Kabuuan : 115Awal
Rara membuka matanya dengan perlahan. Suara tawa menyerang telinganya. Ia tersenyum kecut begitu sem
readmore Ulang Tahun
Rara sampai di rumah kecilnya sekitar pukul lima sore. Rara segera membersihkan diri, kemudian ia me
readmore Kesialan Hari Ini
Dugaan Rara salah. Saat ia datang ke kantin, ia bisa melihat Raihan sedang asik berkumpul bersama te
readmore Tabrakkan
Rasanya ingin mati saja, itulah pikiran Rara sepanjang ia berjalan di koridor sekolah. Ia tentu saja
readmore Jevan Anandra
Suara ketukkan mengalihkan ketiganya. “Maaf bang, gue telat,” kata seorang lelaki masuk dengan wajah
readmore Rumah Baru Yang Asing
Rara baru saja keluar dari rumah sakit dan Jevan mengantarnya pulang. Jevan mengantarnya ke lingkung
readmore Dalam Kamar Rara
“Selamat malam Non," sapa seseorang. Rara berjengit kaget, dengan wajah kaget ia menoleh ke belakang
readmore Sekolah Dengan Perubahannya
“Selamat pagi, Non,” kata Bi Ica menyambut Rara yang baru saja keluar dari kamarnya. Rara tersenyum
readmore Panti Asuhan Bahagia
Jevan memandangi kue black forest yang ada di meja Rara. Jam istirahat masih berlangsung dan Jevan t
readmore Sosok Rara
Rara menjelaskan dari ia di ajak oleh Jevan ke lingkungan rumah orang kaya, nama tempatnya Perumahan
readmore Sikap Yang Palsu
“Maksud lo apa?” Rara mengerutkan dahinya mendengar perkataan Naren. “Bukan hal penting,” jawab Naren
readmore Rasa Peduli Yang Sama
Rara menatap toko kecil yang biasanya ia datangi sepulang sekolah, untuk melakukan kerja sambilan. R
readmore Guncangan
“Jevan? Kamu ngapain disini?” tanya Ibu Windia, yang ternyata adalah Ibu Rara.”Kamu pakai baju apa?
readmore Malam Yang Berbeda
“Lo mau ikut dulu sama gue?” tanya Jevan. Rara menatap Naren, meminta persetujuan. “Silakan, naik mobi
readmore Pertemuan Pertama
“Lo udah sarapan?” tanya Rara sembari membukakan pintu untuk Naren. “Sudah,” jawab Naren sembari dudu
readmore Hati Yang Terbuka
“Lo ngelewatin ulangan,” kata Naren melirik Jevan yang baru bergabung dengannya di kantin. Jevan meng
readmore Rencana Baru
“Naren, jalan lo jangan cepet – cepet dong,” ucap Sandra sembari berusaha menyamakan langkah kakinya
readmore Menjadi Dekat
Jika dilihat dari luar, kafe Real Taste terlihat seperti kafe pada umumnya yang menonjolkan suasana
readmore Keamanan
Naren menatap orang yang ia panggil ‘Tuan Besar’ itu. Naren hanya dapat menatap punggung yang tampak
readmore Bayaran
“Ada apa, Bi?” tanya Naren menatap wanita berumur itu. “Bibi belum bilang kalau hari ini pelayan khus
readmore Dibuangnya Orang Dalam
Rara mengacungkan jempolnya ke Chef Dino. “Ini enak banget, aku jatuh cinta sama masakan Chef.” “Suat
readmore Peringatan
Rara tampak melamun di meja kelasnya. Ia menghela napas perlahan, masih terbayang di benaknya ucapan
readmore Belum Menerima
“Bener kok, kata Naren. Gue disana sama nenek,” tanggap Rara tersenyum. “Kalau lo yang ngomong gini,
readmore Sebelum Mulai
Rara terkekeh kecil, “Bercanda lo gak lucu.” “Tapi, Ra gue itu peka,” kata Sandra menunjuk dirinya se
readmore Aksi
Naren mengerutkan keningnya. Ia bingung dengan tingkah gadis di hadapannya. “Maksudnya gue izin ke Sa
readmore Perjalanan Pulang
Tak terasa, mereka sudah selesai bermain di wahana bermain sepuasnya. Jam sudah menunjukan pukul sem
readmore Mencari
“Gue hapus ya fotonya,” ucap Jevan. Rara menggeleng, foto yang dikirimkan Bu Windia memang mengerikan
readmore Tulus
ara tersenyum kecut begitu masuk ke kelasnya. Rasanya tak nyaman saat ia menuju ke kelasnya, tatapan
readmore Keadaan Yang Disengaja
Rara menatap Jevan bingung. Raihan langsung menatap Jevan tajam. Sandra melirik Raihan diam - diam,
readmore Keras Kepala
Rara mengangguk ragu,”Per-percaya.” Setelah Rara mengatakan jawabannya, ia segera mengalihkan pandan
readmore Perubahan
“Nyonya saya mohon berhenti. Anda bisa terluka,” kata Naren tenang, ia berdiri tegap. “Menyingkir!” b
readmore Pura - Pura
Pengawal itu sedikit melirik spion tengah, ia bingung. Rara yang sadar ditatap lewat spion tengah be
readmore Membaik
Rara menutup mulutnya dengan tangannya. Gadis itu memilih tak mendengarkan pembicaraan Raihan dengan
readmore Minta Maaf
“Loh siapa nihh?” tanya Pak Haris, ayah Jarvis. Pak Haris memberikan jas kerja dan tasnya pada pelay
readmore Terungkap
Pagi hari terlihat cerah di mata Rara. Rara hari ini berniat meminta maaf pada Sandra. Gadis cantik
readmore Misteri
“Kok lo disini?” tanya Rara memperhatikan sekitarnya. Ia menjadi pusat perhatian karena dijemput de
readmore Keputusan
Jevan menghentikan langkahnya, ia tersenyum pada Bu Flora, “Maksud Ibu?” Bu Flora tertawa kecil, “Ibu
readmore Perjalan Yang Berarti
Rara memegang dadanya yang berdetak kencang. Hari ini adalah acara perayaan tujuh belas tahun berdir
readmore Acara Perusahaan
“Hahaha. Maksud Ayah apa?” tanya Rara tertawa kencang. Ayah Zarhan mengerutkan keningnya melihat ting
readmore Perlakuan Berbeda
Rara menatap Naren yang berdiri di sebelahnya. “Naren, lo ngapain?” Rara meraih tangan Naren untuk m
readmore Masalah
“Ibu?” Rara menatap wanita yang turun dari mobil sedan. Jevan ikut menatap ke wanita itu dan Rara ber
readmore Kebohongan
Jevan menatap Ayah Haris yang membalas pertanyaannya dalam diam. Ayah Haris memilih menyesap tehnya
readmore Ajakan
Rara menyinggungkan senyumnya, “Aku rasa itu masih bisa diobati,” ucap Rara berusaha memberikan sema
readmore Pertemuan Mereka
Rara dan Naren sudah sampai di Panti Asuhan Bahagia. Keduanya disambut oleh anak kecil yang sibuk be
readmore Menutup Diri
Pertanyaan Rara membuat Bu Unike dan Ayah Zarhan terdiam. Naren memperhatikan satu – satu ekspresi B
readmore Aneh
“Nona kenapa panik begitu?” Naren sedikit bingung dengan Rara. “Gimana gak panik, kita lagi bahas bok
readmore Kehilangan
Jevan berlari ke ruang ICU dengan napas tak beraturan. Ia mendekati Ayah Haris yang duduk termenung
readmore Berdebat
“Ibu ngapain disini?” tanya Rara was – was. Ibu Windia menyadari ekspresi was – was sang anak, “Ibu m
readmore Waktu
Ayah Zarhan meneguk kopinya. Ia menatap datar Naren yang berdiri di depannya dengan tegap. “Kenapa k
readmore Memaksa
Rara menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia menatap Naren dengan wajah khawatir, “Kenapa? Lo ada ma
readmore Terbongkar
Rara menatap Jevan dengan senyum palsunya, ia menjawab, “Gue gak apa. Lo baru datang?” Jevan menyamak
readmore Efek Untuknya
Rara menatap punggung Jevan yang menjauh dari pandangannya. Rara menggigit bibir bawahnya, berusaha
readmore Usaha Mereka
“Ren, gue emang jahat ya?” tanya Rara sendu. “Gue bahkan bikin orang tua gue bertengkar. Kadang gue
readmore Menemani
Sandra meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya, meminta Naren untuk tidak mengeluarkan suarany
readmore Panik
Naren turun dari mobil sedan, ia memberikan kunci mobilnya ke penjaga yang berjaga di pintu depan. “T
readmore Pelarian
Rara melambaikan tangannya pada Sonia. Ia berpisah dengan sahabatnya karena berbeda arah. Sonia suda
readmore Hukuman
“Mereka ngapain?” tanya Rara menatap dari teras rumah para pria yang kemarin sempat membuatnya takut
readmore Loker
Rara tertawa meremehkan, “Sok tahu lo,” tanggap Rara. “Saya perlu menjelaskan semuanya tentang mereka
readmore Surat
Jevan menyamankan posisi duduk di mobilnya. Ia membuka kotak itu perlahan. ‘Ini barang masa kecil gue
readmore Menemui Setelah Masalah
Naren membungkuk sopan pada pria di depannya. “Maaf, saya datang terlambat,” kata Naren sopan. “Apa s
readmore Penjelasan
Rara meneguk jus tomatnya pelan. Ia dan Jevan sudah selesai makan. Rara melirik Jevan yang mengeluar
readmore Belanja
Jevan membeku mendengar ucapan sang ayah. Ia mengerutkan keningnya. “Ayah tahu kalau Ibu punya penyak
readmore Alasan Uang
Naren masuk dengan perlahan. Di belakangnya, Rara mengikuti dengan menggenggam erat parfum yang beri
readmore Mengawasi
Rara mendekati Naren yang sibuk dengan ponselnya. Gadis cantik itu menepuk bahu Naren pelan. “Mereka
readmore Kecelakaan
Naren berjalan dengan cepat tanpa memedulikan Rara yang berusaha menyamakan langkah kakinya. Naren s
readmore Kondisi Keduanya
Jarvis mengangakat wajahnya begitu mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Laki – laki itu menem
readmore Menghabiskan Waktu Dengan Bu Unike
Hari ini, Rara merasa lebih baik. Gadis cantik itu cukup senang karena perkembangannya yang cukup pe
readmore Ide Sandra
“Sandra,” gumam Rara pelan. “Maksudnya apa?” tanya Sandra menatap Rara dan Jevan. Sandra menatap wani
readmore Keputusan Yang Ditunda
Rara membulatkan matanya mendengar usul Sandra. Terlintas di benaknya, wajah terkejut Pak Haris, Aya
readmore Berharap Menerima
Rara menatap langit – langit kamar VVIP tempatnya dirawat. Ia teringat ucapan Dokter Hans yang menje
readmore Mereka Terpaksa Bersikap Berlebihan
“Iya, Mas?” tanya Sandra bingung. Gadis itu menatap kedua pria yang diduga mengawasi dirinya dan Jev
readmore Kebahagiaan
“Ayah,” panggil Sandra sembari mendekati sang ayah. “Loh Sandra?” pria paruh baya itu terkejut kemudi
readmore Tentang Ketiganya
Rara membuka pintu ruangan VVIP nomor sebelas. Ia tersenyum senang melihat sosok Jevan yang tersenyu
readmore Kesamaan Cerita
“Nona, sebelumnya saya minta maaf perihal kecelakaan itu,” sesal Naren menatap Rara. “Kecelakaan itu
readmore Pelaku
“Apa yang lo minta?” tanya Rara penasaran. “Selama kita pacaran pura – pura, lo harus bersikap peduli
readmore Alasan Yang Tepat
Bersamaan dengan ucapan Ferdi, suara ketukan di luar membuat Naren panik. “Nanti, saya akan hubungi k
readmore Pilihan
Ayah Zarhan tiba - tiba bertepuk tangan. Rara mengangkat alisnya bingung. Sedangkan Naren, hanya men
readmore Kembali Ke Rumah
“Ada apa Bu Yuni?” tanya Ayah Haris menatap sekretarisnya. Bu Yuni menatap Ayah Haris dan Jevan berga
readmore Asing
Naren menarik tangan orang yang ada di depan pintu ruangannya. Ia hendak mengangkat tangannya sebelu
readmore Usul Yang Harus Dibicarakan
"Mamah?" tanya Rara memastikan. Wanita yang memakai masker itu melepaskan maskernya. Ia mengulas seny
readmore Ajakan Makan Malam
Suara ketukan mengalihkan keduanya. Naren melangkah ke pintu, ia membulatkan matanya melihat sosok d
readmore Rumah Ibu Windia
Rara duduk di bangkunya seorang diri. Ia hari ini akan dijemput oleh suruhan sang ibu dan ia akan me
readmore Makan Malam
"Loh Ibu Sri," ucap Ayah Haris terkejut melihat wanita setengah abad itu. "Pak, saya minta maaf karen
readmore Tunggu Sebentar Lagi
"Kamu sudah punya pacar?" tanya Bu Windia. "Maksud Ibu apa?" tanya Rara seraya mengerutkan keningnya.
readmore Keadaan
"Makasih Bu, sudah mengantar aku ke sekolah," kata Rara menatap wanita di sebelahnya. Bu Windia menat
readmore Kembali Ke Asal
Rara memberikan helm pada Jevan. "Makasih udah ngantar gue balik ya," kata Rara mengulas senyum. Jeva
readmore Rencana Yang Berbeda
Jevan mengikuti langkah Rara dari belakang. Lelaki itu tersenyum kecil, melihat Rara yang tampak sib
readmore Tempat Semula
"Buka pintunya Narendra!" seru seseorang dari luar. Naren memutar bola matanya mendengar suara yang
readmore Harinya
Rara menatap gaun hitam yang ada di depannya. Ia memakai gaun hitam itu kemudian menatap pantulan di
readmore Kekacauan Yang Terjadi
"Nona cantik sekali," puji Bibi Ica. Rara menatap pantulan dirinya di cermin. Ia menarik napasnya kem
readmore Menolak Dengan Tegas
"Jadi ada yang bisa jelaskan, apa yang terjadi antara kalian?" tanya Ayah Haris. Rara dan Jevan berp
readmore Orang Asing
Rara membuka kedua matanya perlahan. Hari ini adalah hari Naren kembali masuk ke sekolah. Rara mulai
readmore Murid Baru
Sandra yang sedang meneguk minumnya, tiba – tiba tersedak. “Uhuk uhuk.” Sandra memegang dadanya yang
readmore Ditunda Lagi
Rara turun dari mobil. Gadis itu menatap bangunan perusahaan sang ayah, ia terkadang masih tak perca
readmore Keputusan Yang Diambil
“A-ayah,” ucap Rara terkejut. Rara tanpa sengaja menjatuhkan ponsel ayahnya. Gadis itu menatap ponsel
readmore Diamnya Rara
Rara masuk ke dalam kediamannya. Di belakangnya ada Naren yang mengikuti. “Nona Rara, biar bibi bawak
readmore Tebakan Yang Salah
“Siapa?” tanya Rara cepat. Leo berdeham kecil. Ia menatap sekitarnya, memastikan tidak ada orang yan
readmore Rasa Ingin Tahu Sandra
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Keempat sahabat itu sudah bersiap untuk berkumpul di ruang osis.
readmore Obrolan Di Malam Hari
Naren melirik Jevan dan Rara yang masih mengobrol. Lelaki itu mengeluarkan ponselnya secara perlahan
readmore Kegiatan Yang Ditulis
Rara menatap wajah serius Naren. Gadis itu menggeleng kecil sebagai jawaban. “Nona Ra-” “Gue udah sele
readmore Penjelasan
“Gak suka apa Nak?” tanya Ayah Zarhan bingung. “Aku ingin cerita hal kaya gitu ke ayah, tapi aku yang
readmore Pentas Seni Sekolah
Naren sudah sampai di kediaman Rara. Lelaki tampan itu segera melangkah masuk, sesekali ada pelayan
readmore Menyusul
Jevan duduk di sebelah Naren yang sedang makan. Sekarang waktunya istirahat. Para panitia dipersilak
readmore Fokus Yang Hilang
Begitu pintu dibuka Rara mendapati sang ayah tertawa dengan wanita cantik. Wanita cantik itu terlebi
readmore Dingin Dan Hangat
Naren mengangkat alisnya melihat pintu rumahnya tidak dikunci. Lelaki itu menatap jam di ponselnya,
readmore Tempat Berbeda
Rara memperhatikan penjelasan Bu Nanih di depan kelas. Sesekali gadis itu menulis perkataan guru bio
readmore Tidak Masuk Akal
Rara masuk ke dalam kelasnya. Ia duduk di bangkunya. “Lo kemana tadi?” Rara menatap Jevan dengan rasa
readmore Memancing Kebenaran
Rara menatap bangunan yang menjadi saksi tumbuh besar dirinya. Gadis itu menarik napas kemudian meng
readmore Pengakuan Bu Unike
Rara meletakan sendok di sebelah piringnya. Gadis itu sudah selesai makan. Ia menatap Bu Unike yang
readmore Terus Terang
Hari minggu. Rara menatap nasi goreng di depannya. Gadis cantik itu tidak berniat menyentuh makanan f
readmore Tidak Sabar
Sandra seketika merasa bersalah. Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Maaf gue gak bermaksud untu
readmore Masa Lalu Mereka
Keheningan melanda ruang tamu di kediaman Rara. Rara melirik Bibi Ica yang berdiri di sebelah kanan.
readmore Tidak Bisa Kembali
“Apa mamah dan ayah masih bersama?” tanya Rara. Sempat terjadi keheningan saat Rara bertanya. Rara me
readmore Bahagia
Hari yang dilalui Rara tampak biasa saja. Hubungannya dengan kedua orang tuanya berjalan normal. Rar
readmore Akhir
Satu tahun kemudian. “Nona, sudah siap?” tanya Naren. Rara mengangguk. Ia meletakkan sendok dan garpun
readmore
bagussss bangetttt seruuuu nihhhhh lebihhhhhh banyak lagi yaa aku sukaaaaa
13d
0Awesome....alur crita yg ringan dan asik di baca, gak bosenin... مع النجاح
13/04
0bgus
14/02
0novel menarik dan seru cerita ya
08/11
0seruuu bangett novelll nyaaa
12/09
0the best si buat isi waktu luang hhe
06/09
0bagus banget
25/08
1bagus novel nya saya suka
23/08
0BAGUUUSSS BANGET
04/08
0bagus
01/08
0