Kabuuan : 60Perdebatan
Ranti meraung di dalam kamarnya. Air mata yang coba ditahannya sejak tadi akhirnya luruh juga. Bukan
readmore Ini Yang Terbaik
Ranti berjalan menuju pintu samping rumahnya. Pintu yang berada pada sisi kiri rumah ini mengarah pa
readmore Siapa Yang Harus Berkorban?
Ranti bersimpuh di atas hamparan sajadahnya. Hujan masih turun walau tak lagi sederas semalam. Cuaca
readmore Kebahagiaanmu Yang Utama
Ranti melangkahkan kakinya perlahan menuju area parkir kendaraan roda empat yang terlihat cukup leng
readmore Rahasia Besar
"Ran, sedang sibuk?" Ranti yang sedang memeriksa laporan keuangan rumah makan dan kafe mendongakkan k
readmore Harta Gono Gini
Ranti berdiri dari posisi duduknya. Siap menyambut kedatangan sang tamu. Walaupun jujur saja, kehadi
readmore Pertemuan Kembali
"Bunda, ada Ayah di depan sana." Ranti yang sedang melakukan tilawah menolehkan kepalanya pada asal
readmore Mediasi
Ranti melangkahkan kakinya kembali menuju gedung ini setelah sepuluh hari yang lalu pertama kalinya
readmore Permintaan Ibu
Ranti duduk menghabiskan waktu sorenya di taman yang terhubung dengan usaha rotinya. Menikmati secan
readmore Serangan Jantung Ibu
Ranti meraung dalam tangisnya. Jangan sampai sesuatu terjadi pada wanita yang telah melahirkannya in
readmore Pesan Terakhir Ibu
Tubuh Ranti lunglai seketika. Serangan jantung? Inikah makna permintaan ibunya tadi sore? Wanita itu
readmore Kepulangan Ibu
"Ibu!" pekik Ranti sembari memeluk wanita yang telah menutup matanya itu. Wanita itu pergi, selamany
readmore Amanah Yang Tersampaikan
Rumah Ranti ramai oleh para tetangga dan kerabat sejak pagi tadi. Para pegawai Ranti bahu-membahu un
readmore Abang Akan Menjagamu!
Acara tujuh hari Yasinan dan tahlilan untuk almarhumah ibunya baru saja selesai, Ranti bernapas lega
readmore Pilu
Ranti menatap kertas yang ada di tangannya. Panggilan untuk menghadiri sidang mediasi kedua atas gug
readmore Dugaan
Menatap pilu pada foto ibunya saat sedang di depan Ka'bah yang ada di galeri layar pipihnya, mata Ra
readmore Tamu Istimewa
Ranti mengucap syukur yang tak henti-hentinya dalam setiap sujud panjangnya di atas hamparan sajadah
readmore Mencari Bayu
Tergugu Ranti di depan nisan ibunya. Hanya air mata yang mampu mengungkapkan gundah yang sedang meng
readmore Maafkan Aku Karena Egois
Ranti celingukan di depan bangunan yang ada di hadapannya ini. Tak tampak ada sosok yang duduk ataup
readmore Semoga Belum Terlambat
Tak ada siapa pun yang melintas di depan kontrakan itu. Ranti gusar, tak ada seorang pun yang dapat
readmore Masih Adakah Cinta di Hatimu?
Ranti menatap kedua sosok itu dari kejauhan. Jelas sekali, jika sama-sama melangkah, mereka akan ber
readmore Pesan Bapak
"Bayu ... kamu sudah sadar ya?" Tampak Bu Ratna baru saja masuk dan langsung menghampiri putranya. Ta
readmore Keputusan Kedua
"Abang mau makan sesuatu?" tanya Ranti pada suaminya itu. Bayu masih tampak memejamkan matanya. Waja
readmore Tulikan Telinga!
Ranti melangkah menuju area parkir dengan langkah gontai. Semua telah diselesaikannya. Semoga ini ke
readmore Prasangka Ryan
Ranti tersenyum menatap anak-anaknya yang sedang berdiri mengelilingi Bayu. Sore ini Ranti memang me
readmore Mertua Oh Mertua
Ranti baru saja hendak membuka kotak nasi restoran Padang yang dibawakan Ryan saat mengantar anak-an
readmore Penemuan di Pagi Hari
"Abang ke kantor hari ini?" tanya Ranti sembari meletakkan wadah keramik berwarna paduan putih dan b
readmore Investigasi
Ranti membelalakkan matanya. Napasnya terengah seakan baru saja berlari kencang. Sungguh tak menyang
readmore Praduga Yang Salah
Bayu yang baru saja memarkirkan kendaraannya merasa terkejut saat melihat kendaraan roda empat lain
readmore Pilihan
Langit terlihat cerah kala sinar rembulan menjadi penerang malam yang gulita. Awan gelap beriringan
readmore Penggeledahan
Suara petir yang menggelegar membuat Ranti terbangun dari tidurnya. Cahaya kilat saling menyambar te
readmore Tolong Antarkan Abang
"Ini apa, Bang?!" desis Ranti nyaris tanpa suara. Ranti mengeluarkan satu bungkusan dari koran dari d
readmore Kesempatan Terakhir
"Antarkan Abang ke pusat rehabilitasi!" Akhirnya kalimat itu meluncur dari bibir Bayu. Kalimat yang
readmore Luruh Dalam Tangisan
Sontak saja Ryan terperanjat saat mendengar ucapan kakaknya itu. Mengantarkan abang iparnya? Apa yan
readmore Lelah
Ranti menjejakkan kakinya kembali di Bumi Serumpun Sebalai ini setelah melakukan perjalanan bersama
readmore Lelah Jiwa
Gegas Ranti melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Menyeret koper hitam yang untung saja ukurann
readmore Telepon di Siang Hari
"Kak, boleh duduk?" Ranti yang sedang memainkan gawainya mendongakkan kepala saat mendengar ucapan la
readmore Kabar Buruk
"Siapa yang menelepon, Kak?" tanya Ranti saat melihat Dinda menjauhkan gawai dari telinganya. "Bang
readmore Permintaan Terakhir Bapak
"Jika sesuatu terjadi pada Bapak, titip Ibu pada kalian! Bapak berharap kalian mampu menyadarkan Ibu
readmore Jangan Berpisah Lagi
Bayu melangkahkan kakinya menuruni tangga yang menghubungkan badan pesawat dengan logo burung merah
readmore Syukuran
Ranti tersenyum menatap para tamu yang datang silih berganti. Sudah lama rasanya rumah mereka tak se
readmore Kehilangan Rumah
"Ibu! Nina benar-benar minta maaf!" Nina yang datang dengan tergopoh-gopoh itu lantas bersimpuh di ka
readmore Season 3 (Kita Berpisah Saja)
Curiga
Untuk Season 3 ini akan berkisah tentang rumah tangga Hanun, puteri kedua Ranti dan Bayu ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
readmore Dua Pilihan
Hanun mendudukkan tubuhnya pada kursi berbentuk sofa bulat berbahan beludru berwarna hijau lumut yan
readmore Kontak Nama Yang Mengejutkan
"Abang masih mencintai aku?” Pertanyaan itu tiba-tiba meluncur dari bibir Hanun saat dirinya dan sang
readmore Bermain Cantik
Hanun mematikan mesin mobilnya. Mobil yang merupakan hasil kerja kerasnya di luar rumah dengan mengg
readmore Gelang Yang Tertinggal
“Pagi Bang, mau sarapan apa?Aku bikin nasi goreng sosis tuh! Atau mau kubuatkan roti panggang?” tany
readmore Bertemu Sahabat Lama
Hanun melangkahkan kakinya cepat menaiki tangga eskalator. Stok beberapa bahan dapurnya sudah habi
readmore Cinta Yang Tersisa
“Bang, aku ketemu Widya saat belanja siang tadi,” ujar Hanun seraya menyerahkan mug berisi coklat ha
readmore Mulai Bekerja
Hanun menapakkan kakinya turun dari mobil. Perlahan namun pasti kakinya melangkah menuju bangunan m
readmore Sahabat
Kepala Hanun berputar ke arah kiri mencari asal sumber suara. Dugaannya tak salah, suara itu berasal
readmore Kenyataan Yang Disembunyikan
“Mas Yusuf? Tadi aku hampir tidak mengenali Mas. Agak berubah sekarang auranya,” ujar Hanun sembar
readmore Foto Dari Widya
Lafaz syukur terucap dari bibir Hanun saat mobilnya memasuki area parkir rumah makan di Jalan Melati
readmore Luka
Dering gawai yang berada di genggaman tangan kanan Hanun menyadarkan kembali dunianya. Nama Widya te
readmore Mundur Atau Bertahan?
Widya hampir tak percaya. Sahabatnya lebih memilih menahan luka demi sebuah rasa yang harus dijaga d
readmore Pertemuan
Netra Hanun memindai area parkir yang baru saja dimasukinya. Mencari tempat kosong untuk memarkirkan
readmore Haruskah Bertahan?
Hanun mematikan mesin mobilnya.Manik matanya memindai keadaan di sekitar area parkir yang mulai dip
readmore Tamu Istimewa
Hanun sibuk di dapur menyiapkan beberapa sajian masakan. Sudah dua jam wanita itu berkutat di dapur
readmore Permintaan Rindu
Hanun meraih gawai Almira yang tersimpan di saku celananya. Sembari melangkah perlahan ke arah meja
readmore Keputusan (ENDING)
Hanun berusaha meraup oksigen yang ada di sekelilingnya. Memastikan paru-parunya tak akan bermasalah
readmore
putus aja
09/05/2025
0Emang klw kita sudah sakit hati,emang gitu,udah pasrah,dan nggk mau di ganggu,maunya sendiri,dan meratapi nasih
13/03/2025
0keren
05/03/2025
0Keren banget
30/01/2025
0antap
19/01/2025
0bagus banget
01/12/2024
0🫶🫶🫶
06/09/2024
0keren
22/08/2024
0keren
14/08/2024
0asikk bngett
09/08/2024
0