Disclaimer:Isi cerita novel ini hanya fiktif. Penulis tidak punya niat untuk menyudutkan ataupun menghina seseorang, suatu kaum, atau agama manapun. Jika ada kesamaan nama, tempat dan ataupun cerita, maka itu adalah ketidaksengajaan atau kebetulan saja.
*-*
Fajri memandang cucunya dengan mata yang masih basah.
"Tyo..."
"Iya, Eyang."
"Tolong carikan dia."
Tyo terdiam. Ia sudah mulai membayangkan segala kesulitan yang akan dilaluinya dengan permintaan kakek yang sangat disayangi sekaligus sangat dibanggakan nya itu.
“Bagaimanapun caranya." Fajri menggenggam tangan cucunya erat. “Kamu jurnalis. Kamu punya kamera. Punya banyak teman. Punya akses ke banyak orang. Gunakan semua kemampuanmu."
Suara Fajri mulai bergetar. “Aku ingin bertemu sahabatku. Hanya sekali. Sebelum Gusti Allah memanggilku."
terimakasih
1d
0terima kasih
1d
0alur cerita lumayan bikin penasaran.
4d
0