Disclaimer
|Catalog
- Tag(s):
- Drama
- Fantasi
- Sihir
- Supranatural
Rid Archie, seorang pemuda manusia yang berasal dari desa manusia, menyadari ada yang aneh dari dunia ini. Meskipun bisa dibilang kalau dunia ini adalah dunia yang damai, tapi apakah benar seperti itu? Perbudakan masih ada di setiap negara dan diskriminasi antar ras atau bahkan sesama ras yang berbeda tingkat sosial pun masih terjadi. Tapi itu wajar, karena kedamaian yang terjadi di dunia ini hanyalah kedamaian semu karena gencatan senjata yang terjadi akibat perang antara ras Iblis dan ras Malaikat yang merupakan ras terkuat di dunia ini. Gencatan senjata antara kedua ras itu bisa saja dibatalkan kembali dan perang besar pun dapat terjadi lagi. Tidak ada kedamaian sejati di dunia ini, namun Rid Archie bertekad untuk mewujudkan kedamaian sejati di dunia ini. Tapi apakah bisa dia mewujudkannya ?
Huling Update
Editor's Choice
Rekomendasyon
Komento sa Aklat (263)
- Kabuuan: 476
Chapter 1 : Awal Mula
117 tahun lalu, peperangan besar antar berbagai ras terjadi. Dunia terbagi menjadi 2 kubu, kubu yangChapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
"Memang sih kamu ini mau berangkat untuk tes masuk Akademi, tapi pengumuman peserta yang lolos hanyaChapter 3 : Ibukota San Estella
Kereta kuda terus melaju, melewati kota Bibury yang dipimpin oleh Marquess Adelmo Nielba dan akhirnyChapter 4 : San Fulgen Akademiya
Di sepanjang jalan menuju Aula, aku bisa melihat pemandangan di sekitar. Di pinggir jalan ada pohon-Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
Setelah itu, aku melihat tuan muda Enzo menghampiri Pangeran Charles dan Putri Chloe.
"Salam PangeranChapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
"Tidak usah berlama-lama, ujian masuk San Fulgen Akademiya tahun 1217 dengan ini kami nyatakan dimulChapter 7 : Setelah Ujian Pertama
Aku pun mulai membaca soal-soal di ujian tersebut. Saat ku lihat soal ujian tersebut, aku berpikir kChapter 8 : Hasil Ujian Pertama
Kami pun akhirnya duduk di meja makan dan segera memakan makanan yang kita pesan. Saat memakan pun kChapter 9 : Rid Dan Pangeran Charles
“Kenapa hanya aku yang mendapatkan 100 poin ?,”aku pun masih memikirkan tentang hal itu.
Peserta yangChapter 10 : Hipotesis Rid
Ngomong-ngomong, kamu orang yang sejak tadi terus bersama Rid, namamu siapa ?,”tanya Charles ke Noa.Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
Waktu sudah menunjukkan pukul 12.20, aku pun melihat ke sekeliling lobi. Sepertinya semua peserta juChapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
"Nomor 1 silahkan maju," kata pengawas Alan Hugo.
Sepertinya Alan Hugo yang menyuruh para peserta untChapter 13 : Pangeran Charles Dan Putri Irene
Putri Irene beralih memegang Rapier dengan 1 tangan, lalu mengarahkan Rapier yang dia pegang ke boneChapter 14 : Hasil Ujian Kedua
”Selanjutnya, Nomor 54,”kata pengawas tersebut.
Akhirnya giliran ku telah tiba, lihat saja Noa, aku aChapter 15 : Setelah Ujian Kedua
Sementara itu disuatu tempat.
”Bagaimana dengan ujian keduanya, Alan ?,” tanya seseorang.
”Ujiannya beChapter 16 : Manipulasi Sihir Dan Mana
”Aku juga ingin tau soal itu, Rid,” kata Charles.
”A-aku juga penasaran,” kata Chloe.
”Memangnya sihirChapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
Aku pun menghilangkan sihir ~Water Bubble~ dan ~FireBall~ yang ku tunjukkan di tanganku sebelumnya.
”Chapter 18 : Forging Magic
30 menit telah berlalu sementara ujian pertandingan masih berlangsung.
“Sudah pertandingan ke berapaChapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
1 jam telah berlalu sejak dimulainya ujian ketiga.
”Sudah pertandingan yang ke berapa ini ?,” tanya NChapter 20 : Wind Ballista
"Alfred Tarski ? kalau tidak salah dia itu putra dari Count Benito Tarski," kata Charles.
"Itu benar,Chapter 21 : Kontrak Dengan Senjata
Beberapa saat sebelumnya.
”Noa, bukannya kamu tidak perlu belajar tentang ini lagi ? Kamu sudah tau kChapter 22 : Magic Martial Arts
”Apa kau pikir aku hanya akan menyerangmu dengan menggunakan tombak ?,” kata Noa. Noa bersiap menyerChapter 23 : Protes Javier
”Heeee ternyata orang yang bernama Noa itu hebat juga ya, dia bisa mengalahkan putra dari seorang CoChapter 24 : Hal Tersembunyi Di Ujian Ketiga
Di suatu tempat, di ruangan rahasia yang ada di lantai 5 gedung administrasi, tempat ujian tahap ketChapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
“Perhatian, karena perbaikan sudah dilakukan, untuk pertandingan di arena ini akan dimulai kembali,Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
"Menggunakan panah sepertinya tidak berguna, kalau begitu," kata Chloe.
Chloe berlari menuju ke arahChapter 27 : Freezing Air Slash
"Meskipun kelihatannya sulit untuk menang melawanmu, aku akan tetap berusaha. Aku tidak akan menahanChapter 28 : Kemenangan
Mereka semua terdiam melihat Jeremy yang tidak sadarkan diri, dan kemudian pengawas pun mengumumkanChapter 29 : Tekad Chloe
Chloe dinyatakan sebagai pemenang di pertandingan ini, namun para peserta yang lain bukannya bersoraChapter 30 : Fire Piercing Arrow
”Huh ? Kamu bilang akan membuatku mengalami hal yang sama dengan peserta yang di lawan putri es ? KaChapter 31 : Putri Es
“Jadi begitu ya, Chloe sudah bisa menggunakan teknik manipulasi sihir dan mana yang kamu ajarkan tadChapter 32 : Putri Chloe Dan Putri Irene
”Maaf Irene, aku tidak tahu kalau masa lalumu seperti itu, aku pernah menyebutmu sebagai orang yangChapter 33 : Penantian
"Chloe mendapatkan 180 poin juga ya, itu sama denganku. Jika digabung dengan ujian pertama dan keduaChapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
“Silahkan maju peserta Javier Buston,” ucap pengawas Nora.
”Yang benar saja ? Kamu harus melawan JaviChapter 35 : Sihir Peningkatan
“Pertandingan dimulai,” ucap pengawas Nora.
~Speed Boost~
~Attack Boost~
~Power Boost~
Javier langsung mChapter 36 : Cluster Flame Ball
“Aku berubah pikiran, aku akan memakai sihir apiku untuk melawanmu. Bukan hanya sihir api, aku akanChapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
*DUAR *DUAR *DUAR *DUAR
Ledakan masih terjadi di arena tempat pertarungan antara Rid melawan Javier.
”Chapter 38 : Sebuah Rumor
Sementara itu, di ruang rahasia tempat kepala akademi berada.
”Tidak kusangka, peserta yang bernama RChapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
”Dia bahkan bisa menggunakan semua boost sampai 10 kali lipat, benar-benar merepotkan,” pikirku.
JaviChapter 40 : Waktu Bermain Habis
"Alan, apa kamu bisa mendengarkanku ?," ucap seseorang itu.
"Nona Karina ? Ada keperluan apa sampai hChapter 41 : Flame Slayer Slash
”Apa maksudmu waktu bermain sudah habis ?,” tanya Javier.
”Seperti yang ku katakan, kali ini saatnyaChapter 42 : Akhir Pertandingan
Javier terpental setelah ku tusuk dengan seranganku sebelumnya, dia pun menghantam dinding arena.
*DUChapter 43 : Berakhirnya Ujian Tahap Ketiga
Setelah pertandingan itu, akupun kembali ke bangku penonton. Aku kembali ke tempat Charles dan yangChapter 44 : Laporan Tentang Javier
”Ceritakanlah semua yang terjadi pada ujian ketiga ini, Karina,” ucap Ratu Kayana.
”Akan aku laporkanChapter 45 : Percakapan Antar Saudari
"Rid Archie ya, aku tidak sabar untuk melihat dia. Aku berharap bisa bertemu dengannya secara langsuChapter 46 : Sebuah Tugas Baru
"Ngomong-ngomong kak, jika memang bukti tentang Javier sudah cukup kuat. Apa yang mau kakak lakukanChapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
Setelah berjalan melewati lantai dari lantai 5 tempat ujian ketiga berlangsung, kami pun akhirnya saChapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
"Aku akan memulai untuk mengakhiri ujian masuk ini," ucap pengawas Alan.
"Pertama-tama aku ingin mengChapter 49 : Peringatan Javier
"Memberi peringatan kepadaku ? apa kamu sedang mengancamku atau bagaimana ?," ucapku.
"Aku masih beluChapter 50 : Asrama Murid
Setelah aku keluar dari lobi tersebut sambil membawa barang-barangku. Aku melihat Charles, Chloe danChapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
Beberapa saat kemudian.
"Jadi begitu ya, saya paham alasan kenapa nona mematikan sensor bahaya pada pChapter 52 : Dua Pangeran
"Rid Archie,..... ada yang ingin kubicarakan denganmu," ucap putri Irene.
"Ada yang mau dibicarakan dChapter 53 : Berkeliling di Sekitar Akademi
"Rupanya kalian berdua ada disini," ucap orang itu.
Kami melihat ke belakang dan ternyata itu adalahChapter 54 : Alasan Sebenarnya
"Perkenalkan, namaku Karina Stella. Aku adalah Kepala Akademi San Fulgen Akademiya," ucap wanita ituChapter 55 : Penyambutan Murid Baru
Saat aku keluar asrama, aku melihat Charles dan Chloe yang sedang menuju kemari.
"Kebetulan sekali, aChapter 56 : Hari Pertama di Akademi
Tahun 1217 di bulan Juli.
Aku terbangun dari tidurku. Aku mengecek jam di dinding, waktu menunjukan pChapter 57 : Peraturan dan Ketentuan Akademi
"Kalau begitu, apakah bisa kita langsung mulai pelajarannya ?," tanya wali kelas Alan.
"Tunggu sebentChapter 58 : Sistem Poin
"Tentu saja....kalian akan dikeluarkan dari akademi," ucap tuan Alan.
"Dikeluarkan dari akademi ?!?!?Chapter 59 : Gedung-Gedung Akademi
"Mengalahkan salah satu dari Komandan Prajurit San Fulgen ?!?!," ucap para murid.
"Itu terlalu gila,Chapter 60 : Kedua Putri Duke
"Dia itu kan...," ucap Charles.
"Apa kamu tau dia siapa, Charles ?," tanyaku.
"Iya, dia adalah putri dChapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
Setelah itu, kami pun pergi dari kantin untuk menuju gedung tahun pertama dan menuju lantai 2 gedungChapter 62 : Sihir Penyembuhan
"Dengan kemenangan ini, Rid Archie mendapatkan 200 poin dan Masahiko Kotaro kehilangan 200 poin," ucChapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
Pertandingan antara Charles dan Noa pun masih berlanjut. Kali ini mereka saling menyerang dari jarakChapter 64 : Benturan Air dan Angin
"~Magic Martial Arts~ mu sepertinya beda dengan yang sebelumnya. Sebelumnya kamu hanya melapisi tangChapter 65 : Badai Melawan Ombak
"Aku memang belum bisa menguasai teknik ini, tapi aku akan gunakan teknik ini untuk mengalahkanmu,"Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
"Besok Rid akan melawan pangeran Charles ?!?!?!," ucap para murid yang terkejut mendengarnya.
"Benar,Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
Kembali ke Rid dan yang lainnya.
Kami sedang berada di koridor yang menghubungkan gedung tahun pertamChapter 68 : Malaikat dan Iblis
"Malaikat dan Iblis ?!?!," ucap para murid yang terkejut.
"Benar, Malaikat dan Iblis. Kedua ras terkuChapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
"50 tahun yang lalu, kerajaan Framtida dihancur leburkan oleh ras Malaikat," ucap tuan Alan.
Murid-muChapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
"Putri Amelia," ucap Charles.
"Putri Chloe juga, selamat sore," ucap putri Amelia.
"Selamat sore, putrChapter 71 : Rahasia Rid
Kami berempat pun melanjutkan perjalanan ke asrama.
"Tadi apa yang kamu bicarakan dengan putri AmeliaChapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
~Flashback~
Ini terjadi kira-kira saat aku berumur 7 tahun.
"Rid, bagaimana bisa kamu menggunakan keduChapter 73 : Tarian Pedang Salju
"Rid Archie, apakah kamu mau latih tanding denganku ?," tanya putri Irene.
"Latih tanding dengan putrChapter 74 : Rid dan Putri Irene
"Aku menyerah, aku mengaku kalah di latihan tanding ini," ucap putri Irene.
Tiba-tiba saja putri IrenChapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
Di sudut bangku penonton arena lantai 2.
"Apa ???? Tadi kamu berlatih tanding bersama Rid, Nona ???,"Chapter 76 : Aqua Longsword
~San Fulgen Art Water Technique, Rain Swords~
Tiba-tiba banyak pedang air yang muncul di atas CharlesChapter 77 : Aqua Slayer Slash
Serangan ombak air tersebut terus mendorongku disaat aku berusaha menahan serangan tersebut.
"SepertiChapter 78 : Auman Naga
*DUMMM
Suara dentuman terjadi akibat Charles yang menghantam dinding. Akibat benturan itu juga, pedanChapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
"Perkenalkan namaku adalah Vyn Laterza. Aku adalah ketua Elevrad San Fulgen Akademiya," ucap pria itChapter 80 : Murid Tahun Keempat
"Aku tidak tahu apa yang aku lihat, sebelumnya aku melihat Rid dilahap oleh serigala besar, lalu RidChapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
Beberapa saat sebelumnya, di suatu ruangan.
Ruangan itu sangat besar dan terdapat beberapa murid berlChapter 82 : Kepercayaan Diri
"Dan jika kamu tertarik untuk bergabung dengan Elevrad, kamu bisa datang ke ruangan Elevrad yang berChapter 83 : Janji Pertemuan
Kami berempat pun kembali ke arena. Kami pergi ke tempat Chloe dan Kotaro berada.
"Kakak, apa kamu tiChapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
".....Rid Archie......Apa kamu mau menjadi pasanganku ?," ucap putri Irene.
"Apaa ? pasangan ?," ucapChapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Putri Irene
"Jadi bagaimana Rid Archie, apakah kamu mau menjadi pasangan kekasihku ?," tanya putri Irene.
Aku masChapter 86 : Impian Yang Konyol
"Impianku adalah.....membuat dunia ini kembali menjadi satu dan membawa kedamaian sepenuhnya ke duniChapter 87 : Perpustakaan Akademi
Aku pun kembali ke asramaku. Setelah masuk ke dalam asrama, aku pun pergi ke kamarku dan duduk di atChapter 88 : Sebuah Surat
"R-rid Archie, aku ingin meminta bantuanmu," ucap perempuan itu.
"Meminta bantuanku ? boleh saja, akuChapter 89 : Keributan di Perpustakaan
"Darimana asalnya suara itu ?," ucap Leandra.
Aku dan Leandra pun mulai mencari asal suara lirih tersChapter 90 : Masa Lalu Leandra
"Kau akan membuat kepalaku berlubang dengan peluru itu ? Jangan bercanda, kalau kau lakukan itu bukaChapter 91 : Surat Untuk Noa
Setelah itu, kami pun pergi meninggalkan perpustakaan. Saat sampai di kantin, aku bertemu dengan LilChapter 92 : Hari Libur di Akademi
Keesokan harinya.
Tidak ada kejadian khusus yang terjadi di hari ini. Aku dan yang lainnya seperti biChapter 93 : Kekasih Putri Es
Ketika aku sedang berjalan menuju kelasku, di sepanjang jalan aku diperhatikan dan dibicarakan dengaChapter 94 : Taruhan Antara Putri Duke
"Yang kalah akan mengikuti kemauan yang menang. Dan kita akan melakukan taruhan dengan berduel di peChapter 95 : Putri Mawar
Hening, itulah yang terjadi pada arena ini. Mereka yang sejak tadi menonton pertandingan ini atau yaChapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Putri Amelia
Keesokan paginya.
Aku tetap berlatih tanding dengan Irene di tempat latihan kelas A.
"Rid, untuk pertaChapter 97 : Garden of Roses
"Selamat datang di kebun bunga mawar milikku," ucap putri Amelia.
"~Garden of Roses~ ? jadi itu namaChapter 98 : Hell of Roses
~Hell of Roses, Exploding Roses~
*DUARRR *DUAAAR *DUAAAR
Terdengar rentetan suara ledakan dari mawar-mChapter 99 : Kunjungan Pertama
Arena di sekitar tempat putri Amelia menghantam dinding pun mengeluarkan asap. Di tengah kepulan asaChapter 100 : Pertemuan Rahasia
"Aku ingin kamu mengajariku sihir es agar sihir es milikku menjadi lebih kuat dari yang sekarang," uChapter 101 : Kapasitas Mana
Keesokan paginya.
Meskipun hari ini adalah hari libur, aku tetap pergi ke tempat latihan tahun pertamChapter 102 : Informasi Untuk Duke
"Duke San Lucia ? Kamu ingin memberikan informasi tentang hubunganku ke Duke San Lucia ?," tanyaku.
"Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
Waktu pun terus berlalu dan tak terasa sekarang sudah pertengahan bulan September. Dan sementara ituChapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
Hari ujian pun tiba dan kini kami semua sudah berkumpul di tempat latihan kelas A. Kami semua tengahChapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
Setelah ujian hari pertama, kami pun memutuskan untuk langsung pulang ke asrama.
"Kalau siang ini cuaChapter 106 : Akhir Ujian Pertama
Beberapa saat sebelumnya.
Hari ini merupakan hari terakhir untuk ujian pertama ini. Murid-murid yangChapter 107 : Sebuah Julukan
Keesokan paginya di tempat latihan tahun pertama.
Walaupun hari ini libur, aku tetap melatih Irene, LChapter 108 : Murid Terkuat Akademi
Ketika hari Minggu, saat siang harinya aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan lagi. Selama 3 harChapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
Keesokan harinya, kami pun mulai belajar di akademi kembali setelah libur selama 3 hari.
"Aku ingin lChapter 110 : Mantan Bangsawan
"Perkenalkan namaku adalah Kayana Estella San Fulgen, Ratu dari kerajaan ini," ucap wanita itu.
"YangChapter 111 : Tekanan Aura
Di depan pintu suatu ruangan.
Terlihat nona Karina, senior Vyn dan senior Gretta sedang berbincang.
"TChapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
"Begitu ya, jadi itu alasanmu ingin Rid putus dengan Irene," ucap nona Karina.
"Iya, aku tidak inginChapter 113 : Frost Wolf
Malam harinya di asramaku.
Aku dan Irene baru saja menyelesaikan makan malam bersama.
"Rid, kenapa tadChapter 114 : Tempat Latihan Khusus
Beberapa hari kemudian, hari libur pun tiba.
Hari Sabtu ini aku tidak ada kegiatan bersama dengan yanChapter 115 : Primadona Akademi
Setelah menembakkan panahnya itu, aku menyadari kalau orang yang dibilang senior Nadine sebagai nonaChapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
"Aku tidak terima ini, aku tidak mau berpasangan dengan dia. Aku meminta pengundian ulang," ucap murChapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
Hari ini, kami pun berkumpul di tempat latihan tahun pertama untuk kelas kami. Kami berkumpul bersamChapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
Melihat Kotaro dan Lily yang tumbang, tuan Alan pun langsung mengumumkan pemenangnya.
"Pemenang di peChapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
Chloe terus berjuang melawan mereka berdua, meskipun hanya sendiri namun Chloe mampu memberikan perlChapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
Sebelum pertandingan keenam dimulai.
Mauro pun akhirnya sadar setelah sebelumnya pingsan akibat terkeChapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
Pertandingan ke 1 sampai pertandingan ke 3 pun telah selesai dilaksanakan. Kotaro dan Lily yang bertChapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
Kekalahan Charles membuat murid-murid yang menonton menjadi heboh. Padahal menurut peringkat yang adChapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
Irene terkejut ketika mengetahui aku bisa menggunakan teknik yang sama dengannya. Tidak hanya Irene,Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
Ketujuh rapier es itu pun menyerang tubuhku dengan telak di 1 titik yaitu tepat di badanku. SeranganChapter 125 : Akhir Ujian Kedua
Sementara itu, tahun angkatan lain pun juga sudah menyelesaikan ujian kedua ini.
~Murid Tahun KeempatChapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
Keesokan paginya.
Aku berlatih kembali dengan Irene, Lily dan Leandra di tempat latihan. Kali ini JulChapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
Beberapa hari pun telah berlalu, hari ini adalah tanggal 31 Desember 1217, yang berarti hari ini adaChapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
Keesokan harinya, waktu istirahat makan siang.
"Kamu dan Chloe sudah resmi bergabung dengan Elevrad ?Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
Keesokan harinya.
"Jadi kamu dan Irene kemarin memutuskan untuk bergabung dengan Elevrad, Rid ?," tanChapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
Beberapa hari kemudian.
"Jadi kamu akhirnya memutuskan bergabung dengan Elevrad ya ?," tanya nona KarChapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
Hari dimulainya ujian ketiga pun tiba dan kini kami semua sedang berkumpul di tempat latihan kelas kChapter 132 : Serigala Api
"Aku tidak percaya 5 murid dari kelas kita sudah gagal di hari pertama ini," ucap Noa.
"Itu karena maChapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
Sebagian besar dari makhluk-makhluk itu berhasil ku kalahkan, tersisa sedikit lagi dan 1 ekor serigaChapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
Sementara itu, tahun angkatan lain juga telah selesai melakukan ujian ketiga hari ini.
-
~Tahun Kedua~Chapter 135 : Konten Ujian
Setelah itu tuan Alan dan staff yang lainnya pun pergi meninggalkan tempat latihan.
"Karena kita sudaChapter 136 : Wajah Yang Sama
Beberapa hari kemudian, tepatnya pada hari Senin. Pembelajaran di akademi pun dimulai kembali setelaChapter 137 : Hal Yang Beruntung
Beberapa menit kemudian.
"Hmmmmm, orang ini juga tidak memiliki informasi yang aneh. Sepertinya bandiChapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
Keesokan harinya, di sore hari.
Senior Vyn, senior Gretta dan senior Alisha pun sampai ke gerbang akaChapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
Beberapa hari pun telah berlalu dan kini telah masuk ke minggu ketiga bulan April. Satu minggu lagi,Chapter 140 : Kota San Minerva
Murid-murid akademi dari berbagai tahun angkatan pun sudah mulai pergi menuju tempat mereka akan melChapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
"Perkenalkan namaku adalah Darwin Randall San Minerva, aku adalah Duke San Minerva saat ini," ucap DChapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
"Kenapa kamu terkejut begitu ? penginapan ini tidak mempunyai cukup kamar apabila kita menempatkan 1Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
Keesokan paginya.
Aku bangun dari tidurku jam 4.30 dan berniat untuk olahraga lari berkeliling kota SChapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
"Melawan Prajurit Duke satu lawan satu ?!?!," ucap murid lainnya yang terkejut.
"Lebih tepatnya bukanChapter 145 : Sebuah Firasat
Keesokan paginya.
Sesuai yang Irene bilang, dia bangun lebih dulu dan menungguku untuk olahraga bersaChapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
"Apakah kamu adalah pelaku kejahatan yang selalu beraksi di kota ini ?," tanya wanita berjubah panjaChapter 147 : Silver Magic
Komandan Keira terus melemparkan kelereng-kelereng yang terbuat dari sihirnya ke arah perempuan DemiChapter 148 : Ujian Di Alam Liar
Keesokan paginya pukul 08.00.
Kami semua sedang berkumpul di depan gerbang kediaman Duke sambil menunChapter 149 : Bekerja Sama Di Ujian
Karena sihir aba-aba sudah ditembakkan ke langit, murid-murid yang melihat itu pun langsung bergegasChapter 150 : Rasa Hormat Rid
Aku berjalan perlahan melewat para prajurit yang terluka dan tak sadarkan diri. Para prajurit itu teChapter 151 : Rencana Yang Kejam
Para monster semakin mendekati Noa dan Kotaro, sepertinya mereka tertarik dengan bau darah pada tubuChapter 152 : Akhir Ujian Keempat
"Ngomong-ngomong, Irene, kamu belum menjawab soal kenapa kamu tadi mencariku," ucapku.
"Ah soal itu,Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
Malam harinya, di kediaman Duke.
Ini terjadi sebelum para prajurit yang ditugaskan untuk mencari 22 pChapter 154 : Suasana Yang Sama
Ngomong-ngomong, ada hal lain yang ingin kubicarakan," ucap Duke Darwin.
"Apa itu, tuan Darwin ?," taChapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
"Turnamen akademi akan diadakan di minggu ketiga bulan ini sedangkan festival akademi akan diadakanChapter 156 : Format Turnamen
"Begitu ya, jadi itu yang terjadi padamu saat kamu menjalani ujian di San Minerva. Beruntung kamu biChapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
Hari senin, di tempat latihan kelas A tahun pertama.
"Seperti yang kalian tau, Minggu depan turnamenChapter 158 : Sebuah Keyakinan
Keesokan paginya, di tempat latihan kelas A tahun pertama.
Aku dan Irene baru saja selesai latih tandChapter 159 : Turnamen Akademi
Setelah turun dari kereta kuda, Duke Remy langsung berjalan menuju gerbang akademi.
"Hmmm, ada apa raChapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
"Seperti yang kalian lihat di bagan, peserta yang akan bertanding di pertandingan pertama turnamen lChapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
"Bukankah ini benar-benar keterlaluan ? 4 pertandingan berturut-turut menghadirkan murid tahun pertaChapter 162 : Surat Kabar Yang Beredar
*Note : Halo para pembaca Peace Hunter. Peace Hunter kini telah kembali lagi di platform ini.
SekedarChapter 163 : Pusat Perhatian
Di akademi.
Karena festival akademi sudah diakhiri secara paksa akibat penyerangan yang terjadi kemarChapter 164 : Kekecewaan Tuan Alan
Saat aku, Charles, Chloe dan Caroline sedang mengobrol, Ratu Kayana dan Raja Albert pun menghampiriChapter 165 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad Tahun Keempat
Aku pun pergi menuju ruang Elevrad yang berada di lantai 7 gedung tengah akademi. Aku pergi bersamaChapter 166 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
Setelah melakukan pertemuan terakhir dengan anggota Elevrad tahun keempat, kami pun memutuskan untukChapter 167 : Teknik Demi-Human
Keesokan harinya.
Masa liburan pun telah tiba bagi para murid akademi. Meskipun para murid tidak dipeChapter 168 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
"Rid Archie, aku menunjukmu sebagai wakil ketua Elevrad yang baru," ucap senior Florian.
Para anggotaChapter 169 : Putri Pedang
"Sialan. Dari semua peserta yang ada, kenapa aku harus melawan perempuan ini ?," pikir Javier yang mChapter 170 : Latihan Tanding 3 Kelompok
Keesokan harinya.
Pada pagi harinya, kami berlatih di tempat latihan tahun pertama seperti biasanya.Chapter 171 : Produk Gagal
Orang-orang yang berada di sekitar tempat itu pun terkejut ketika melihatku berhasil membuat JavierChapter 172 : Diskusi Antara Ketiga Duke
Duke Remy, Duke Darwin dan Duke James pun duduk di meja yang sama di salah satu ruangan di kediamanChapter 173 : Percobaan Lain Duke Remy
Masih di salah satu ruangan yang berada di kediaman Duke San Quentine. Ketiga Duke terlihat masih meChapter 174 : Kota Di Dalam Gua
Feline, Fee dan rombongannya terus menyusuri Gurun Regnum. Mereka terus menyusuri hingga ke wilayahChapter 175 : Laporan Untuk Tuan Raven
Di ruangan itu, tuan Raven dan semua orang yang berada di ruangan itu tengah duduk di sebuah kursi yChapter 176 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
Diskusi yang terjadi di ruangan itu masih berlanjut.
"Yah apapun itu yang kamu katakan, aku tetap tidChapter 177 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
"Pada akhirnya, aku berhasil membunuh Holy Knights pria dengan menghancurkan kepalanya dan memotongChapter 178 : Engill Forstorelse
"Bagaimana jika aku mencari 'Divine Elemental Spirits' yang lainnya dan mengajaknya untuk bergabungChapter 179 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
Keesokan harinya.
Hari ini merupakan hari pertama di bulan Juli dan hari ini juga merupakan hari pertChapter 180 : Informasi Tentang Tahun Kedua
Di kelas A tahun kedua.
"Selamat pagi, semuanya. Tidak terasa ya waktu libur 1 bulan telah terlewatiChapter 181 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
"Hei, apa kamu mau berlatih tanding denganku ?," tanya nona Violetta.
"Berlatih tanding dengan nona ?Chapter 182 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
Nona Violetta terus menatap kedua tangannya yang terluka setelah diserang oleh Rid. Kedua tangan ituChapter 183 : Bencana Berjalan
Lucas tergeletak dengan bersimbah banyak darah yang keluar dari tubuhnya yang berlubang karena terkeChapter 184 : Trauma Violetta
Setelah seluruh kota itu tersapu bersih, Undine pun langsung turun ke bawah setelah sebelumnya melayChapter 185 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
Di tempat latihan tahun kedua untuk kelas A.
Ini pertama kalinya kami menggunakan tempat latihan ini.Chapter 186 : Putri Es dan Putri Pedang
"Senior Rid, bertandinglah denganku di pertandingan harian. Jika kamu menang, maka aku akan langsungChapter 187 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
"Kalau begitu, pertandingan dimulai," ucap tuan Elgin.
Tuan Elgin pun langsung menepi ke pinggir arenChapter 188 : Healing Fire Blanket
Setelah berhasil menyerang Elaina dengan telak, Irene langsung menaruh kembali rapiernya di pinggangChapter 189 : Elaina dan Elevrad
Setelah Irene melakukan pertandingan harian melawan Elaina, kami pun langsung pergi meninggalkan gedChapter 190 : Sesuatu Yang Mencurigakan
1 minggu sebelum ujian pertama akademi yang akan dilaksanakan di akhir bulan September.
Pada pagi harChapter 191 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
Di hari kamisnya.
Ujian pertama yang berjalan selama 4 hari pun telah resmi berakhir. Kelas kami yangChapter 192 : Pasangan Monster
"Ini tidak mungkin kan ?!,"
"Apa yang kita takutkan malah menjadi kenyataan,"
"Sudah dapat dipastikanChapter 193 : Pasangan Monster part 2
Ujian kedua pun memasuki hari kedua.
~Destruction Waves Slash~
Charles melancarkan sebuah tebasan menyChapter 194 : Aktivitas Santai Violetta
Chloe dan Noa tumbang dengan bongkahan es yang menempel pada tubuh mereka. Bongkahan es itu cukup beChapter 195 : Pengantaran Proposal
"Lalu untuk anggota yang akan menemani Rid pergi ke kediaman Duke San Angela, aku akan menunjuk EnzoChapter 196 : Pengantaran Proposal part 2
Keesokan harinya, pukul 4 pagi.
Seperti biasa, aku berlatih tanding dengan nona Violetta di taman akaChapter 197 : Penyerangan di Hutan Hevea
20 menit kemudian.
Kereta kuda yang ditumpangi senior Florian dan Charles sedang berhenti di depan geChapter 198 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
Pertempuran pun berlangsung di hutan Hevea.
Orang-orang yang bersama dengan Enzo terus menyerangku taChapter 199 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
1 jam pun telah berlalu sejak pertama kali orang-orang suruhan para Duke menyerang Rid di hutan HeveChapter 200 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
Aku berhasil menebas lengan kanan Enzo sampai terputus dengan menggunakan pedangku. Lengan kanan EnzChapter 201 : Great Burning Slash
Setelah shock melihat lengannya yang terputus, Javier langsung berteriak kesakitan.
"Arrrgggghhhh,"
JaChapter 202 : Teman di Akademi
Disaat yang sama, di area luar hutan Hevea.
Terlihat ada banyak orang yang berkumpul di luar hutan HeChapter 203 : Jebakan Prajurit Duke
Kepala Enzo pun terputus dari badannya dan melayang di udara. Beberapa saat melayang di udara, kepalChapter 204 : Kabar Tentang Rid
Pukul 15.30, di gerbang Akademi.
Terlihat Charles dan senior Florian baru saja turun dari kereta kudaChapter 205 : Kabar Tentang Rid part 2
Pagi harinya, di akademi.
Kabar tentang 'Insiden Pembunuhan Putra Duke San Angela' dan 'Insiden PembaChapter 206 : Kabar Tentang Rid part 3
Surat kabar yang diterbitkan oleh Diganta terus menjadi perbincangan seluruh orang yang berada di keChapter 207 : Bangsawan Jatuh
Berita tentang Rid yang membunuh putra Duke San Angela tidak hanya diketahui oleh rakyat biasa saja,Chapter 208 : Pandangan Terhadap Para Duke
Keesokan paginya, di tempat latihan tahun kedua.
Irene, Charles dan yang lainnya tetap berlatih di teChapter 209 : Menuju Gedung Pengadilan
Setelah itu, para prajurit itu mulai melepaskan rantai yang mengikat tubuhku satu persatu. Setelah mChapter 210 : Court of San Fulgen
"Kenapa kalian semua bisa ada disini ?," tanyaku yang sedikit terkejut.
Mereka semua yang kulihat ituChapter 211 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
"Rencana kejahatan yang besar yang sedang dijalankan di kerajaan ini ?,"
"Apa yang dia bicarakan ?,"Chapter 212 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
"Daripada menanyakan soal itu, lebih baik anda memikirkan tentang apa yang harus dilakukan kepada duChapter 213 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
"Apa yang mereka berdua katakan ? Mereka punya bukti tentang insiden yang terjadi di hutan Hevea ?,"Chapter 214 : Bidak Yang Berharga
"Insiden tentang tewasnya beberapa Elf yang mayatnya ditemukan di wilayah San Lucia ya. Itu kasus yaChapter 215 : Penyihir Gravitasi
Ledakan sihir berwarna hitam terjadi di tempat Ratu Kayana berdiri. Ledakan itu cukup besar hingga mChapter 216 : Manchineel Death Slash
"Ternyata yang menggunakan sihir tanaman itu adalah anda ya, tuan Duke Remy," ucap nona Karina.
DukeChapter 217 : Komandan Prajurit San Fulgen
Setelah berhasil membunuh Marquess Marcelo yang telah berubah menjadi iblis, nona Karina bergegas meChapter 218 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
Di suatu tempat yang tidak berada jauh dari gedung pengadilan kerajaan San Fulgen.
Terlihat ada 2 sosChapter 219 : Gravity Compression - Sphere
Ledakan besar yang terjadi di depan gedung pengadilan membuat orang-orang yang berada di sekitar temChapter 220 : Sesuatu Hal Yang Licik
Sementara itu, di tempat komandan Mina berada.
Terlihat 1 sosok iblis yang dilawan oleh komandan MinaChapter 221 : Kekhawatiran Dua Komandan
Melihat Ratu Kayana yang sedang ditusuk oleh Duke James, aku dengan cepat langsung menyerang Duke JaChapter 222 : Orang-Orang Gereja
"Rid, kenapa kamu bisa menyembuhkan mereka berdua dengan sihir penyembuhanmu ?," tanya Ratu Kayana.
AChapter 223 : Julukan Baru
"Singkatnya, Rid akan menjadi incaran seluruh gereja pusat Sancta Lux dan Holy Kingdom itu sendiri,"Chapter 224 : Tuduhan Duke Remy
Caroline yang tiba-tiba memelukku membuatku terkejut. Tidak hanya aku saja, Ratu Kayana, nona KarinaChapter 225 : Asumsi Ratu Kayana
"Aku mengizinkan para prajurit 'Snow Owl' untuk melakukan tindakan tegas kepada para prajurit tuan RChapter 226 : Penangkapan Florian
"Aku datang kesini untuk menjalankan tugas yang diberikan kepadaku dan tugas itu adalah untuk menangChapter 227 : Komandan Violetta vs Florian
Para murid akademi yang seharusnya sedang menikmati waktu istirahatnya, saat ini menjadi tidak tenanChapter 228 : Akhir Penangkapan Florian
Senior Florian yang terhempas menghantam bagian depan gedung lobi akademi membuat terkejut banyak orChapter 229 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
Diskusi yang dilakukan di halaman parkir gedung pengadilan pun telah selesai. Meski begitu, diskusiChapter 230 : Hadiah Dari Duke Louis
30 menit kemudian, di seberang jalan yang berada di depan gerbang gedung pengadilan.
"Sepertinya sudaChapter 231 : Kembalinya Rid ke Akademi
30 menit kemudian.
"Aku rasa kita sudah mengobrol cukup lama. Mari kita sudahi obrolan kali ini, Rid.Chapter 232 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
Irene yang tiba-tiba melompat dan memelukku membuatku jatuh sambil terduduk. Irene pun masih tetap mChapter 233 : Permintaan Maaf Irene
Nona Karina pun mulai memberitahu tentang semua hal yang terjadi di gedung pengadilan. Semua orang yChapter 234 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
"Bagaimana jika kita batalkan saja perjanjian kita saat ini ?," tanya Irene.
"Membatalkan perjanjianChapter 235 : Pemberian Dari Nona Karina
Disaat aku dan Irene sedang mengobrol, tiba-tiba nona Karina memanggilku dari pintu masuk gedung lobChapter 236 : Waktu Berdua
Saat sampai di gerbang depan asrama, kami melihat Noa dan yang lainnya sedang berada di depan gerbanChapter 237 : Sambutan Nona Violetta
Keesokan harinya, pukul 4 pagi.
Aku keluar dari asramaku untuk menuju taman akademi, tempat nona ViolChapter 238 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
Semua orang yang terdiri dari para murid, prajurit, staf dan pengajar akademi sangat terkejut setelaChapter 239 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
Sementara itu, di kota Rovinj yang berada di wilayah San Quentine.
Terlihat ada banyak orang yang berChapter 240 : Kekhawatiran Para Murid
Setelah membaca surat kabar yang terbit hari ini bersama Irene, kami berdua pun langsung menuju ke kChapter 241 : Ketua Elevrad Yang Baru
"Rid Archie, sebagai wakil ketua Elevrad saat ini, aku menaikkan jabatanmu menjadi ketua Elevrad yanChapter 242 : Orang Yang Kompeten
"Ada kemungkinan kalau turnamen dan festival akademi tahun ajaran ini akan ditiadakan," ucap nona KaChapter 243 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
Di halaman istana kerajaan, White Palace.
Terlihat kereta kuda yang ditumpangi oleh komandan Asier baChapter 244 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
"Sepertinya ada seseorang yang seharusnya tidak berada di ruangan ini," ucap pria itu.
Komandan AsierChapter 245 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
Ratu Kayana kemudian menghentikan sihir gravitasi yang menahan komandan Ivana dan komandan Allister.Chapter 246 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
"Para pengungsi itu saat ini berada di bawah perlindungan dan pengawasan tuan Duke Remy," ucap komanChapter 247 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
Pukul 3 sore, di San Fulgen Akademiya.
Jam pelajaran untuk hari ini pun telah selesai. Para murid yanChapter 248 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan part 2
Kembali ke akademi.
Aku pun berjalan pergi meninggalkan gedung asrama bersama dengan Charles yang ikuChapter 249 : Pengkhianatan Duke Remy
"Remy! Dasar pengkhianat keparat!," ucap Duchess Claret yang tampak marah.
Duke Remy lalu menoleh keChapter 250 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
"KAU BENAR-BENAR KEPARAT, REMY!!!," teriak Duchess Claret yang sangat marah.
Sementara Duke Remy hanyChapter 251 : Ambisi Duke Remy
"Seperti yang dikatakan nona Claret tadi, kau itu memang benar-benar keparat!!!," ucap Duchess HarriChapter 252 : Rencana Jangka Panjang
"Nona Leirion ?!?!," ucap Duke Remy yang terkejut.
Nama wanita itu adalah Leirion. Saat ini nona LeirChapter 253 : Tujuan Yang Sama
Setelah memberikan 5 buah wadah berisikan darah miliknya, nona Leirion kembali berbicara dengan DukeChapter 254 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
"Kabar tentang hancurnya kerajaan Framtida sudah tersebar ke seluruh benua Utara ini. Saya pun jugaChapter 255 : Pesan Dari Duke Louis
Keesokan paginya, di tempat latihan tahun kedua.
Kami seperti biasanya melakukan latihan pagi di tempChapter 256 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
1 jam kemudian.
Raja Albert, Duchess Claret dan Duchess Harriet pun keluar dari gedung penjara San SaChapter 257 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
Beberapa menit kemudian.
Komandan Oliver terlihat sedang berusaha keluar dari puing-puing bangunan peChapter 258 : Pembicaraan Yang Menarik
"Saat ini, Yang Mulia Ratu sedang berada di ruanganku," ucap nona Karina.
Aku yang mendengar perkataaChapter 259 : Masalah Setiap Kerajaan
"Mengundang beberapa Holy Knights untuk datang ke kerajaan San Fulgen ? Apa itu bisa dilakukan ? BukChapter 260 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
Disaat yang sama, di akademi.
Saat ini aku dan Irene sedang berada di asramaku. Kami berdua sedang meChapter 261 : Kekhawatiran Nona Karina
"Apa ?!?! Desa Aston telah diserang dan seluruh orang di desa tersebut telah tewas ?!?!," ucapku yanChapter 262 : Perasaan Yang Sebenarnya
Di tempat latihan tahun kedua.
Aku baru saja selesai latih tanding dengan Noa dan Charles.
"Sial, kitaChapter 263 : Menuju Desa Aston
Kembali ke asrama Rid.
Sudah sekitar 20 menit Irene mendekapku. Karena dirasa sudah cukup, aku pun meChapter 264 : Pemakaman Desa Aston
Kereta kuda yang kami tumpangi pun terus melaju di jalanan kota San Estella. Tidak lama kemudian, keChapter 265 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
Udara yang ada di sekitar pemakaman dan desa Aston semakin lama semakin bertambah berat. Beberapa prChapter 266 : Rencana Baru
Sekitar 3 jam kemudian, kami pun akhirnya sampai kembali di akademi. Kami sampai di akademi saat menChapter 267 : Rencana Baru part 2
"Anda sudah membuat rencana yang baru ?," ucap seorang bangsawan yang duduk di jajaran kursi yang adChapter 268 : Permintaan Yang Cukup Egois
Para bangsawan pun langsung berdiri dan bertepuk tangan setelah mendengar perkataan Duke Remy. MerekChapter 269 : Nama Pemberian
Pertengahan Januari 1219.
Beredar kabar di seluruh kerajaan San Fulgen tentang dilantiknya kedua DukeChapter 270 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
Minggu pertama di bulan Juli 1219.
Aku sebagai ketua Elevrad melakukan rapat bersama dengan anggota EChapter 271 : Tentang Ujian Khusus
Pagi hari pukul 4.00 pagi.
Aku seperti biasa berlatih tanding dengan nona Violetta. Saat ini, aku sedChapter 272 : Kekhawatiran Ratu Kayana
Pukul 12.30, di ruang Elevrad.
Aku memanggil semua anggota Elevrad untuk datang ke ruangan Elevrad kaChapter 273 : Menuju Kota San Lucia
Minggu terakhir di bulan April 1221.
Hari keberangkatan untuk menuju wilayah San Lucia pun telah tibaChapter 274 : Snow Palace
Beberapa menit kemudian.
Kami pun akhirnya tiba di kota San Lucia. Saat kami tiba di kota San Lucia,Chapter 275 : Hellfire Healing Cloak
"Tolong sembuhkan ibundaku dan bangunkan beliau dari tidur panjangnya," ucap Irene.
"Menyembuhkan ibuChapter 276 : Terbangun Dari Tidur Panjang
Duchess Arlet secara perlahan mulai membuka matanya. Setelah itu, dia pun mulai bangun dari tempat tChapter 277 : Hubungan Yang Serius
Kabar tentang terbangunnya Duchess Arlet dari tidur panjangnya pun mulai menyebar ke seluruh kediamaChapter 278 : Hubungan Yang Serius part 2
Pukul 10.00 pagi.
Kami para murid tahun keempat saat ini sedang berada di tempat latihan prajurit DukChapter 279 : Permohonan Duke Louis
"Alasannya karena ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu," ucap Duke Louis.
Setelah mengatakan iChapter 280 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
Di ruangan tempat nona Duchess berada.
Terlihat di ruangan itu sedang ada nona Duchess yang saat iniChapter 281 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
Lalu, Ratu Kayana dan Duchess Arlet pun melanjutkan pembicaraan mereka.
"Sudah, sudah. Mari kita mulaChapter 282 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
~Flashback~
11 tahun yang lalu, di pegunungan Orokho.
Terlihat Duchess Arlet dan beberapa prajurit DukChapter 283 : Para Naga Es
Beberapa saat sebelumnya, di tempat Duchess Arlet berada.
Terlihat Duchess Arlet dan para prajurit yaChapter 284 : Giant Ice Sword of Ymir
Di tempat Duchess Arlet berada.
Terlihat Duchess Arlet dan para prajuritnya sedang berusaha untuk menChapter 285 : Manusia Berambut Putih
Setelah naga es itu berhasil dikalahkan, para prajurit yang melihat hal itu pun langsung bersorak kaChapter 286 : Monster Yang Sangat Berbahaya
Wanita itu terus menembakkan bola-bola sihir dalam jumlah banyak ke arah para prajurit yang sedang bChapter 287 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
Setelah itu, Duchess Arlet pun turun kembali ke permukaan karena sudah tidak ada lagi yang bisa diaChapter 288 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
"Teknik itu terdengar konyol bagiku," ucap wanita itu.
Setelah itu, wanita itu terus melihat ke arahChapter 289 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
Beberapa bagian tubuh wanita itu mulai dari kepala, ekor, tanduk, kaki dan badan langsung terpotongChapter 290 : Hal Yang Luar Biasa
"Divine Ice Elemental Spirit' ? Apa anda serius berpikir seperti itu, nona Arlet ?," tanya Ratu KayaChapter 291 : Ujian Keempat Tahun Keempat
Keesokan harinya.
Hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan ujian keempat yang dilaksanakan di kediamChapter 292 : Rapat Yang Cukup Intens
Minggu pertama di bulan Mei 1221, dua minggu sebelum turnamen akademi dilaksanakan.
-
Di ruangan ElevrChapter 293 : Menyambut Tamu Yang Datang
Pukul 8 pagi, di akademi.
Orang-orang yang berada di luar akademi mulai berdatangan ke akademi untukChapter 294 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
Setelah mengantarkan Duke Louis dan Duchess Arlet, aku dan Irene pun langsung kembali ke halaman depChapter 295 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
"Apa katamu ? Segerombolan iblis dalam jumlah yang banyak sedang menyerang wilayah San Lucia ?," tanChapter 296 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
Sementara itu, di suatu kota yang berada di wilayah San Angela.
Terlihat komandan Asier dan beberapaChapter 297 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
Di kota San Lucia.
Terlihat kota itu sedang diserang oleh orang-orang dan para iblis dalam jumlah banChapter 298 : Nona Karina dan Nona Violetta
"Apa katamu ?!," nona Violetta yang terkejut.
"Segerombolan iblis telah menerobos masuk melewati dindChapter 299 : Dark Magic dan Fire Magic
Di depan gedung lobi akademi.
Aku saat ini sedang bertarung dengan Raja Albert yang sudah berubah menChapter 300 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
Nona Karina dan nona Violetta mulai bersiap untuk menyerang para iblis yang mulai berdatangan ke araChapter 301 : Getaran Besar di Akademi
Di depan gedung lobi akademi.
Aku saat ini masih bertarung dengan Raja Albert yang sudah berubah menjChapter 302 : Hutan Labirin
Tanah yang bergetar dan mulai munculnya pohon-pohon dari dalam tanah membuat terkejut orang-orang yaChapter 303 : Hutan Labirin part 2
Di area pertokoan, tempat Irene berada.
Terlihat di sekitar tempat Irene berada ada beberapa bangunanChapter 304 : Serangan Gabungan
Di lantai 5 gedung tengah akademi.
Duke Louis dan Duke Remy terlihat saling beradu pedang dan serangaChapter 305 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall dan Florian
Kepala Duchess Claret yang sudah terpisah dari tubuhnya pun melayang ke udara sampai akhirnya kepalaChapter 306 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall dan Florian part 2
Lengan kanan Raja Albert pun melayang setelah terpisah dari tubuhnya. Raja Albert melihat ke lenganChapter 307 : Kekecewaan Chloe
Beberapa menit sebelumnya.
Charles dan Chloe terlihat sedang berlari menyusuri jalan yang sedang mereChapter 308 : Dark Abyss Wooden Armor
Di lantai 5 gedung tengah akademi.
Duke Louis dan Duchess Arlet masih berusaha untuk menyerang Duke RChapter 309 : Ice Coffin
Darah segar mulai mengucur keluar dari luka tusukan di antara dada dan perut Duchess Arlet. Selain iChapter 310 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
Ratu Kayana melayang turun melewati langit-langit yang hancur. Beberapa prajurit dan murid yang beraChapter 311 : Ratu Kayana vs Duke Remy
Di lantai 1 gedung tengah akademi yang merupakan kantin akademi.
Ratu Kayana terus mengarahkan tongkaChapter 312 : Sandiwara Duke Remy
Ratu Kayana terus mengarahkan pedang-pedang kayu yang melayang mengelilinginya ke arah Duke Remy yanChapter 313 : Dark Wood Spear
Sementara itu, di tempat komandan Oliver, Duke Louis dan Duchess Arlet berada.
Komandan Oliver dan yaChapter 314 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
Tombak yang menusuk Ratu Kayana kini terus melesat hingga menghantam dinding yang berada di jalur lChapter 315 : Komandan Oliver vs Duke Remy
Pertarungan antara Duke Remy dan komandan Oliver pun berlangsung. Komandan Oliver terus melesat dengChapter 316 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
Di lantai 2 gedung tengah akademi yang merupakan lantai tempat perawatan.
Terlihat beberapa dinding dChapter 317 : Dark Wood Sword
Pertarungan antara Duke Remy dan komandan Oliver masih berlangsung.
Duke Remy yang sebelumnya terkenaChapter 318 : Ratu Kerajaan San Fulgen
Tangan kanan Duke Remy yang memanjang telah menusuk dada bagian tengah komandan Oliver hingga menembChapter 319 : Wrath of Gravity
Seluruh wilayah Akademi kini sedang berguncang karena sihir yang digunakan oleh Ratu Kayana. Semua oChapter 320 : Ibu dan Anak
Aku, Charles dan Chloe saat ini sedang menghadapi Duchess Arnett, komandan Dayne dan senior Vyn yangChapter 321 : Ibu dan Anak part 2
"Ibunda ? Tunggu sebentar, nona Violetta, apa anda baru saja memanggil nona Duchess Arnett dengan paChapter 322 : Tanggung Jawab Violetta
"Putri Amelia ?!," ucap Irene yang sedikit terkejut.
Kemudian Irene melihat dan memperhatikan wajah dChapter 323 : Ice Star : Polaris
~Flashback Irene~
Sekitar kurang lebih 2 tahun yang lalu, di asrama Akademi.
Terlihat Irene sedang berChapter 324 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
Ledakan berwarna putih yang meledak dari gambar bintang yang dibuat oleh Irene pun mulai menyelimutiChapter 325 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
Aku masih terus melihat ke arah senior Vyn yang sedang duduk bersandar dengan kondisi dada yang berlChapter 326 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
Nona Violetta dan Duchess Arnett kembali saling menyerang dalam jarak dekat. Nona Violetta menggunakChapter 327 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
"Ini adalah akhir untukmu," ucap Duchess Arnett dengan suara yang datar.
Nona Violetta yang saat iniChapter 328 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
Saat Duchess Arnett menjatuhkan tubuhnya ke permukaan tanah yang sudah dipenuhi oleh bunga-bunga LilChapter 329 : Dilema Rid
Aku saat ini masih bertarung dengan komandan Dayne dan senior Vyn.
~Mana Strike~
Aku menendang seniorChapter 330 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
Setelah menemukan metode untuk mengubah tampilan ~Light Magic~ agar tidak mencolok, aku kemudian menChapter 331 : Permintaan Nona Violetta
Setelah senior Vyn tertusuk oleh pedangku di dada kirinya dan terhempas hingga menghantam dinding poChapter 332 : Charles dan Chloe vs Duke Remy
Di lantai 1 gedung tengah akademi.
Saat ini, Charles dan Chloe sedang bertarung dengan Duke Remy.
"TuaChapter 333 : Aqua Judgement
Kembali ke lantai 1 gedung tengah akademi.
"CHLOEEE!!," teriak Charles yang terkejut ketika melihat CChapter 334 : Serangan Yang Mirip
Kembali ke lantai 1 gedung tengah akademi.
Puing-puing lantai yang hancur akibat terkena serangan ChaChapter 335 : Blessing of Full Healing
"Senior Rid ?!?!," ucap Elaina yang terkejut.
"Iya, ini aku. Aku datang kesini untuk menyelamatkan kaChapter 336 : Masih Belum Berakhir
Duke Remy yang terkena serangan dari kedua orang yang ada di hadapannya pun terhempas hingga menghanChapter 337 : Menepati Janji
Seluruh tubuh Duke Remy saat ini telah diselimuti oleh batang-batang pohon berwarna hitam yang muncuChapter 338 : Kemarahan dan Tekanan Aura
Tekanan udara yang tiba-tiba berubah menjadi berat tidak hanya dirasakan di tempat Irene, Duke LouisChapter 339 : Tugas Kepala Akademi
Di tempat Irene, Duke Louis dan Duchess Arlet berada.
Beberapa orang yang ada di tempat itu terlihatChapter 340 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
Kembali ke lantai 1 gedung tengah akademi.
Nona Karina dan nona Violetta berusaha untuk mendekati DukChapter 341 : Dalang Penyerangan Akademi dan Desa Aston
*DUMMMMM
Suara benturan pun terdengar keras akibat Duke Remy yang baru saja menghantam dinding. DebuChapter 342 : Kemarahan Duke Remy
Setelah beberapa saat pedang kami saling beradu, aku dan Duke Remy pun langsung mundur beberapa langChapter 343 : Permintaan Rid
"Jangan biarkan tuan Duke Remy menyuntikkan alat suntik itu lagi!!!," ucap nona Karina yang terlihatChapter 344 : Permintaan Rid part 2
"Tolong bawa semua orang yang ada di gedung ini untuk pergi meninggalkan gedung ini, karena aku ingiChapter 345 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
Setelah membekukan seluruh lantai itu beserta batang-batang pohon yang muncul dan menyerang semua orChapter 346 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
"Sepertinya 20% saja sudah cukup untuk melawan anda," ucapku.
Duke Remy terlihat bingung dengan apa yChapter 347 : Kekhawatiran Rid
Beberapa menit kemudian, di luar gedung tengah akademi.
Terlihat nona Karina, nona Violetta, Ratu KayChapter 348 : Pedang Peninggalan Orang Tua
Setelah mengambil pedang berwarna putih dari ~Storage~, aku kemudian memegang pedang itu dengan keduChapter 349 : Senjata Sihir
Darah pun mulai mengalir keluar dari luka tebasan yang ada pada tubuh Duke Remy mulai dari perut kirChapter 350 : Light of Aurora
~Light Magic : Light of Aurora~
Setelah aku mengarahkan tangan kiriku atas, tiba-tiba di atasku muncuChapter 351 : Rid vs Duke Remy
Aku masih memegang pedangku yang masih menusuk dada Duke Remy. Tidak lama kemudian, aku pun langsungChapter 352 : Rid vs Duke Remy part 2
Duke Remy terkejut ketika melihat lengan kanannya yang terpotong sedang terlempar ke udara.
"A-apa ?!Chapter 353 : Sihir Pamungkas Duke Remy
"M-mata itu, kau.......siapa kau sebenarnya ?!?!?!," ucap Duke Remy.
Aku pun terdiam setelah mendengaChapter 354 : Permintaan Maaf Duke Remy
"N-nona Leirion ?!," ucap Duke Remy.
Duke Remy terlihat terkejut ketika melihat ke arah nona Leirion.Chapter 355 : Rid dan Nona Leirion
Setelah menusuk bagian tengah dadaku dengan menggunakan tangan kanannya, nona Leirion lalu mencabutChapter 356 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
Setelah mendengar perkataan nona Leirion, aku pun langsung terkejut.
"Great Holy War' yang terjadi leChapter 357 : Saran Nona Leirion
Sebelum objek bercahaya itu melesat menuju ibukota San Estella, objek bercahaya itu sempat menarik pChapter 358 : Efek Samping
Beberapa saat sebelumnya, di atap gedung tengah akademi, tempat Rid berada.
Tepat setelah nona LeirioChapter 359 : Impian Yang Konyol
Beberapa menit kemudian.
Aku merasa tubuhku sudah tidak terasa lelah lagi setelah aku duduk bersandarChapter 360 : Rid dan Komandan Oliver
Kembali ke lantai 1 akademi, tempat Rid, nona Karina, nona Violetta dan Ratu Kayana berada.
Aku baruChapter 361 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
Komandan Oliver terlihat sangat terkejut begitu melihat lengan kanannya yang sebelum terpotong kiniChapter 362 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
Beberapa saat kemudian, di depan gedung tengah akademi.
Terlihat nona Karina baru saja keluar dari daChapter 363 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
Sementara itu, disaat yang sama, di kota San Angela.
Terlihat ada sebuah tumpukan mayat dari orang-orChapter 364 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
Disaat komandan Allister sedang duduk di salah satu bangunan itu, tiba-tiba datang beberapa prajuritChapter 365 : Menunjuk Pemimpin Sementara
Kembali ke akademi.
Setelah selesai menyembuhkan semua orang yang terluka di depan gedung tengah akadChapter 366 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
"Apa ?! Saya ?!," ucap nona Violetta yang terkejut setelah mendengar perkataan Ratu Kayana.
"Iya," ucChapter 367 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
Setelah menunjuk nona Violetta sebagai pemimpin sementara wilayah San Quentine, Ratu Kayana pun langChapter 368 : Meninggalkan Akademi
Kembali ke akademi.
Beberapa menit telah berlalu setelah nona Karina memberitahu kepada para murid kaChapter 369 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
Kereta kuda yang kami tumpangi terus bergerak melewati jalanan ibukota San Estella. Ketika kereta kuChapter 370 : Priest Gereja Sancta Lux
Setelah diberi penjelasan oleh Duchess Arlet tentang sihir penyembuhanku, senior Gretta dan senior NChapter 371 : 2 Sisi Yang Berbeda
"Tetapi jika mereka berlaku kebalikannya, maka laki-laki itu pastinya akan dilenyapkan oleh mereka,"Chapter 372 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
Aku, Irene, senior Nadine dan senior Gretta pun langsung terkejut begitu mendengar perkataan DuchessChapter 373 : Kekhawatiran Senior Gretta
Sementara itu, setelah kami pergi dari lorong tempatku sebelumnya menyembuhkan senior Nadine dan senChapter 374 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
Meskipun insiden penyerangan besar-besaran terjadi di seluruh wilayah kerajaan ini kemarin, DigantaChapter 375 : Menyembunyikan Keberadaan
Pukul 8 pagi, di kediaman Duke San Lucia.
Sama seperti orang-orang yang ada di seluruh wilayah kerajaChapter 376 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
Di kediaman Duke San Lucia, 1 jam setelah Rid berlatih tanding dengan komandan Mina.
Aku saat ini sedChapter 377 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
Setelah berbicara dengan Duke Louis dan Duchess Arlet, aku pun langsung pergi kembali ke kamarku untChapter 378 : Informasi Yang Salah
Setelah diberitahu oleh salah satu prajuritnya kalau High Priest Julian dan beberapa Priest yang berChapter 379 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
Sore menjelang malam hari, di tempat yang berada di sebelah utara kota San Lucia.
Saat ini, aku sedanChapter 380 : Kristal Komunikasi Pemberian
Setelah beberapa menit terdiam sambil memikirkan pilihan yang tepat, aku pun memutuskan untuk melewaChapter 381 : Wanita Yang Bersenandung
Beberapa saat kemudian, aku pun tiba di depan pintu kamar Irene. Setelah tiba di depan pintu kamar IChapter 382 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
Beberapa saat kemudian, ketika nona Laviena sedang melihat ke arah jasad 5 orang laki-laki yang mengChapter 383 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
Setelah nona Laviena mengatakan sesuatu dengan membawa nama Malaikat Archiela, Remia yang kebetulanChapter 384 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
"Aku dikalahkan dengan telak oleh monster itu tanpa bisa melukai monster itu sedikitpun," ucap nonaChapter 385 : Pengejaran Orang Mencurigakan
Keesokan harinya, pukul 7 pagi, di gerbang depan kediaman Duke Louis.
Aku dan Irene saat ini sedang bChapter 386 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
Sementara itu, setelah beberapa saat berlari di dalam hutan perbatasan, aku pun kini sudah keluar daChapter 387 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
Beberapa menit kemudian.
Nona Laviena, Willa, Remia dan Alexis yang sebelumnya disambut oleh High PriChapter 388 : Halaman White Palace
Sementara itu, di istana kediaman Ratu Kayana, White Palace.
Terlihat beberapa kereta kuda mulai berdChapter 389 : Peti Mati Para Bangsawan
Beberapa menit kemudian, di dalam istana kediaman Ratu Kayana, White Palace.
Di dalam istana itu, adaChapter 390 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
High Priest Julian terlihat masih tergeletak di jalan yang berada di depan gerbang depan kediaman DuChapter 391 : Rid dan Elsie
"Ternyata orang yang kami kejar itu.....memang adalah kamu.......Rid Archie," ucap Elsie.
Elsie mengaChapter 392 : Masa Lalu Elsie
"Aku selama ini tidak tulus mengabdi menjadi Priest gereja Sancta Lux karena aku dipaksa untuk menjaChapter 393 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
"Terlebih lagi, aku tidak bisa melarikan diri dari pekerjaan ini. Aku mungkin harus menjalani pekerjChapter 394 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
"Aku bisa membantu untuk melepaskan gelang yang melingkar di kedua lenganmu itu," ucapku.
Elsie terliChapter 395 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
"Apa yang terjadi ?! Lenganku.....," ucap Elsie.
Setelah lengan kanan Elsie terpotong oleh pedangku,Chapter 396 : Rasa Hormat Elsie
Beberapa menit kemudian, di tempat Rid dan Elsie berada.
Aku kini sedang melihat 2 buah gelang yang sChapter 397 : High Priest Julian
"Apa ?!," ucapku yang terkejut.
Tidak hanya aku saja yang terkejut, Elsie pun juga terlihat terkejutChapter 398 : Golem Raksasa
"Aku sendiri lah yang akan memberikan hukuman kepada kalian," ucap High Priest Julian.
Setelah mengatChapter 399 : Irene vs High Priest Julian
Kembali ke bagian depan kediaman Duke Louis.
Para prajurit Duke San Lucia kini sudah berkumpul di gerChapter 400 : Rahasia Yang Diberitahukan
Sementara itu, disaat yang sama, di suatu ruangan yang berada di White Palace.
Ratu Kayana, nona KariChapter 401 : Memanggil Bantuan
Kembali ke sekitar gerbang depan kediaman Duke Louis, tempat Irene berada.
High Priest Julian yang baChapter 402 : Suara Teriakan
Beberapa saat sebelumnya, di depan gerbang kediaman Duke Louis.
Debu asap yang berada di sekitar tempChapter 403 : Rid dan High Priest Julian
Sementara itu, di tempat Leandra, Lily dan Nadine berada.
Mereka bertiga yang awalnya sedang berlariChapter 404 : Mari Lakukan Bersama
Setelah aku menebas leher High Priest Julian, kepala High Priest Julian pun langsung melayang dan keChapter 405 : Prajurit Yang Menyalahkan
Setelah itu, aku, Irene, Leandra, Lily dan senior Nadine kembali berbincang di tempat itu. Seiring kChapter 406 : Tamu Tak Diundang
Kembali ke tempat Rid, Irene dan yang lainnya berada.
Setelah mendengar perkataan senior Nadine sebelChapter 407 : Kalung Liontin
"Alasan saya datang ke kerajaan ini adalah karena saya harus menyelesaikan tugas yang diberikan olehChapter 408 : Ambisi High Priest Theodor
"High Priest Theodor.......," ucap Ratu Kayana.
High Priest Theodor terus berjalan sampai akhirnya diChapter 409 : Sebuah Pion
Sekitar 20 menit kemudian, di ruangan tempat Ratu Kayana dan yang lainnya berada.
Terlihat nona LavieChapter 410 : Ketertarikan Nona Laviena
"Jadi sekarang, serahkan Rid Archie kepada kami, Yang Mulia Ratu," ucap High Priest Theodor sambil tChapter 411 : Masalah Perekrutan Rid
"Saya akan merekrut dia untuk menjadi salah satu Holy Knights," ucap nona Laviena sambil menatap RatChapter 412 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
Ratu Kayana dan yang lainnya pun terkejut setelah melihat nona Laviena tiba-tiba menciptakan tali yaChapter 413 : Suara Yang Terasa Familiar
Sementara itu, beberapa saat sebelumnya, di halaman depan kediaman Duke Louis.
Aku baru saja selesaiChapter 414 : Sebuah Pilihan
"A-apa katamu?!?!," ucap High Priest Theodor.
High Priest Theodor terlihat sangat terkejut setelah meChapter 415 : Ancaman High Priest Theodor
Beberapa saat yang lalu, di ruangan tempat Ratu Kayana dan yang lainnya berada.
"Bagaimana jika sayaChapter 416 : Gertakan Palsu
Kembali ke salah satu ruangan di White Palace, tempat Ratu Kayana dan yang lainnya berada.
High PriesChapter 417 : Masalah Benua Utara
"Sudah cukup, Laviena," ucap suara wanita itu.
Nona Laviena yang mendengar suara itu pun langsung terChapter 418 : Pesan Holy Maiden
"Orang sepertimu tidak berhak untuk mengatur dan memerintah nona Maiden," ucap nona Laviena.
Tubuh HiChapter 419 : Peralatan Dwarf
Setelah suara nona Maiden menghilang, suasana di ruangan itu pun menjadi hening. Tetapi keheningan yChapter 420 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
Aku pun terkejut setelah mendengar perkataan Irene. Meski aku terkejut, tetapi aku tidak menanyakanChapter 421 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
Masih di sebuah lorong yang ada di White Palace.
Orang-orang yang sebelumnya tertidur karena kekuatanChapter 422 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
Sore hari menjelang malam, di gerbang depan kediaman Duke Louis.
Orang-orang yang penasaran tentang pChapter 423 : Pesan Dari Kepala Akademi
Malam harinya, di dalam kediaman Duke Louis.
Aku saat ini sedang berada di ruangan kerja Duke Louis yChapter 424 : Perbatasan Laut
Sementara itu di salah satu ruangan yang ada di kediaman Duke Louis.
Pembicaraan yang terjadi antaraChapter 425 : Impian Yang Mustahil
Kembali ke salah satu ruangan yang ada di kediaman Duke Louis.
Duke Louis dan Duchess Arlet terlihatChapter 426 : Identitas Sebenarnya
Setelah Nexus menembak nona Leirion sehingga membuat pipi kanannya terluka, nona Leirion terus menatChapter 427 : Kebimbangan Duchess Arlet
Kembali ke salah satu ruangan yang ada di kediaman Duke San Lucia, tempat Duke Louis dan Duchess ArlChapter 428 : Leirion vs Nexus
'Demon Sovereign Commanders'?!," ucap Nexus yang terkejut setelah mendengar perkataan nona Leirion.
SChapter 429 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
Nexus pun terkejut ketika melihat seluruh lengan tangannya telah mengering dan hanya tersisa tulangChapter 430 : Iblis Yang Ditakuti
Beberapa menit kemudian, di tempat yang berada cukup jauh dari hutan tempat Nexus dan nona Leirion bChapter 431 : Pencarian Informasi Ras Siren
Sementara itu, di suatu pinggir pantai.
Pantai itu terlihat berbeda dengan pantai tempat nona LeirioChapter 432 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
Keesokan paginya, di kota San Lucia.
Saat ini, aku sedang bersama dengan Irene di dalam sebuah keretaChapter 433 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
Setelah mendengar perkataan nona Karina, kami semua pun langsung pergi ke ruangan Elevrad yang beradChapter 434 : Kedatangan Yang Sia-Sia
Di kediaman Duke San Lucia.
Ketika kami semua baru sampai di kediaman Duke Louis, Duke Louis dan DuchChapter 435 : Laviena vs Undine
Tebasan air berukuran besar yang menghancurkan tubuh Undine itu terus melesat melintasi sungai yangChapter 436 : Laviena vs Undine part 2
Nona Laviena yang dadanya masih ditusuk oleh Undine kembali melihat ke arah para Holy Knights dan waChapter 437 : Laviena vs Undine part 3
Remia terlihat sangat terkejut ketika melihat makhluk-makhluk air itu sudah mengepung mereka dari seChapter 438 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
"Nona Terra?! Kenapa kamu bisa ada disini?," tanya Laviena yang masih terkejut ketika melihat ke araChapter 439 : Tujuan Organisasi
Sementara itu, pada tengah malam di Holy Kingdom, tepatnya di gereja Angelica Castitat.
Di suatu ruanChapter 440 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
Noir dan Laviena pun langsung terkejut setelah mendengar perkataan Holy Maiden.
"Orang-orang yang selChapter 441 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
Bersamaan dengan Akademi yang baru dibuka kembali, beberapa murid yang belum datang kemarin pun kiniChapter 442 : Hari Terakhir di Akademi
Pagi harinya, di asrama akademi.
Aku saat ini sedang bersiap untuk memakai seragam akademiku. BeberapChapter 443 : Papan Pengingat Sebuah Desa
Keesokan paginya, di tempat yang dulunya dikenal sebagai desa Aston.
Setelah desa Aston hancur akibatChapter 444 : Putri Ras Malaikat
"Putri Archiela!," ucap Miraela.
Setelah Miraela menurunkan surat kabar itu, wajah dari orang itu punChapter 445 : Putri Keluarga San Estella
Beberapa hari kemudian, pada siang harinya, di halaman White Palace yang merupakan istana kediaman RChapter 446 : Keyakinan Ratu Kayana
"Impianku adalah menyatukan dunia ini dan membuat seluruh dunia ini menjadi damai, Yang Mulia Ratu,"Chapter 447 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
Beberapa menit kemudian, di sebuah lorong yang ada White Palace.
Karena pembicaraan yang kami lakukanChapter 448 : Syarat Dari Duchess Arlet
Malam harinya, di kediaman Duke Louis.
Aku saat ini sedang berada di ruangan Duke Louis bersama dengaChapter 449 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
Beberapa hari kemudian, di tempat latihan yang berada di kediaman Duke Louis.
Irene tiba-tiba terhempChapter 450 : Hari Peringatan 1 Tahun
Di tempat latihan yang berada di kediaman Duke San Lucia.
Para prajurit dan pelayan yang berada di piChapter 451 : Hari Peringatan 1 Tahun part 2
Sementara itu, di sebuah tempat yang dekat dengan pegunungan Orokho.
Tempat itu terlihat berbeda dengChapter 452 : Orang-Orang Yang Percaya
Sementara itu, disaat yang sama, di sebuah hutan bambu yang sangat luas.
Terlihat ada banyak sekali oChapter 453 : Orang-Orang Yang Berharap
Sementara itu, di sebuah kota yang berukuran sangat besar.
Di kota itu terlihat ada banyak sekali DemChapter 454 : Orang-Orang Yang Berharap part 2
Sementara itu, di sebuah gua yang berada di pegunungan Orokho.
Terlihat seorang wanita yang memilikiChapter 455 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
Di tempat latihan kediaman Duke Louis.
Terlihat Irene sedang berdiri di pinggir tempat latihan itu saChapter 456 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
Setelah aku menebas leher 2 naga es itu hingga kepala mereka terpisah dari leher mereka, kepala mereChapter 457 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
"Aku minta tolong kepadamu untuk ikut dalam ekspedisi di pegunungan Orokho kali ini," ucap Duke LouiChapter 458 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
Setelah mendengar perkataan Duchess Arlet, Irene terlihat sangat terkejut.
"Divine Ice Elemental SpirChapter 459 : Ajakan Undine
"Untuk apa kamu datang kemari, Undine?," tanya wanita naga itu.
Sementara itu, Undine terlihat tidakChapter 460 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
Pagi hari menjelang siang, di halaman depan kediaman Duke Louis.
Terlihat banyak prajurit yang terdirChapter 461 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
Kembali ke halaman depan kediaman Duke San Lucia.
Orang-orang yang berkumpul itu atau lebih tepatnyaChapter 462 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
"Aku akan melawan kalian berdua sekaligus," ucapku.
Komandan Asier dan komandan Ivana yang sedang berChapter 463 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
Pagi harinya, di halaman depan kediaman Duke San Lucia.
Terlihat sudah ada banyak orang yang berkumpuChapter 464 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
Sekitar 30 menit kemudian, semua orang yang akan ikut dalam ekspedisi di pegunungan Orokho pun telahChapter 465 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
Kembali ke tempat Rid dan pasukan ekspedisi berada.
Setelah melihat pegunungan Orokho yang tepat beraChapter 466 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
Setelah mengalahkan beberapa naga es itu, Duchess Arlet kembali bergerak untuk melawan beberapa nagaChapter 467 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
Kembali ke tempat pasukan ekspedisi berada.
Setelah mengalahkan para naga es itu, Duchess Arlet terliChapter 468 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
Melihat komandan Asier dan komandan Ivana yang sedang terluka parah benar-benar membuat beberapa oraChapter 469 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
*BOOMMMMM
Ledakan yang sangat besar pun tercipta setelah tebasan api itu menghantam salah satu sisi gChapter 470 : Divine Ice Elemental Spirits, Skadi
Semua orang yang ada di tempat itu pun langsung terkejut setelah Skadi memperkenalkan dirinya.
"DivinChapter 471 : Tugas dari Duchess Arlet
Semua orang yang ada di tempat itu terlihat sangat terkejut begitu melihat Rid yang telah terjebak dChapter 472 : 4 Orang Terkuat Keluarga San Lucia
Sementara itu, di sekitar bongkahan es yang mengurung Rid.
Terlihat Nadine sedang menembaki bongkahanChapter 473 : Luna Glacies
*BOOM
Suara benturan yang sangat keras pun langsung terdengar setelah pedang es itu menusuk kepala naChapter 474 : Pengorbanan Orang Tua
Melihat putranya sendiri tumbang dengan luka robek yang sangat parah membuat Duchess Arlet berteriakChapter 475 : Pengorbanan Orang Tua part 2
Setelah itu, komandan Ivana pun langsung tumbang ke depan dengan pedang es yang masih menusuk dan meChapter 476 : Orang Yang Membawa Perubahan
Begitu aku berhasil keluar dari bongkahan es yang telah mengurungku, aku langsung melesat dengan cep


















mantep isi bacaanya,enak di baca dan next lnjut judul sesuai urutan itu saja
14/03
0plotnya bagus
23/12
0akhirnya rilis juga ch terbaru
19/11
0top banget pokoknya nih novel dari segi plotnya dan jalan ceritanya, bahkan author nya tidak ragu ragu untuk menghilangkan sebagian karakter demi pengembangan ceritanya.
29/10
0bang kapan up nya, udah gak sabar mau baca arc pegunungan orokho, jangan lama lama bang untuk up arc pegunungan orokho
26/03/2025
0Bg kpn up nya bg lama bgt
18/03/2025
1lanjutkan bang, gw selalu dukung karya mu sangat bagus bg tetap semangat ya bg😁😁😊👍
10/01/2025
0good
27/12/2024
0bagus
03/11/2024
0sip
30/10/2024
0