Kabuuan : 25Bab 1 Sugar Baby
"Aku tidak mau diantar Mama ke sekolah," ucap Amanda kasar. Aku yang sudah memakai jaket dan meraih k
readmore Bab 2 Bertemu Kembali
Cukup lama aku mematung di sisi tempat tidurku. Setelah puluhan tahun senyap, tanpa sua, tanpa sapa
readmore Bab 3 Kehilangan
"Hasna!" Aku yang sedang menjemur pakaian di halaman belakang rumah, menoleh. Rupanya Mbak Niken. Di
readmore Bab 4 Racun
Pagi hari pertama tanpa Amanda. Memang ada yang hilang dalam setiap helaan nafasku. Mata ini memanda
readmore Bab 5 Rumah Neraka
"Mama tidak perlu datang ke sekolah, Oma Rosie dan Mama Soraya yang akan mengurus semua keperluan se
readmore Bab 6 Menepi
"Mama sekarang sensitif," sungut Amanda, menyambar tote bag. "Kenyataannya rumah ini mirip gubuk di
readmore Bab 7 Hanya Orang Asing
Aku meraih selimut yang sering digunakan Amanda, bergelung di dalamnya--seolah dia ada di dekatku. W
readmore Bab 8 Fase Parah
Aku mengusap lengan yang perih, kuku Amanda berbekas di permukaan kulit. Siluetnya menghilang dari p
readmore Bab 9 Ambil Saja Mama Gue!
Aku berdiri di sisi tempat tidur Edlyn, kasihan gadis itu. Dia kesepian, menanggulangi rasa sedih se
readmore Bab 10 Awas Jantungan!
"Edlyn, bisa jelaskan kenapa kamu berkelahi dengan temanmu?" tanya Pak Aksara sembari membuka pintu
readmore Bab 11 Tidak Berharap Lagi
Aku memberikan catatan tambahan pada Lenni, ada beberapa barang yang dibeli Edlyn. Lenni memakai kac
readmore Bab 12 Membakar Mulut Mereka
Edlyn berteriak keras, sepertinya dia ingin mengeluarkan penat jiwa yang sudah lama terendap. Lirih
readmore Bab 13 Es Krim
Aku mengambil botol sambal dari dalam kulkas. "Kenapa bawa sambal, Hasna? Itu sambal baru kubuat tadi
readmore Bab 14 Hati yang Menghitam
Gegas aku turun dari tempat tidur, tanganku menyambar kunci motor. Berlari keluar kamar. "Hasna, mau
readmore Bab 15 Kasih Tulus
Aku memegang lengan Edlyn, memberi tanda untuk tenang. Selama aku menjaga Amanda di rumah sakit, dia
readmore Bab 16 Karma dan Sebuah Rasa
Aku celingukan, mencari mobil yang mengantar Amanda. "Kamu ke sini naik apa?" "Taksi." "Mama akan meng
readmore Bab 17 Janji di Bawah Langit Sore
"Hatiku," jawab Pak Aksara. Heh? Aku melongo. Menatap wajah Pak Aksara. Hati sama dengan cinta. Dia m
readmore Bab 18 POV Aksara: Dua Cinta
POV. Aksara Dari pantulan kaca spion, aku melihat Hasna berdiri--dia sempat melambaikan tangan dengan
readmore Bab 19 POV Aksara: Kita Selesai
POV. Aksara Edlyn dan Hasna. Dua perempuan yang menggenapi kehidupanku. Tawa mereka seolah mengisi ke
readmore Bab 20 Pisang Goreng
Empat hari. Aksara tidak berkabar. Panggilan telepon dan pesan tidak ada satu pun terbalas. Terakhir
readmore Bab 21 Hitam
"Apa yang kamu bawa?" tanya Aksara. "Aku buat mie goreng." "Ayo, masuk." Aku menggelengkan kepala. "Kit
readmore Bab 22 Pingsan
Aku terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Tangan kiriku dipasang infus.Pada bagian leher tera
readmore Bab 23 Reality Show
Soraya menarik napas panjang, seolah pasokan oksigen untuk tubuhnya menipis. Sekarang ekspresi mukan
readmore Bab 24 Gamang
"Kita bicara di dalam." Aksara menarik lengan Soraya supaya berdiri, wanita itu malah memanfaatkan s
readmore Bab 25 END
Nampak Soraya keluar dari dalam vila, dia berjalan menghampiri kami. Di bawah temaram langit malam,
readmore
bagus banget novel nya
15/04
0CERITA NYA BAGUS, MENARIK , DAN BUAT AKU BETAH BACA BERDUA SAMA ADEK
15/12
0bagus banget
21/11
0bagussss bangetttttt sumpahh ihhhh seru mau baca lagi tapi udah end aaaaahhhhh,
20/11
0read it and feel it♥️
12/11
0baik
08/10
0I love it 😍😍
07/06
1Sangat bagus
05/06
0bagus
18/05
0bagus bgttt ceritanya
16/05
0