logo text
เพิ่มลงในห้องสมุด
logo
logo-text

ดาวน์โหลดหนังสือเล่มนี้ภายในแอพ

Part 4 : Papa? Baik - baik saja bukan?

Bukan tanpa alasan Bima harus pergi kekantor malam - malam. Papa Rayna itu mendapat kabar kurang mengenakkan karna statistik penjualan terus menurun selama 3 bulan terakhir.Ia harus gerak cepat karna kalau tidak bisa saja perusahaannya bangkrut.
"Dev, tolong besok agendakan meeting dengan tim marketing jam 10 pagi ya." Ucapnya pada asisten pribadinya melalui telfon.
"Baik, pak." Jawab Devan singkat
Bima lalu menutup telfonnya dan mencoba memikirkan strategi apa yang cocok untuk bisa menaikan penjualan bisnisnya.
"Kenapa bisa begini? padahal produk dari perusahaan ini sudah terus ber inovasi." Gerutunya kesal.
Wajar saja Bima heran ia sudah menggunakan material terbaik di kelasnya untuk setiap produk yang dihasilkan. Bahkan para pembeli yang sudah terdaftar menjadi member pun tak terlihat riwayat pembeliaannya selama 3 bulan terakhir.
Ia memutuskan kembali ke rumah setelah hampir 3 jam berada di kantornya. Sesampainya di rumah ia disambut dengan keadaan rumah yang sudah sepi itu artinya Ray sudah pindah ke alam mimpinya. Ia mencoba melihat keadaan Ray saat hendak menuju ke kamarnya. Benar saja Ray sudah tertidur.
Kadang Bima pun iba dengan Ray, selebar apapun Ray tersenyum. Luka akan kurangnya kasih sayang seorang ibu jelas terlihat di wajahnya.
Setelah memastikan keadaan Ray aman, ia kembali menutup pintu kamar Ray dan menuju kamar nya sendiri untuk ber istirahat.
...
"Pagi pa." Sapa Rayna melihat papanya sedang duduk di teras rumah.
tak kunjung mendapat jawaban dari papanya, membuat Ray curiga apa yang difikarkan papanya hingga se begitu seriusnya
"Pa,papa kenapa?." Sapa nya lagi kali ini dengan menyentuh pundak papanya.
Merasakan ada sentuhan di pundaknya Bima tersadar dan memdapati putrinya yang tengaj mengamatinya
"Eh, Ray udah bangun?." Responnya sedikit gelagapan.
"Udah, papa lagi mikirin apa? kok sampe ray ngomong ga denger." Tanya ray
"Engga kok ray, ga ada apa - apa." Bima tak mau ray menjadi semakin terbebani, baginya Ray hanya harus fokus dengan pendidikannya tak perlu tau akan masalahnya.
"Papa yakin?"
"Yakin dong sayang, papa baik-baik aja kok."
"Yaudah yuk sarapan, abis itu anter ray ke sekolah."
"Okey."
Ray curiga ada yang tak beres dengan papanya, jarang sekali ia mendapati papanya melamun seperti tadi. tapi ray tidak mau terlalu berburuk sangka pada papanya, mungkin memang tadi papanya tak mendengarnya.
....
"Ray sekolah dulu ya." Setelah keluar dari mobil ray berpamitan untuk masuk kelas
"Oke sayang yang pinter ya sekolahnya."
"siap pa."
Setelah memastikan Ray masuk kelas, Bima juga segera menuju ke kantor untuk bertemu devan dan manager dan bagian layanan pelanggan, dia ingin menanyakan apakah ada pelanggan yang merasa kecewa dengan produknya.
"Pagi dev, tolong minta orang dapur untuk buatkan saya teh ya, nanti tolong kamu antar ke ruangan saya. Terima kasih."
"Baik pak." Jawab Devan singkat lalu bergegas menuju cafetaria kantor.
...
"Permisi pak, ini teh nya." Ucap Devan sopan
"Baik, terima kasih." Balas Bima lalu menyeruput teh hangat itu.
"Bagaimana dev, tim marketing sudah siap untuk meeting nanti?." Tanyanya
"Sudah pak, mereka sudah siap." Jawab Devan.
"Ya sudah kalau begitu kamu boleh lanjutkan pekerjaan kamu ya." Bima mempersilahkan Devan meninggalkan ruangannya.
Saat Devan hendak membuka pintu ia teringat kemarin map nya ada yang tertinggal,ia bermaksud menanyakannya pada Devan mungkin saja saat membersihkan mejanya Devan melihat map miliknya itu.
"Oh, sebentar Dev. Kemarin sepertinya map saya ada yang tertinggal, apa kamu lihat.?" Tanya Bima
"Maaf pak, tapi saya tidak melihat map bapak, mungkin terselip di ruang kerja bapak yang di rumah.?" Balas Devan
"Ahh oke, ya sudah nanti saya cari. Silahkan." Bima kembali mempersilahkan Devan keluar.
Jam menunjukan pukul 9.35, Bima bersiap - siap menuju ruang meeting. Tapi tiba - tiba Devan mengetuk ruangannya.
Tok.. tok.. tok..
"Pagi, pak ee ini ada yang ingin bertemu dengan bapak." Ucap Devan
"Boleh, siapa Dev.?" Tanya Bima karna seingatnya ia tak membuat janji pada klien hari ini.
"Polisi pak." Jawab Devan sedikit pelan.
"Ha? Polisi, ada keperluan apa ya dev.?" Tanya Bima sambil mengingat - ingat apakah dia mempunyai masalah dengan polisi, tapi ia rasa tidak.
"Ya, sudah kalau begitu persilahkan masuk." Lanjut Bima
Lalu Devan dua orang petugas kepolisian masuk.
"Selamat pagi saudara Bima, Kami ingin menyampaikan suatu hal pada anda."
"Oh, iya iya boleh silahkan duduk." Bima mempersilahkan 2 polisi itu untuk duduk di sofa yang tersedia.
"Dev tolong siapkan untuk meeting hari ini ya." sambungnya lagi memerintahkan devan.
"Baik pak, kalau begitu saya permisi." Ucap devan meninggalkan ruangan bosnya itu.
"Ada yang bisa saya bantu pak?." Bima tak merasa curiga sedikitpun karna memang ia tak merasa melakukan kesalahan.
"Iya sebelumnya kami dadi jajaran polres menerima laporan adanya penyalahgunaan narkoba pak."
Terang salah satu polisi
Bima terkejut bukan main, ia tak pernah merasa melakukan perbuatan setan itu
"Tapi pak saya jamin dilingkungan kantor saya tidak ada yang seperti itu." Jelas Bima berusaha meyakinkan
"Apakah bapak yakin? karna dari laporan yang saya terima dugaan justru mengarah pada bapak."
"Sebaiknya bapak ikut kami dulu ke kantor untuk diperiksa lebih lanjut."
"Pak tapi saya berani bersumpah saya tidak melakukannya."
"Mari silahkan jelaskan di kantor saja."
Bima masih bingung dengan apa yang dialaminya barusan, sekarang yang terlintas di pikirannya hanya putri semata wayangnya. Ia hanya berharap bahwa ini ada kekeliruan, ia tak sanggup lagi menerima cobaan - cobaan yang begitu berat dalan hidupnya."
Sesampainya di kantor polisi. Bima dibawa menuju ruang interogasi, untuk di periksa lebih lanjut sebelum ia dinyatakan bersalah atau tidak
"Dengan saudara Bima?, silahkan duduk." Ucap salah satu petugas yang akan memeriksa Bima.
"Kami akan menanyakan beberapa hal tolong di jawab dengan jujur dan kami berharap bapak bisa kooperatif dalan penyelidikan kasus ini." terang petugas itu.
"Apakah saudara bersedia?." lanjutnya.
"Bersedia pak."
"Apakah kemarin anda berada di kantor." Tanya petugas itu
"Iya. saya berada di kantor." Jawab Bima singkat
"Apakah anda yakin?."
"Ya,saya yakin."
"Baik,apakah anda mengenali map ini.?" Tanya petugas sambil menunjukan map milik Bima yang berisi berkas - berkas pekerjaannya.
"Iya, itu milik saya."
"Mohon maaf, pak kami menemukan adanya zat narkotika berjenis sabu di dalam map anda." Terang petugas itu.
Bima merasa dunianya hancur, siapa yang tega melakukan ini pada dirinya. Tidak mungkin dia melakukan hal seperti itu, bahkan rokok saja ia tak sudi menyentuhnya.
"Pak, saya pasti di jebak saya tidak mungkin melakukan itu pak." Bima melakukan pembelaan
"Baik, kalau begitu apakah bapak bersedia dilakukan tes urine?, jika nantinya hasilnya positif maka bapak resmi dinyatakan bersalah. Namun, jika negatif penyelidikan akan kami lanjutkan." Ucap polisi itu menjelaskan
"Baik, saya bersedia."
"Mari, ikut saya pak." Petugas polisi yang lainnya membawa Bima ke ruangan lain untuk pemeriksaan urine.
Sementara bima sudah tidak bisa berfikir jernih, bagaimana kalau hasilnya positif. Belum lagi ia membayangkan dampak yang diterima oleh Rayna putrinya.
Setelah melakukan proses pemeriksaan urine, Bima diminta kembali menuju ruang interogasi untuk mengetahui hasilnya. Sungguh Bima tak habis pikir kenapa Tuhan memberinya cobaan seperti ini, saat ini yang ada di kepalanya hanya Rayna, Rayna, dan Rayna. Ia tidak bisa membayangkan jika hasil pemeriksaan positif apa yang akan terjadi pada Rayna. Bima berharap hasilnya sesuai dengan yang ia inginkan. Sudah cukup ia melihat Rayna tumbuh tanpa kasih sayang Ibunya.
"Baik saudara Bima, silahkan duduk."
"Saya akan memberitahu hasil pemerikasaan urine anda."
"Bima Alexander, 42 Tahun, jenis kelamin laki - laki." Ucap polisi itu mebeberkan biodata Bima
"Bapak dinyatakan...
....................................
"Aku tak pernah minta untuk dilahirkan, juga tidak bisa memilih takdirku. Tapi jika aku mengatahuinya lebih dulu. Bolehkan aku memilih untuk tidak dilahirkan?" ~ Rayna
....................................
TBC

หนังสือแสดงความคิดเห็น (36)

  • avatar
    Febi Lisa Triana

    bagus banget

    19/03/2025

      0
  • avatar
    suesuzaini

    ok best

    20/08/2022

      0
  • avatar
    IrfaniHakim

    mau uang dana

    16/08/2022

      0
  • ดูทั้งหมด

บทที่เกี่ยวข้อง

บทล่าสุด