Kabuuan : 101Bab 1 Kepergian Mas Divo
Suasana rumah berlantai dua ini sepi. Hanya ada aku dan Bayu—bayi Sembilan bulanku yang telah tertid
readmore Bab 2. Tragedi Dini Hari
Jarum jam di dinding kamarku menunjukkan pukul sepuluh malam. Hari ini jadwal kepulangan Mas Divo,
readmore Bab. 3 Bisikan Gila
Pagi ini, aku bangun lebih cepat dari biasanya. Sebelum sholat subuh, aku telah bangkit dari ranja
readmore Bab. 4 Tertipu
Pagi ini, Senin, waktu yang amat berat bagiku, karena harus melepas Mas Divo kembali meninggalkan a
readmore Bab 5 Sentakan
“Nah, kan, melamun lagi. Udah! Jangan mikir macem-macem dulu. Nanti kalau banyak mikir, wajah can
readmore Bab 6 Ancaman Mas Dion
“Mas, jangan gila! Apa yang mau Mas lakukan? Aku bungkam, karena aku tak ingin merusak keluarga ka
readmore Bab. 7 Petaka
Semua Berubah Suasana rumah ini berubah sejak kejadian itu. Tak ada lagi senyum manis Mama padaku,
readmore Bab 8 Di Tempat Baru
Mas Divo menghentikan mobilnya tepat di sebuah rumah minimalis dengan cat berwarna ungu muda. Pag
readmore Bab 9 Mas Maafkan Aku
Mas Divo turun dari mobil, dan membuka pintu pagar yang sedikit ternganga. Kemudian kembali melaju
readmore Bab 10. Suara di Mobil Mas Divo
Malam kian larut, aku dan Bayu belum tertidur. Hari ini anakku sangat rewel, ia terus-terusan menang
readmore Bab 11 Pertemuan Tak Terduga
“Rekanku! Lagian, sejak kapan kamu main curiga-curigaan sama aku? Ingat, Vi! Aku belum sepenuhnya
readmore Bab 12. Trik Perang
“Sendirian?” sapanya dengan tatapan teduh penuh senyuman. Manik cokelatnya terlihat berbinar menat
readmore Bab 13 Aku Mendapatkannya
Setelah pelayan itu pergi, Mas Dion kembali menatap padaku dengan gaya khas-nya. “Jangan kurang aja
readmore Bab 14 Ancaman Dion
“Haha …! Hidup terkadang memang sangat lucu, Vi. Pandangan mata kadang tak selalu tembus pada real
readmore Bab 15 Telepon Tengah Malam
Mobil yang kutumpangi berhenti tepat di depan pagar rumah yang terlihat sepi. Aku menuruninya sete
readmore Bab 16 Menemui Mas Dion
Mas Divo tidak ada di kamar? Suaranya pun tak terdengar. Ke mana dia? Pandangan mengarah ke ruang t
readmore Bab 17 Rahasia Terungkap
Pagi ini seperti biasa, kusiapkan segala kebutuhan Mas Divo sebaik-baiknya. Meski hati masih terba
readmore Bab 18 Rese
Aku menarik kursi kayu itu dan menghenyakkan bobotku perlahan di sana. Meletakkan tas yang sedari t
readmore Bab 19 Ternyata
Kafe dengan desain alam, di mana di sisi halamannya disulap menjadi taman bunga indah bak pagelaran
readmore Bab 20 Dia Berbeda
“Mas! Mas Divo!” Aku meratap memanggilnya. Namun, lelaki itu seperti tak mendengar juga tak melihat
readmore Bab 21 Menenangkan Diri
Kami menjemput Bayu di rumah teman Mas Dion. Alhamdulillah, Bayu terlihat senang di sana. Benar uca
readmore Bab 22 Rahasia Besar Mas Dion
“Ceritakan padaku apa pun yang Mas ketahui,” ujarku tiba-tiba. Mas Dion menatapku lagi. sejenak ia
readmore Bab 23 Berpura pura
Semua telah kembali seperti semula. Tak sulit memang membuat seorang Divo mempercayai skenario yang
readmore Bab 24 Rencana
Setelah pembicaraan kami usai, Mas Dion dan aku kembali berpisah di jalanan. Entah mengapa aku mera
readmore Bab 25. Rahasia Wanita Itu
Acara launching berjalan dengan lancar. Seorang lelaki muda yang kurasa adalah owner-nya melakukan
readmore Bab 26 Kharisma Dion
Usai semua drama, aku kembali pulang ke rumah bersama Bayu yang tadi sempat kujemput ke penitipan. S
readmore Bab 27 Pertemuan Dengan Orang Misterius
Malam ini aku ikut Mas Divo, makan malam dengan seseorang yang ingin bertemu denganku. Walau merasa
readmore Bab 28 Permintaan Tante Tiara
Perlahan Tante Tiara menelungkupkan sendok dan garpunya di piring, kemudian mendorong piring ke itu
readmore Bab 29 Melepaskan
Aku kembali mengangkat kepala. “Baik, Tan. Aku terima!” Aku menarik napas panjang, berupaya menetral
readmore Bab 30 Terpukau
Gawaiku berdering. Nama Mas Dion muncul di layar. Segera kuambil dan usap panggilan itu. “Assalammual
readmore Bab 31 Kejutan
“Ada satu hal yang sebenarnya ingin aku katakan sedari kemaren, tapi aku takut ini membuat kita sal
readmore Bab 32 Penelpon Misterius
*** Delapan belas bulan kemudian. Pagi ini, aku datang lebih awal dari biasanya. Usai mengantarkan Ba
readmore Bab 33 Pertemuan Tak Terduga
Seketika gerakanku terhenti, jantung berhenti berdetak. Netraku menyipit. Setahuku tak ada orang as
readmore Bab 34 Lelaki di Taman
“Assalammualaikum, Viona.” Suara berat seorang lelaki mengejutkanku. Suara yang berasal dari belaka
readmore Bab 35 Sikap Aneh Mas Ferri
“Mi. Ami nggak liat, ya? Om selem yang ada di taman itu tadi di sini. Pake mobil yang tablakan itu.”
readmore Bab 36 Baby Sitter
Hari ini Mas Ferri membawa tiga orang calon Baby sitter untuk Bayu. Sudah dua orang yang kuwawancara
readmore Bab 37 Rahasia Mas Ferri
Part 37 Jarum Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 18.05. Suasana ruangan sudah terang benderang d
readmore Bab 38 Lelaki Aneh
Sosok lelaki berjas hitam itu mendekat dan menampakkan seringainya. Wajah seramnya membuat nyaliku
readmore Bab 39. Tragedi di Ruanganku
“Jaga bicaramu, Divo! Viona tidak seperti yang kamu pikirkan.” Mas Feri kembali membentak Mas Divo d
readmore Bab 40 Melupakan
Aku terdiam untuk beberapa saat setelah kepergian Mas Feri. Kemudian melangkah ke kursi kerjaku dan
readmore Bab 41 Kenangan Lama
“Aku dan mas Feri memasuki pelataran pameran dengan santai. Suasana sangat ramai, semua stan nyar
readmore Bab 42 Lamarlah Aku
“Kau kecewa, Viona?” tanya Mas Feri sambil menatap debur ombak di balik kegelapan malam. Suara bisi
readmore Bab 43 Fakta Mas Divo
Pagi ini, aku terdiam di ruanganku. Aku teingat ucapanku semalam pada Mas Feri, itu benar-benar te
readmore Bab 44 Siapa Lelaki Itu
Situasi aman terkendali. Tidak ada hal-hal yang terjadi selama penutupan acara Vieera Cooperation.
readmore Bab 45 Bayu diculik
Pagi ini aku sengaja telat ke D-Vion. Aku ingin mengantarkan Bayu dan Winarti ke sekolah Bayu. Seka
readmore Berita Mengejutkan
Mas Feri masih terdiam menanti jawaban dariku. Sesungguhnya, tentu saja aku penasaran dengan Mas Di
readmore Di Culik
Kami tiba di sekolah Bayu pukul 11. 30. Sekolah itu sudah terlihat sangat sepi. Ketika mobil mengamb
readmore Dokter Cantik
Orang-orang yang tadinya fokus dengan tubuh Bayu seketika kaget mendengar tangisku. Mereka secara se
readmore Tamu di Ruang Bayu
Setelah melewati masa observasi, Bayu dipindahkan ke ruang rawat inap. VIP, tempat yang aku inginkan
readmore Mau Jadi Papa Bayu?
Jantungku seketika serasa berhenti berdetak untuk beberapa saat lamanya. Seraya napas yang tertahan
readmore Wanita Cantik Itu Ternyata
Tubuhku kembali memaku dengan wajah memucat mendengar kalimat Bayu. Sementara, Mas Dion tersenyum sa
readmore Bapak Juragan
Akan tetapi, aku kembali berusaha bersikap biasa. Aku tersenyum padanya dan Mas Dion. Harus kuakui.
readmore Mantan Mertua
Kami pun kembali melanjutkan langkah di koridor rumah sakit yang lengang itu. Ketika melewati peremp
readmore Undangan Mbak Venya
Usai drama kecil pembahasan tentang diriku dan Mas Divo, Mama dan Papa bercengkrama dengan Bayu. Mer
readmore Syok
“Assalammualaikum, Mbak,” sapaku pada gadis cantik itu. “Waalaikum salam, Viona,,” jawab wanita itu.
readmore Mereka Mabuk
Sampai di teras, aku kembali mentralkan diri. Aku takut wajah pucat dan kikukku ini disadari Mas Fer
readmore Tindakan Gila
Namun, belum berhasil aku mendorong pintu, lenganku terasa direngggut seseorang. Tubuhku oleng dan
readmore Batal Menikah
Mas Dion membeku di dekat pagar dengan wajah menunduk setelah menyugar rambutnya dengan keras, kemud
readmore Ajakan Mas yang Mengejutkan
*** Pagi ini, aku kembali melakukan aktivitas di D-Vion setelah Bayu kembali pulang ke rumah. Winarty
readmore Undangan Mama
Akhirnya aku menerima ajakan itu. Aku duduk di kursi penumpang di samping Mas Dion yang sedang menge
readmore Permintaan Mama
Tak berapa lama, seorang asisten rumah tangga datang membawakan secangkir teh hangat. Mama mempersi
readmore POV Dion
POV Dion Ruang besar yang dipenuhi desain interior yang megah ini sangat sepi. Hanya ada aku, berdiam
readmore POV Dion
“Lho, Mas! Bukan itu maksudku. Maksudku, aku belum bisa merasakan kenyamanan seperti yang Mas rasaka
readmore PoV Dion
“Gue udah menyampaikan pesan, lu ke Viona. Gue rasa ia sudah menerimanya,” jawab Feri dengan nada ba
readmore POV Dion
“Ba-bagaimana M-mas bisa tahu a-aku di sini? Bu-bukankah Mas di Jakarta?” tanyanya heran penuh tanya
readmore Gadis Cantik Itu
Ketika aku baru saja keluar dari ruang rawat Divo, aku terkejut menatap kehadiran seorang wanita can
readmore PoV Dion Kacau
Usai kepergian Venya, aku kembali masuk ke dalam dan memposisikan diri kembali di samping Divo, samb
readmore PoV Dion
Kuberanikan diri untuk meneleponnya siang itu. Aku mengatakan ingin membicarakan sesuatu padanya. Se
readmore Back to Viona's POV. Mbak Venya
Seperti kesepakatanku dengan Mama. Aku akan memberikan ketenangan buat semua orang. Aku akan menghil
readmore Kenyataan
“Kupikir kalian harus bersatu,” ucapnya lagi yang membuat aku makin terkejut. “Tapi, Mbak!” cekalku. “
readmore Pamit
Lelaki itu mendekat dengan tatapan tenangnya. Kemudian, terdiam di hadapanku yang menatap padanya. I
readmore Pulang
“Mi, kita kemana cih? Kok naik mobil becal begini?” tanya Bayu ketika mobil besar yang kami tumpangi
readmore Vidio Kebahagian Mbak Venya
Pagi itu aku dikejutkan dengan sebuah chat yang masuk ke gawaiku. Tertulis nama Dokter Venya yang be
readmore Lelaki Tampan di Tokoku
“Vanny?!” teriakku histeris dan haru sambil berdiri dari kursi tempatku tadi berdiam. Wanita itu men
readmore Lelaki Tampan di Tokoku
“Vanny?!” teriakku histeris dan haru sambil berdiri dari kursi tempatku tadi berdiam. Wanita itu men
readmore Kisah Mas Danny
Sejak saat itu, kami jadi sering bertemu. Terlebih Vanny yang ternyata lokasi tinggalnya tidak seber
readmore Kegilaan Fanny
Gila! Vanny benar-benar gadis gila seperti yang kukenal dulu. Ia dengan sengaja menyusun sebuah renc
readmore Keanehan Sikap Tante Meisya
*** Waktu terus berlalu. Kedekatan aku, Vanny, Mas Danny dan keluarganya semakin meningkat dari hari
readmore Permintaan Tante Meisya
Pagi ini aku kembali dengan aktivitas toko yang hampir dua minggu sering kutinggalkan. Jadwal pernik
readmore Permintaan Tante Meisya
Pagi ini aku kembali dengan aktivitas toko yang hampir dua minggu sering kutinggalkan. Jadwal pernik
readmore VC Mbak Venya
Setiba di Vyu Mart, aku kembali menyibukkan diri dengan pekerjaan yang tadi terbengkalai. Aku larut
readmore Harus ke Ibu Kota
*** Seperti biasa, toko itu kututup tepat pukul sembilan malam. Aku kembali ke rumah yang jaraknya ha
readmore Pertemuan Tante Meisya dan Mama
*** Kami memasuki rumah sakit yang dulu pernah menjadi tempat Bayu di rawat. Aku memang sengaja memba
readmore Menemui Mbak Venya
*** Hari telah pagi. pukul setengah enam. Mungkin karena kasur empuk dan juga pendingin yang cukup se
readmore Pengakuan Mbak Venya
Seakan paham dengan keherananku, Mbak Venya kembali berucap, “Aku bilang kalau,” ucapnya sambil mena
readmore Permintaan. Mbak Venya
“Mbak ngomong apa?” teriakku. “Aku benci kalimat, Mbak!” sambungku lagi sambil menengadah mengangkat
readmore Melahirkan
Aku membeli es krim kesukaan bayu dan kembali menghampiri Mas Dion yang tadi kutinggalkan di bangku
readmore Pertemuan dengan Mama Mbak Venya
“Ma, aku mohon, jangan persulit keadaan. Kita lebih mementingkan keadaan Venya saat ini,” ucapnya me
readmore Permintaan Mbak Venya
“Mbak ngomong apa?” teriakku. “Aku benci kalimat, Mbak!” sambungku lagi sambil menengadah mengangkat
readmore Senyum Mbak Venya
Mas Dion memposisikan diri duduk di sampingku, ketika perawat jaga di ruang adminstrasi disibukkan d
readmore Kejutan Mas Danny
Usai menjaga Mbak Venya beberapa hari dan sempat juga menjaga bayinya di ruang rawat bayi, aku kemba
readmore Keanehan Sikap Mas Danny
Usai kepulangan Mas Danny dari rumahku, aku masih duduk di sofa sambil merebahkan punggung di sandar
readmore Ajakan ke Kota Oleh Mas Danny
Tok! Tok! Tok! Suara ketukan di pintu mengejutkan aku dan Mama. Cepat-cepat kuhapus jejak air mata ya
readmore Dia Lelaki Idaman
Kamarku yang bersebelahan dengan Mas Danny membuat aku dan Mas Danny berpisah di pintu masuk. Mas Da
readmore Kejutan di Hari Pernikahanku
Semalam aku mendengar khabar gembira dari Mas Dion tentang keadaan Mbak Venya. Ia sudah bisa berjala
readmore Panggil Dia 'Mama'
“Mama! Mulai hari ini kamu harus membiasakan diri memanggil mamaku dengan sebutan Mama,” cekalnya ti
readmore Panggilan Darurat Mbak Venya
Habis berkata begitu lelaki itu berpamitan dan menaiki sebuah motor yang sudah menantinya di gerbang
readmore Berita Memilukan
“Sekarang kamu istirahat dulu, ya? Biar tenaga kamu cepat pulih,” ucapnya lagi. Aku mengangguk pelan
readmore Kedatangan Tiga Sahabatku
“Ohya, kalian mau minum kan? Aku bikin dulu, ya?” Kukumpulkan kekuatan untuk dapat berdiri dari kurs
readmore Ulang Tahun Kanaya
“Bayi yang cantik dan lucu. Ia pasti sangat merindukan kehadiran seorang ibu,” ucap Fanny lagi. Fann
readmore Exstra Part
Aku dan Mas Dion akhirnya hidup bersama dalam ikatan pernikahan. Setelah melewati banyak hal yang h
readmore
Ceritanya bagus
14/05/2022
0Bagus
26/02
0good story
27/09
0good
09/08
0novelnya cukup bagus dan menarik
03/07
0Kerenn. suksesselalu ya
01/07
0bagus bnget aku suka🥰
08/06
0bagus bangett
07/05/2025
0future world
05/05/2025
0baguss banget kak
24/04/2025
0