Kabuuan : 103Cerai atau diPoligami
“Kau pilih cerai atau ijinkan Haris menikah lagi?!” tanya Ibu mertua tiba-tiba. Jantungku seperti ma
readmore Sahabatku, Siska
Tiba di ruang meeting, semua mata menatapku. Mungkin merasa aneh, kenapa kali ini aku telat. Biasany
readmore Informasi Penting
Rasanya baru kali ini malas pulang rumah. Ibu pasti akan membahas hal yang sama. Apalagi tadi pagi a
readmore Karyawan Baru
Tiba di ruang meeting, semua mata menatapku. Mungkin merasa aneh, kenapa kali ini aku telat. Biasany
readmore Pencuri di Kamarku
Aku menunggu Damar yang sedang serius di depan laptop selama lima belas menit. Menghela napas, beran
readmore Di Bawah Kasur
Ibu menatapku dengan bengis. Kedua matanya memerah, menahan amarah. “Lepasin tangan, Ibu! Lepasin!”
readmore Perkenalan
POV Sarnih Namaku Sarnih, berasal dari kampung pinggiran kota. Perkampungan kumuh tepatnya. Tapi itu
readmore Benda Aneh
Benda apa itu? Kok seperti gulungan rambut? Kayaknya benar rambut. Kucoba menelisik benda persegi em
readmore Keputusanku
“Jangan ngomong sembarangan, Laila!” Gertak Bang Haris. Ibu memegang lengan anaknya. Menenangkan. Ak
readmore Wanita Lain
“Ini kopinya,” Damar datang membawa kopi pesananku. “Makasih,” jawabku singkat. “Eh, ngapain duduk
readmore Mengusir
“I-Ibu?” Terbata-bata Bang Haris memanggil Ibu. “PULANG!!!” Teriak Ibu. Aku memijat pelipis. Pikiran
readmore Merasa Beruntung
POV Haris (1) Aku adalah laki-laki yang amat sangat beruntung. Memiliki istri yang cantik, cerdas,
readmore Takut Miskin
PoV Haris Aku tak menyangka si Meyla berani bicara seperti itu. Kenapa juga wanita ini bisa tau kal
readmore Jatuh Harga Diri
Sayup adzan subuh terdengar. Aku menggeliat, menguap, menyibakkan selimut menuju kamar mandi. Dalam
readmore Pergi
Haris membisu. Menatap sendu. Lalu ia merunduk. Pertanyaanku tak kunjung dijawabnya. “Sudahlah, aku
readmore Janda Gatel
PoV Ibu Sarnih Rencana yang sudah aku susun bertahun-tahun berantakan. Rencana menjadi orang yang ban
readmore Mengeluh
POV Laila Ketukan pintu membuatku tersadar dari lamunan. “Masuk!” ucapku setengah berteriak. “Tumbe
readmore Blokir
“Laila ... kok ngomongnya gitu? Kamu pura-pura marah sama ibu?” tanya Ibu bersuara lembut. “Pura-pu
readmore Siapa Salma?
Nomor Haris sudah aku blokir. Begitu pun nomor Ibunya. Setidaknya mulai saat ini bisa bernapas lega.
readmore Kejujuran Salma
“Tiga bulan lalu, saya kerja di perkebunan teh.” Salma mulai bercerita. Tatapannya menerawang. “Say
readmore Kegeeran
PoV Haris Sebelumnya aku sangat bahagia, Laila menyuruhku datang ke rumahnya. Aku pikir ia membatalka
readmore Tentang Damar
PoV Laila Aku bersyukur rapat kali ini berjalan dengan lancar walau mendadak. Dan yang membuatku lebi
readmore Bertemu Meyla
Aku menyesap kopi tegukan terakhir. Kulirik Siska sibuk dengan ponselnya. “Cie ... yang mau nikah, gu
readmore Rencana Meyla dan Siska
“Mey, Meyla! Gimana ceritanya lo kenal ama tuh orang?” Siska menggoyangkan bahu Meyla. Aku dan Siska
readmore Belangnya Haris
PoV Haris Selesai mengantar Tante Susi belanja, aku langsung pulang. Aku masih tidak terima dia menye
readmore Lokasi Syuting
Sudah kuduga, Haris pasti tidak hadir di persidangan. Ia lebih memilih jalan bersama Meyla. Tapi tid
readmore Haris dan Meyla
PoV Haris “Mobil baru?” tanya Meyla menatapku dengan wajah berbinar. “Iya. Bosen mobil yang kemarin,”
readmore Cerita Meyla
Akhirnya syuting iklan yang kami tangani sudah selesai. Kalau tadi tidak hujan, mungkin jam tujuh ma
readmore Pindah Ke Apartemen
PoV Haris Lagi-lagi aku merasa dirugikan jalan bersama Meyla. Biasanya aku yang suka morotin uang wa
readmore Mengemis
Hampir satu jam Meyla bercerita tentang kebersamaanya dengan Haris. Aku, Siska, Bi Inah dan Mang Ka
readmore Villa
Aku bergegas masuk lift, meninggalkan Bu Sarnih yang masih berdiri. Raut wajahnya nampak kesal. Bebe
readmore Meyla dan Bu Sarnih
PoV Bu Sarnih “Laila, SOMBONG!!! Aku udah ngerendahin diri masih saja sok kaya! Apa salahnya aku tin
readmore Kejadian di Villa
Aku membelah kerumunan para karyawan. Ternyata Gita yang tadi berteriak. Gita mendekatiku, jarinya m
readmore Keputusan Bu Sarnih
PoV Bu Sarnih “Coba dicari lagi, Mey. Kali aja keselip dompetnya.” Aku berkata pada Meyla. Menyuruhn
readmore Siapa Pelaku Terror?
Mendengar pertanyaan Damar, darahku mendidih. Amarah seketika membuncah. Didiamkan, dia malah melunj
readmore Pertengkaran
PoV Haris Ibu dan Tante Susi beradu pandang. Kedua mata mereka saling melotot. Masing-masing tangann
readmore Mengecek CCTV
“Bu Laila, kuenya gak dicicipi? Tenang, Bu ... kue ini gak basi kok. Gak aku kasih racun juga. Heheh
readmore Di Rumah Meyla
PoV Bu Sarnih Tak kusangka, anak yang sudah kubesarkan selama ini, berani melawan dan meninggalkanku
readmore Mengungkap Pelaku Terror
Penjelasan Damar membuatku dan Siska tercengang. Kalau memang benar, saat itu Damar tertidur, pasti
readmore Haris Kecewa
PoV Haris Tiba di apartemen, Tante Susi langsung merebahkan tubuh moleknya di atas kasur ukuran king
readmore Introgasi
Kedua tangan Siska mengepal. Kemarahan terpancar dari kedua matanya yang memerah. “Kita makan dulu y
readmore Pertemuan Meyla dan Susi
PoV Bu Sarnih Haris mematikan telepon sepihak. Dasar anak kurang ajar! Makin ke sini, sikapnya makin
readmore Terungkap
Sepanjang jalan aku menangis. Pikiran buruk berkecamuk. Entah bagaimana nasibku jika Damar tidak dat
readmore Meninggalkan Haris
PoV Haris “Kata Haris, kamu itu wanita kaya raya tapi mat-re!!! Suka morotin duit Haris dan Ibunya!!
readmore Berziarah
Hari ini, aku berencana ke kota Karawang untuk berziarah ke makam Ummi dan Abi. Hampir enam bulan ti
readmore Mungkin Tidak Waras
PoV Haris “Bu, itu bukan Meyla,” ucapku mengingatkan Ibu. Ibu masih saja menyilangkan tangannya ke p
readmore Anak Angkat
Ternyata masakannya enak juga. Walaupun dengan menu sederhana. Apalagi goreng ikan Lelenya, gurih! T
readmore Panti Asuhan
PoV Haris “Har, Haris!” “Iya, Yang?” Tante Susi menepuk bahuku, embuyarkan lamunan. Aku masih tak pe
readmore Cerita Nafisa
Pagi harinya kulihat Nafisa sedang menikmati sarapan. Aku duduk di kursi yang bersebrangan dengannya
readmore Kabur
PoV Haris Tak berapa lama, wanita renta dengan gamis hitam kerudung putih datang menghampiri. Wanit
readmore Pinggir Trotoar
PoV Laila Perjalanan menuju kantor terjebak macet. Mungkin karena aku datang lebih siang dari biasan
readmore Rumah Sakit Jiwa
l “Lo yakin itu ibunya Haris?” Sepertinya Siska tidak percaya dengan ucapanku. “Gue yakin. Tadi gue u
readmore Diajak Nikah
PoV Haris Malam ini, tante Susi tidur di apartemen menemaniku. Tumben sekali janda montok itu langsu
readmore Cemburu
Sudah setengah jam kami berempat menunggu kepergian Haris dan pacarnya dari rumah sakit di dalam mob
readmore Haris Bertemu Nafisa
PoV Haris Laila menoleh, aku memamerkan senyum termanis. Senyuman yang dahulu selalu mampu meluluhkan
readmore Titik Terang
“Itu kucing lewat,” jawab Siska diiringi kekehan. Sial! Aku dikerjain. “Habisnya lo ngelamun mulu. J
readmore Tes DNA
PoV Haris “Sejak kapan tanda ini ada?” Tunjuk Nafisa pada tanda bulat berwarna coklat di telapak tan
readmore Di Butik
POV Laila “Kayaknya bukan Haris kamu. Masa sih Ummi Abi ngijinin kamu nikah sama laki-laki yang gak
readmore Mantan Pacar
Plakk!! Kutampar pipi Haris dengan keras. Kurang ajar! Beraninya dia bilang aku selingkuh. Laki-laki
readmore Licik
PoV Haris Tak kusangka, Laila berani menamparku di depan Siska dan Susi. Bagaimana bisa, wanita yang
readmore Kecelakaan
Langkah kaki kuayunkan menuju kantin Perusahaan. Di kantin, aku termangu. Mengingat kembali perjalan
readmore Haris Histeris
Setelah menerima telepon Nafisa, aku segera memesan ojek online. Lagi ngirit, gak perlulah pesan gra
readmore Mengetahui Korban Kecelakaan
Handphone berdering, aku mengerutkan kening melihat nama si penelepon. Siska. “Napa, Sis?” “Cepetan
readmore Kepincut Janda
“Laila?” Siska memecah keheningan di antara kami. “Hm?” “Nafisa udah tau kalau si Haris mantan laki l
readmore Dijemput
l Selesai makan, Damar langsung pamit. Aku mengantarnya sampai depan rumah. “Kamu bawa lagi aja mobil
readmore Salah Tingkah
Tiba di parkiran kantor, Damar mematikan mesin mobil. Aku bergegas turun. Namun, lelaki berkulit put
readmore Wanita Bergamis Ungu
Hubunganku dengan Damar semakin dekat. Apalagi semenjak Siska cuti mau menikah. Semua pekerjaan Sisk
readmore Seperti dipelet
PoV Damar Masya Allah, Subhanallah ... tak henti hatiku mengucapkan dua kalimat itu. Menganggumi cip
readmore Mengumumkan
PoV Laila Duh, kenapa dia nanya gitu sih? Ya gak salah, tapi kan rasanya gak adil saja. Aku udah per
readmore Takut Tertular
Hubunganku dan Damar sudah berjalan satu tahun sejak lelaki yang usianya terpaut enam tahun denganku
readmore Sadewa Berlutut
“Kalau kamu takut aku tertular penyakit kelamin Haris, kamu boleh membatalkan rencana pernikahan kit
readmore Haris Berpulang
“Calon suami?” “Iya. Lu mau tau siapa orangnya?” Sadewa mengangguk. Kayak burung gagak. Tanpa ragu,
readmore Hotel
Isak tangis masih terdengar di ujung telepon. “Kamu sekarang lagi di mana?” “Aku dan keluargaku masi
readmore Menikah
Tuduhan yang dilayangkan Sadewa membuat kami mengambil keputusan agar segera melangsungkan pernikaha
readmore Berkali-kali
Alhamdulillah, rasa syukur tak henti aku ucapkan. Menikmati malam pertama bersama Damar, sungguh san
readmore Kedatangan Meyla
Setelah satu Minggu cuti dari pekerjaan kantor, aku dan Damar kembali bekerja. Pagi ini, seperti bias
readmore Keluar Rumah Sakit Jiwa
PoV Bu Sarnih Akhirnya, aku bisa keluar dari tempat orang-orang yang tidak waras! Kini saatnya aku a
readmore Rencana Licik
PoV Bu Sarnih Hussain? Mirip nama belakang Laila. Tapi rasanya tidak mungkin kalau Nafisa punya hubu
readmore Ke Rumah Susi
PoV Bu Sarnih Bagaimana bisa Halimah ada di sini? Dan menjadi ibu kandung Nafisa? Atau jangan-jangan
readmore Bingung
PoV Laila Sepertinya untuk beberapa hari ke depan aku tidak dapat berhenti kerja dulu. Ternyata bany
readmore Tidak Menunda Momongan
PoV Laila Raut wajah Mama berubah sendu. Ia tak seceria sebelumnya. Tampak sekali kesedihan dan rasa
readmore Berakting
Maksudnya apa, Nafisa mengatakan Haris almarhum? Apa sebenarnya Haris sudah ... Mati?? Rasanya tidak
readmore Istirahat
POV Bu Sarnih "Baiklah kalau begitu. Saya hanya menawarkan saja." Tidak perlu ditawarkan Sisi, aku t
readmore Pindah Kamar
PoV Bu Sarnih Setelah Nafisa keluar kamar, aku menyibak selimut. Bangkit, segera mengunci pintu kama
readmore Kedatangan Sadewa
PoV Laila Hari ini aku dan Damar berencana pergi ke tempat penyaluran tenaga kerja atau asisten ruma
readmore Pembantu Baru
PoV Laila Raut wajah Sadewa berubah memerah. Entah menahan marah atau malu karena mendapat peringata
readmore Bertemu Salma
PoV Bu Sarnih Hari ini aku berencana akan menjual cincin milik Ria. Sebelum anak tidak sopan itu men
readmore Berkunjung Ke Rumah Laila
PoV Bu Sarnih Aku tak menduga akan bertemu dengan Salma lagi. Padahal terakhir bertemu dia akan pula
readmore Kumat Gila
PoV Ibu Sarnih "Kamu ... Kamu kenal sama kakak kandungnya Haris?" tanyaku meyakinkan apa yang aku de
readmore Rahasia Salma
PoV Laila Tidak berselang lama, Salma datang membawa plastik berisi beberapa lembar uang kertas mono
readmore Dilema
PoV Ibu Sarnih Aku tidak mengerti, kenapa rambutku awut-awutan begini. Tadi pas bangun tidur, ditang
readmore Bimbang
PoV Ibu Sarnih Aku jadi penasaran, apa yang Nafisa lakukan sehingga Ummi Abi Laila kecewa? Oh iya, k
readmore Memanfaatkan Kesempatan
PoV Bu Sarnih Hari ini aku sangat bahagia sekali karena Nafisa, Erni dan Ria pergi dari rumah. Nafisa
readmore Bertemu Nafisa
PoV Laila Minggu ini, Nafisa mengajakku bertemu di salah satu pusat perbelanjaan. Damar tidak ikut, s
readmore Dirampok
PoV Laila "Kamu jangan nakutin deh, La! Masa sih Ibu itu tega menggasak barang-barang di rumahku?" N
readmore Beraksi Lagi
PoV Bu Sarnih Di dalam mobil, aku tak henti tersenyum. Memeluk tas dengan erat. Rasanya hatiku sanga
readmore Menggasak
PoV Bu Sarnih Aku harus menunggu Susi benar-benar terlelap. Sambil menunggu waktu, duduk di bangku m
readmore Meninggalkan Rumah Susi
PoV Bu Sarnih "Iya, Pak. Walaupun baru saya beli beberapa bulan lalu, tidak masalah kalau saya jual.
readmore Dilaporkan Polisi
PoV Laila "Nafisa, sabar ya?" Kupegang pundak kanan Nafisa, menuntunnya duduk di sisi ranjang. Air m
readmore Makan Malam
PoV Bu Sarnih Hahahha ... Hatiku sangat bahagia. Di dalam tas ini, uangku saaaaaangat banyak! Sekara
readmore Penjara
PoV Bu Sarnih Lemas sudah persendianku. Berharap Mas Agung yang membayar semua makanan, justru aku y
readmore Hamil
PoV Laila Semalam aku mendengar kabar tentang tertangkapnya Bu Sarnih oleh pihak kepolisian. Beruntu
readmore Melahirkan
PoV Laila Kabar tentang kehamilanku langsung dibagikan Damar melalui media sosial. Berbagai komentar
readmore
mantap
07/05
0keren kak
02/02
0bagus cerita nya
04/07
0mantap keren
03/03/2025
0👍👍👍
15/12/2024
0Sangat bagus
06/12/2024
0apk ini sangat bagus kita juga bisa manbaca majalah atau komik
10/11/2024
0keren
30/09/2024
0Best dokk
29/09/2024
0karena bagus
14/09/2024
0