Kabuuan : 117bab1. permintaan
Di dalam sebuah apartemen, sepasang sahabat sedari kecil sedang terlibat perdebatan. Mata wanita itu
readmore bab2. Salah Paham
"Akting yang sangat bagus sayang," ucap Angga begitu Siska sudah keluar. "Terima kasih sayang untuk
readmore bab3. Menikah
Fajar memukuli Angga dengan bantal sofa. Fajar merasa marah dan kecewa dengan apa yang telah dilakuk
readmore bab4. Ungkapan Hati Seorang Ayah
Kini, Angga dan Riska tengah duduk di dalam mobil. Mereka terdiam cukup lama, dengan pikiran yang be
readmore bab5. Hari Pernikahan
Tiba juga hari ini. Hari yang ditunggu Kakek Hadi, namun tidak, dengan kedua mempelai. Hari pernikah
readmore bab6. Komitmen Pernikahan
Di dalam kamar Angga, kini tidak hanya dia saja yang menempati, tapi juga sang Istri. Angga keluar da
readmore bab7. Lupa Jika Sudah Menikah
Pagi hari, Riska terbangun dari tidurnya. Saat membuka mata, Riska merasa ada yang aneh. Kamar yang
readmore bab8. Permintaan Riska
"Kamu juga lupa tadi?" tanya Riska tidak percaya. Angga mengangguk. Membelai kepala Riska dengan penu
readmore bab9. Penolakan 1
Angga yang melihat Riska menangis, langsung memeluknya dan menenangkannya. Setelah merasa Riska sudah
readmore bab10. Penolakan 2
"Tidak boleh!" Teriak mereka lagi. Angga sudah tahu akan begini jadinya. Tidak mungkin mereka semua m
readmore bab11. Bertemu Teman Lama
Riska diam di dalam pelukan Angga. Mencerna apa yang baru saja diucapkan Angga. "Benar juga sih, apa
readmore bab12. Pertunjukan Kasih Sayang
Tidak mendapatkan respon dari Riska. Orang itu langsung duduk di kursi, yang berhadapan dengan Riska
readmore bab13. Galau
Sudah beberapa hari ini, Angga merasa jika ada yang berbeda dengan Riska. Terhitung sejak pertemuan
readmore bab14. First Kiss
Angga menghapus air mata Riska. "Sensitif sekali hatinya," pikir Angga. Angga menenangkan Riska yang
readmore bab15. Setua Itukah
Karena mereka semalam menginap di hotel. Pagi ini mereka akan langsung pergi ke tempat kerja masing-
readmore bab16. Kedatangan Randy
Jam enam lebih, Angga dan Riska baru sampai di rumah. Tadi setelah menjemput Riska, Angga mengajakny
readmore bab17. Menguji
Saat makan malam pun, Riska masih bersikap judes dengan Randy. Riska hanya berbicara pada Kakek dan j
readmore bab18. Hasrat
Pagi harinya, Angga benar-benar melihat mata Riska yang membengkak. Angga mengusap pelan mata Riska
readmore bab19. ciuman Yang Sesungguhnya
Sore harinya. Mereka melihat sunset bersama di pinggir pantai. Menggelar tikar untuk mereka duduki b
readmore bab20. Malam Yang Panjang
Pagi harinya. Angga bangun tidur terlebih dahulu. Saat membuka matanya, hal pertama yang dilihatnya
readmore bab21. Kissmark Di Leher Angga
Mereka benar-benar menambahkan hari liburan mereka. Atau bisa dibilang bulan madu dadakan. Selama mer
readmore bab22. Cafe F&A
Hari-hari mereka lalui dengan penuh kebahagiaan. Terutama Angga, dia yang paling kentara bahagianya.
readmore bab23. Membuat Siska Cemburu
Riska kini tengah menatap tajam sosok Siska. Riska merasa hatinya kesal entah karena apa. Riska duduk
readmore Boys Talk
Angga dan Fajar kini tengah berada di cafe. Mereka mengobrol ringan sembari menunggu Riska yang seda
readmore Suami Idaman 1
Fajar menatap Sherly dengan pandangan menghina. "Memang ya! Kalau cewek matre pasti ada saja caranya
readmore Rencana Kejutan Ulang Tahun Riska
Malam ini adalah malam ulang tahun Riska. Angga berencana untuk membuat kejutan untuknya. Angga sudah
readmore Suami Idaman 2
Riska kini tengah menangis bahagia. Bagaimana tidak, keluarganya sangat menyayanginya, kini tengah b
readmore Taman Bermain
Sesuai dengan janji Angga. Akhir pekan ini, mereka bertiga akan pergi ke taman bermain. Pagi-pagi sek
readmore Gara-Gara Bocil
Riska berjalan dengan cepat, begitu sadar jika perempuan yang berada satu meja dengan Angga, tidak l
readmore Panggilan Sayang
Sejak kejadian di taman bermain akhir pekan lalu. Sikap Angga kepada Siska jauh lebih dingin dari bi
readmore Dimaskus
"Loh! Kita nggak langsung pulang, Ga?" Riska kembali memanggil Angga dengan nama. Riska melihat, mere
readmore Kantor Angga
Tiga hari berlalu. Hari ini, Dimas sudah sampai di kota untuk menerima tawaran dari Fajar. "Bekerja u
readmore Memberi Pelajaran Sang Penggoda
Riska menyeret Siska dengan menjambak rambut panjangnya. Riska sekarang merasa kesal sampai di ubun-
readmore Tiga Hari
Tiga hari sudah berlalu sejak kejadian di kantor Angga. Selama itu pula, Riska sama sekali tidak mau
readmore Ide Fajar
Siang ini, sesuai janjinya pada Angga. Dia akan membantunya. Fajar sengaja mendatangi butik Riska un
readmore Baikan
Fajar hanya mengantarkan Riska sampai ke kantor Angga. Fajar tidak berniat ikut masuk kesana. Bisa di
readmore Tidak Tahu Malu
Akhir pekan ini Angga dan Riska hanya bermalas-malasan di rumah. Mereka berada di taman belakang ruma
readmore Rencana Bulan Madu
Selesai dengan makan malam. Keluarga Hermawan berkumpul di ruang keluarga. Tidak lupa Riska yang mene
readmore Berangkat Bulan Madu
Setelah persiapan untuk bulan madu selesai. Hari ini Angga dan Riska akan berangkat bulan madu ke pu
readmore Bulan Madu
Pagi ini, Angga dan Riska akan jalan-jalan ke pantai. Mereka juga membawa kamera DSLR untuk mengabadi
readmore Risty Amora
Sepanjang makan malam ini, muka Angga dan Riska terlihat masam. Terutama muka Riska, yang tidak keli
readmore Pelakor Dimana-Mana
"Mau disuapi?" tanya Angga. Ditawari untuk disuapi, mana mungkin Riska menolak. Apalagi masih ada Ris
readmore Terkuak
Seperti yang dikatakan Randy dua hari lalu. Hari ini dia akan kembali berkunjung ke kediaman Hermawa
readmore Kegelisahan Randy
Setelah pembicaraannya dengan Randy tadi, Fajar menjadi sadar, jika dirinya ternyata tidak cukup per
readmore Bulan Madu 2
Malam ini Riska tengah duduk di pangkuan Angga. Mereka duduk di kursi yang berada di balkon kamar me
readmore Yang Sebenarnya
Angga mendusel-dusel Riska yang sedang kesal. Bagaimana mungkin Riska tidak kesal, jika tadi pagi An
readmore Bulan Madu 3
Hari keempat bulan madu, mereka memutuskan untuk jalan-jalan di pulau itu. Riska yang memang orangnya
readmore Hari Terakhir Bulan Madu
Pagi harinya, Riska membereskan semua pakaian mereka ke dalam koper. Riska benar-benar kekeh untuk m
readmore Memukul Kepala Randy
Kepulangan Angga dan Riska yang mendadak, membuat semua orang di rumah terkejut. Tidak terkecuali Ra
readmore Menagih Janji
Di atas ranjang, Angga memeluk Riska dengan erat. Lelah, sudah pasti. Tapi rasa lelah itu bisa terob
readmore Random
Angga dan Riska baru turun saat siang hari. Mereka melewatkan makan malam, dan juga sarapan pagi ini
readmore Risty 1
Saat Angga berusia tujuh belas tahun, Rahmat membawanya untuk menghadiri perjamuan bisnis koleganya.
readmore Risty 2
Fajar yang kesal, melampiaskan rasa kesalnya kepada Risty. Bukannya menjawab Fajar, Risty malah melih
readmore Perjamuan 1
Sejak hari Risty membantu Riska, mereka menjadi semakin dekat. Tapi itu tidak berlaku untuk Angga da
readmore Kemarahan Angga
Sepeninggalan Angga, kini giliran Fajar yang mengajak Riska bicara. Fajar sama sekali tidak memberik
readmore Kemarahan Angga 2
Angga mencekik leher Risty sampai terjatuh ke lantai. Meskipun begitu, Angga sama sekali tidak melep
readmore Manja 1
Malam harinya di apartemen Angga. Suasana romantis entah tercipta bagaimana. Malam ini entah mendapat
readmore Sarapan Nyeleneh
Saat pagi hari, jika biasanya Riska yang selalu memasak saat mereka hanya berdua. Kali ini Riska sed
readmore Manja 2
Selesai dengan mandi bersama, mereka menghabiskan waktu dengan berbaring di atas ranjang. Angga sedan
readmore Menjadi Obat Nyamuk
Fajar kini tengah berada di dapur. Dia memasak dengan wajah cemberut. Bagaimana tidak cemberut, jika
readmore Tidak Kuat
Fajar pada akhirnya harus mengalah. Dia harus kembali melihat bagaimana kemesraan Angga dan Riska ya
readmore Jodoh Cerminan Diri Sendiri
Seminggu berlalu, Riska kini tengah melamun dalam ruang kerja di butiknya. Saat ini, dia sedang malas
readmore Sekretaris Baru
Riska berjalan menuju ke ruangan Angga di lantai atas. Karena setelah menikah, dia sering berkunjung
readmore Es Krim
Seperti kebiasaan Riska beberapa hari terakhir ini yang sangat menyukai berdekatan dengan Angga. Kin
readmore Tanggung Jawab Angga
Angga mencium Riska dengan gemas. "Siapa yang ngajarin? Hhmm?" tanya Angga setelah dia melepaskan ci
readmore Keberangkatan Angga
Tiga hari berlalu. Akhirnya hari keberangkatan Angga ke kota B tiba juga. Riska menjadi semakin manja
readmore LDR
Jam satu malam, Riska yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa rindunya kepada Angga, akhirnya menang
readmore Hamil
Hari ke empat Angga pergi ke luar kota. Riska yang sudah tidak bisa menahan rasa rindunya kepada Ang
readmore Mendadak Lemot
Kini para orangtua dan juga Kakek, sudah berada di rumah sakit. Mereka menunggu Riska yang sampai se
readmore Memberitahu Angga
Di kota B, Angga benar-benar mencoba yang dia bisa, untuk segera menyelesaikan pekerjaannya disana. R
readmore Perdebatan Unfaedah
Perdebatan unfaedah Angga dan Fajar masih terus berlanjut. Riska yang masih ingin berbicara dengan A
readmore Ngidam Kah?
"Fajar ... Boleh ya! Aku mau makan itu," rengek Riska. Sore harinya, Fajar kebagian untuk menjaga Ris
readmore Rumah Sakit
Fajar kini tengah kelimpungan untuk menenangkan Riska yang menangis sesegukan. Apa yang ditakutkan Fa
readmore Rindu
Besok siangnya, Riska sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Tentu saja hal itu membuat Riska
readmore Masakan Riska
Riska kini tengah istirahat di dalam kamarnya. Tapi bukannya tidur siang, Riska justru menonton vide
readmore Risty Lagi
"Angga!" Teriak seorang wanita. Merasa namanya dipanggil, Angga lalu menoleh ke belakang, dan mencari
readmore Kepanikan Angga
"Riksa, Kek …." Angga tidak tahu harus berkata apa saking paniknya. "Ada apa dengan Riska?" tanya Kake
readmore kekhawatiran Riska
"Ngomong-omong, Papa Rosyad dimana, sayang? Kok aku nggak lihat?" tanya Angga kepada Riska. "Papa lag
readmore bab79. Tengah Malam
"Terima kasih, Tuhan! Karena engkau telah memberikan laki-laki yang bisa menjaga dan menyayangi Risk
readmore Bab80. Kepedulian 1
Di dalam kamar, Angga yang masih setengah sadar mencoba untuk memeluk Riska. Bukannya memeluk Riska,
readmore Kepedulian 2
Jam sembilan pagi, Angga dan Riska masih belum bangun juga. Padahal para orang tua beserta Kakek mas
readmore Permintaan Fajar
Siang hari, disaat Angga masih meliburkan dirinya karena baru saja kembali dari luar kota. Waktu Ang
readmore 83. Rosyad Kecelakaan
Hari demi hari berganti, kini usia kandungan Riska sudah empat bulan. Masa-masa ngidam yang agak mer
readmore 84. Kritis
Sesampainya di rumah sakit, Angga langsung bertanya kepada perawat dimana ruangan Rosyad berada. Sung
readmore 85. Kekhawatiran
Sekarang sudah jam sembilan malam, tapi Angga dan Rosyad masih belum pulang juga. Hal itu membuat Ri
readmore 86. Kekhawatiran 2
Sebelum Fajar menyusul Angga ke rumah sakit. Fajar terlebih dulu pulang ke rumahnya untuk meminta ma
readmore 87. Kekhawatiran 3
Begitu Fajar sampai di rumah sakit. Fajar langsung bertanya kepada Resepsionis, dimana pasien yang b
readmore 88. Kekhawatiran 4
Jam dua dini hari, Rahmat dan Sofia akhirnya tiba juga di rumah. Mereka langsung bergegas pulang begi
readmore 89. Kesedihan
"Angga dimana, Ma?" Riska semakin merasa heran, pasalnya sejak kemarin Riska belum melihat Angga lagi
readmore 90. Riska Tahu
Sesampainya Riska dan yang lain di rumah sakit Pelita, kebetulan mereka bertemu dengan Fajar di park
readmore 91. Riska Pingsan
"Riska, kumohon!" bujuk Angga dengan masih memeluknya erat. "Angga lepas! Aku mau ketemu Papa," teria
readmore 92. Yang Harus Di Lakukan
"Papa!" Riska kembali histeris setelah berhasil mengingat kembali apa yang tengah terjadi. Angga meme
readmore 93. Rosyad Meninggal
Sudah dua hari berlalu. Kondisi Rosyad juga masih sama, masih tidak sadarkan diri. Riska sendiri juga
readmore 94. Kehidupan Dan Kematian
Riska langsung histeris dan memberontak dari dekapan Angga begitu dia melihat Fajar kembali. Tapi yan
readmore 95. Terjebak Dalam Kesedihan
Seminggu berlalu sejak kematian Rosyad. Kondisi Riska semakin hari semakin menurun. Walaupun Angga da
readmore 96. Menjadi Lebih Baik
"Iya dong! Aku kan kangen sama calon Anak aku. Kan aku juga bakal jadi Papanya nanti" Mendengar kata-
readmore 97. Ikut Bekerja
Angga mendadak kaku setelah mendengar ungkapan cinta Riska yang begitu tiba-tiba. Bahkan telur yang b
readmore 98. Istri Pak Boss
"Riska mau ikut Angga bekerja, Ma!" jawab Riska. Jawaban Riska membuat yang lainnya merasa ketar-keti
readmore Rencan Kencan Buta
"Dari mana kamu tahu?" tanya Fajar kaget. Pasalnya Mamanya baru beberapa hari ini membicarakan niatny
readmore 100. Menendang
Fajar merenung mencoba meresapi apa yang baru saja Angga katakan. Memang benar, orang tuanya hanya me
readmore 101. Anak Laki-Laki
Setelah Angga mencium perut Riska. Angga merasa kaget dengan tendangan anaknya yang menurut Angga cu
readmore 102. Kencan Buta
Semntara di Cafe F&A, Fajar tengah duduk bersama dengan seorang wanita yang menjadi pasangan kencan
readmore 103. Maria
Fajar yang masih kesal. Langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa, begitu dia sampai di ruangannya. "Be
readmore 104. Fajar Kecanduan
"Siapa yang membuatmu kesal?" tanya Riska dengan suara yang agak keras. Mendengar suara Riska, Angga
readmore 105. Mantan Fajar
"Gimana tadi kencan butanya?" tanya Riska kembali karena dia tidak mendapati Fajar menjawab. Fajar me
readmore 106. Nita
"Aduh! Perhatian sekali kepada istrinya, Mas!" celetuk salah satu pengunjung yang sudah tidak tahan
readmore 107. Ternyata Sepupuan
Tubuh Nita seketika menegang kaku. Bagaimana bisa Nita lupa dengan apa yang sudah Fajar dan Angga lak
readmore 108. Ternyata Mantan
Beberapa hari kemudian. Setelah kejadian Fajar dan Riska bertemu dengan Maria dan Nita. Fajar menghind
readmore 109. Pertemuan Kembali
"Berati Nita adalah mantanmu itu?" tanya Maria, tapi lebih terdengar seperti untuk memastikan. "Benar
readmore 110. Riska Prioritas Angga Dan Fajar
"Nita!" ucap Riska dengan suara pelan. Namun mau sepelan apapun Riska mengucapkannya. Angga yang tepa
readmore Pulang Bersama Maria
Fajar tengah memberikan makanan ke piring Riska. Itu adalah pemandangan yang Nita tangkap begitu dia
readmore 112. Tidak Untuk Saat Ini
Riska sudah tidak terkejut lagi mendengar pertanyaan dari Maria. "Maksud kamu gimana?" tanya Riska me
readmore 113. Tidak Untuk Saat Ini 2
"Kenapa harus nunggu aku lahiran? Sekarang calonnya sudah ada di depan mata lho, Jar! Masa kamu mau
readmore 114. Masa Kecil Fajar 1
Mendengar Fajar menyebutkan satu nama wanita. Yang ada di benak Sofia ada satu orang, yaitu mantan F
readmore 115. Masa Kecil Fajar 2
"Hallo! Mau main bareng Riska?" Riska kecil menghampiri dan menyapa Fajar yang masih saja setia berad
readmore 116. Riska Terjatuh
Kehamilan Riska sekarang sudah menginjak usia delapan bulan. Siang hari ketika Riska merasa lapar, di
readmore 117. END
Mereka semua kini tengah menunggu Riska di depan ruang operasi. Bagaimanapun, Riska sekarang sedang m
readmore
bagusss 🥰
29/04
0Bagus bgt
08/08
0bagusss
13/07
0gemessss, bagussss
17/06
0sangat menarikk
11/06
0makin seru baca novel
14/05/2025
0bagus ceritanya
13/05/2025
0bagusss
11/05/2025
0bagus banget kakkk
07/05/2025
0keren
05/05/2025
0