“Kamu mengusir kami, Man?” tanya Pakde dengan amarah.
“Maaf Pakde, bukannya tidak sopan, kalian
readmore Rahasi
“Aku ... aku nggak mau lah kalau Suratmin menjadi satpam di rumah, nanti kalau ada temanku yang liha
readmore Undangan
“Nggak ... nggak ada Sayang, kamu salah dengar kali, memang aku sebut apa tadi?” tanyanya pura-pura
readmore Nggak Usah Datang
“Astagfirullahaladzim, kamu kalau ngomong nggak ada remnya itu mulut, ya enggak lah, aku ini masih w
readmore Mencari Bukti
“Akhirnya si Bambang telepon juga, lama sekali cari informasinya,” gerutu Suratman kesal saat meliha
readmore Hutang Di Warung
Suratman segera naik ke mobil kesayangannya dan masih memikirkan masalah Pakdhe Karso. “Jo?” panggil
readmore Kebohongan
“Memang kenapa Bule, mereka ada buat ulah lagi?” tanya Suratman bingung. “Ah, Pakdemu itu memang keba
readmore 58. Salah Nama Anak
Ada rasa kebahagiaan menghinggapi hati Suratmin, tanpa terasa bulir-bulir air mata pun jatuh membasa
readmore 59. Salah Suratman
Seketika suasana di rumah sakit menjadi ramai gara-gara Suratman memancing emosi semua orang di ruma
readmore 60. Minta Maaf
“Aduh bagaimana ini nggak jadi dapat dua ratus juta deh,” sahutnya pelan. “Sudah Bos, teleponnya?” ta
readmore 61. Curhatan Hati
“Bagaimana Pak Aryan menurut Anda, biar Bapak saja yang memutuskan?” tanya Pak Bandi tersenyum. Pak A
readmore 62. Acara Aqiqahan
Suratmin dan Susi hanya bisa melihatnya bingung dan tersenyum kecil. “Lihat itu Mas, kelakuan saudara
readmore 63. Nasihat
“Apa, minta dibungkus juga?” tanya Susi saat mendengar permintaan Bude Asri dengan wajah kesal. “Dasa
readmore 64. SKSD
“Apakah menurutmu, aku harus melakukannya?” tanyanya bimbang. “Iya, Mas, biar bagaimana pun juga dia
readmore 65. Ejekan Surti
“Dia belum tahu siapa aku sebenarnya!” Susi tersenyum kecil saat mereka melontarkan begitu banyak pe
readmore 66. Rencana Licik Surti
“Aku harus kasih tahu Bapak sama Ibu ini, lumayan kan semalam dapat satu juta, Hehehe ... pikir Mbak
readmore 67. Salam Tempel
“Hayo ngaku, iya kan Bu Asri?” tanya Bulek Mimin menatap tajam ke arahnya. “Oh iya aku lupa, tadi sud
readmore 68. Permintaan Siska
“Untung saja ya Bulek, mereka nggak tahu kalau kita dapat uang segini, alhamdulillah banget loh, keb
readmore 69. Kedatangan Tamu Benalu
“Hari ini kamu posyandu ya, jangan sampai nggak jadi bisa lihat berapa beratnya, aku nggak mau kalah
readmore 70. Kebohongan
“Nah sudah bersih anak Papah, cantik dan imut,” ucapnya semringah. “Duh segitunya, tinggal di lap saj
readmore 71. Sikap Acuh Siska
“Apa Budhe?” “Budhe mau bilang kalau sebenarnya setiap bulan uang yang selalu Siska keluarkan sebanya
readmore 72. Angkuh dan Sombong
Anak Suratmin tumbuh dengan baik dan sehat, hari-hari mereka lalui dengan bahagia dengan keterbatasa
readmore 73. Perdebatan
“Oh maaf Pak tidak ada, lagian saya tidak terlalu banyak keluarga dan begitu juga dengan keluarga is
readmore 74. Ayu Preman Kecil
“Ayuk dong Non, jangan lesu begitu senyum dong, semua masalah itu ada solusinya seperti kalau kita s
readmore 75. Om Suratmin
Pria itu lalu melerai pelukan dari keponakannya sendiri dan kembali menatap wajah imut Ayu lebih dal
readmore 76. Kebohongan
“Bagaimana pendapat kalian?” “Sudah saya bilang pasti ada sesuatu yang salah, saya tahu kalau Ayu tid
readmore 77. Pertemuan Hanin Dan Ayu
Terus kenapa Om nggak pernah ke rumah Ayu?” “Jangan bilang kalau Om dilarang untuk bertemu Ayu, iya
readmore 78. Aku Iri
Ayu dibuatnya terkejut karena saat menginjakkan rumah Hanin masuk begitu rapi, walaupun sederhana da
readmore 79. Geram
“Bukan itu maksudnya, aku hari ini ada les piano jam dua siang dan ini sudah hampir jam dua, bahkan
readmore 80. Jeritan Hati Ayu
Seperti yang kamu dengar kalau putrimu Ayu tidaklah nakal tetapi teman-teman sekelasnya yang membuly
readmore 81. Cita-Cita Hanin
“Aku tidak tahu apa yang membuatmu masih membenciku, tetapi semoga seiring waktu kamu bisa mengenalk
readmore 82. Ayu Masuk Rumah Sakit
“Ayu!” Ayu ... bangun, kamu kenapa?” “Ayu, jangan begini aku jadi takut nih!” “Mel, cepat panggil Bu
readmore 83. Kebencian Ayu
“Mbok, telepon siapa?” “Seperti biasa telepon saudara kembarnya Pak Ratman, Bu.” “Saya nggak peduli k
readmore 84. Kemarahan
“Kenapa aku dilahirkan dari rahim mamah yang tidak menyayangiku?” “Aku tidak bisa melihat Hanin bahag
readmore 85. Permintaan Maaf
“Apakah maksudnya Pak Ratman?’ desak Pak Dibyo dengan raut wajah kesal. “Maafkan saya Pak!” “Sial, ken
readmore 86. Penampilan Baru Susi
Gadis kecil itu tersenyum memperlihatkan barisan giginya yang putih, kulitnya pun tidak terlalu hita
readmore 87. Senyuman Penuh Arti
Wanita berparas ayu itu mencium sesuatu yang mencurigakan dalam diri Suratman, entah kenapa hatinya
readmore 88. Dia Harus Menjadi Mamaku
“Bukan!” jawabnya serentak dari mereka berdua. “Maksudnya?” “Oh ... nggak ada apa-apa, mari Bu, kami
readmore 89. Siska Selingkuh
“Aku juga tidak tahu kenapa ini bisa terjadi.” “Apakah karena Siska sekarang tidak pernah memperhatik
readmore 90. Pencarian Bukti
“Papah kok lama banget telepon sama Mbok Jum, ada apa, Pah?” tanya Ayu seketika di sela-sela makanny
readmore 91. Kebohongan Siska
“Mila!” panggil Pak Sugeng kepada salah satu resepsionisnya. Gadis lalu menghampiri Pak Sugeng dan la
readmore 92. Jalan-jalan
“Seharusnya aku yang langsung menceraikannya dan dia ... “ lagi-lagi Suratman memukul-mukul kembali
readmore 93. Cenat-Cenut
“Itu kenapa tanganmu luka seperti itu?” tanya Suratmin yang melihat juga tangannya di balut sapu tan
readmore 94. Permintaan Gila Ayu
“Oh iya maaf, Sus, tadi nggak sengaja ... “ “Sudah-sudah nggak apa-apa, lain kali perhatikan jalan, p
readmore 95. Gelisah Hanin
“Kamu ingin ibuku, tetapi dengan cara menikahinya dengan papahmu, dan bagaimana dengan bapakku, Yu?”
readmore 96. Kemarahan Ayu
“Ini nggak bisa dibiarkan Tante Susi harus menjadi mamahku, tetapi bagaimana caranya supaya Tante Su
readmore 97. Penjelasan Suratmin
“Ceritanya panjang Bu, intinya Ayu ingin aku menjadi mamahnya menggantikan mbak Siska, karena Mas Ra
readmore 98. Kedatangan Siska
“Kamu pikir aku setuju dengan menceraikan istriku dan kamu ambil dia?” “Ingatlah satu hal Man, aku ti
readmore 99. Hari Bahagia
Susi semakin merasa bersalah karena sudah membuat gadis kecil itu di tarik paksa ke mobil oleh papah
readmore 100. Cerdas Cermat
Hari-hari mereka lalui dengan keceriaan, tidak terpancar kesedihan bahkan setelah kejadian itu tidak
readmore 101. Ejekan Dari Sekolah Ayu
“Wah serius banget kamu, Hanin, takut nggak bisa ya?” “Makanya jangan makan terus tahu tempe, nggak a
readmore 102. Saling Bersaing
“Dasar Suratman nggak ada berubahnya itu orang, pasti anaknya apalagi, mereka berdua sangat keras ke
readmore 103. Lima Belas Tahun Kemudian
“Untuk kelompok A harap tenang, biarkan kelompok lain menyelesaikannya masih ada waktu dua menit lag
readmore 104. Mimpi Ketemu Jodoh
“Assalamu’alaikum!” “Wa’alaikumsalam!” “Mas, kok melamun?” “Apa ka-kamu siapa?” “Maaf, Mas ini saya mau
readmore 105. Ketemu Jodoh Beneran
“Dan di Suratman mau mengambil istri saudara kembarnya? Keterlaluan sekali Suratman itu sebenarnya,
readmore 106. Pandangan Pertama Rayhan
“Silakan duduk dulu, Nduk,” ucap Bu Winda dengan ramah. “Terima kasih, Bu, dan ini dompetnya,” sahutn
readmore 107. Pertemuan Keluarga Dibyo
“Silakan diminum, Nduk,” tegur Bu Winda tersenyum bahagia. “Iya Bu.” Sebenarnya Hanin ragu-ragu untuk
readmore 108. Bertemu Calon Mertua
“Oh bukan, maksudnya nggak ada apa-apa,” jawabnya ragu-ragu. “Dia tinggal di mana sekarang, dan apaka
readmore 109. Kedatangan Keluarga Sudibyo
Banyak sudah lamaran untuk anak mereka bertiga, karena mereka memandang dari segi kekayaan dan hidup
readmore 110. Teman Hanin
“Nggak Om, baru setahun belakangan ini, sikap Ayu sangat sulit ditemui, sepertinya dia sedikit mengh
readmore 111. Kecantikan Hanin
“Oh itu sahabatnya dari kecil Khaidir, kami sudah anggap seperti anak sendiri, mereka juga satu kuli
readmore 112. Perjodohan
Sementara itu para tua masih sibuk berbicara sehingga akhirnya Pak Dibyo mengutarakan niatnya untuk
readmore 113. Kecurigaan
“Sebentar, Abang telepon dia dulu, mudah-mudahan nomor ini aktif,,” ucapnya sambil mencari nomor Sat
readmore 114. Trik Baru Rayhan
Rayhan menatap dari jauh wajah Hanin yang tidak memakai masker, terlihat jelas senyuman yang menawan
readmore 115. Hidup Ayu
Mereka pun menikmati sarapan yang dibuat oleh Hanin. Rayyan sangat menyukai bubur ayam yang diracik
readmore 116. Derita Ayu
Mobil mewah itu meluncur dengan baik sampai masuk di kawasan perumahan elit. Gedung menjulang tinggi
readmore 117. Negosiasi
“Begini Man, saya ingin anakmu menjadi wanita simpanan saya,” jawabnya serius. Mendengar perkataan Al
readmore 118. Jebakan Untuk Rayhan
“Bagaimana kamu sudah siap?” “Tenang saja saya akan melakukannya dengan pelan-pelan, kamu akan menikm
readmore 119. Rayuan Maut Ayu
“Ya Allah dia saudara sepupuku, dia sangat cantik sama persis dengan di foto yang Rayhan tunjukan di
readmore 120. Senyumannya
“Ah sial!” “Kenapa aku tidak langsung mengatakan kalau dia adalah simpanan Pak Alvin, aku tidak mau b
readmore 121. Benci Tapi Sayang
“Oh ya kalian mau makan siang di sini?” tanya Hanin mengalihkan pembicaraan. “Nggak, mau main bola! Y
readmore 122. Periksa Ke Dokter
“Ah sial ... kenapa harus sekarang?” tanyanya dalam hati. “Ada apa, Sayang?” “Nggak apa-apa, Pa!” Ayu l
readmore 123. Pertemuan Saudara Kembar
Tepat pukul dua siang akhirnya Suratman sudah sampai di kantor Rayhan. Setelah memarkirkan mobilnya
readmore 124. Tolakan Rayhan
Memang tidak diragukan dulu saat mereka satu kampus. Ayu yang terlahir dengan wajah cantik dan tubuh
readmore
akun free fire
25/12/2024
0this is story so good and best
28/08/2024
0bagus
16/01/2024
0keren asik
16/06/2023
0sangat cocok
31/05/2023
0kerennn tp kurang part nya
21/02/2023
0bagus sihh
10/02/2023
0okkknn
10/02/2023
0cakep banget ceritanya
09/02/2023
0seru banget ceritanya bikin greget
09/02/2023
0