Erlang sudah gelap mata dengan Serly, mereka dibutakan oleh nafsu dunia. Saat satu per satu penghuni gedung itu pulang, mereka menggunakan kesempatan itu untuk melampiaskan hasratnya. Di kantor Erlan tidak terdapat CCTV, jadi mereka bisa dengan bebas melakukan apapun di sana, tanpa takut ada yang mengetahui. Kemeja yang dikenakan Sherly sudah ada di lantai, Erlang sudah membuat wanita itu ingin merasakan lagi dan lagi apa yang sudah dinikmatinya bersama Erlang. Sherly baru memberikan tubuhnya pada Erlang, dia rela memberikan itu karena dirinya memang mencintai Erlang, dia sudah berusaha keras untuk membunuh rasa itu karena melihat Ratu. Namun ternyata karena kedekatannya dengan Ratu, dia jadi sering bertemu dengan Erlang, dari pertemuan yang intens itu membuat perasaan Sherly semakin tinggi. Bukannya membunuh perasaan itu tapi Sherly malah memupuk rasa itu bahkan berani mengungkapkannya kepada Erlang, mendengar pernyataan Sherly, Erlang yang seorang laki-laki malah membuat Sherly semakin tergila-gila padanya, dia tidak menghiraukan kedekatannya bersama Ratu juga tidak memikirkan perasaan Ratu, yang penting mereka berdua senang dan Ratu tidak mengetahuinya, ucap Erlang pada Sherly saat itu. Sherly sudah dibutakan cinta, hingga kala dia mendengar ucapan Erlang yang malah membiarkan cintanya terus berkembang untuk dirinya, membuat Sherly tidak merasa takut akan kenyataan yang akan dihadapinya kelak. Dia tahu dan sadar apa yang akan terjadi jika suatu saat nanti kelakuannya akan diketahui oleh Ratu bahkan orang lain, dia akan menerima semua resikonya, karena Erlang terus berkata kalau dia akan berpihak padanya dan itu membuat keyakinan Sherly semakin kuat untuk tetap melanjutkan perasaanya. Sherly memberikan mahkotanya setelah dia tidak kuat mendapati semua belaian serta sentuhan Erlang, awal Sherly dan Erlang hanya bermain api biasa, namun ternyata mereka tidak bisa menahan hasrat dan gairah mereka. Parahnya hal itu mereka lakukan saat kandungan Ratu menginjak usia baru dua bulan. Karena kandungan Ratu lemah, jadi saat itu Dokter menyarankan agar Erlang puasa untuk dua bulan kedepan, agar janin yang ada di kandungan itu sedikit kuat. Ternyata pria itu tidak cukup kuat untuk menahan semua hasratnya, apalagi saat itu ada seorang wanita cantik yang masih single dan virgin secara terang-terangan mengakui kalau dia menyukai Erlang, seperti kucing yang diberikan ikan oleh majikan, sudah barang tentu hal itu tidak akan dilewatkan pria seperti Erlang. “Pas banget timingnya, saat gua butuh ternyata ada yang mencari umpan, bodoh kalau gua tidak memakan umpan itu,” pikir Erlang. Lambat laun yang hanya berniat main-main ternyata Erlang terpesona oleh tubuh serta servis Sherly yang lebih berani menurutnya. Bahkan sampai dia terus ingin melakukan hal itu bersama wanita itu, dan seolah tidak ingin melepaskannya. “Apa kita akan melakukannya disini Er?” tanya Sherly dengan suara yang sangat menggoda. “Emm, aku gak akan kuat menahan hasratku bila kita harus mencari tempat lagi,” sahut Erlang sambil terus bermain di dua benda kenyal milik Sherly yang memang sedikit lebih besar dari Ratu. Sherly tertawa genit mendengar ucapan Erlang, kemudian tangannya bergerak membuka pakaian Erlang yang masih setengah terbuka, lalu melemparnya kemudian dia bergerak bebas memberikan kecupan serta sentuhan di tubuh Erlang. Desiran nikmat dirasakan Erlang, saat Sherly memberi kecupan-kecupan singkap meningkat hasrat. Kala darah mereka sudah sangat bergejolak dan tidak bisa menahan hasrat yang semakin membara, penyatuan tubuh mereka lakukan. Ponsel Erlang memanggil, namun saat itu dia sedang sibuk, walaupun benda pipih itu berbunyi berkali-kali, Erlang tetap tidak menjawabnya, dia tidak ingin ada yang mengganggu kesenangannya. Sherly sudah berusaha untuk mengingatkan Erlang agar melihat siapa yang menghubunginya, takutnya penting karena beberapa kali berbunyi tanpa henti, namun sayang dia mengabaikan panggilan yang ternyata dari Ica. “Gak bisa dihubungi Ra,” seru Ica. “Ya sudah biarkan saja, kalau sudah kirim pesan, yang penting kita sudah mencoba untuk memberitahunya, jadi aku tidak akan disalahkan nanti,” ucap Ratu. Baby Al langsung dapat tindakan, karena tubuhnya yang panas tinggi. Rasa cemas terus berada dalam diri Ratu, dia menghubungi kedua orang tuanya juga keluarga Erlang. Semua keluarga sudah mencoba menghubungi Erlang, namun tidak ada satupun dari mereka yang dijawab teleponnya. Hal itu membuat semua yang mencoba menghubunginya merasa geram. Tidak terkecuali kedua orang tuanya, bahkan sampai mereka datang ke rumah sakit itu Erlang masih belum juga kelihatan batang hidungnya. “Erlang belum datang juga Ra?” tanya Mamah saat dia baru saja datang dan tidak melihat anaknya disana. “Belum Mah,” jawab Ratu pelan. “Apa kamu sudah coba untuk menghubunginya lagi?” “Kami sudah berusaha menghubungi Erlang dari awal Al dibawa kesini Tante, bahkan baru lima menit yang lalu kami mencobanya lagi, namun hasilnya masih nihil,” celetuk Riska yang merasa geram dengan Erlang. dia sangat yakin kalau pria brengsek itu sedang bergumul dengan wanita simpanannya. “Kemana sih dia! Sampai susah banget dihubungi, bagaimana kalau ada apa-apa dengan anaknya nanti,” geram Mamah. “Hus, jangan bicara sembarangan,” sela Papah Erlang, mendengar ucapan mertuanya Ratu merasa ketar-ketir menunggu anaknya yang sedang dalam tahap penanganan dokter. Seketika Mamah langsung diam, mereka diam dalam doa, semua berdoa agar anak manis itu baik-baik saja. Mata Ratu berkaca-kaca, pikirannya sudah jauh memikirkan hal yang membuatnya takut. Perlahan air matanya jatuh, Mamah melihat itu kemudian beliau mendekat dan memeluknya. Pelukan Mamah sangat berarti untuknya saat ini, Mamah berbisik agar dia kuat dan sabar, terus berdoa agar apa yang diinginkan mereka semua dikabulkan Tuhan. "Berdoalah terus, semua sayang dengan Al, bersabarlah," ucap Mamah pelan. "Aku takut Mah, aku sangat takut saat ini, pikiranku tidak henti berpikir hal buruk tentang Al," ucap Ratu sambil terisak. "Jauhkan pikiran itu, banyak berdoa dan berdzikir, semoga apa yang kamu takutkan tidak terjadi," Sambil menatap wajah Mamah dengan mata yang terus mengeluarkan air mata Ratu berkata lirih, "Bagaimana kalau apa yang aku takutkan terjadi Mah," Mamah tersenyum dan membelai lembut kepala Ratu kemudian menjawab, "Kamu harus berbesar hati menerima semua keputusan yang di atas." Mendengar jawaban Mamanya Ratu kembali memeluknya erat, "Kamu harus persiapkan diri untuk apapun yang akan terjadi nanti," tukas Mamah. Dokter keluar bersama satu orang suster, mereka menghampiri keluarga Ratu, melihat ada yang keluar dari ruangan itu Ratu dan yang lain bergegas menghampiri. "Bagaimana keadaan anak saya Dok?" Tanya Ratu cemas, dengan mata yang masih berkaca-kaca. Dokter itu menghela nafas panjang, dia melihat kearah Ratu yang terlihat sangat sedih, dengan berat hati dokter itu kemudian berkata, "Maafkan saya, kami sudah berusaha sebaik mungkin."
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
sangat bagus
02/03
0bagus dan keren
09/01
0ceritanya bagussss🤩
24/12
0Tingnan Lahat