Orang itu langsung pergi setelah mengatakan sesuatu yang tidak dimengerti oleh Kevin. Dirinya yang langsung terkejut dan merasa heran kenapa orang itu pergi dengan cepat padahal tidak seharusnya begitu. Kevin yang merasa terkejut itu kemudian dirinya sampai kepikiran dengan ucapan orang itu. Rasanya seperti datang dengan cepat kedalam kepalanya Kevin. Perjalanan masih jauh dan sekarang Kevin semakin yakin kalau ada sesuatu. Dirinya yang terus berusaha untuk meyakinkan diri itu, terlihat penuh dengan tekanan. Wajahnya tampak pucat dan kemudian menggigit bibirnya. Kali ini, orang yang ada didalam kereta ini cukup tenang dan situasinya terus seperti itu sampai Kevin tiba di tempat tujuan. Dirinya keluar dari kereta dan setelah memasuki stasiun, saat itu juga pikirannya kembali jernih dan setelahnya berjalan kembali sambil terus melihat ponselnya. Rupanya orang yang dari tadi dihubungi olehnya itu, sampai sekarang masih tidak menjawab panggilannya dan bahkan tidak membalas pesannya juga. Kevin seketika merasa kesal dan tidak lama setelah itu, dirinya menaiki taxi menuju ke lokasi. Sudah beberapa lama dirinya dalam perjalanan dan terus saja merasa kesal. Sementara itu, sekarang ini di tempat yang berbeda terlihat ada beberapa orang yang memakai pakaian yang tampak sama dan mereka langsung memasuki sebuah tempat. Saat ini Kevin sudah nyaris sampai dan ketika sudah sampai, dirinya langsung bergegas meski sedang menahan kesal. Begitu tiba di lokasi, saat itu juga dirinya langsung terkejut sampai tidak bisa berkata-kata begitu melihat keadaan tempat ini. Semuanya tampak kacau, darah berceceran dimana-mana dan kemudian terlihat mayat penghuni rumah ini yang tergeketak di dekat lantai. Di saat itu juga, Kevin berlari dan memasuki rumah itu sambil mencari keberadaan rekannya itu. Ketika dirinya sudah menemukannya, ternyata orang itu sudah tidak bernyawa dengan luka parah diperutnya dan berlumuran darah. Kevin kemudian berteriak saking kesalnya dan dirinya nyaris tidak bisa menahan diri lagi. Beberapa jam kemudian, polisi sudah mengamankan semuanya dan mayat orang-orang yang terbunuh di rumah ini sudah dibawa ke rumah duka menggunakan ambulan. Kevin masih tidak percaya dengan apa yang sudah dilihatnya itu dan sekarang dirinya hanya duduk terdiam. Pihak kepolisian yang sudah datang itu langsung memeriksa setiap sudut ruangan yang ternyata semuanya terlihat seperti pembantaian yang mengerikan. Mereka juga tidak menemukan jejak pelakunya. Anehnya, pihak kepolisian sama sekali tidak bisa menemukannya. Kevin kemudian beranjak dari tempat duduknya dan sekarang dirinya berdiri sambil memandang ke arah kediaman itu dan dirinya masih merasakan dendam yag cukup besar. Hari yang penuh dengan rasa sakit. Kevin langsung pergi saat ini juga dan ketika hendak pergi, salah satu pihak kepolisian menghentikannya dan mengajaknya berbicara. “Maaf. Kurasa tidak ada yang bisa kami temukan. Jejak pelaku menghilang. Aneh sekali,” ucap seorang kepala kepolisian. “Sudah kuduga pasti akan seperti itu. Tapi, saya meminta anda untuk mengulik kasus ini lebih dalam lagi. Mungkin permintaan saya terbilang lancang. Hanya saja, tidak mungkin tidak ada orang yang melakukan semua ini. Jelas sekali ini pembantaian.” “Tentu saja. Kami akan berusaha untuk mengungkapnya.” “Baiklah kalau begitu, terimakasih untuk semuanya.” “Tidak masalah. Ngomong-ngomong, apa kau datang kemari karena ada urusan dengan orang itu?” “Ya. Karena orang itu adalah rekan lamaku. Aku ingin menemuinya tapi semuanya sudah berakhir.” Polisi masih melakukan penyelidikan. Setelah beberapa jam berlalu, saat itu juga Kevin mulai merasakan tekanan yang luar biasa. Dirinya seolah berada diambang kegelisahan yang parah. Disaat dirinya datang ke tempat ini dan berusaha untuk bertemu dengan orang itu, ternyata semua itu hanya sia-sia. Selain itu, dirinya juga teringat dengan perkataan orang yang bertemu dengan dirinya di kereta. Orang itu mengatakan hal-hal aneh seolah itu adalah peringatan untuk Kevin. Selain itu, Kevin juga sempat membaca beberapa berita yang salah satunya adalah pembantaian misterius yang terjadi saat ini di tempat ini. Meski polisi masih berusaha melakukan penyelidikan, rupanya wartawan juga sudah memenuhi kawasan ini dan mereka seperti menemukan emas. Berita ini langsung menyebar dengan cepat dan itu malah menimbulkan kekacauan. Beberapa orang merasa takut dengan kejadian itu, dan mereka tidak mau itu terjadi kepada keluarga mereka sendiri. Kehebohan ini menjadi-jadi dan kali ini di dalam sebuah kantor, beberapa orang juga terlihat panik begitu mereka mengetahui fakta ini. Beberapa waktu sebelumnya juga orang-orang terlihat penuh dengan kewaspadaan dan sekarang harus merasakan hal yang sama. Mereka seperti baru saja mendapat serangan secara mental dan membuat kepanikan yang tiada henti. Kali ini, Kevin hanya bisa mengela nafas panjang dan berusaha menerima kenyataannya. “Jangan khawatir, kami akan berusaha untuk mencari pelakunya.” “Baiklah. Aku berterimakasih sekali kalau kalian sungguh akan menangkap orang itu.” “Tapi, kalau diperhatikan lagi, berdasarkan apa yang sudah kami lihat rasanya ini mengerikan. Pelakunya pasti psikopat gila.” “Kalau soal itu, aku juga merasa mungkin saja memang benar. Orang gila yang melakukan ini. Sial, seharusnya aku datang dengan cepat.” “Kau tidak harus menyalahkan diri sendiri. Ini sama sekali bukan salahmu. Dan lagi, sepertinya ada beberapa alasan kenapa orang itu melakukan perbuatan yang mengerikan seperti ini. Hanya saja, tidak ada bukti kalau ini ulah seseorang.” “Apa semuanya akan terungkap?” “Kami akan berusaha.” Mereka berusaha untuk meyakinkan Kevin kalau kasus ini akan ditangani oleh mereka dan juga untuk pelakunya bisa segera ditangkap. Setelah itu, Kevin langsung berpamitan dengan mereka dan pergi meninggalkan tempat ini. Ketika dirinya sedang dalam perjalanan untuk pergi, saat itu juga dirinya menyaksikan seorang reporter yang hanya berdiam diri saja dan tidak merekam seperti yang lainnya. Orang itu terlihat aneh. Pandangannya juga seakan memperlihatkan kesedihan yang cukup dalam. Tidak lama setelah itu, Kevin juga terdiam dan kemudian berjalan menghampiri orang itu dengan percaya diri. Orang itu juga memalingkan wajahnya dan langsung berhadapan dengan Kevin. Mereka berdua saling menyapa dengan hormat satu sama lain. “Sepertinya anda saat ini sedang melewatkan sesuatu,” ucap Kevin. “Tidak. Kurasa sudah benar apa yang kulakukan.” “Apa?” “Tidak ada gunanya mengambil rekaman karena hasilnya pasti sama saja. Dan lagi, aku merasakan sesuatu yang tidak bisa dari kejadian ini. Seperti ada sesuatu yang mengganjal. Apa kau juga berpikiran sama denganku?” “Hah? Ah, ternyata benar. padahal aku tidak mengerti dengan situasi ini, tapi rasanya aku bisa sedikit paham sekarang. Aku tidak bisa memaafkan perbuatan orang yang melakukan pembataian ini.” “Manusia. Tidak kurasa bukan manusia. Apa kau tahu, kalau beberapa waktu ini banyak yang janggal?” “Entahlah. Kurasa sama saja.” Kevin masih merasa kalau semua ini memang sama saja. Meskipun belakangan ini banyak hal sudah terjadi dan semua itu sangat berbahaya. Disaat yang sama juga terlihat perkumpulan orang-orang yang sedang rapat. Mereka sepertinya sudah mengetahui beritanya dan saat ini terlihat cukup serius. Salah satu dari mereka terlihat menawan dengan penampilan yang luar biasa. Beberapa orang lainnya juga sekarang sedang berbisik-bisik seperti sedang membicarakan sesuatu. Rapat yang awalnya terlihat rapi kini sudah hampir berbeda. Beberapa dari mereka kehilangan fokus dan langsung membahas hal lain yang tidak seharusnya dibahas di rapat ini. Saat itu juga, seseorang mulai menegur mereka dan kemudian melanjutkan rapat. “Tolonglah, jangan berbicara hal yang tidak penting!” Saat ini, Kevin masih berada di tempat yang sama dan dengan orang yang sama. Dirinya merasa terkejut dengan ucapan orang ini dan kalau dilihat dari penampilannya, orang ini tidak terlihat seperti wartawan. Orang ini terlalu bagus bahkan lebih cocok menjadi actor saja. Ucapannya itu sungguh tidak bisa diprediksi dan semakin membuat Kevin tertekan. Setelahnya, mereka terus berbicara dan kali ini membahas hal yang lebih serius lagi. Lagi-lagi orang ini menjawab dengan tenang dan terlihat tidak ada emosi sama sekali. Selain itu, orang ini juga kerap kali mengatakan sesuatu yang tampak aneh. “Tunggu, jadi maksud anda ini bukan sengaja?” “Kurasa ini lebih tepatnya memang sudah direncanakan.” “Kenapa anda bisa berpikir seperti itu? sementara anda hanya datang dan melihat setelah kejadian itu berakhir.” “Jangan terlalu diangap serius. Ini hanya pendapatku saja. Meski aku juga sedikit penasaran. Tapi, tidak ada gunanya untuk saat ini. bukankah kau juga begitu?” “Ya. Kuakui memang benar. aku juga tidak tahu harus bagaimana sekarang. Apa kembali saja?” “Itu terserah padamu. Kau bisa mengambil keputusanmu sendiri. Bukan aku yang harus menentukan.” “Ngomong-ngomong, apa anda akan merilis artikel terbaru? Bagaimana kalau anda mengatakan yang sejujurnya?” “Apa kau bilang? Mengatakan yang sejujurnya? Jangan bilang kau…” Wartawan ini merasa terkejut setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Kevin baru saja. Orang ini seakan merasa kalau semua itu sungguh mustahil dan tidak mungkin bisa melakukan hal itu. Raut wajahnya memperlihatkan semuanya. Dirinya seolah merasa kalau memang ada yang salah dan bagaimana pun juga kalau ditulis hanya akan sia-sia dan mungkin saja dirinya juga ikut terancam. Situasi ini cukup rumit untuk sekedar melakukan permintaan saja. Kevin saat itu juga langsung pergi dan sekarang wartawan ini masih merasa terkejut dan tidak berkata apa-apa. Kevin mulai merasakan sensasi yang membuat kepalanya kembali sakit dan sekarang dirinya harus kembali dengan sia-sia.
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
akting aku rosul terakhir🙏
29/01
0seruu
18/05/2025
0bagua
06/03/2025
0Tingnan Lahat