logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Bab 2

Meski sudah beberapa kali ada hal aneh yang terjadi, Kevin merasa kalau semua itu sudah terlanjur terjadi. Disaat yang sama juga Kevin merasa kalau dunia ini sudah tidak baik-baik saja. Berita yang terus bertebaran terjadi sampai saat ini dan masih banyak orang yang sangat cemas dengan itu. Mereka sudah lama menginginkan kedamaian dan semua yang ada saat ini seperti omong kosong saja tidak ada apa-apanya. Sudah lama hal itu menjadi mimpi buruk bagi semua orang dibalik diamnnya mereka. Kevin kemudian beranjak dari sofa dan memperhatikan sekitar melalui jendela rumahnya. Suasana yang sunyi seperti kuburan terlihat jelas dari sini. Setelah itu dirinya mulai merasa curiga akan sesuatu dan malah ada hal lain yang mungkin saja terjadi. Disaat yang sama juga ada beberapa orang yang sepertinya sudah mulai bergerak. Semua itu malah menjadikan dunia ini sungguh tidak beradab. Ada kalanya hal itu malah membuat pikirannya semakin kacau saja. Kevin sudah lama sekali menginginkan kedamaian dan ternyata memang tidak ada hal seperti itu di dunia ini. Ucapan dalam hatinya yang semakin menggerogoti akalnya itu, semakin lama semakin membuat Kevin tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. Sudah hampir jam 12 malam. Saat ini dirinya sudah berniat untuk pergi tidur hanya saja ada beberapa situasi yang cukup mengganggu. Ketika dirinya hendak memasuki ruangan tidurnya, Kevin kemudian teringat akan sesuatu yang malah sampai detik ini terus kepikiran. Dirinya pernah melihat orang itu dan tidak ingat dimana lokasinya. Orang yang cukup misterius dengan pakaian yang sangat rapi. Dirinya sempat menyaksikan orang itu membawa salah satu koper di tangannya dan seakan terlihat mencurigakan. Kevin berusaha untuk meyakinkan dirinya kalau mungkin itu hanya orang yang sedang berkepentingan saja dan bukan orang yang berbahaya. Setelah itu, dirinya cukup merasa pusing akan kejadian di hari ini yang ternyata lebih dari apa yang membuat dirinya penuh dengan rasa curiga bahkan sampai kebawa mimpi. Situasi kini sudah mulai sepi. Orang-orang yang berkeliaran di luaran sana mulai memasuki tempat mereka. Ada beberapa petugas yang juga sedang berjaga dan sepertinya mereka tidak menemukan sesuatu yang sangat berbahaya. Mereka hanya memperhatikan sekitar sambil bercanda bersama dengan rekan kerjanya. Malam yang sunyi ini sudah seperti pemandangan sehari-hari kota ini dikala tengah malam. Orang-orang yang biasanya masih berada diluar, kini hanya sedikit orang yang memang masih berkeliaran. Mereka seperti sengaja pulang terlalu cepat dan menutup diri untuk dunia luar. Sementara itu, kedua petugas tadi masih mengintai orang-orang yang berlalu lalang di dekat daerah ini. Mereka seperti berusaha untuk menemukan sesuatu.
“Kurasa itu hanya akan sia-sia saja. Tidak ada hal yang mencurigakan. Apa sebaiknya kita kembali saja?” ucap salah satu petugas tersebut.
“Tidak. Sebaiknya kita tetap berjaga saja di sini.”
“Astaga. Padahal itu hanya merepotkan saja. Kau tahu kenapa akhir-akhir ini orang-orang mulai bersikap aneh?”
“Mungkin karena berita itu. mereka menjadi trauma dan tidak mau berurusan dengan keramaian. Menyedihkan sekali.”
“Kurasa itu cukup untuk menghantui mereka. Kalau sudah seperti itu, rasanya aneh sekali.”
“Begitulah permainannya. Tidak ada yang bisa menebak semua isi kepala yang diatas sana.”
“Hah? Kau menyinggung mereka rupanya.”
“Tidak ada yang menyinggung. Itu semua kenyataannya.”
“Sialan sekali.”
Disaat yang sama, seorang pria terlihat baru saja memasuki sebuah gedung. Orang itu tampak tenang dan tidak lama setelahnya ada salah satu orang lainnya yang ternyata punya tujuan yang sama. Mereka memasuki lift dan kemudian menuju ke lamtai 40. Ketika sudah sampai dilantai 40, kedua orang itu kemudian berpisah dan salah satunya memasuki ruangan yang ada didepannya. Begitu membuka pintu tersebut terlihat seseorang berada didalam sana seperti sedang menunggu kedatangan seseorang. Tidak lama kemudian, orang ini mengucap salah hormat kepada orang yang sedang duduk itu dan mereka kemudian saling berbicara. Pembicaraan yang ternyata mulai didengarkan oleh seseorang yang berusaha untuk menguping. Setelah itu, orang yang menguping tersebut merasa terkejut dan kemudian langsung pergi. Suasana yang tampak tenang. Orang yang berada di gedung ini seperti bukan orang sembarangan. Mereka hanya berada di tempat-tempat tertentu dan setelah itu menghilang begitu saja tanpa jejak. Kevin yang berada di rumahnya, saat ini dirinya terbangun dari mimpinya dan kemudian melihat jam yang ternyata masih malam. Dirinya berusaha untuk menutupkan mata, hanya saja sudah terlanjur terbangun. Kevin beranjak dari tempat tidurnya dan sekarang dirinya menyalakan monitor komputernya untuk sekedar memeriksa sesuatu. Rupanya dirinya memeriksa salah satu artikel berita yang sedang ramai diperbincangkan orang dan kemudian melihat salah satu gambar yang terlihat tidak asing.
“Apa ini?” gumam Kevin
Mimpi yang terasa seperti nyata dan tidak lama setelah itu terdengar suara seseorang yang memang memanggil namanya. Kevin dalam sekejap melihat ke arah sekeliling dan ketika diperhatikan kembali ternyata tidak ada siapa pun disana. Dirinya langsung kembali ke tempat duduknya dan memeriksa artikel berita itu lagi. Ada banyak hal yang sudah terjadi. Ternyata dirinya juga merasa kalau memang ada yang salah saat ini. Belakangan ini, Kevin selalu merasakan sesuatu yang seperti mengganggu dirinya dan ketika diperiksa kembali ternyata memang tidak ada apa-apa. Hal itu semakin jelas membuat dirinya kesal. Ketika sedang asik memeriksa artikel, tidak lama kemudian salah satu temannya menghubunginya malam-malam begini.
“Ya? ada apa?” ucap Kevin kepada temannya itu melalui panggilan telepon.
“Kau masih terjaga bahkan sampai jam segini?”
“Ya. memangnya kenapa?”
“Bukan apa-apa. kurasa ada beberapa alasan kenapa diriku menghubungimu sekarang.”
“Apa yang ingin kau sampaikan padaku?”
“Sejujurnya aku sudah merangkum beberapa halaman tugas yang sudah diberkan padaku. Tapi, rasanya seperti ada yang masih kurang.”
“Kau ingin itu kukerjakan?”
“Ah, bukan begitu juga. Lebih tepatnya butuh pencerahan. Itu saja.”
“Astaga. Bahkan tidak pernah kupikirkan sama sekali. Memangnya apa yang sulit?”
“Sebentar. Kukirimkan oke.”
“Ya. terserah kau saja.”
Meski Kevin tampak kesal, rupanya dirinya langsung membantu temannya itu. Beberapa pertanyaan yang ada didalam rangkumannya itu malah semakin membuat Kevin tidak bisa kembali tidur. Dirinya terus terjaga sampai pagi dan tidak terasa sekarang sudah hampir pagi. Tugas yang sebelumnya milik temannya itu, sekarang sudah dikerjakan olehnya walau hanya beberapa bantuan saja. Tidak lama setelah itu, Kevin menghela nafasnya dan merasa kalau itu cukup melelahkan. Rasanya seperti berada di tengah gurun dan mencari oasis sampai nyaris mati. Dirinya masih duduk di tempat yang sama dan seketika kembali mengambil poselnya dan memeriksa beberapa pesan yang masuk saat ini juga.
“Ah, tidak ada yang menarik,” ucap dirinya.
Keesokan paginya. Orang-orang sudah berlalu lalang dan mereka menjalani harinya sama seperti biasanya. Seolah tidak pernah terjadi apa pun dan mereka justru terlihat biasa saja. Hari ini, Kevin mulai berangkat menuju suatu tempat karena sebelumnya dirinya sudah berjanji untuk menemui seseorang yang berada didekat perbatasan kota ini. Orang itu sudah seperti rekan yang selalu datang membantunya dan kali ini dirinya mendangi orang itu sendirian. Dalam perjalanan, Kevin merasa sedikit kesal karena memang dirinya sedikit terlambat membeli tiket akibatnya dirinya harus menunggu dulu. Sudah diperjalan, dirinya juga sampai sedikit heran kenapa semua orang terlihat seolah mereka hanyalah manekin. Rasa heran Kevin itu semakin lama semakin membuat dirinya sampai lupa akan sesuatu. Kali ini dirinya berusaha menghubungi orang itu yang mana orangnya masih tidak membalas pesan yang dikirimkan olehnya. Bahkan ketika ditelepon juga orang itu tidak mengangkatnya. Setelah beberapa lama, akhirnya dirinya menyerah dan memilih untuk menunggu sampai tiba saja di stasiun tujuan. Ponselnya kembali berbunyi dan ternyata itu hanyalah beberapa pesan yang masuk ke ponselnya saja. Kevin sengaja mengabaikannya dan tidak lama kemudian, dirinya melihat orang yang hampir sama seperti waktu itu. Ketika diperhatikan kembali, ternyata orang itu bukan orang yang pernah dilihat olehnya sebelumnya.
‘Ah, ternyata akhir-akhir ini mataku lelah,’ gumam dirinya dalam hati sambil mengusap matanya.
Sementara itu, saat ini di tempat orang yang akan ditemui oleh Kevin. Terlihat banyak sekali percikan darah dan beberapa barang yang sudah berantakan. Seseorang terus berteriak ketakutan dan tidak lama setelah itu orang tersebut terjatuh dan sudah tidak bernyawa lagi. Badannya berlumuran darah. Orang yang sebenarnya ingin ditemui Kevin itu tidak lain adalah Joshua. Kevin yang saat ini masih dalam perjalanan, dirinya seketika terkejut ketika melihat seorang pria yang memakai topi hitam bergaya calassic itu. Orang itu duduk di sebelahnya dan saat itu juga mengatakan sesuatu kepadanya.
“Kau sudah tidak sabar?” ucapnya dengan nada yang terlihat tenang. Namun, tidak menoleh ke arahnya Kevin.
“Apa?”
“Sepertinya kau terlalu terburu-buru. Akan ada waktu yang tepat dimana kau bisa datang dan pergi dengan selamat.”
“Maaf anda mengatakan sesuatu yang tidak saya mengerti. Dan lagi anda siapa?” tanya Kevin dengan nada yang sedikit merasa curiga.
“Sama sepertimu.”
‘Apa maksudnya?’ gumam Kevin dalam hati sambil terus menatap ke arah orang itu dengan tatapan tajam.
“Tidak ada waktu lagi bagi orang yang memang sudah seharusnya tereliminasi. Kurasa kau juga sebentar lagi akan tahu,” ucap orang itu dan kemudian pergi keluar dari kereta setelah sampai di stasiun pertama.
“Tunggu. Apa-apaan itu?”
‘Sial. Orang itu langsung pergi,’ gerutu Kevin dalam hati

Komento sa Aklat (142)

  • avatar
    Nur Hadi

    akting aku rosul terakhir🙏

    29/01

      0
  • avatar
    HistoryDiva

    seruu

    18/05/2025

      0
  • avatar
    PratamaMamduh

    bagua

    06/03/2025

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata