Kabuuan : 37Tiba-tiba Sudah Nikah
"Hah, suami! Suami darimana, kapan aku nikah?!" teriak Hani yang baru pulang dari pondok dan belum s
readmore Menuju Rumah Rivaldi
"Tidak mungkin, satu tahun, aku butuh bantuanmu, aku pinjam waktumu satu tahun, lalu apapun yang kam
readmore Ibu Tiri Menyebalkan
"Sialan! Mereka datang." Rival langsung terduduk di sofa, gurat lelah terlihat jelas di wajahnya. "Si
readmore Misteri Kematian Ibu Rival
Mereka memasuki mobil dan membelah jalanan. "Apa kita pulang?" tanya Hani saat dalam mobil. "Tidak, ki
readmore Melepas Hani
"Kecelakaan?" "Iya." "Siapa pelakunya?" "Dia adalah Meta, ibu tiriku," desis Rival. "Hah, kenapa bisa p
readmore Mengambil Hak Suami
"Mas, jangan ceraikan aku." Hani menepuk pelan pipi Rival yang tengah melamun, matanya masih merah s
readmore Widia dan Dokter Ferdinand
Benar saja, dengan sangat pelan dan hati-hati Widia keluar dari persembunyiannya menuju ke pintu kel
readmore Mungkinkah Dokter Ferdinand Melanggar Sumpah
"Temen-temen, apa satu temen?" tanya Hani, meledek. "Apaan sih?!" Hani terlihat marah. 'Apa mungkin me
readmore Widia di Ruang Rawat Pak Deris
"Jika benar, mereka bersekongkol itu berarti Dokter Ferdinand dalam bahaya, ia telah melanggar sumpa
readmore Rupanya Widia
"Pantas saja aku tadi bertemu Widia yang sudah dari ruangan Papa, di jam kerja, saat rumah sakit sep
readmore Rupanya Dia Dalangnya
Widia memasuki mobil Dokter Ferdinand kemudian mereka pergi. Setelah mobil Dokter Ferdinand pergi, b
readmore Pulang Kampung
Pagi hari saat sarapan, Hani hanya berdua dengan Rival di ruang makan. Mereka dikagetkan dengan suara
readmore Pak Deris Siuman
"Pingin secepatnya hamil, ya?" tanya Rival dengan tatapan nakal dan nada bercanda. "Hanya alibi saja,
readmore Mirisnya Kondisi Pak Deris
"Kau pikir, saya bodoh, hah?!" bentak Rival. Dokter Ferdinand membeku, bibirnya seakan kalu menatap k
readmore Butuh Hani
"Hei, itu semua juga demi kamu, Widia!" "Enggak! Mama melakukannya demi kepuasan diri sendiri! Aku ca
readmore Kamu Adalah
"Ada apa ya?" gumam Hani pelan. Ia penasaran dengan kedatangan suaminya yang tiba-tiba dan tanpa memb
readmore Reza Dalangnya dan Telah Menikah Lagi
"Pa, saya istri Mas Rival," bisik Hani lembut. Pak Deris menoleh, wajahnya nampak terkejut. "Kamu, Yan
readmore Siasat Bu Meta Bertemu Pak Deris
"Saya tahu, saya minta maaf, tapi bisa kita bicara di tempat lain, saya tak ingin istri saya cemas."
readmore Kecelakaan
Dengan terpaksa Widia naik, ke taksi. Supir taksi online itu melongo, heran. "Mana ongkosnya, Bu?" tan
readmore Kamar Mayat
Hani terus mendekat, hingga akhirnya sampai di pinggir bed yang ditiduri jasad tertutup kain. Dengan
readmore Pak Deris Berharap Punya Cucu
Widia menatap Bu Meta tajam. "Mama anggap aku beban?" tanya Widia, pelan namun menusuk. Bu Meta tergag
readmore Reza Ngamuk
"Andai kamu dan Rival sudah punya anak, rumah ini pasti ramai," ucap Pak Deris pelan. Tapi Hani tak
readmore Akankah Rival dan Hani Berpisah
"Widia, keluar kau!" teriak Reza sambil terus berjalan ke dalam rumah. "Widia, keluar kau kurang ajar
readmore Widia Tak Berdaya
Dokter Hakam mengangguk dan mereka bangkit dari duduk untuk ke kamar Pak Deris. "Astaghfirullah, Papa
readmore Dokter Ferdinand Tertangkap
Sesampainya di villa, Bu Meta masuk ke dalam kamar Widia. Ia sangat kaget melihat busa keluar dari mu
readmore Pisah atau Punya Anak?
Di perjalanan ia menyusun kata untuk merayu Hani agar tak pergi. "Ini lebih sulit dari ujian apapun!"
readmore Dendam Dokter Ferdinand
Dokter berusaha mengeluarkan racun obat dalam tubuh Widia. Tapi sangat sulit, karena terlanjur menye
readmore Bu Meta Dinodai
"Baik, kalau begitu, besok saya akan laporkan Bu Meta ke polisi atas tuduhan penipuan, tapi tetap ka
readmore Ditangkap Polisi
Kemudian kembali ke sofa dengan memegang sesuatu dibalik punggungnya. Hani menatap heran, menerka apa
readmore Jalan ke Mall Berdua
Pagi-pagi sekali, Rival, Hani, Pak Deris dan Dokter Hakam telah berada di taman untuk melatih Pak De
readmore Bulan Madu di Mesir
Tapi ... apa yang diinginkan Pak Darma darinya, Bu Meta merasa sudah tak memiliki apapun yang berhar
readmore Malam Pertama
Rival begitu bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Hani. Rival membuka mulutnya, dan
readmore Widia Sadar
"Begini Bu, sepertinya anak ibu butuh penyemangat, barangkali ada orang yang disayanginya bisa membe
readmore Hani Hamil
"Enggak apa-apa kok, paling mabuk biasa perjalanan," tolak Hani lembut. "Enggak apa-apa gimana, ini k
readmore Widia Tutup Usia
"Meta!" ucap Pak Deris setengah berteriak. "Mas ... tolong aku Mas! Hani ... tolong Mama, Nak!" teria
readmore Pemakaman Widia dan Nasib Ibunya
Tadinya Rival tak mau ambil pusing soal Bu Meta yang terkena musibah, tapi Hani membujuk bukan untuk
readmore Ending (Tamat)
Bu Meta tak bisa minta tolong ataupun menjerit karena mulutnya disumpal. Mobil melaju ke sebuah tempa
readmore
cerita nya menarik
08/07
0baguss bgtt ceritanya
25/11/2024
0lanjut
31/10/2024
0lucukkkk,
30/10/2024
0menyenangkan sekalai
11/04/2024
0mntabs
03/04/2024
0seru
02/03/2024
0Bagus ceritanya
17/02/2024
0Jalan cerita nya sangat tenang ya
25/01/2024
0menarik ceritanya...
14/01/2024
0