Setelah menjalani pernikahan selama empat tahun, akhirnya suamiku akan mendapat keturunan. Bukan dari rahimku, tapi dari rahim sepupuku.
Setelah itu semua terjadi, bisakah aku tetap baik-baik saja?
Cerita nya bagusss bangett pokok ny Jadi baper pokok ny baca nya Sampai Nangis pula 😂😂😂
padahal hnya cerita
14/01/2022
9
JaslinaNurin
idea yang bagus juga ini novel i very like thankyou for this novel your story perfectly hihi
13/01/2022
0
RumondorKornelia
alur cerita bagus, pilihan kata dan kalimat mudah di pahami
asyik bangt deh baca nya.. terus berkarya, salam sukses dan sehat selalu.. 🙏
11/01/2022
0
Loissya usunne
Bagusss
14/04
0
PratamaAndika
baguss aku sukaa
13/04
0
Defna Hasmita
ceritanya sangat bagus
22/02
0
WahyuniYuni
ceritanya bagus. . sampe ga sadar udh selesai membaca ceritanya.. kirain masih ada lanjutanny... masih penasaran di akhir cerita,, jd dmn arka sebenarnya.... lanjut dong ceritanya... seruuu😁😁
12/02
0
randaaIsmi9479
wahhh seruu bngettt
12/02
0
Annaznissa
lanjut lagi cerita nya
12/01
0
NuraeniDwi
ceritanya sangat menarik
q selalu dibikin penasaran dg sosok panji🥰
12/12
0
Kabuuan: 78
1. Dia Hamil
Aku menghela nafas kasar, untuk yang kesekian kali dalam seminggu ini suamiku pergi keluar malam. Pr
2. Siapa Yang Benar
Suamiku bergegas pergi sebelum aku betul-betul sadar dari keterkejutanku. Aku hanya mendapati ruang k
3. Terluka
Aku duduk di depan ruang tindakan. Lelaki yang masih bergelar Suamiku itu sedari tadi masih sibuk me
4. Putus Asa
Aku mematikan ponselku. Seharian aku duduk melamun di taman kota. Menghabiskan sisa airmata yang har
5. Tunangan Raina Datang
Seperti mayat hidup. Mata cekung dan dihiasi lingkaran hitam, rambut tergerai berantakan. Memeluk tu
6. Memilih Pergi
Semalaman aku dan Panji duduk di sofa ruang tamu. Tanpa bicara, masing-masing sibuk dengan hati dan
7. Panji
Sudah dua hari aku tinggal di rumah Tante Nina. Selama aku di rumah ibunya, Panji memilih menginap d
8. Senja Di tepi Pantai
Seketika keringat dingin membanjiri tubuhku. Aku tak berani bicara, apalagi menoleh ke arah Panji. Ak
9. Pulang
Tante mendukung apapun keputusan kamu Ta," tutur Tante Nina ketika aku menyampaikan maksudku untuk p
10. Hamili Aku
Inikah bukti cinta yang selalu Mas Akmal gaungkan? Dia sampai rela bersimpuh di kakiku, dan meminta
11. Sebuah Noda
Mas Akmal memandangku dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Sementara Panji, lelaki itu masih berd
12. Kabur
Aku tak tahu berapa lama aku tak sadarkan diri. Saat membuka mata, aku berada dalam pelukannya. Dari
13. Pov Akmal
Kacau, kacau. Aku menatap nanar ruangan yang menjadi saksi bisu kebejatanku. Samar tergambar bagaiman
14. Teman Baru
Aku menggeliat sebentar, sebelum membuka mata. Penginapan ini sungguh menyenangkan. Berada jauh dari
15. Mulai Bangkit
Sejauh mata memandang hanya ada kilauan putih menyilaukan. Dengan tertatih ku langkahkan kaki mengit
16. Senja Kedua
Sudah hampir satu minggu aku menginap di penginapan ini. Sebenarnya Maya menawariku untuk mencari te
17. Langkah Awal
"Aku punya ini dan ini," kataku sambil menjejerkan beberapa surat penting di atas meja teras kamarku
18. Ibu Sakit?
Kembali menempuh perjalanan bersama Panji. Menyusuri jalan yang akan membawaku ke rumah Akmal. Ya, ru
19. Akhirnya Bertemu
Aku memutuskan bertemu Akmal lebih dulu sebelum aku menemui ibu. Karena aku ingin memperjelas status
20. Palsu?
Aku meninggalkan Akmal sendiri di taman. Gerimis bertambah deras. Angin pun seolah ingin turut meram
21. Fitnah
Aku sangat terkejut. Berulang kali ku baca ulang pesan itu. Dan benar, tak ada yang berubah di dalam
22. Jangan Terulang
"Kenapa diam? Kamu harus minta maaf pada ibu. Kamu harus …." Ucapannya terhenti saat aku memberanika
23. Pov Raina (1)
Aku hamil, dan ini semua menjadi awal dosaku. Dosa yang tak pernah bisa terampuni. Aku mempunyai tuna
24. Pov Raina (2)
Aku terbangun karena merasakan gerakan di sebelahku. Mungkin Akmal terbangun. Terdengar beberapa kali
25. Sebuah Rahasia
Pak Haris mengantarku ke arah luar kota, berjarak dua jam perjalanan dengan mobil. Aku yakin tak aka
26. Rumit
Apa-apaan ini? Siapa yang sedang membohongi siapa? Aku termenung menatap langit-langit bergambar awan
27. Maya
Raina sakit. Kabar itu kuterima sehari setelah Pak Haris mengatakan jika kakek meninggalkan surat wa
28. Tak Sesuai Rencana
"Rara …? Kamu Rara kan?" seru Maya. Tangannya mengarah kepada Raina. Raina pun membulatkan mata. Mulu
29. Kisah Panji
Panji menggumamkan kata yang hanya didengar oleh Pak Haris. Pengacaraku pun menjawab sesaat sebelum
30. Mencari Suasana Baru
Sepulang dari bukit, Maya dan Pak Haris semakin dekat. Sementara aku dan Panji seolah terpisah sekat
31. Diambang Batas
"Siapa kamu?" Tiba-tiba dia menarik amplop dari tanganku. Seketika pandangan kami bertemu. Dan … Ya Tuh
32. Tentang Rasa
Ketukan pintu membuatku terbangun. Semalam aku tertidur dengan posisi duduk bersandar di ranjang. Ket
33. Masalah di Hari Pertama
Pagi yang melelahkan. Entah aku yang terlalu sembrono atau dia yang terlalu arogan. Kenapa tidak sej
34. Terjebak Permainan
Pak Arka menatapku, dan seringaian muncul di bibirnya. "Dia kekasihku." Pak Arka menunjuk ke arahku. H
35. Mulai Terkuak
Aku terus mengamati laki-laki di depanku. Gerakan tangan kanannya begitu lincah, seakan menari membe
36. Malu Mengaku Rindu
Aku segera berjalan ke arah pintu sambil menggenggam ponsel yang masih terhubung dengannya. "Kejutan
37. Merancang Masa Depan
"Ta, rumahmu sudah deal. Lima ratus juta lebih dikit. Tapi nanti masih kena potong pihak ketiga," su
38. Panji dan Arka
"Oh, jadi kamu sudah punya pacar ya?" Aku terperanjat, dan dengan cepat memutar tubuhku. Tampak seseo
39. Hanya Teman?
"Teman Marta kan? Soalnya Marta bilang mau makan siang dengan temannya." Tak ada jawaban, dan suasana
40. Janda Selalu Menggoda?
Aku melangkah menyambut kedatangan Panji. Namun dalam dua langkah aku berhenti. Mataku nanar melihat
41. Gadis Rasa Janda
Aku melangkah menyambut kedatangan Panji. Namun dalam dua langkah aku berhenti. Mataku nanar melihat
41. Gadis Rasa Janda
"Ish, dasar janda! Dimana-mana selalu menggoda dan tebar pesona!" Aku dan Pak Arka menoleh ke sumber
42. Tragedi di Pesta Tika
Pak Arka memilih gaun navy untukku. Dia bilang, gaun pink hanya akan membuatnya seperti mengajak pes
43. Reuni (?)
Bagaimana mungkin aku tidak berteriak, sedangkan dia sedang berusaha melakukan sesuatu yang bisa mem
44. Reuni 2
"Marta …," panggilnya sekali lagi. Aku masih berdiri di balik punggung Pak Arka, dan Akmal menatapku
45. Harga Raina?
Pak Arka mengajakku pamit pada Bu Anggi dan suaminya. Tak lupa dia juga mohon maaf karena Pak Har pu
46. Seperti Puzzle
Panji tidak membawaku ke pasar. Dia juga tak menjawab saat ditanya, kenapa mobil mengarah ke jalur l
47. Cincin Dari Arka
Aku memaksa Pak Arka untuk membawaku menemui Raina. Namun lelaki itu malah berbalik memaksaku untuk
48. Pengakuan Raina
Aku melihatnya, perempuan berbadan kurus dengan perut yang membuncit. Mungkin kandungannya sudah ber
49. Jejak Kisah Lama
"Ada apa ini?" Suara berat Pak Har tiba-tiba terdengar. Aku mengalihkan tatapan tajam ke arah lelaki
50. Jadi yang Terindah
Sampai malam aku masih berharap Panji menghubungiku. Tapi sayangnya itu tidak terjadi. Aku hanya sepe
51. Payah!!
Jam dua belas, dan aku segera merapikan kertas-kertas yang terserak di meja. Sempat ku lirik Bos me
52. Nikah, Yuk!
Aku duduk diantara rumput, setelah berhasil menarik kaki kanan yang tertimpa badan motor. Beruntung a
53. Cinta untuk Perempuan yang Tepat
Perawat itu mengangguk dan menutup pintu ruangan. Dengan teliti dia memeriksa dan juga berdiskusi den
54. Pesan yang Terhambat
Sosok itu mendekat. Wajahnya semakin jelas terlihat, seiring kelebatan waktu yang pernah kulalui ber
55. Rencana
"Istirahatlah, aku hanya akan memberitahu tentang pesan si mobil putih kalau kamu sudah benar-benar
56. Patah Hati (lagi)
Berulang kali aku mencoba menghubungi Maya dan pak Haris. Nihil. Mungkin mereka kesulitan mendapat s
57. Pesan dari Masa Lalu
Pagi ini aku kembali memulai aktivitasku dengan menyeduh kopi. Semalam Arka pulang, setelah membiark
58. Rahasia (mantan) Suamiku
Kami membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk sampai di kota asalku. Kota yang sama dengan tempat tin
59. Maaf untuk Ibu
Arka menarik dan memaksaku duduk. "Ini rumah sakit," ucapnya tajam saat aku menolak. Amarah yang mele
60. Detik Terakhir
"Ada apa, May?" tanyaku heran saat melihat mata Maya membulat. "I--ini?" Dia menunjuk sesuatu di bagi
61. Mengikuti Alur
Sosok Panji yang terlihat suram berdiri tegak di depanku. Dari belakangnya Pak Haris terlihat berlar
62.
Aku mengamati wajah lelaki yang saat ini sedang menikmati makan malamnya. Dia terlihat begitu menikm
63
Aku memejamkan mata. Mencoba mengais ketenangan dalam pelukan Arka. Lelaki itu terus mengusap punggu
64
Ekspresi Arka tak terbaca. Namun, nada suaranya sangat jelas terdengar jika dia keberatan dengan tin
65
Ada rasa lembut yang pelan mengapa. Jantungku berdegup lebih cepat. Wajah Arka semakin mendekat. Bina
66
Menjelang senja suara motor terdengar memasuki halaman. Setengah berlari aku menyambut kepulangan Ar
67.
“Mbak Marta! Aku kangen!“ Sosok itu memelukku erat. “Amel? Ngapain di sini?“ tanyaku tanpa bisa menye
68.
Tangisku semakin menjadi. Pelukannya semakin erat. Aku sedang ingin jauh darinya. Beberapa menit posi
69.
Walau sekilas, terlihat jika wajah Arka terlihat memerah di dekat mata. Aku yakin, sebentar saja war
70
Semalam aku dan Arka terus mengobrol hingga larut. Suasana canggung perlahan mencair. Iya, mungkin ke
71.
Airmata Raina mulai menggenang. Wajahnya terlihat semakin kuyu. “Kamu kenapa?“ tanyaku hati-hati. Kube
72.
Pak Har seperti tidak ingin membahas tentang 'perempuan itu'. Bahkan hingga sore, dia tidak lagi mun
73.
“Aku harus ke penginapan sekarang!“ gumam Maya. Dia bergegas keluar kamarku. “May, aku ikut!“ Maya men
74.
Cepat kucekal tangan Panji. Aku tidak mau ikut campur, tapi aku juga tidak mau Panji melakukan kesal
75.
Aku memutuskan tidur di penginapan bersama Maya. Nyaris semalam kami menunggu, kalau-kalau Amel munc
76.
Jam sembilan kurang lima menit, terlihat sebuah motor berbelok dan berhenti di parkiran. “Mbak!“ Peng
77.
Kepalaku seperti berputar. Banyak kemungkinan dan bayangan buruk berjubel di sana. Jika benar perempua
Cerita nya bagusss bangett pokok ny Jadi baper pokok ny baca nya Sampai Nangis pula 😂😂😂 padahal hnya cerita
14/01/2022
9idea yang bagus juga ini novel i very like thankyou for this novel your story perfectly hihi
13/01/2022
0alur cerita bagus, pilihan kata dan kalimat mudah di pahami asyik bangt deh baca nya.. terus berkarya, salam sukses dan sehat selalu.. 🙏
11/01/2022
0Bagusss
14/04
0baguss aku sukaa
13/04
0ceritanya sangat bagus
22/02
0ceritanya bagus. . sampe ga sadar udh selesai membaca ceritanya.. kirain masih ada lanjutanny... masih penasaran di akhir cerita,, jd dmn arka sebenarnya.... lanjut dong ceritanya... seruuu😁😁
12/02
0wahhh seruu bngettt
12/02
0lanjut lagi cerita nya
12/01
0ceritanya sangat menarik q selalu dibikin penasaran dg sosok panji🥰
12/12
0