Kabuuan : 31Prolog
"Aku capek! Aku mau pisah!" ucap seorang wanita paruh baya bernama Hanum pada sang suami, Damar. "Hak
readmore Ancaman
Aryasa dan teman-temannya masuk ke dalam kelas. Beberapa hadiah nampak berserakan di atas meja merek
readmore Pilihan
Aruna berjalan di koridor dengan sangat hati-hati seraya melihat kanan dan kirinya. Ia berdoa semoga
readmore First Kiss
Aruna menghela berat saat menginjakkan kakinya di sekolah. Bukan pelajaran ataupun suasana sekolah y
readmore Santai Aja, Jangan Panik
Aruna melangkahkan kakinya menuju lapangan basket. Dari jarak beberapa meter, Aruna sudah bisa mende
readmore Dua Sisi Yang Berbeda
Aryasa membuka akses apartemennya, lalu masuk. Ia sedikit terkejut dengan kehadiran seorang wanita p
readmore Dikerjain
Aruna dan Lula masuk ke dalam kelas. Aruna memberanikan dirinya untuk mengikuti jam pelajaran Bu Dam
readmore Rencana
Axel menghisap sebatang rokok lalu menghembuskan asapnya secara perlahan. Sudah menjadi kebiasaan pr
readmore Maaf
Aryasa menyuruh Aruna untuk ke kelasnya setelah pulang sekolah, karena gadis itu harus mengerjakan t
readmore Milik Gue
Aryasa menghentikan motornya di depan apartemen. Sejak kecelakaan tadi, Aryasa mengendarai motornya
readmore Jangan Baper
Aruna duduk di perpustakaan seraya membolak-balikan lembaran novel yang berada dihadapannya. Kalimat
readmore Nggak Boleh Naksir
"Tuan, saya sudah cek alamat non Aruna di Bali, tapi ternyata non Aruna dan pak Damar sudah pindah k
readmore Boleh buat gue?
Langkah kaki Aruna terhenti saat melihat seorang pria yang tengah menatapnya seraya membawa buket bu
readmore Emosi
Suasana kantin nampak ramai. Suara riuh terdengar di setiap sudut kantin. "Mau makan apa? Biar gue y
readmore Boneka Alien
Seorang laki-laki paruh baya masuk ke dalam kelas XII IPA I membawa setumpuk kertas HVS. Laki-laki i
readmore Penyemangat
Suara sorakan dari para murid terdengar keras saat pertandingan basket dimulai. Pertandingan XII IPA
readmore Bawel
Aruna duduk dipinggir lapangan seraya memegang perutnya. Ia hanya menonton teman-temannya yang tenga
readmore Satu Apartemen
Kedua mata Aruna membulat saat melihat Aryasa yang membawa tas. "Lo belum pulang?" tanya Aruna. "Udah
readmore Selamat Ulang Tahun
Aryasa dan Aruna bersiap untuk berangkat sekolah. Aruna menghampiri Aryasa dan merapikan dasi pria i
readmore Khawatir
"Apa gue jujur aja yang sebenarnya ke Aryasa kalau gue ini kembarannya?" Pertanyaan yang menjadi per
readmore Terbongkar
Irama musik terdengar sangat keras dari lapangan SMA Garuda. Seluruh murid berkumpul untuk melakuka
readmore Masalah
~Harusnya aku sadar kalau kita adalah dua orang yang tidak bisa bersama, bukan malah jatuh cinta~ Aru
readmore Mulai membaik?
Aruna duduk dipinggir lapangan seraya mendengarkan lagu kesukaannya "Bawalah cintaku." Gadis itu fok
readmore Secret
Seorang wanita paruh baya menaburkan bunga diatas pusara bertuliskan Aresha Xheivariz Damar. Kedua s
readmore Donor Darah
Seluruh murid SMA Garuda berkumpul di aula untuk mengikuti acara donor darah yang diselenggarakan pi
readmore Tahun Baru
Langit mulai gelap, beberapa orang yang berada di camp mulai menyalakan api unggun dan sibuk dengan
readmore 17 Tahun Lalu
Tujuh belas tahun lalu.. Pak Damar sesekali melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya. Sudah
readmore Bahaya
Suara riuh dari lorong sekolah kembali terdengar setelah para murid menghabiskan waktu mereka bebera
readmore Penolong
Aruna merasakan kepalanya yang terasa sakit saat mencoba membuka mata. Dengan pandangan yang berkuna
readmore Epilog
Aryasa terus mondar-mandir di depan ruang ICU. Kini Aryasa tidak bisa berpikir jernih, ia takut jika
readmore Extra Part
Semilir angin dan deburan ombak membuatku tersadar Bahwa kini kamu sudah tidak bersamaku Kamu sudah pe
readmore
bagusss banget aku sukaa bacanyaa
17/09
0kereb
31/07
0bagus
09/06
0bagussssss
10/05/2025
0bagusss ceritanya sangat menarikk
29/03/2025
0bagusss
29/03/2025
0kerenn
29/03/2025
0bagusssss
28/03/2025
0seru banget kak
27/03/2025
0Ceritanya Bagus dan menarik
26/03/2025
0