Kabuuan : 70BAB 1
"Hujan sore itu turun tanpa aba-aba. Langit yang tadinya cuma mendung pelan tiba-tiba seperti dijung
readmore BAB 2
aku jadi sulit tidur. Setiap kali memejamkan mata, wajah Nadra muncul — kadang dengan senyum lembutn
readmore BAB 3
"Sejak hari itu, aku seperti kehilangan arah. Setiap kali memejamkan mata, wajah Nadra muncul — di ce
readmore BAB 4
"Sejak kejadian itu, aku mulai sulit tidur. Setiap kali aku memejamkan mata, bayangan Nadra selalu da
readmore BAB 5
"Sudah tiga malam aku tidak tidur dengan tenang. Setiap kali mataku terpejam, aku bermimpi berada di
readmore BAB 6
"Aku tidak tahu sudah berapa lama pingsan. Yang aku tahu, saat mataku terbuka, tubuhku terasa dingin
readmore BAB 7
"Sejak malam di gua itu, Nadra tidak pernah muncul lagi. Desa kembali tenang, tapi aku tahu, sesuatu
readmore BAB 8
"Sudah dua minggu sejak pertarungan di gua. Dua minggu sejak dunia di antara hidup dan mati hampir ru
readmore BAB 9
"Sudah sebulan sejak Nadra memutuskan untuk menjadi penjaga dua dunia. Sejak malam itu, aku tahu hidu
readmore BAB 10
"Kami akhirnya tidak jadi pergi ke Gunung Saloka. Nadra bilang, waktunya belum tepat. Ia merasa dunia
readmore BAB 11
"Sudah hampir sebulan Nadra hidup seperti manusia sepenuhnya. Rumah kami mulai ramai oleh tamu; ibu-i
readmore BAB 12
"Sudah tiga hari sejak kejadian di pasar, dan Nadra mulai terlihat lebih tenang. Ia banyak menghabisk
readmore BAB 13
"Angin dari gunung membawa bau darah dan dupa yang berat. Langit di atas lereng Saloka tampak berwarn
readmore BAB 14
Aku duduk di tepi danau, membiarkan air menyentuh ujung jariku. Permukaannya jernih, tapi sesekali te
readmore BAB 15
"Malam itu udara terasa berbeda. Bukan karena dingin, tapi karena… heningnya. Seolah dunia sedang mena
readmore BAB 16
"Sudah tiga hari berlalu sejak malam penuh bisikan itu. Rumah kami mulai terasa tenang lagi — setidak
readmore BAB 17
"Sudah dua hari berlalu sejak kedatangan Varash. Dunia tampak normal di permukaan — matahari tetap be
readmore BAB 18
"Sudah tiga malam sejak pertempuran dengan Taz’ra. Rumah kami masih diselimuti aura aneh — setiap kal
readmore BAB 19
"Istana dunia bawah tak pernah benar-benar sunyi. Dari dinding batu hitamnya mengalir suara halus sep
readmore BAB 20
"Sejak hari itu, aku bukan lagi manusia sepenuhnya. Aku bisa merasakan aliran energi dunia bawah seti
readmore BAB 21
"Malam itu, dunia bawah terasa lebih tenang dari biasanya. Tak ada desis ular, tak ada gemuruh batu,
readmore BAB 22
"Di kedalaman terdalam dunia bawah, jauh di bawah istana Nadra, ada tempat yang bahkan cahaya tak be
readmore BAB 23
"Langit dunia bawah pagi itu tidak lagi berwarna hijau lembut. Ia berubah menjadi percampuran ungu da
readmore BAB 24
"Sudah tiga hari berlalu sejak Rafa menerima kekuatan leluhur Serpentina. Sejak hari itu, seluruh ist
readmore BAB 25
"Hujan kabut mulai turun ketika sore di hutan perlahan meredup. Rafa dan Nadra masih duduk di tepi da
readmore BAB 26
"Cahaya hijau dari teleportasi perlahan meredup. Ketika pandangan Rafa dan Nadra kembali jelas, merek
readmore BAB 27
"Udara di dunia bawah terasa berat sore itu. Aroma tanah dan asap bercampur, mengisi udara dengan ras
readmore BAB 28
"Langit dunia bawah kini seperti luka yang terbuka. Awan merah kehitaman terus berputar di atas istan
readmore BAB 29
"Hari itu, dunia bawah sunyi seperti sedang menahan napas. Tidak ada desis roh, tidak ada angin lembu
readmore BAB 30
"Langit dunia bawah berubah menjadi kelabu pekat ketika Rafa dan Nadra berdiri di tepi lembah terdal
readmore BAB 31
"Udara dunia bawah menjadi berat, seolah waktu berhenti di antara dua sosok yang saling menatap. Di s
readmore BAB 32
"Ledakan terakhir di langit dunia bawah meredam semua suara. Api dan asap memenuhi udara, menutupi pa
readmore BAB 33
"Udara tiba-tiba menjadi berat. Aroma belerang dan tanah terbakar menyelimuti lembah bekas pertempura
readmore BAB 34
"Lembah dunia bawah kembali sunyi. Asap perang belum sepenuhnya sirna, tapi hawa kematian telah digan
readmore BAB 35
"Langit dunia bawah kini hitam legam. Tak ada bintang, tak ada cahaya. Yang tersisa hanya kilatan api
readmore BAB 36
"Asap pekat masih menggantung di udara. Bumi retak dan bergetar pelan, seperti baru saja menahan beba
readmore BAB 37
"Langit dunia bawah retak seperti kaca. Garis cahaya dan bayangan saling membelah langit, menari di a
readmore BAB 38
"Udara di dunia bawah terasa berat. Asap hitam masih melayang di langit, dan aroma belerang bercampur
readmore BAB 39
"Keheningan menyelimuti dunia bawah tanah. Udara yang tadinya bergetar oleh ledakan kini sunyi, hanya
readmore BAB 40
"Beberapa hari berlalu setelah peperangan besar itu. Dunia bawah kini damai. Langitnya terang berwarna
readmore BAB 41
"Beberapa minggu telah berlalu sejak kedamaian kembali menyelimuti dunia bawah. Istana putih mutiara
readmore BAB 42
"Pagi di dunia bawah datang dengan tenang. Cahaya lembut berwarna keemasan menembus menara istana, me
readmore BAB 43
"Pagi datang dengan lembut di desa itu. Udara sejuk menembus celah jendela, membawa aroma tanah basah
readmore BAB 44
"Sore itu, cahaya jingga menyelimuti halaman belakang rumah. Angin berhembus pelan, membuat jemuran b
readmore BAB 45
"Pagi itu, Ibu Rafa tengah menjemur beras di halaman belakang. > “Nadra, tolong ambilkan air dari sum
readmore BAB 46
"Dari dapur, terdengar suara riuh lembut — panci beradu, aroma bawang goreng, dan tawa kecil. > “Nadr
readmore BAB 47
"Sementara itu, di jendela, seekor burung roh kecil dengan bulu biru perak — Rin — berdiri diam. Mat
readmore BAB 48
"Pagi itu, langit di atas desa tampak cerah, seolah tidak terjadi apa-apa. Burung-burung beterbangan
readmore BAB 49
"Malam turun perlahan di atas desa. Kabut tipis menggantung di antara pohon bambu dan suara jangkrik
readmore BAB 50
"Sudah tiga malam berlalu sejak Pak Surya didatangi mimpi ular putih itu. Sejak saat itu, tidurnya ti
readmore BAB 51
"Langit malam itu tampak gelap pekat, seolah kehilangan cahaya. Bulan tertutup kabut hitam, dan dari
readmore BAB 52
"Langit di atas desa tampak kelam, awan menggulung tebal tanpa cahaya bulan sedikit pun. Udara terasa
readmore BAB 53
"Angin malam berhembus dingin. Desa kecil itu terlelap, tapi di rumah Rafa, cahaya lampu minyak masih
readmore BAB 54
"Hening setelah pertempuran itu hanya berlangsung sekejap. Udara yang tadinya tenang mulai bergetar. T
readmore BAB 55
"Asap hitam perlahan menghilang. Sisa-sisa api dari hutan larangan padam dengan sendirinya, menyisaka
readmore BAB 56
"Suasana malam di rumah sederhana itu terasa hangat. Lampu gantung kuning di ruang makan berayun pela
readmore BAB 57
"Pagi itu, cahaya mentari menyelinap lembut di sela-sela jendela rumah Ibu Rafa. Udara masih sejuk, a
readmore BAB 58
"Fajar baru saja menyentuh ufuk timur. Embun menetes perlahan dari ujung daun, menandai hari kedua p
readmore BAB 59
"Fajar di desa itu menyapa dengan tenang. Suara ayam berkokok, aroma tanah basah setelah hujan malam
readmore BAB 60
"Pagi itu, udara terasa berbeda. Cahaya matahari lembut menembus sela dedaunan, menari di atas atap r
readmore BAB 61
"Tiga malam telah berlalu sejak pernikahan Rafa dan Nadra. Desa mulai kembali tenang. Janur-janur per
readmore BAB 62
"Angin malam berputar liar. Langit ungu berdenyut seperti makhluk hidup, dan di bawah sinar bulan pur
readmore BAB 63
"Tiga hari telah berlalu sejak hutan larangan meledak oleh cahaya. Angin pagi berhembus lembut, memba
readmore BAB 64
"Langit malam di atas desa tampak aneh malam itu. Bintang-bintang yang biasanya berkerlip kini meredu
readmore BAB 65
"Fajar yang baru lahir membawa aroma tanah basah dan embun segar. Burung-burung berkicau di pepohonan
readmore BAB 66
"Tiga hari telah berlalu sejak insiden dengan Laras, putri dari Ki Jagat. Desa kembali tampak tentera
readmore BAB 67
"Malam belum sepenuhnya sirna saat sinar pertama mentari menembus celah pepohonan di sekitar rumah R
readmore BAB 68
"Langit dunia bawah yang biasanya berwarna keperakan kini telah berubah kelam. Awan merah pekat mengg
readmore BAB 69
"Langit dunia bawah akhirnya mereda. Awan merah yang bergulung seperti lautan api kini perlahan memud
readmore BAB 70
"Sudah tiga hari berlalu sejak kemenangan besar di istana dunia bawah. Luka-luka telah sembuh, dindin
readmore
so good
18d
0baru baca semoga saja bagus dan tidak mengecewakan
19d
0smga ularnya tidak jahat.. heee..!
22d
0menarik
08/04
0bagus
05/04
0aku sangat suka
18/03
0lanjoooott
12/03
0bagus banget padahal baru part 1
26/02
0menarik cerita kek gini mah 💪🌸💜
10/02
0sumpah bestt
08/02
0