Setelah penantian tujuh tahun, akhirnya aku hamil juga. Tapi, di saat aku ingin menyampaikan kabar bahagia itu pada Mas Yoga, malah aku yang mendapat kejutan duluan darinya. Dia kembali dari dinas luar kotanya dengan membawakan seorang madu untukku. Dan maduku itu ternyata juga tengah hamil buah cintanya dengan suamiku. Di saat aku ingin bercerai dari Mas Yoga karena tidak sanggup di madu, satu persatu aku menemukan keganjalan. Hingga rahasia besar itu aku dapati. Sebuah rahasia besar yang merubah semua kehidupanku.
ceritanya luar biasa,menguras emosi,,,,,banyak pelajaran yang aku dapat dari cerita ini,,,,,semangat thour
09/01/2022
1
Itsmetata
baguss
23/02
0
Rifandi Salangkat
aku sangat suka membaca ini
18/12
0
SafitriNurlasima
bagus
22/10
0
LidyaMey
cerittanya bkin gregett
10/10
0
Good
20/08
0
cahyatiindri
baru sedikit baca ya . aku gak tau kisah selanjutnya.. tapi ini untuk pelajaran smua wanita, jangan terlalu bergantung sama suami.. perempuan harus kerja atau pintar usaha, harus punya penghasilan sendiri
... jd kalau suami nyakitin tinggal ceraikan aja, gak takut kalo gak ada yg nafkahin.. ingat ya zaman sekarang udah bukan zamannya patriarki.. istri gak harus nurut sama suami bajingan
11/07
0
AnggriyaniSarah
bagus bangett
08/07
0
M Jamiel
kasihan sekali dia
19/06
0
AngkasaBagus
Baguss bangeettt
14/06
0
Kabuuan: 80
Kejutan Dari Suamiku
Ma, besok mas pulang ke rumah. Bersihin kamar tamu sekalian ya? Mas bawa seseorang" "Siapa Mas? Kelua
Berbagi Waktu
"Ma, aku mohon. Cobalah untuk menerima Rindu. Sekarang dia juga istriku, dia sama berhaknya denganmu
Berlaku Tak Adil
Hari menjelang sore, aku mondar mandir di depan teras. Suami yang ku tunggu tak kunjung datang. Jang
Menyusun Rencana
Suara mobil mas Yoga memasuki bagasi rumah, aku segera membukakan pintu. Akhirnya dia pulang juga. M
Mulai Waspada
Saat mobil mas Yoga berhenti di klinik kandungan, aku turun dengan enggan. Rasanya malu sekali. Dipe
Putus Asa
Ku lajukan kendaraan dengan hati yang penuh dengan kemarahan. Aku tak bisa terima perlakuan mas Yoga
Mertua Pilih Kasih
Aku berkemas hendak ke swalayan, kulkas sudah kosong. Aku mau belanja. Terpaksa pergi sendiri. Karen
Pilihan Rumit
Sampai di rumah, aku terduduk lesu di ujung ranjang. Berpikir keras. Apa yang harus aku lakukan. Mas
Penentuan
"Tidak, mas. Aku tidak ingin memperkarakan dia yang menikah diam-diam. Aku hanya ingin bercerai dan
Menguatkan Mental
Aku masih kekeh mengunci diri di dalam kamar. Terdengar mas Yoga masih berupaya untuk membujukku. "Ke
Kejutan Dari Paman
Belum terlalu jauh kami meninggalkan rumah, handphone mas Yoga kembali berdering. Firasat ku mengata
Secercah Harapan
Di sepanjang perjalanan menuju rumah, aku sibuk berpikir. Bagaimana caranya untuk bercerai secepatny
Curiga
Aku memutar haluan kembali ke rumah, aku harus memberi tahu mas Yoga apa yang aku dengar tadi. Perem
Berusaha Tegar
Aku memasuki rumah dengan enggan, terasa begitu sepi. Tak ada lagi kebahagiaan yang kurasakan saat m
Tak Sengaja Bertemu
Setelah membersihkan peralatan makan, aku lalu berkemas. Saatnya untuk keluar. Aku mau belanja ke sw
Keputusan Paman
Aku yang kala itu mendengar dari balik pintu kamar berharap paman merestui hubungan kami. Aku merasa
Pembalasan
Aku ke dapur dan langsung membuka kulkas, aku mau masak ayam goreng saja. Tadi, aku sudah makan dend
Gelisah
Perempuan itu langsung mendapatkan perawatan, mas Yoga terlihat sangat gelisah. Aku berdiri mematung
Lelaki Misterius
Aku bergegas ke kamar, meraih handphone dan melihat siapa yang menelpon. Ternyata itu dari Bayu, ses
Telepon Mencurigakan
Kenapa perempuan itu seperti tahu sesuatu tentang rahasia suamiku? Kenapa dia bilang suamiku bahkan
Debaran Menggoda
Kuparkirkan mobil di garasi rumah, dengan gontai aku beranjak membuka pintu rumah. Meletakkan tas da
Rahasia Suamiku
Aku menggigit bibir bawahku dengan gelisah. Sedangkan mas Candra duduk sambil terus menatapku. Aku m
Aku Bukan Pelayan
Rahasia apa yang disembunyikan oleh suamiku? Perempuan itu bilang, pernikahan kami hanyalah atas das
Kejelasan
Vidio yang dikirimkan Bayu berisi seorang pria yang mengendarai sepeda motor memasuki halaman rumah
Tempat Berbagi
Aku terduduk lama di ruang tamu, berpikir apa yang sebenarnya terjadi. Tapi aku tak menemukan jawaba
Curiga
Setelah sampai di rumah, terlihat mobil Mas Yoga sudah ada. Berarti dia sudah pulang. Aku segera kel
Ah, Paman!
Assalamualaikum.....Paman...Bibi.... kalian dimana?" ujarku berjalan melewati ruang tamu. Menuju rua
Hanya Sementara
Paman menatapku, lalu beralih pada Mas Yoga. "Paman dan Pak Santoso direktur perusahaan tempat kamu
Vidio Itu...
"Makannya pelan-pelan Riana", Mas Candra menghidangkan segelas air putih disamping piringku. "Makas
Karma Mas Yoga
Aku mendengarkan dengan seksama percakapan antara perempuan itu dan pria yang ada didepannya melalui
Firasat Buruk
"Sayang...sayang...sini bentar dong?" suara Mas Yoga terdengar memanggilku dari arah luar. Padahal h
POV YOGA( Awal Mula)
Aku memasuki ruangan baru tempat kerjaku. Jabatan direktur sekarang ada dalam genggamanku. Aku tak m
POV YOGA (Lega)
Aku memperhatikan mereka dari arah jauh. Perempuan yang bernama Riana itu masih menangis di pelukan
POV YOGA ( Mimpi Buruk)
Sejak kejadian tabrakan itu, aku selalu di hantui oleh mimpi buruk. Selalu saja tiap malam aku ters
POV YOGA (Rencana Lamaran)
Riana menyuap makanan terakhir yang ada di piringnya. Dia telah selesai makan. Begitupun denganku. "
POV YOGA(Pernikahan)
Dengan berbagai usaha, akhirnya Paman Riana mau juga menerima lamaranku. Bahkan sesuai dugaanku. Di
POV RINDU(Rencana Licik)
Rindu menatap Riana yang tergeletak diatas sofa rumahnya. Darah mengalir dari kening Riana. Rindu te
Disekap
Aku merasakan sakit pada kepala dan juga pergelangan tanganku. Dengan hati-hati aku membuka mata. De
Tebusan
Aku tak kuasa menolak saat tangan kekar laki-laki itu kembali menutup mulutku dengan lakban. Perutku
Menyerah
Mas Yoga langsung membawaku ke rumah sakit. Kepalaku yang dipukul perempuan itu masih terasa sangat
Kehadiran Mas Candra
Cukup lama aku menangis dipelukan Mas Candra. Aku hanya butuh seseorang sekarang. Hatiku sangat kece
Pulang
Mas Yoga menarik kerah baju Mas Candra, saat mendengar Mas Candra memanggilku dengan sebutan sayang.
Tak Tahu Malu
"Apa yang kamu cari, Mas?" teriakku pada Mas Yoga. "Dimana kamu menyimpan surat-surat berharga peru
Pindah
Aku masih mentertawakan kebodohan Mas Yoga, ingin sekali mengatakan padanya bahwa perempuan itu pun
Rumah Baru
"Amira, kamu dimana? Nggak jadi datang ke rumahku?" tanyaku pada Amira sesaat setelah dia menjawab p
Kedatangan Mertua
Aku langsung istirahat sesampainya di rumah. Kupandangi langit-langit kamar mataku berembun oleh air
Bujukan Mertua
"Ayo Riana! Kita bicara di dalam!" ajak Mas Yoga sok berkuasa. "Kami sepertinya pulang saja ya, Ria
POV YOGA (Putus Asa)
Aku melajukan kendaraan keluar dari rumah baru Riana. Sialan! Dia beli rumah yang sangat mewah. Jauh
POV YOGA(Menyesal)
"Bagaimana? Apa mereka suka dengan rumahnya?" tanyaku pada agen penjualan rumah itu. "Suka, Pak. Har
Periksa Kandungan
Hari ini jadwal kontrol kehamilanku. Sebelum berangkat, aku sarapan dulu. Hidupku terasa damai sendi
Didatangi Perempuan Itu
Semua urusan perceraian aku serahkan pada Mas Candra. Aku tak pernah menghadiri sekalipun sidang pe
Pembalasanku
Aku menunggu beberapa hari, tapi perempuan itu belum juga kembali menghubungiku. Apa dia sedang mer
Penyekapan Mereka
"Kamu perempuan berhati iblis! Aku sudah membantumu dengan memberikan diary itu tapi malah ini bala
Pengakuan
Sepanjang malam aku tidak bisa tidur. Kuulangi membaca halaman demi halaman diary milik Mas Yoga. S
Di Tahan
"Kamu tidak punya perasaan, Mas! Hanya demi menghilangkan rasa bersalahmu, kamu tega membohongiku se
Ke Rumah Paman
Mas Yoga langsung di giring memasuki penjara oleh polisi tadi. Aku menatap Mas Yoga dengan perasaan
Kemarahan Paman
Mobil Mas Candra menuju kantor polisi tempat dimana Mas Yoga di tahan. Sedangkan mobil Paman dan Bib
Kedatangan Ayah Mertua
Besok paginya, Paman dan Bibi hendak kembali ke rumahnya. "Riana, kamu jangan terlalu berpikir tenta
POV YOGA ( Penyesalan)
Dinginnya jeruji besi penjara membuatku tersadar bahwa sekarang hidupku bukanlah siapa-siapa lagi un
Perceraian
Aku menghubungi handphone Mas Candra besok adalah sidang putusan mengenai perceraianku. Aku berharap
Hak Mas Yoga
Aku sudah mendapatkan alamat kontrakan mantan Ayah dan Ibu mertuaku. Rencananya hari ini aku ingin m
Hukuman Mas Yoga
Persidangan Mas Yoga sudah mulai di gelar. Aku, Paman, Bibi dan juga Mas Candra selalu menghadiri pe
Calon Papa Baru
"Apa yang ingin Mas katakan?" tanyaku pada Mas Candra. "Mas cuma mau bilang, apa tidak sebaiknya kamu
Rindu Melahirkan
Sedikit demi sedikit aku mampu mengobati luka hatiku akibat perlakuan Mas Yoga. Waktu yang ada kujal
Bayi Yang Malang
Mas Candra mengajakku menuju ruang pemeriksaan kandungan. Dia mengurus kembali jadwal pemeriksaan u
Anggota Baru Di Rumahku
Mas Candra memegangi pundakku dengan kuat. Aku sangat kaget mendengar kabar meninggalnya Rindu dari
Melahirkan
Aku sungguh merasa sangat kesakitan. Perutku rasanya sangat sakit. Aku bahkan tidak pernah membayan
Bayiku Dimana?
"Bi, ayo jawab? Dimana putriku? Kenapa Bibi hanya diam? Aku mohon! Bicaralah, Bi!" suaraku parau mem
Berusaha Ikhlas
"Mas, anterin aku ke makam putriku!" pintaku pada Mas Candra sebelum sampai ke rumah. "Kamu belum pul
Kedatangan Sakti
Sebulan sudah semenjak aku melahirkan. Sebulan juga aku berkabung atas meninggalnya putriku. Kulalui
Perjanjian
Siang harinya, Mas Candra akhirnya menghubungiku juga. "Apa apa, Riana? Panggilan telpon darimu banya
Perempuan Tak Di kenal
Aku menatap punggung Sakti dan temannya yang beranjak keluar dari pintu utama rumahku. Di tangan Sak
Mencari Kebenaran
Pikiranku kalut, semua kata-kata yang di lontarkan perempuan itu seperti bom yang selalu meledakkan
Permintaan Mas Candra
Aku membiarkan begitu saja saat dering handphoneku memekakkan telinga. Sudah dari tadi Mas Candra me
Kedatangan Orang Tua Mas Candra
Belum berapa jauh mobil Mas Candra meninggalkan rumahku, lagi-lagi handphonenya berdering. Kali ini
Tekad Mas Candra
"Memang seharusnya sikapmu seperti itu. Kamu harusnya sadar diri, jangan menjadi perusak hubungan or
POV CANDRA (Dilema)
Aku meletakkan handphone di atas meja ruang tamu rumahku. Setelah Riana memutuskan sambungan telpon
POV CANDRA (Restu)
Seperti ancamannya, Mbak Lisa ternyata menggunakan Mama untuk memuluskan jalannya. Dengan menghasut
Mendapatkan Restu
Jika ada yang bilang cinta itu harus di perjuangkan, aku setuju dengan ujaran itu. Tapi bagiku, cint
ENDING
Aku tak henti mengucapkan rasa syukur, setelah Mas Candra dan kedua orang tuanya pergi dari rumahku.
ceritanya luar biasa,menguras emosi,,,,,banyak pelajaran yang aku dapat dari cerita ini,,,,,semangat thour
09/01/2022
1baguss
23/02
0aku sangat suka membaca ini
18/12
0bagus
22/10
0cerittanya bkin gregett
10/10
0Good
20/08
0baru sedikit baca ya . aku gak tau kisah selanjutnya.. tapi ini untuk pelajaran smua wanita, jangan terlalu bergantung sama suami.. perempuan harus kerja atau pintar usaha, harus punya penghasilan sendiri ... jd kalau suami nyakitin tinggal ceraikan aja, gak takut kalo gak ada yg nafkahin.. ingat ya zaman sekarang udah bukan zamannya patriarki.. istri gak harus nurut sama suami bajingan
11/07
0bagus bangett
08/07
0kasihan sekali dia
19/06
0Baguss bangeettt
14/06
0