Agatha, gadis 15 tahun harus menghadapi kenyataan baru dalam keluarganya. Pernikahan orangtuanya terancam perceraian. Ayahnya menghilang, sang bunda mengurung diri di kamar, sementara ia harus menyusahkan diri demi kedua adiknya.
Ia bahkan kehilangan cinta pertama dan sahabat-sahabatnya, ketika masih terkurung ancaman perceraian.
suka banget sama jalan ceritanya😍
ini first time aku baca novel dengan adanya keluarga Katolik😇
semoga ada lagi cerita" tentang keluarga Katolik lainnya🤗
semangat berkarya dan semoga sukses selalu kak💪😊🙏😇
03/07/2022
0
Tauhid Rindon
Bagus sekali
11/04
0
AL
bagus
26/12
0
Herawati Regina Pakpahan
mantap
24/10
0
Nurul Huda
seruu
30/09
0
Wily Sugeha
bsgus sekali
15/08
0
nakishaivana20
bagus banget ka
28/05
0
azzahrakanaya
ceritanya keren banget bikin mewekk
16/05
0
SanaOrang
alay banget
12/05/2025
0
chahya cici
Bagus kak🥰
11/05/2025
0
Kabuuan: 42
Prolog dan Satu
Aku Agatha. Lebih tepatnya Agatha Caroline tetapi panggil saja aku, Atha. Nama Agatha itu diambil da
Dua
Dulu, aku ingin sekali cepat pulang. Menuju tempat yang paling kurindukan sepanjang hari, rumah. Ruma
Tiga
Beginikah rasanya menjadi anak dari orang tua yang akan bercerai? Rasa asing yang menyesakkan juga s
Empat
Bel tanda istirahat telah berbunyi. Aku bergegas menyeroboti kerumunan yang menghalangi pintu kelas,
Lima
"Hey, Non Atha, berhenti!” Kepanikan pak Uya, satpam sekolah, mau tidak mau mempengaruhi suasana hati
Enam
Dapur yang kotor dan kosong kini penuh dengan barang belanjaan. Aku yakin uang belanja yang kurang d
Tujuh
Waktu istirahat kami harus dibatasi. Setelah makan siang yang diselingi cerita lucu Dea tentang tema
Delapan
Suasana sekolah hari ini sangat berbeda. Entah karena perasaanku saja akibat bolos kemarin atau mema
Sembilan
Setelah dari ruang BK, aku mengikuti pelajaran kimia yang diasuh oleh Pak Joni. Awalnya menarik. Lal
Sepuluh
Kemarahan itu memenuhi seluruh diriku. Setiap inci tubuhku dipenuhi energi negatif itu. Pada Anggi,
Sebelas
Setiap orang paling tidak memiliki satu tempat favorit di dunia ini. Di dalam rumah ini kami juga pu
Dua Belas
Hari ini adalah hari Sabtu, artinya hari hukumanku bersama lelaki yang namanya pernah disebutkan Dew
Tiga Belas
Mensugesti diri agar selalu positif itu baik. Cukup tarik napas yang dalam, mengelus dada dan berbis
Empat Belas
Kutarik napas dalam, membiarkan oksigen menetap sepuluh detik dan mengembuskan udara panas dengan ce
Lima Belas
Kata Bunda, tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Sekali pun terlihat jelas suatu kebetulan
Enam Belas
Mungkin perasaan yang menyerangku kini seperti perasaan seorang perempuan gemuk yang sedang menjalan
Tujuh Belas
Setelah sekian waktu, pakaian yang biasa kukenakan untuk jalan-jalan kembali tersentuh. Jeans hitam
Delapan Belas
Setengah berlari aku mendekatinya, ingin memastikan mataku bahwa aku tidak salah melihat. Bahwa di b
Sembilan Belas
“Atha!” Sebuah suara memanggil dari belakang. Aku kenal suara itu, suara dari lelaki cinta pertamaku
Dua Puluh
"Hai, Kakak. Welcome Home.” Ia tertawa lirih. Aku juga ikut tertawa bersama rasa haru yang luar bias
Dua Puluh Satu
“Kakak, besok pulang dari gereja bantu bersihin kamar Bunda, ya.” “Siap, Bun.” “Besok, kita jalan-jala
Dua Puluh Dua
Melelahkan tapi menyenangkan. Kamar Ayah Bunda yang besar itu perlu banyak waktu dan tenaga untuk di
Dua Puluh Tiga
“Makan malam bersama?” Sebuah kalimat manis yang terucap dari mulut mungil Dea mau tidak mau membuatk
Dua Puluh Empat
“Ataha, telepon ambulans sekarang. Cepat!” teriakan Oan memundurkan langkah yang baru dua tangga kup
Dua Puluh Lima
“Kakak, bantuin Bunda, ya. Bunda mau masak tapi rasanya mual terus. Kakak bantuin, ya.” Suara Bunda m
Dua Puluh Enam
“Oh, maaf, seharusnya saya tidak perlu mengatakan itu. Maafkan saya.” Permintaan maaf dokter tak lag
Dua Puluh Tujuh
“Ayah, Bunda sakit kanker dan sekarang berada di rumah sakit. Hubungi aku segera saat Ayah membaca p
Dua Puluh Delapan
“Kak Atha, Bunda ke mana?” Nael menyembulkan kepala dari balik pintu kamarku saat aku beranjak tidur.
Dua Puluh Sembilan
“Kamu izin lagi, Agatha? Bukannya kemarin kamu juga izin. Jangan-jangan besok juga kamu akan izin la
Tiga Puluh
Dua hari berlalu dengan cepat, keadaan Bunda sudah lebih stabil dan siap menjalankan pemeriksaan lan
Tiga Puluh Satu
Sudah lebih dari satu jam aku menunggu sejak Dokter Rudi keluar dari ruangan, meninggalkan Ayah dan
Tiga Puluh Dua
Malam ini kami tidur bertiga. Dea hanya menangis tak mengerti, ia takut kehilangan Bunda. Sedangkan
Tiga Puluh Tiga
Setelah hampir seminggu dirawat di rumah sakit pasca operasi, Bunda dibolehkan pulang dengan banyak
Tiga Puluh Empat
"Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan
Tiga Puluh Lima
Sebulan setelah Bunda dilarikan ke rumah sakit, hari bahagia untuk Dea pun digelar. Hari komunio per
Tiga Puluh Enam
Memasuki bulan Desember, rumah kami sudah seperti rumah tua yang dilupakan, tampak suram dan juga hi
Tiga Puluh Tujuh
Natal dan tahun baru berlalu dengan dingin. Hanya kami bertiga yang ke gereja, sementara Ayah tetap
Tiga Puluh Delapan
Sebuah Blackforest ukuran sedang tertata apik di ruang tengah. Dekorasi ceria yang didominasi warna
Tiga Puluh Sembilan
Rumah tanpa seorang ibu, siapakah yang mau membayangkannya? Hari-hari setelah kepergian Bunda adalah
Empat Puluh
Seminggu setelah kematian Bunda, aku menjadi anak gadis yang paling panik dan takut. Karena terlalu
Empat Puluh Satu
Gugup. Debar jantung yang cepat membuatku berkeringat dan perutku kembali mules. Dengan satu tarikan
Epilog
Dua tahun kemudian … “Kak Atha, ayo cepatan. Kalau Kakak telat pernikahannya bakal batal, nih. Kakak
suka banget sama jalan ceritanya😍 ini first time aku baca novel dengan adanya keluarga Katolik😇 semoga ada lagi cerita" tentang keluarga Katolik lainnya🤗 semangat berkarya dan semoga sukses selalu kak💪😊🙏😇
03/07/2022
0Bagus sekali
11/04
0bagus
26/12
0mantap
24/10
0seruu
30/09
0bsgus sekali
15/08
0bagus banget ka
28/05
0ceritanya keren banget bikin mewekk
16/05
0alay banget
12/05/2025
0Bagus kak🥰
11/05/2025
0