logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Takdir Cinta Seara

Takdir Cinta Seara

Nengsih Mia Rusmiati


Prolog

Di sebuah taman terlihat Seorang gadis tengah tersenyum sambil memandang wajah tampan kekasihnya yang kini tengah menatap dengan senyuman termanisnya, dan siapapun gadis yang melihatnya pasti akan terpesona dan bertekuk lutut pada pria yang kini ada di hadapannya, dibangku taman yang terhalang meja kayu yang didesain secara khusus dan memang sengaja diadakan taman itu agar pengunjung taman itu bisa duduk santai saat menikmati keindahan taman kota.
“Jangan menatapku seperti itu sayang, aku tahu aku tampan tapi aku malu loh kalau ditatap kayak gitu apalagi sama gadis secantik Seaku ,” ucap seorang pria yang juga tengah mengagumi kecantikan kekasihnya itu.
“Issh.. geer banget sih kak, menurutku biasa aja sih, masih gantengan Ayahku loh,“ sahut gadis itu sambil terkekeh geli saat melihat wajah kekasihnya yang kini tengah ditekuk karena ucapannya.

“Dasar manja, dibilang gitu aja mulai merajuk, iya deh Pacarku ini memang paling tampan melebihi Oppa-Oppa Korea tapi-“
“tapi apa?” tanya Rigel yang penasaran karena Seara menjeda ucapannya.
“tapi bohong hahahaha,”ucap Seara yang kini kembali tertawa terbahak-bahak lalu berlari meninggalkan pria yang kini menatapnya dengan gemas.
“Seaaa awas kamu ya! Kalau ketangkep aku cium kamu,”seru Rigel lalu berlari mengejar Seara yang kini tengah berlari untuk menghindari kekasihnya itu.
“Ampun, Kak Rei. Aku nyerah,” ujar Seara yang kini berhenti berlari dengan nafas terengah-engah karena kelelahan setelah berlari sampai ke dekat danau buatan yang ada di taman itu.
“Kena kamu,” seru Rigel yang kini bisa menangkap kekasihnya karena memang dia berhenti berlari.
“Gak ada kata maaf, kamu harus diberi hukuman!” lanjut Rigel yang kini mendekap Seara dari Belakang dengan erat.
“Ampun kak, janji gak akan ngeledekin kakak lagi,” ucap Seara dengan wajah memelas dan saat melihatnya wajahnya membuat Rigel tidak tega, lalu membalikan tubuh Seara lalu mengecup kening gadisnya itu, dan mengajak sang gadis duduk di rumput yang hijau dan terlihat terawat itu.
“baiklah Kakak tidak akan menghukummu, ayo duduk sini yang,” ajak Rigel yang menuntun Seara untuk duduk di rumput berdampingan dengannya, Seara pun menuruti apa yang Rigel katakan dia kini duduk disamping kekasihnya itu.
Mereka berdua pun duduk sambil menikmati pemandangan danau yang ada dihadapan mereka, Rigel menggenggam tangan Seara lalu membawanya ke bibirnya dan mengecup dengan lembut punggung tangan Seara. Dan itu membuat Seara tersipu malu karena perlakuan manis Rigel padanya.
“danaunya indah banget ya Kak,” Ucap Seara lalu bersandar dipundak Rigel, membuat Rigel tersenyum dengan apa yang Seara lakukan, lalu dia pun merangkul pundak Seara dan mendekapnya dengan erat.
“Iya sangat indah karena ada kamu disampingku,” sahut Rigel lalu mengecup puncak kepala Seara dengan penuh kasih sayang, membuat Seara kembali tersipu malu.
“Kak Rei.”
“Hm.”
“Sebentar lagi hari jadi kita yang kedua tahun, aku ingin menjadikan hari itu hari yang paling special, aku akan memasak semua makanan kesukaan Kakak,” ucap Seara sambil menatap kearah danau.
“Benarkah? Wah Kakak jadi gak sabar menanti hari itu tiba,” ucap Rigel lalu kembali melabuhkan kecupannya dipuncak kepala Seara, membuat Seara kembali tersenyum mendengar ucapan pria yang sangat dia cintai. Lalu tempat itu pun kembali hening, karena mereka berdua tengah menikmati pemandangan di hadapan mereka. dan beberapa detik kemudian Seara pun kembali memanggil nama kekasihnya dengan pelan dan suara lembutnya.
“Kak Rei.”
“Hm.“
“janji ya jangan pernah tinggalin aku, apalagi sampai menghianati aku dengan berpaling pada perempuan lain, aku pasti akan sangat sedih kalau itu sampai terjadi, bahkan mungkin aku akan membenci kakak, jika kakak melakukan itu,” ucap Seara dengan tatapan yang masih memandang kearah danau.
Namun, tidak ada jawaban dari Rigel. Dia hanya terdiam sambil sesekali mengusap rambut Seara karena kepala Seara masih bersandar dipundaknya. dan suasana pun kembali hening tanpa ada yang berbicara sepatah kata pun, sedang Seara kini mulai memejamkan matanya menikmati semilir angin dan usapan lembut dari sangat kekasih tercintanya itu.
*****
Seara turun dari motor yang dikendarai Rigel setelah sampai didepan rumahnya, Rigel pun ikut turun dari motornya dan membuka Helem yang digunakan Seara.
“Beneran Kakak gak mau mampir dulu? Emang gak pengen kenal, Bundaku? Bunda pengen banget loh ketemu sama Kak Rei, soalnya selama kita pacaran bahkan sebentar lagi hubungan kita udah mau berjalan dua tahun, belum pernah sekali pun Kakak mampir kerumah Sea loh, buat sekedar sehay sama Bunda dan Nenek, padahal mereka suka nanyain Kak Rei terus, kapan katanya mampir,” Rajuk Seara dengan menatap penuh harap pada Rigel. Namun, Seara cuma bisa mendesah kecewa saat jawaban yang diberikan Rigel padanya tidak sesuai yang dia harapkan.
“maaf sayang, hari ini Kakak ada acara di bascame buat rapat soal pertandingan basket yang tinggal dua minggu lagi, jadi maaf banget gak bisa mampir dan ketemu Bunda juga Nenek kamu. Tapi, Kakak janji lain kali pasti Kakak akan mampir deh buat nyapa Bunda dan Nenek,” jawab Rigel dengan senyuman yang membuat Seara luluh dan ikut tersenyum rasa kesal dan marahnya entah menguap kemana kala melihat senyuman manis kekasihnya itu.
“ya udah deh gak apa-apa tapi janji ya lain kali mampir ya, soalnya ayah suka nanya kak Rei juga, dia denger dari Bunda katanya gak pernah mau mampir, Ayah ngira Kak Rei Cuma mau mainin Seara aja,” Ucap Seara yang membuat Rigel menelan salivanya. Dan langsung mengalihkan pembicaraannya dengan berpamitan pada Seara.
“Ya udah Kakak pergi dulu ya, udah mulai sore soalnya,” pamit Rigel lalu mengecup kening Seara setelah itu dia langsung menaiki motornya.
“Hati-hati ya, Kak Rei. Jangan ngebut-ngebut bawa motornya,” Ucap Seara yang dijawab anggukan oleh Rigel, lalu setelah itu Rigel pun melajukan motornya dan Seara pun akhirnya memasuki rumahnya.
Setelah didalam Kaira sang Bunda menyapanya dengan tersenyum lembut padanya saat melihat Sang putri masuk dengan senyuman mengembang dibibirnya.
“Cie yang lagi seneng, habis dapet apa nih kayaknya seneng banget?” tanya Kaira sang bunda.
“Eh Bunda, kirain Bunda lagi pergi habis rumah kayaknya sepi banget, pas Sea masuk,” jawab Seara lalu merangkul pundak Bundanya dan mengecup pipi sang bunda dengan gemas.
“Gak kok Bunda gak ke mana-mana, ada apa sih sayang?, tumben seneng banget kayak gini?” tanya sang Bunda lagi.
“biasa Bunda. Sea lagi seneng banget setelah satu minggu Kak Rei gak ada waktu buat nemuin Sea, akhirnya hari ini dia anterin Sea sampai depan rumah, Kan Sea jadi seneng banget Bun,” jawab Seara dengan senyuman manisnya.
“Oh gitu, tapi kok gak diajak Mampir Reinya Sayang? Padahalkan Bunda penasaran sama pacar kamu yang namanya Rei itu, pengen lihat seperti apa sih pria idaman putri Bunda ini, udah mau dua tahun loh kamu pacaran tapi belum pernah sekali pun mampir buat sekedar basa basi sama Bunda sama Nenek, “ ucap Kaira pada putri semata wayangnya itu.

“Sea tadi udah ajak mampir kok, Bun. Tapi katanya dia lagi ada pertemuan penting sama Tim basketnya, jadi buru-buru tapi lain kali pasti dia mampir kok setidaknya itu yang Kak Rei bilang,” Sahut Seara dengan senyum yang memudar dari bibir tipisnya.
“Nenek Curiga Jangan-jangan dia Cuma mau mempermainkan persaan Cucu Nenek. Habisnya Nenek denger alesannya gitu mulu, bosen Nenek dengernya ,”timpal Nenek Ras, yang membuat Seara menatap kearah sang Nenek yang baru menghampirinya, dia pun jadi berpikiran seperti apa yang sang Nenek katakan barusan, apa iya kekasihnya itu hanya ingin mempermainkan perasaannya saja, dan mengingat akhir-akhir ini Rigel mulai berubah juga dan jarang ada waktu untuk bertemu dengannya, tapi apa alasan Rigel berubah seperti itu, apa dia mulai bosan padanya.
Ah semoga itu hanya pikiran Seara saja, dan Seara pun mencoba berpikir Positif tentang Kekasihnya itu, dan membuang jauh-jauh pikiran negatif dan berusaha tidak memikirkan perkataan sang Nenek tadi.
Jadi yang kini dia pikirkan adalah bagai mana cara memberikan kejutan pada sang Kekasih hatinya, saat hari special mereka berdua nanti yang hanya tinggal menghitung hari saja karena Seara ingin dihari anniversary ke 2 mereka menjadi momen yang tidak akan terlupakan untuknya dan juga sang kekasih. Rigel.

Seara pun kini tengah melihat-lihat resep menu masakan yang akan dia masak beberapa hari lagi, dia sudah tidak sabar ingin memasakan Ayam rendang special dan puding yang enak untuk diner merayakan hari jadi mereka yang ke 2 Tahun. Seperti janjinya pada Rigel beberapa minggu yang lalu, bahwa Seara lah yang akan memasakan hidangan untuk diner diapartemen mereka meski Seara tidak memberi tahu soal diner itu, tapi dia sudah merencanakan dengan matang untuk diner diapartemen Rigel seperti tahun lalu, dan dia berdoa semoga tahun ini pun akan menjadi momen romantis juga manis dan hubungan mereka pun semakin lebih romantis dari tahun yang sudah akan berlalu.
Namun, tanpa dia ketahui kedepanya nanti hubungannya dengan Rigel akan mendapatkan cobaan yang sangat berat untuk dirinya.
Bersambung

Komento sa Aklat (121)

  • avatar
    Jibril Ezra

    nice mantap terima kasih semoga banyak rejekinya

    30/04

      0
  • avatar
    niamaulidina

    sangat bagus cerita ini

    03/12

      0
  • avatar
    CodeAntonius

    oke banget

    15/08

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata