Kabuuan : 39Satu
"Saint, makasih ya berkat kamu aku jadi bisa memperbaiki nilaiku, tetapi kok kamu bisa tahu kalau Ba
readmore Dua
"Aku pulang!!!!", teriak Saint saat masuk ke dalam rumahnya yang sangat besar "Akhirnya putra mae pul
readmore Tiga
Selesai mandi dan ganti pakaian, Saint memutuskan untuk mengerjakan tugas kuliah dulu. Walaupun peru
readmore Empat
"Kamu?!", sahut Peak dengan nada dan wajah kaget melihat Saint di rumah mewah milik sahabat mamanya.
readmore Lima
"Aku juga cowok normal. Seperti aku bilang apa hanya karena aku suka dan pernah menyatakan cinta sam
readmore Enam
"Saint, aku mau lihat tugas kampus dong", sahut Creamy saat di kantin fakultas mereka berdua "Tumben
readmore Tujuh
"Saint, itu bukannya mobil yang tadi mengantar kamu ke kampus, kok ada di sini lagi. Tidak mungkin k
readmore Delapan
Akhirnya Saint memutuskan untuk menjauhi Peak di kampus. Saat secara tidak sengaja bertatap wajah de
readmore Sembilan
"Nong, kamu baik-baik saja khan?", tanya Billy setelah mereka berdua duduk di kursi salah satu kanti
readmore Sepuluh
"Peak", sahut Saint dengan nada dan wajah kaget kalau Peak sudah duduk di kursi makan bersama Nuk ma
readmore Sebelas
"Saint biar aku yang bayar semua", sahut Peak saat Peak dan Saint sudah berada di depan kasir "Tidak
readmore Dua Belas
"Peak, kata Namtan kemarin ketemu sama kamu di mall dan bersama tunangan kamu. Sejak kapan kamu suda
readmore Tiga Belas
"Kamu yakin dengan apa yang kamu katakan Peak?", tanya Saint "Yakin. Kamu mau khan?", sahut Peak "Aku.
readmore Empat Belas
Akhirnya hari dimana Peak melamar Saint terjadi juga. Bahkan phonya Peak yang lagi dinas di luar neg
readmore Lima Belas
Saint pun mengatakan sama Peak apa yang dia lihat di masa depan termasuk banyaknya cewek-cewek yang
readmore Enam Belas
"Wah, akhirnya jadi juga khanom channya Saint. Kamu tahu mae selalu gagal bikin ini tetapi berkat ka
readmore Tujuh Belas
"Kamu kok masih diam saja sayang. Jangan bilang kamu kepikiran apa yang dikatakan mae aku sayang", s
readmore Delapan Belas
"Saint, akhirnya kamu sampai juga di rumah bibi", sahut Yada sambil memeluk Saint keponakannya "Iya b
readmore Sembilan Belas
"Sayang!!!", teriak Peak sambil memeluk Saint dengan erat setelah bertemu lagi dengan Saint. Peak da
readmore Dua Puluh
"Saint, makanan yang kamu masak enak banget", sahut Yada dengan nada dan wajah memuji sambil menguny
readmore Dua Puluh Satu
"Beri Saint waktu ya Peak. Bibi yakin nanti lama-lama Saint akan percaya sama kamu, Peak", sahut Yad
readmore Dua Puluh Dua
"Aah, akhirnya sampai rumah juga. Rasanya badan ini capek banget", sahut Saint sambil menaruh tas be
readmore Dua Puluh Tiga
"Akhirnya bibi bisa juga buat salee suphan (kue bolu sifon khas suphanburi) ini Saint. Selama ini bi
readmore Dua Puluh Empat
"Saint, aku kangen sama kamu", sahut Creamy yang langsung memeluk Saint dengan erat saat ketemu Sain
readmore Dua Puluh Lima
"Memang awalnya aku dan Saint dijodohkan oleh orang tua kami berdua dan memang awalnya aku tidak men
readmore Dua Puluh Enam
Peak tidak tahu dimana ruang kuliahnya Saint. Setelah berpikir Peak memutuskan ke bagian administras
readmore Dua Puluh Tujuh
"Sayang, tadi Namtan menghampiri aku di halaman fakultasku saat aku mau ke perpustakaan", sahut Sain
readmore Dua Puluh Delapan
"Sayang, jadi beneran semua barang-barang branded yang tadi kita beli diberikan semua sama mae?", ta
readmore Dua Puluh Sembilan
"Pho, perhatikan kamu cemberut terus. Ada apa sama putri pho yang cantik ini", sahut Tack pho dari N
readmore Tiga Puluh
Saint masih kepikiran apa yang dia lihat di masa depan soal bayi yang dirinya dan Peak gendong. Bayi
readmore Tiga Puluh Satu
"Saint, aku sudah resign", ujar Creamy saat keluar dari pintu karyawan. Tidak berapa lama setelah at
readmore Tiga Puluh Dua
"Sayang, kamu yakin phi kamu mau ketemu aku hari ini?", tanya Peak saat berada di mobilnya Saint dan
readmore Tiga Puluh Tiga
"Nong, kamu bebas pesan apapun yang kamu mau. Nanti phi yang akan bayar semuanya", sahut Kao dengan
readmore Tiga Puluh Empat
"Apakah tuan Kao memanggil aku", sahut Creamy yang masuk ke dalam ruangan kerjanya Kao "Iya Creamy, s
readmore Tiga Puluh Lima
"Sayang, aku perhatikan daritadi kamu diam saja", sahut Saint saat sedang berada di kantin fakultasn
readmore Tiga Puluh Enam
"Peak, mae perhatikan dari pulang kuliah wajah kamu kelihatan murung. Apakah kamu ada masalah di kam
readmore Tiga Puluh Tujuh
Tidak terasa hari ini adalah hari pesta pertunangan Peak dan Saint yang diselenggarakan sederhana da
readmore Tiga Puluh Delapan
Tidak terasa sudah setahun berlalu dan hari ini adalah pesta pernikahan Peak dan Saint yang diadakan
readmore Tiga Puluh Sembilan
"Selamat pagi sayang", sahut Peak sambil mencium bibirnya Saint setelah tadi malam mereka melakukan
readmore
bagus... mudah dimengerti... jalan ceritanya bagus n yg penting saint
13d
0bagus, suka dengan jalan cerita nya
14d
0ceritanya bagus,lanjutkan author
15d
0