logo text
เพิ่มลงในห้องสมุด
logo
logo-text

ดาวน์โหลดหนังสือเล่มนี้ภายในแอพ

Red Shoes Murderer

Red Shoes Murderer

Cathalea


บทที่ 1 Prolog

Manhattan, 2010
Derap langkah stiletto warna merah itu menggema ke seluruh ruangan. Mengalahkan derasnya suara hujan yang menyentuh atap.
Di dalam ruangan yang minim cahaya, ketukan tapak sepatu yang menyentuh ubin itu menghadirkan suasana mencekam, terutama bagi makhluk-makhluk kecil yang tengah bersembunyi di bawah selimut.
Mereka berdebar, wajah memucat, jantung terasa menciut, sambil menebak-nebak giliran siapa kali ini?
"Malaikat-malaikat kecilku, apakah kalian sudah tidur?" Suara itu bertanya dengan nada setengah berbisik. Dalam keremangan malam, bibir berbalut lipstik merah itu menyeringai samar, sorot matanya tajam menghunjam, memindai setiap ranjang, mencari pergerakan kecil yang akan ia jadikan alasan untuk bertindak.
Sekujur tubuh makhluk-makhluk kecil itu langsung meremang seketika. Suara yang dibunyikan dalam bisikan itu terdengar bagaikan panggilan malaikat maut yang siap untuk mencabut nyawa.
Tubuh mereka menegang, tidak berani membuat gerakan sekecil apapun. Karena mereka tahu pasti, satu gerakan saja bisa membawa mereka ke neraka. Mereka memperkuat katupan rahang, bertahan agar tidak mengeluarkan suara sedikit pun.
Namun malang bagi si kecil Billy. Anggota termuda yang belum mengerti betapa besarnya bahaya yang akan merenggut nyawanya. Dengan polos, suara mungil itu menjawab.
"Belum, Madam. Billy belum mengantuk."
Sang madam langsung menoleh mencari asal suara. Di ranjang paling sudut ia melihat permukaan selimut yang bergerak-gerak. Sang madam itu tersenyum lebar, tatapannya berbinar. Tanpa membuang waktu ia pun memutar tubuh menghadap ranjang itu.
Lalu derap langkah itu kembali terdengar. Bergerak dengan irama yang lebih cepat, lalu berhenti di samping ranjang si bocah malang itu.
"Oh, ya? Kenapa? Mau madam bantu agar bisa mengantuk lebih cepat?" Sosok itu menyeringai, lalu menarik selimut itu dengan satu hentakan kuat.
Selimut itu melayang ke udara, memampang tubuh kecil tanpa ada satu pun yang menutupi.
Di bawah selimut itu, Billy berbaring memandang dengan tatapan polos tidak mengerti.
Kedua tangan sosok yang dipanggil Madam itu dengan cepat mengangkat tubuh mungil Billy, menyampirkan ke bahu, lalu berjalan meninggalkan kamar. Hentakan sepatu merah itu kembali bergema memenuhi ruangan.
Namun, baru saja beberapa langkah, terdengar teriakan nyaring dari arah belakangnya.
"Lepaskan Billy!"
Tiba-tiba dari arah belakang seorang bocah lainnya datang,. Tangan mungilnya menarik pakaian sang Madam sekuat tenaga hingga koyak.
Langkah madam itu terhenti. Tatapan tajamnya menghujam seketika. Ia mencengkram tangan bocah pemberani itu dengan kuat, lalu menepisnya, tapi bocah pemberani tak mau mengalah begitu saja. Ia bahkan semakin nekat, menggigit tangan sang madam sekuat tenaga. Madam itu menjerit, tapi hanya sesaat karena beberapa detik kemudian ia kembali menguasai keadaan. Lalu entah dari mana asalnya, tiba-tiba sebuah pisau sudah berada di genggamannya. Dia melayangkan tangan dengan cepat. Dan ....
Kress ....
Darah segar menyembur dari luka sayatan di leher bocah itu. Bocah pemberani itu menjerit, tapi tak lama karena dalam hitungan detik, ia ambruk meregang nyawa.
Sementara itu, dari bawah selimut lainnya, sepasang mata sendu tengah mengamati semua kejadian itu dengan tatapan penuh dendam. Tangannya yang rapuh mengepal kuat hingga memutih. Tubuhnya bergetar menahan amarah. Ada genangan yang mengambang di kedua netranya.
"Tunggu pembalasan kami, Madam. Saat waktunya tiba, aku pastikan kau tidak akan bisa lagi berjalan tegap dengan sepatu kebanggaanmu itu. Tunggulah, tidak akan lama lagi," bisiknya pelan. Lalu ia pejamkan mata, kembali memasuki alam mimpi.
***
Tingginya 190 sentimeter, bahu lebar dan besar, tangan yang kokoh dan kasar yang pastinya menjanjikan sebuah peringatan besar bagi orang-orang yang ingin berurusan dengannya.
Rambutnya coklat gelap, tapi akan terlihat terang saat berada di bawah matahari. Konon orang-orang bilang itu karena kekurangan pigmen. Tapi bagi Kent Bigael rambut coklat pirangnya adalah sebuah simbol bahwa dirinya berada lebih lama di luar ruangan. Itu adalah sebuah mahkota atas nama pengabdian. 
Sorot matanya tajam, dengan lingkar emerald berwarna abu-abu. Saat ia sedang emosi, lingkar emerald itu akan berubah menjadi putih seperti perak. Menyilaukan siapa saja yang menantang.
Ia mengenakan mantel kulit panjang yang warnanya sudah sangat lusuh. Akan tetapi, tetap tidak mengurangi kegagahannya. Otot-ototnya yang kekar tampak menyembul di beberapa area terbuka. Bahkan jaket kulit itu pun terlihat meregang karena tertarik oleh otot-ototnya yang mengembang.
Ia melangkah masuk ke dalam kelab malam itu, duduk di meja sudut, lalu memindai seisi ruangan dengan sepasang netranya yang tajam. Hari ini adalah ke tiga kalinya ia datang ke kelab itu untuk mengintai seorang tersangka kasus perkosaan bernama Paul Joke.
Bukan hanya sekadar pelaku perkosaan Paul Joke merupakan bangsat di atas para bangsat. Kejahatannya segunung, mulai dari pencurian, perampokan, hingga narkoba.
Selama ini Kent tidak begitu ambil pusing dengan semua kejahatannya. Namun, begitu nama Paul Joke muncul dalam daftar tersangka kasus perkosaan anak di bawah umur, Kent tidak bisa lagi tinggal diam. Ia bertekad akan menyeret Paul Joke ke pengadilan dengan semua barang bukti yang tidak bisa ia bantah.
Jika bisa disamakan dengan binatang, maka Paul Joke adalah belut yang licin. Ia sudah beberapa kali berhasil meloloskan diri. Namun, kali ini Kent bersumpah, tidak akan pulang sebelum pria bejat bernama Paul Joke itu berhasil ia tangkap dengan tangannya sendiri.
Kali ini Kent telah memiliki umpan yang jitu. Ia tahu Paul adalah seorang pecandu yang menyukai gadis-gadis muda. Malam ini, jika pria itu datang ia akan memakan umpannya, dan saat itu juga Kent akan membekuknya.
Pukul 3 dinihari, orang yang ditunggu-tunggu memasuki kelab itu. Mata kelamnya memindai seluruh ruangan, dan langsung bertemu pandang dengan Kent. Ia mengerti, mereka saling memahami. Tanpa komando, mereka pun bertemu di meja paling sudut itu.
"Apa yang bisa kau tawarkan padaku?" tanyanya tanpa basa basi.

หนังสือแสดงความคิดเห็น (40)

  • avatar
    MaryanaNini

    seru banget,, gk sabar ni nunggu kelanjutannya

    14/04/2025

      0
  • avatar
    Ariana lia

    seru KK lanjut 🥰❣️

    03/12/2024

      0
  • avatar
    DistroAcong

    ff huueuu

    31/05/2022

      0
  • ดูทั้งหมด

บทที่เกี่ยวข้อง

บทล่าสุด