Kabuuan : 43Ku Yakinkan Hatiku Bagian Satu
Dering telpon membuyarkan fokus ku pada kertas-kertas berisi rancangan sebuah gamis pesta muslimah.
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Dua
Rayyan POV Entah apa yang terjadi denganku, dua hari ini wajah manis seorang gadis selalu menari-nari
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Tiga
Entah berapa lama aku fokus ke desain gamis pesta ini, cacing dalam perutku sudah berdemo ria. Kulir
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Empat
Sesuai janjiku pada Bunda, hari ini pulang lebih awal dan langsung menuju panti asuhan yang Bunda ja
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Lima
"Kalau sudah begini, langsung kita nikahkan aja ya Mba Kasih? Gimana?" ucapan Mama Rayyan yang terd
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Enam
Pukul 22.00 WIB keluarga Mas Rayyan kembali ke kediaman mereka. Aku masih termangu di teras rumah pa
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Tujuh
"Apakah, apakah janin itu Dhira Bun?" kuberanikan bertanya setelah lama kita berdua tenggelam dalam
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Delapan
Dua hari sudah aku menginap di panti, hari ini aku akan kembali ke apartemen ku. "Dhira, kamu akan t
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Sembilan
Detik berubah menjadi menit, menit berubah menjadi jam, jam berubah menjadi hari, hari berubah menja
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Sepuluh
Hari ini, the big day. Yaa hari ini adalah hari dimana aku menikah. Sebelum subuh Ranu sudah membang
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Sebelas
Rayyan POV Esok hari adalah hari dimana aku akan menikahi seorang gadis yang sudah mencuri hatiku pad
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Dua Belas
Bunda Kasih POV Aku tak menyangka, hari ini anak yang kulahirkan 27 tahun lalu akan menikah. Dia akan
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Tiga Belas
Kupandangi wajah suamiku, sambil terus menghapus makeup yang menempel di wajahku. "Sudah selesai, gau
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Empat Belas
Waktu menunjukan pukul 22.00 saat aku sampai di kamar yang sudah disiapkan khusus untuk pengantin. D
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Lima Belas
"Akhirnya datang juga pemeran utama kita ini," ucapan Ranu menyambut aku dan Mas Rayyan. "Maaf lama,"
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Enam Belas
Aku terbangun tepat saat adzan Dzuhur berkumandang. Ku lihat sebelah kananku, kosong. Kulihat sekeli
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Tujuh Belas
Tepat pukul 10.00 kita check out dari hotel. Sesuai rencana, hari ini kita akan melakukan perjalanan
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Delapan Belas
"Mandi lah dulu terus sholat Maghrib, Nenek akan menyiapkan makanan untuk kalian," ucap Nenek. "Ga us
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Sembilan Belas
Tepat pukul 11.30 semua masakan sudah siap di meja makan. Kata Nenek sebentar lagi Kakek pasti pulan
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Dua Puluh
Rayyan's POV Setelah pelepasan tadi, Andhira tertidur. Mungkin dia merasa sangat lelah. Aku menuju ka
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Dua Puluh Satu
Tak terasa, sudah satu minggu aku dan Mas Rayyan di desa. Banyak hal-hal baru yang aku pelajari, bai
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Dua Puluh Dua
"Hei …, kalian malah jadi Teletubbies disini, dicariin Bunda sama Mama," seru Lani membuat kami terk
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Dua Puluh Tiga
Minggu pagi ini terasa berbeda dengan hari Minggu biasanya. Dimana biasanya hari Minggu digunakan un
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Dua Puluh Empat
Acara berlangsung dengan lancar, para tamu undangan membubarkan diri tepat pukul lima sore. Aku dan
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Dua Puluh Lima
Pagi ini, hari pertama aku dan Mas Rayyan masuk kerja kembali. Setelah shalat subuh tadi, aku langsu
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Dua Puluh Enam
Aku mendial nomor Ranu, tak butuh waktu lama untuknya menjawab panggilan telepon ku. Aku hanya membe
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Dua Puluh Tujuh
Rayyan POV Hari ini, hari pertama aku menginjakkan kaki di perusahaan setelah satu minggu lebih cuti
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Dua Puluh Delapan
Ada apa sebenarnya dengan Rinjani? Apa dia seorang yang memiliki gangguan kewarasan? Tiga pasang sua
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Dua Puluh Sembilan
Banyak yang aku pelajari dari Mas Rayyan, dan nantinya akan aku ajarkan kepada anak-anakku kelak. Si
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Tiga Puluh
Setelah shalat Maghrib, aku merasakan lapar kembali. Sedikit heran kenapa nafsu makan ku menjadi sep
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Tiga Puluh Satu
Hari ini dengan semangat aku ke butik, aku akan menyelesaikan semua tanggungan desainku. Aku ingin m
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Tiga Puluh Dua
Aku menunggu Abang ojol dengan gelisah, mondar mandir di dalam ruanganku. Tak lama kemudian pintu ru
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Tiga Puluh Tiga
Selepas sholat magrib, aku bersiap sambil menunggu Mas Rayyan yang sedang sholat berjamaah di masjid
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Tiga Puluh Empat
Rayyan's POV Sesaat Dhira lari meninggalkan ruang kerja milik Papa, aku langsung mengejarnya. Aku men
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Tiga Puluh Lima
Mas Rayyan menyusulku ke apartemen milikku. Sesaat aku bingung, dia bisa tahu letak pasti apartemen
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Tiga Puluh Enam
Aku membuka mata pelan, kulihat sekelilingku, tembok bercat putih dengan aroma obat yang begitu kuat
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Tiga Puluh Tujuh
Rayyan POV Sekian menit aku memeluk tubuh wangi istriku. Aku merasa sudah tenang dan layaknya ponsel,
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Tiga Puluh Delapan
POV ANINDHIRA Sebulan sudah aku kehilangan calon buah cintaku dengan Mas Rayyan. Selama itu pula aku
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Tiga Puluh Sembilan
Pukul lima sore aku dan Mas Rayyan sampai dirumah Nenek dan Kakek. Terlihat Kakek menunggu kami berd
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Empat Puluh
Tepat pukul sepuluh malam kami berdua sampai dirumah Kakek dan Nenek. Rasa begah menghampiri perutku
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Empat Puluh Satu
Mungkin memang benar, aku akan melahirkan anak kembar. Usia kandunganku saat ini terhitung memasuki
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Empat Puluh Dua
Kini, usia kehamilanku mendekati delapan bulan. Selama itu pula aku tak pernah sekalipun kembali ke
readmore Ku Yakinkan Hatiku Bagian Empat Puluh Tiga
Sampai di rest area, aku langsung turun dan meregangkan otot-otot tubuh yang terasa sangat kaku. Ah
readmore
mantap
01/03
0mantappppp
24/07
0bagussss
24/07
0apk yang keren
13/04/2025
0bagus banget
12/04/2025
0very good 👍🏼 I hope everyone can enjoy this app
05/10/2024
0download
04/10/2024
0good
23/01/2024
0Terharu banget ceritanya
26/12/2023
0bagus aku suka dengan ceritanya 🥰 semangat yah nulis nya🥰
14/12/2023
0