Disclaimer
|Catalog
- Tag(s):
- Keluarga
- Sekolah Menengah Atas
- Remaja
- Pergaulan remaja
Rara Adena adalah seorang gadis yang baik hati dan pintar. Akan tetapi, di sekolahnya ia dikucilkan karena ia penerima beasiswa. Hingga terjadi kecelakaan, kehidupannya menjadi berubah. Seorang lelaki dengan nama Jevan Anandra menjelaskan kalau Rara adalah anak orang kaya. Sejak itulah, teman sekolahnya mulai memperlakukan dirinya dengan baik. Sebenarnya apa yang terjadi? Lalu apakah Rara benar - benar anak dari orang kaya?
Huling Update
Editor's Choice
Rekomendasyon
Komento sa Aklat (464)
- Kabuuan: 115
Awal
Rara membuka matanya dengan perlahan. Suara tawa menyerang telinganya. Ia tersenyum kecut begitu semUlang Tahun
Rara sampai di rumah kecilnya sekitar pukul lima sore. Rara segera membersihkan diri, kemudian ia meKesialan Hari Ini
Dugaan Rara salah. Saat ia datang ke kantin, ia bisa melihat Raihan sedang asik berkumpul bersama teTabrakkan
Rasanya ingin mati saja, itulah pikiran Rara sepanjang ia berjalan di koridor sekolah. Ia tentu sajaJevan Anandra
Suara ketukkan mengalihkan ketiganya.
“Maaf bang, gue telat,” kata seorang lelaki masuk dengan wajahRumah Baru Yang Asing
Rara baru saja keluar dari rumah sakit dan Jevan mengantarnya pulang. Jevan mengantarnya ke lingkungDalam Kamar Rara
“Selamat malam Non," sapa seseorang.
Rara berjengit kaget, dengan wajah kaget ia menoleh ke belakangSekolah Dengan Perubahannya
“Selamat pagi, Non,” kata Bi Ica menyambut Rara yang baru saja keluar dari kamarnya. Rara tersenyumPanti Asuhan Bahagia
Jevan memandangi kue black forest yang ada di meja Rara. Jam istirahat masih berlangsung dan Jevan tSosok Rara
Rara menjelaskan dari ia di ajak oleh Jevan ke lingkungan rumah orang kaya, nama tempatnya PerumahanSikap Yang Palsu
“Maksud lo apa?” Rara mengerutkan dahinya mendengar perkataan Naren.
“Bukan hal penting,” jawab NarenRasa Peduli Yang Sama
Rara menatap toko kecil yang biasanya ia datangi sepulang sekolah, untuk melakukan kerja sambilan. RGuncangan
“Jevan? Kamu ngapain disini?” tanya Ibu Windia, yang ternyata adalah Ibu Rara.”Kamu pakai baju apa?Malam Yang Berbeda
“Lo mau ikut dulu sama gue?” tanya Jevan.
Rara menatap Naren, meminta persetujuan.
“Silakan, naik mobiPertemuan Pertama
“Lo udah sarapan?” tanya Rara sembari membukakan pintu untuk Naren.
“Sudah,” jawab Naren sembari duduHati Yang Terbuka
“Lo ngelewatin ulangan,” kata Naren melirik Jevan yang baru bergabung dengannya di kantin.
Jevan mengRencana Baru
“Naren, jalan lo jangan cepet – cepet dong,” ucap Sandra sembari berusaha menyamakan langkah kakinyaMenjadi Dekat
Jika dilihat dari luar, kafe Real Taste terlihat seperti kafe pada umumnya yang menonjolkan suasanaKeamanan
Naren menatap orang yang ia panggil ‘Tuan Besar’ itu. Naren hanya dapat menatap punggung yang tampakBayaran
“Ada apa, Bi?” tanya Naren menatap wanita berumur itu.
“Bibi belum bilang kalau hari ini pelayan khusDibuangnya Orang Dalam
Rara mengacungkan jempolnya ke Chef Dino. “Ini enak banget, aku jatuh cinta sama masakan Chef.”
“SuatPeringatan
Rara tampak melamun di meja kelasnya. Ia menghela napas perlahan, masih terbayang di benaknya ucapanBelum Menerima
“Bener kok, kata Naren. Gue disana sama nenek,” tanggap Rara tersenyum.
“Kalau lo yang ngomong gini,Sebelum Mulai
Rara terkekeh kecil, “Bercanda lo gak lucu.”
“Tapi, Ra gue itu peka,” kata Sandra menunjuk dirinya seAksi
Naren mengerutkan keningnya. Ia bingung dengan tingkah gadis di hadapannya.
“Maksudnya gue izin ke SaPerjalanan Pulang
Tak terasa, mereka sudah selesai bermain di wahana bermain sepuasnya. Jam sudah menunjukan pukul semMencari
“Gue hapus ya fotonya,” ucap Jevan.
Rara menggeleng, foto yang dikirimkan Bu Windia memang mengerikanTulus
ara tersenyum kecut begitu masuk ke kelasnya. Rasanya tak nyaman saat ia menuju ke kelasnya, tatapanKeadaan Yang Disengaja
Rara menatap Jevan bingung. Raihan langsung menatap Jevan tajam. Sandra melirik Raihan diam - diam,Keras Kepala
Rara mengangguk ragu,”Per-percaya.” Setelah Rara mengatakan jawabannya, ia segera mengalihkan pandanPerubahan
“Nyonya saya mohon berhenti. Anda bisa terluka,” kata Naren tenang, ia berdiri tegap.
“Menyingkir!” bPura - Pura
Pengawal itu sedikit melirik spion tengah, ia bingung. Rara yang sadar ditatap lewat spion tengah beMembaik
Rara menutup mulutnya dengan tangannya. Gadis itu memilih tak mendengarkan pembicaraan Raihan denganMinta Maaf
“Loh siapa nihh?” tanya Pak Haris, ayah Jarvis. Pak Haris memberikan jas kerja dan tasnya pada pelayTerungkap
Pagi hari terlihat cerah di mata Rara. Rara hari ini berniat meminta maaf pada Sandra. Gadis cantikMisteri
“Kok lo disini?” tanya Rara memperhatikan sekitarnya. Ia menjadi pusat perhatian karena dijemput deKeputusan
Jevan menghentikan langkahnya, ia tersenyum pada Bu Flora, “Maksud Ibu?”
Bu Flora tertawa kecil, “IbuPerjalan Yang Berarti
Rara memegang dadanya yang berdetak kencang. Hari ini adalah acara perayaan tujuh belas tahun berdirAcara Perusahaan
“Hahaha. Maksud Ayah apa?” tanya Rara tertawa kencang.
Ayah Zarhan mengerutkan keningnya melihat tingPerlakuan Berbeda
Rara menatap Naren yang berdiri di sebelahnya. “Naren, lo ngapain?” Rara meraih tangan Naren untuk mMasalah
“Ibu?” Rara menatap wanita yang turun dari mobil sedan.
Jevan ikut menatap ke wanita itu dan Rara berKebohongan
Jevan menatap Ayah Haris yang membalas pertanyaannya dalam diam. Ayah Haris memilih menyesap tehnyaAjakan
Rara menyinggungkan senyumnya, “Aku rasa itu masih bisa diobati,” ucap Rara berusaha memberikan semaPertemuan Mereka
Rara dan Naren sudah sampai di Panti Asuhan Bahagia. Keduanya disambut oleh anak kecil yang sibuk beMenutup Diri
Pertanyaan Rara membuat Bu Unike dan Ayah Zarhan terdiam. Naren memperhatikan satu – satu ekspresi BAneh
“Nona kenapa panik begitu?” Naren sedikit bingung dengan Rara.
“Gimana gak panik, kita lagi bahas bokKehilangan
Jevan berlari ke ruang ICU dengan napas tak beraturan. Ia mendekati Ayah Haris yang duduk termenungBerdebat
“Ibu ngapain disini?” tanya Rara was – was.
Ibu Windia menyadari ekspresi was – was sang anak, “Ibu mWaktu
Ayah Zarhan meneguk kopinya. Ia menatap datar Naren yang berdiri di depannya dengan tegap. “Kenapa kMemaksa
Rara menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia menatap Naren dengan wajah khawatir, “Kenapa? Lo ada maTerbongkar
Rara menatap Jevan dengan senyum palsunya, ia menjawab, “Gue gak apa. Lo baru datang?”
Jevan menyamakEfek Untuknya
Rara menatap punggung Jevan yang menjauh dari pandangannya. Rara menggigit bibir bawahnya, berusahaUsaha Mereka
“Ren, gue emang jahat ya?” tanya Rara sendu. “Gue bahkan bikin orang tua gue bertengkar. Kadang gueMenemani
Sandra meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya, meminta Naren untuk tidak mengeluarkan suaranyPanik
Naren turun dari mobil sedan, ia memberikan kunci mobilnya ke penjaga yang berjaga di pintu depan.
“TPelarian
Rara melambaikan tangannya pada Sonia. Ia berpisah dengan sahabatnya karena berbeda arah. Sonia sudaHukuman
“Mereka ngapain?” tanya Rara menatap dari teras rumah para pria yang kemarin sempat membuatnya takutLoker
Rara tertawa meremehkan, “Sok tahu lo,” tanggap Rara.
“Saya perlu menjelaskan semuanya tentang merekaSurat
Jevan menyamankan posisi duduk di mobilnya. Ia membuka kotak itu perlahan.
‘Ini barang masa kecil gueMenemui Setelah Masalah
Naren membungkuk sopan pada pria di depannya. “Maaf, saya datang terlambat,” kata Naren sopan.
“Apa sPenjelasan
Rara meneguk jus tomatnya pelan. Ia dan Jevan sudah selesai makan. Rara melirik Jevan yang mengeluarBelanja
Jevan membeku mendengar ucapan sang ayah. Ia mengerutkan keningnya.
“Ayah tahu kalau Ibu punya penyakAlasan Uang
Naren masuk dengan perlahan. Di belakangnya, Rara mengikuti dengan menggenggam erat parfum yang beriMengawasi
Rara mendekati Naren yang sibuk dengan ponselnya. Gadis cantik itu menepuk bahu Naren pelan.
“MerekaKecelakaan
Naren berjalan dengan cepat tanpa memedulikan Rara yang berusaha menyamakan langkah kakinya. Naren sKondisi Keduanya
Jarvis mengangakat wajahnya begitu mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Laki – laki itu menemMenghabiskan Waktu Dengan Bu Unike
Hari ini, Rara merasa lebih baik. Gadis cantik itu cukup senang karena perkembangannya yang cukup peIde Sandra
“Sandra,” gumam Rara pelan.
“Maksudnya apa?” tanya Sandra menatap Rara dan Jevan. Sandra menatap waniKeputusan Yang Ditunda
Rara membulatkan matanya mendengar usul Sandra. Terlintas di benaknya, wajah terkejut Pak Haris, AyaBerharap Menerima
Rara menatap langit – langit kamar VVIP tempatnya dirawat. Ia teringat ucapan Dokter Hans yang menjeMereka Terpaksa Bersikap Berlebihan
“Iya, Mas?” tanya Sandra bingung. Gadis itu menatap kedua pria yang diduga mengawasi dirinya dan JevKebahagiaan
“Ayah,” panggil Sandra sembari mendekati sang ayah.
“Loh Sandra?” pria paruh baya itu terkejut kemudiTentang Ketiganya
Rara membuka pintu ruangan VVIP nomor sebelas. Ia tersenyum senang melihat sosok Jevan yang tersenyuKesamaan Cerita
“Nona, sebelumnya saya minta maaf perihal kecelakaan itu,” sesal Naren menatap Rara.
“Kecelakaan ituPelaku
“Apa yang lo minta?” tanya Rara penasaran.
“Selama kita pacaran pura – pura, lo harus bersikap peduliAlasan Yang Tepat
Bersamaan dengan ucapan Ferdi, suara ketukan di luar membuat Naren panik.
“Nanti, saya akan hubungi kPilihan
Ayah Zarhan tiba - tiba bertepuk tangan. Rara mengangkat alisnya bingung. Sedangkan Naren, hanya menKembali Ke Rumah
“Ada apa Bu Yuni?” tanya Ayah Haris menatap sekretarisnya.
Bu Yuni menatap Ayah Haris dan Jevan bergaAsing
Naren menarik tangan orang yang ada di depan pintu ruangannya. Ia hendak mengangkat tangannya sebeluUsul Yang Harus Dibicarakan
"Mamah?" tanya Rara memastikan.
Wanita yang memakai masker itu melepaskan maskernya. Ia mengulas senyAjakan Makan Malam
Suara ketukan mengalihkan keduanya. Naren melangkah ke pintu, ia membulatkan matanya melihat sosok dRumah Ibu Windia
Rara duduk di bangkunya seorang diri. Ia hari ini akan dijemput oleh suruhan sang ibu dan ia akan meMakan Malam
"Loh Ibu Sri," ucap Ayah Haris terkejut melihat wanita setengah abad itu.
"Pak, saya minta maaf karenTunggu Sebentar Lagi
"Kamu sudah punya pacar?" tanya Bu Windia.
"Maksud Ibu apa?" tanya Rara seraya mengerutkan keningnya.Keadaan
"Makasih Bu, sudah mengantar aku ke sekolah," kata Rara menatap wanita di sebelahnya.
Bu Windia menatKembali Ke Asal
Rara memberikan helm pada Jevan.
"Makasih udah ngantar gue balik ya," kata Rara mengulas senyum.
JevaRencana Yang Berbeda
Jevan mengikuti langkah Rara dari belakang. Lelaki itu tersenyum kecil, melihat Rara yang tampak sibTempat Semula
"Buka pintunya Narendra!" seru seseorang dari luar.
Naren memutar bola matanya mendengar suara yangHarinya
Rara menatap gaun hitam yang ada di depannya. Ia memakai gaun hitam itu kemudian menatap pantulan diKekacauan Yang Terjadi
"Nona cantik sekali," puji Bibi Ica.
Rara menatap pantulan dirinya di cermin. Ia menarik napasnya kemMenolak Dengan Tegas
"Jadi ada yang bisa jelaskan, apa yang terjadi antara kalian?" tanya Ayah Haris.
Rara dan Jevan berpOrang Asing
Rara membuka kedua matanya perlahan. Hari ini adalah hari Naren kembali masuk ke sekolah. Rara mulaiMurid Baru
Sandra yang sedang meneguk minumnya, tiba – tiba tersedak.
“Uhuk uhuk.” Sandra memegang dadanya yangDitunda Lagi
Rara turun dari mobil. Gadis itu menatap bangunan perusahaan sang ayah, ia terkadang masih tak percaKeputusan Yang Diambil
“A-ayah,” ucap Rara terkejut.
Rara tanpa sengaja menjatuhkan ponsel ayahnya. Gadis itu menatap ponselDiamnya Rara
Rara masuk ke dalam kediamannya. Di belakangnya ada Naren yang mengikuti.
“Nona Rara, biar bibi bawakTebakan Yang Salah
“Siapa?” tanya Rara cepat.
Leo berdeham kecil. Ia menatap sekitarnya, memastikan tidak ada orang yanRasa Ingin Tahu Sandra
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Keempat sahabat itu sudah bersiap untuk berkumpul di ruang osis.Obrolan Di Malam Hari
Naren melirik Jevan dan Rara yang masih mengobrol. Lelaki itu mengeluarkan ponselnya secara perlahanKegiatan Yang Ditulis
Rara menatap wajah serius Naren. Gadis itu menggeleng kecil sebagai jawaban.
“Nona Ra-”
“Gue udah selePenjelasan
“Gak suka apa Nak?” tanya Ayah Zarhan bingung.
“Aku ingin cerita hal kaya gitu ke ayah, tapi aku yangPentas Seni Sekolah
Naren sudah sampai di kediaman Rara. Lelaki tampan itu segera melangkah masuk, sesekali ada pelayanMenyusul
Jevan duduk di sebelah Naren yang sedang makan. Sekarang waktunya istirahat. Para panitia dipersilakFokus Yang Hilang
Begitu pintu dibuka Rara mendapati sang ayah tertawa dengan wanita cantik. Wanita cantik itu terlebiDingin Dan Hangat
Naren mengangkat alisnya melihat pintu rumahnya tidak dikunci. Lelaki itu menatap jam di ponselnya,Tempat Berbeda
Rara memperhatikan penjelasan Bu Nanih di depan kelas. Sesekali gadis itu menulis perkataan guru bioTidak Masuk Akal
Rara masuk ke dalam kelasnya. Ia duduk di bangkunya.
“Lo kemana tadi?”
Rara menatap Jevan dengan rasaMemancing Kebenaran
Rara menatap bangunan yang menjadi saksi tumbuh besar dirinya. Gadis itu menarik napas kemudian mengPengakuan Bu Unike
Rara meletakan sendok di sebelah piringnya. Gadis itu sudah selesai makan. Ia menatap Bu Unike yangTerus Terang
Hari minggu.
Rara menatap nasi goreng di depannya. Gadis cantik itu tidak berniat menyentuh makanan fTidak Sabar
Sandra seketika merasa bersalah. Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
“Maaf gue gak bermaksud untuMasa Lalu Mereka
Keheningan melanda ruang tamu di kediaman Rara. Rara melirik Bibi Ica yang berdiri di sebelah kanan.Tidak Bisa Kembali
“Apa mamah dan ayah masih bersama?” tanya Rara.
Sempat terjadi keheningan saat Rara bertanya. Rara meBahagia
Hari yang dilalui Rara tampak biasa saja. Hubungannya dengan kedua orang tuanya berjalan normal. RarAkhir
Satu tahun kemudian.
“Nona, sudah siap?” tanya Naren.
Rara mengangguk. Ia meletakkan sendok dan garpun


















seru banget
1d
0bagussss bangetttt seruuuu nihhhhh lebihhhhhh banyak lagi yaa aku sukaaaaa
02/05
0Awesome....alur crita yg ringan dan asik di baca, gak bosenin... مع النجاح
13/04
0bgus
14/02
0novel menarik dan seru cerita ya
08/11
0seruuu bangett novelll nyaaa
12/09
0the best si buat isi waktu luang hhe
06/09
0bagus banget
25/08
1bagus novel nya saya suka
23/08
0BAGUUUSSS BANGET
04/08
0