Kini beberapa dari mereka juga mulai pergi satu persatu dari sana. Pembantaian yang terjadi belakangan ini sungguh tidak diduga sama sekali dan keluarga yang terbatai itu berada di wilayah perbatasan dan itu seketika membuat beberapa pihak beranggapan kalau sekarang kota ini sudah tidak aman lagi. Disaat yang sama juga ada orang yang mulai merasakan kecurigaan juga dan ternyata orang ini memang sempat berpikir lagi kalau mungkin semua ini ada ulah seseorang yang memang sengaja melakukan hal itu. Perdebatan itu semakin memuncak dan menimbulkan beberapa kesalah pahaman bagi mereka yang mendengarkan pendapat tersebut. Kebanyakan dari mereka hanya mengatakan hal lain yang memang tidak bisa diterima oleh seseorang yang berkeyakinan kalau ini bukanlah kejadian yang sembarangan atau hanya karena ulah seseorang yang merasa kesal. Disaat semua orang sudah mulai merasa pusing, seorang dari pihak detektif mengajukan diri untuk menangani kasus ini dan beberapa anggota yang lain langsung terkejut mendengarnya. Mereka sepertinya tidak mau melepaskan kasus ini ke tangan orang tersebut dan kemudian setelah itu perdebatan pun kembali dimulai dan langsung membuat situasi ini semakin tidak bisa dikendalikan. Orang-orang itu terus mendesak dan pada akhirnya semuanya tidak ada solusi. Detektif tadi meninggalkan ruangan dan kemudian menghela nafasnya. Tidak lama setelahnya di susul oleh salah satu rekannya yang juga berada dipihaknya dan berpendapat yang sama.
“Tidak ada gunannya mendengarkan ocehan mereka. Kurasa semua ini akan berakhir sekarang,” ucap detektif tersebut.
“Jadi, kau tidak akan melakukan apa pun untuk saat ini?”
“Ya. Tidak ada yang bisa kulakukan karena mereka saja tidak memberikan kasusnya. Akan berbahaya kalau bergerak tanpa mempersiapkan sesuatu. Itu hanya akan menimbulkan kekacauan lagi.”
“Ah, begitu ya akhirnya. Padahal sangat disayangkan kalau hanya terus memperdebatkan sesuatu yang tidak masuk akal. Tinggal cari tahu saja siapa pelakunya dan menangkapnya. Apa mereka tidak mau melakukan hal yang mudah?”
“Kau sendiri mungkin sudah mendengarnya. Kalau mereka memang keras kepala.”
“Kau benar. karena itulah aku tidak setuju dengan ide mereka.”
Sementara itu, saat ini di tempatnya Kevin. Dirinya yang masih sibuk dengan pekerjaannya itu seakan sudah merasa kalau ini adalah siatuasi dimana dirinya harus terus menahan diri. Sudah banyak sekali hal yang memang sungguh menyebalkan dan hanya ada satu saja yang sampai detik ini tidak berubah. Orang-orang yang berada didalam ruangan ini seperti tidak peduli dengan apa yang terjadi diluar sana dan hanya mementingkan apa yang mereka inginkan saja. Kevin kembali mengerjakan yang selanjutnya dari dua tumpukan yang tadi dan sekarang nyaris selesai. Salah satu orang yang berada di ruangan ini rupanya melihat Kevin sudah hampir menyelesaikan pekerjaannya itu, orang itu langsung beranjak dari tempat duduknya dan kemudian menemui seseorang yang berada di meja yang lain. Rupanya orang itu datang untuk melaporkan sesuatu. Setelahnya, langsung kembali ke tempat duduknya dan kemudian mengerjakan bagiannya. Kevin masih terus berusaha menyelesaikan semua ini dan tidak lama setelah itu dirinya melihat jam yang ternyata sekarang sudah sore. Tidak lama lagi waktunya untuk pulang ke rumah dan mengakhiri hari ini yang sungguh menyebalkan. Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya dirinya bisa kembali ke rumahnya. Sekarang, Kevin sudah berada di luar gedung itu dan berjalan untuk pulang. Dalam perjalanannya itu, dirinya masih merasa kepikiran akan kasus itu.
“Kevin. Apa itu kau?” ucap seseorang kepada Kevin.
“Kau rupanya.”
“Wah, sudah lama sekali ya. bagaimana kabarmu?”
“Ya. Sudah lama sekali tidak bertemu. Terakhir kali kapan ya? kurasa tidak ingat. Seperti biasanya abaik-baik saja. Bagaimana dengan kau?”
“Ya. Tentu saja baik-baik saja. Kau akan pulang?”
“Benar, sekarang sudah saatnya bagiku untuk bersantai. Kau sendiri mau kemana?”
“Ada beberapa urusan yang harus kuselesaikan. Ngomong-ngomong aku sudah melihat beritanya. Sayang sekali ternyata itu sungguh mengerikan. Bagaimana bisa orang berani melakukan hal semacam itu. apa kau pernah berpikir mungkin saja itu ulah musuh?”
“Kurasa kita satu pemikiran.”
“Apa? kau juga berpikir seperti itu?”
“Ya. Karena itu tidak masuk akal.”
“Sebenarnya ketika melihat berita itu di halaman artikel, aku sudah menduganya kalau itu bukanlah pembantaian biasa. Dan lagi ada sesuatu yang mencurigakan.”
“Kau juga menyadarinya ternyata. Kupikir hanya diriku saja yang beranggapan ada yang janggal. Tapi, tidak ada yang bisa kulakukan. Bahkan pihak kepolisian saja masih harus melakukan penyelidikan lagi dan sepertinya mereka sudah merasa putus asa.”
“Bagaimana bisa?”
“Namanya juga manusia. Tidak ada yang berani mengambil risiko lebih dalam. Kemungkinan mereka juga sudah tahu kalau ini sangat berbahaya.”
“Jadi, hanya karena itu mereka sampai mundur dan hanya melakukan penyelidikan biasa? Wah, itu menyebalkan sekali.”
Mereka berdua terus berbincang dan kemudian Kevin seakan dirinya sudah bisa kembali lagi berpikir jernih. Tidak lama setelah itu, mereka langsung bubar dan Kevin kembali ke rumahnya dengan selamat. Ada beberapa hal yang juga tidak bisa dimengerti olehnya. Terkadang semua itu datang secara bersamaan dan menganggu hal yang sedang terjadi. Dirinya juga bisa kehilangan kendali hanya karena itu. Sudah lama sekali hal ini membuat Kevin semakin penuh dengan kekesalan yang tidak ada hentinya. Kevin langsung mengambil wine dan meminumnya lagi sambil memegangi kepalanya. Hari sudah semakin sore dan sebentar lagi gelap.
‘Jadi, hanya begini saja. Tidak ada hal lain?’ batin Kevin.

Komento sa Aklat (142)

  • avatar
    Nur Hadi

    akting aku rosul terakhir🙏

    29/01

      0
  • avatar
    HistoryDiva

    seruu

    18/05/2025

      0
  • avatar
    PratamaMamduh

    bagua

    06/03/2025

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata