logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

SWEET  MATE

SWEET MATE

Little Kyrana


PERFECT LIFE

Kehidupan yang sempurna sedang dirasakan Ratu saat ini, mempunyai suami yang amat sayang padanya, dan saat ini dia sedang menantikan detik-detik kelahiran sang cabang bayi.
"Ah! Kenapa perutku terasa sakit sekali," ucap Ratu saat dia sedang membersihkan rumah, 'Apa aku akan melahirkan!' Pikirnya.
Ratu jalan tertatih mencari suaminya Erlang, "Mas, Mas kamu dimana," seru Ratu sambil terus berjalan menahan rasa sakitnya, ada cairan yang dirasa keluar dari daerah intimnya, Ratu kembali berteriak memanggil suaminya.
Saat sampai di teras belakang, ternyata Erlang sedang berbicara di telepon di sudut teras. "Mas!" teriak Ratu, mendengar teriakan Ratu, Erlang mengakhiri pembicaraan nya, lalu bergegas menghampiri Ratu seraya berkata, "Iya sayang, maaf tadi ada telepon penting, ada apa?"
"Ak-aku, perutku sakit Mas, apa akan melahirkan yah," ucap Ratu terbata sambil menahan sakit.
Erlang langsung dilanda bingung, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya, "Lalu, lalu apa yang harus kita lakukan, aku kok jadi bleng sayang," ujar Erlang dengan kebingungannya.
"Ih si Mas ini, bawa aku ke rumah sakit, Kamu ambil tas yang sudah kita persiapkan, aku tunggu di mobil " seru Ratu, lalu dia minta tolong agar Erlang memapahnya sebentar, setelah itu dia melangkah sendiri ke mobil dan Erlang mengambil tas yang sudah mereka persiapkan.
Saat Erlang hendak mengambil tasnya, ponselnya kembali berbunyi, dia melihat nama yang menghubunginya, ada raut wajah sedikit terkejut melihat ternyata itu dari orang yang menghubunginya belum lama.
"Er, kok kamu langsung tutup teleponnya sih, ga sopan tahu," seru seorang wanita di ujung telepon.
"Ser sorry, aku harus buru-buru, istriku mau melahirkan, nanti kita lanjut bye,"'sahut Erlang dan dia langsung menutup teleponnya.
'Serli pasti kesal, ah biarkan lah,' batin Erlang, lalu dia bergegas membawa tas yang berisi perlengkapan melahirkan dan bayi itu ke mobil. Sampai di kendaraannya mereka langsung meluncur cepat ke rumah sakit.
Rumah sakit jaraknya tidak jauh dari tempat tinggal mereka, dan tempat biasa Ratu melakukan pemeriksaan rutin disana. Sampai dirumah sakit itu Ratu dengan cepat ditangani oleh Dokter yang memang akan menanganinya, selama di perjalanan Ratu menghubungi sang Dokter dan menceritakan apa yang sedang dialaminya saat ini.
Kurang lebih satu jam Ratu berjuang, Erlang tidak menemaninya dengan alasan takut melihat darah, dia hanya menunggu di luar sampai akhirnya terdengar suara tangisan bayi. Rasa haru dan senang ada di diri kedua insan yang baru saja menjadi seorang Ayah dan Ibu, Erlang memberi kabar gembira itu kepada semua keluarga dia dan Ratu.
Empat hari berselang Ratu pulang kembali kerumah, sambutan meriah dan hangat didapat Ratu dan bayi mungilnya. Semua tampak gembira, mereka berkumpul untuk menyambut bayi mungil nan menggemaskan itu.
"Terima kasih ya sayang, aku senang akhirnya keluarga kecil kita menjadi sempurna," ucap Erlang, lalu memberikan kecupan singkat di kening Ratu.
"Sama-sama sayang, kita sudah berjuang bersama, dan saat ini aku sangat bahagia, kebahagiaan semakin sempurna karena adanya si mungil ini," jawab Ratu bijak.
Mereka berdiskusi tentang nama yang akan mereka berikan, juga acara lain yang harus mereka adakan setelah melahirkan. Semua acara di susun dengan apik oleh Ratu, dia ingin yang terbaik untuk anak pertamanya.
Acara syukuran terlihat mewah, maklum bayi anak pertama dan cucu pertama dari dua keluarga, jadi mereka akan buat sebaik dan semewah mungkin menyambut kedatangannya.
Nama Alvaro Gaga Erlang dipilih, acara berjalan lancar, semua senang baik tamu dan tuan rumah, ucapan selamat dan dia terus mengalir dari para tamu untuk Al, malamnya kembali sunyi, hanya terlihat kebahagian keluarga kecil yang terus menebar senyum.
Dua bulan berlalu, terjadi sedikit konflik antara kedua orang tua Al, karena Ratu sudah harus kembali bekerja menjalankan tugasnya, namun dia tidak diberikan izin oleh Erlang, dengan alasan tidak ada yang mengurus Al.
"Pokoknya kamu resign, diam dirumah dan jaga anak kita, toh walau aku bekerja sendiri kebutuhan kita tetap akan tercukupi Ra," tukas Erlang.
Ratu menghela nafas panjang, "Iya itu memang benar Er, tapi kan aku harus memenuhi kebutuhan kedua orang tuaku, kalau bukan dari aku mereka akan dapat itu semua dari mana, sedangkan usia mereka sudah lanjut," jawab Ratu, "Atau seperti ini, biarkan kedua orang tuaku tinggal disini untuk menjaga Al, aku akan bayar pembantu untuk mengurus rumah dan aku tetap bekerja," timpal Ratu.
"Siapa yang akan bayar pembantu itu, aku! Lebih baik uangnya kita tabung untuk keperluan Al nanti," ujar Erlang dengan nada yang sudah tinggi, dia terlihat sudah kesal dengan perbincangan itu.
Melihat Suaminya sudah sedikit naik darah, Ratu memilih menyudahi perbincangan itu, walaupun jujur dia masih ingin tetap bekerja, karena kalau bukan dari dia, kedua orang tuanya akan menjalani hidup bagaimana, karena selama ini hanya dia tumpuan hidup mereka, sebab Ratu anak tunggal.
Dua hari mereka tidak bicara, rasa canggung ada di antara Ratu dan Erlang. Malam itu Ratu sudah tidak bisa menahan rasa, dia tidak ingin masalah ini terus berlarut, apalagi sampai mereka tidak saling sapa dalam waktu lebih dari sehari.
"Masa hanya karena masalah itu Mas Er sampai seperti ini banget, kan masih bisa kembali dibicarakan, apa dia sekesal itu denganku," ucap Ratu sambil dia melangkah mencari keberadaan suaminya.
"Kok disini gak ada," seru Ratu saat dia melihat ruang kerja suaminya kosong, "Kemana dia!" Ratu kembali mencari, setiap sudut ruangan yang ada di rumah itu sudah didatangi, namun ternyata suaminya masih tidak ada, 'Sepertinya dia ada di luar rumah, di teras,' benak Ratu.
Kakinya pun kembali melangkah ke tempat yang dipikirnya Erlang ada disana, teras depan tidak ada, berarti dia ada di teras belakang, pikir Ratu, namun ternyata dia tidak ada juga, "Apa dia ke warung depan," ucapnya, kemudian Ratu melangkah kembali keluar rumah.
Setelah membuka pintu gerbang rumahnya, Ratu clingak-clinguk mencari keberadaan Erlang, matanya menyorot tajam sebuah warung yang ada di seberang jalan tak jauh dari rumahnya, namun dia tidak juga melihat suaminya.
Kala menurutnya sudah tidak ada di sekitar, Ratu balik badan untuk kembali masuk, namun dia menghentikan gerakannya saat melihat Erlang sedang berbincang dengan seorang wanita, dan mereka terlihat sangat dekat.
Ada rasa hati Ratu untuk mendekati mereka, namun dia urungkan niatnya itu, karena dia takut kalau suaminya itu akan tambah marah, yang ada nanti hubungan mereka semakin tidak baik, Ratu mencoba mengenali wanita yang bicara dengan Erlang, sekilas dia seperti mengenalnya.
"Siapa wanita itu, kenapa mereka terlihat sangat akrab."


Komento sa Aklat (128)

  • avatar
    Nurkahfi Cahyadi

    sangat bagus

    02/03

      0
  • avatar
    LutfiAhmadlutfi

    bagus dan keren

    09/01

      0
  • avatar
    caaa_1308cacaaa

    ceritanya bagussss🤩

    24/12

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata