# Hikmah di Balik Hilangnya KTP Bab 1 ( Hilang KTP ) Buk buk Buk.. " Mah lagi apa sih repot banget kamar sampai berantakan seperti ini? " Herman yang baru keluar dari kamar mandi terlihat bingung melihat barang berserakan di lantai. Di atas kasur pun terlihat surat surat berharga berceceran. Baju baju dikeluarkan dari lemari dan berserakan di lantai. " Ini lagi, kok surat surat penting sampai berceceran seperti ini sih awas nanti ada yang hilang " lanjutnya. Widya terlihat menggaruk kepalanya yang tak gatal " Justru itu pah aku lagi nyari KTP tapi kok gak ada ya. Aku mau pake buat persyaratan pah " " Kok bisa gak ada sih, paling lupa naro itu. Nanti lagi saja nyarinya ini masih pagi papah mau kerja anak anak mau sekolah. Jangan jangan mamah belum bikin sarapan gara gara nyari KTP ". " Ah ya sudah lah nanti mamah cari lagi, ya udah papah pake baju dulu. Ngapain berdiri terus kayak gitu beres mandi bukannya pake baju" " Lah gimana mau pake baju tuh liat berserakan si bawah. Biasanya juga mamah senang lihat papah baru mandi katanya kelihatan macho malah suka nyosor nyosor " Herman menggoda istrinya sambil menjawil dagunya. " Apaan sih, pagi pagi udah riweuh " Widya mesem mesem, wajahnya langsung memerah terlihat malu malu kucing seperti ABG yang sedang jatuh cinta. " Udah ah mamah mau ke dapur, udah biarin saja barang barangnya biar nanti mamah beresin kalau papah sudah berangkat kerja " " Huhuuuuu GR " seru Herman melihat Widya yang keluar dari kamar sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. " Mah kok cuma roti sama susu saja sih, hari ini ada pelajaran Olah Raga aku pasti lemes kalau gak sarapan nasi " Ridwan protes dilihatnya di meja makan sarapannya hanya ada roti dan susu saja. " Gak apalah sekali kali, tadi mamah nyari KTP gak tahu dimana. Biar nanti mamah kasih uang tambahan buat sarapan di kantin sekolah " " Iya tuh mamahmu pagi pagi udah berantakin kamar, barang pada berserakan di lantai katanya nyari KTP " timpal Herman yang baru saja datang dari kamar, dia mengambil kursi dan duduk disebelah Widya. " Kok bisa hilang mah, awas loh nanti kalau ada yang nemu malah disalah gunain dipake buat pinjol " ucap Ridwan. " Husss sembarangan kamu, masih kecil sudah tahu pinjol " Widya tertawa mendengar ucapan Ridwan. " Tapi temen aku papahnya hilang KTP tahunya malah menikah lagi " dengan suara cemprengnya Putri ikut berbicara. " Uhukk uhuukk " tiba tiba Herman tersedak mendengar ucapan Putri anaknya yang masih SD. " Papah kenapa sampe tersedak, jangan jangan papah nikah lagi ya? " Ridwan terkekeh. " Sembarangan kamu, papah cuma kaget saja masa anak kecil seperti Putri tahu soal nikah " lalu Herman melanjutkan makannya. Lain halnya dengan Widya dia terfokus pada Herman yang menjadi gugup dan salah tingkah. " Awas saja kalau papah berani kawin lagi, mamah sunat 2 kali " Widya memandang tajam Herman. " Apaan sih mamah, curigaan amat. Masa iya papah berani, kita sudah punya anak anak gak mungkin papah macam macam " " Baguslah kalau papah sadar. Ridwan, Putri berangkat sekolah bareng papah dulu ya mamah gak bisa ngantar. Mau lanjut cari KTP gak papa kan pah ?" " Ya sudah gapapa mah sekalian papah ke kantor. Oh iya besok papah mau keluar kota ada klien baru yang harus papah temui paling cuma 3 hari " " Oke pah gak masalah nanti mamah siapin baju buat papah ya " " Makasih mah, kamu memang istri terbaik " Herman mencium kening istrinya. Anak anak pun beranjak dari meja makan dan bergantian mencium tangan Widya. Selepas suami dan anak anaknya berangkat, Widya kembali ke kamar dan merapihkan semuanya. Hari ini Bi Narsih ART nya tidak bisa datang karena mengurus anaknya yang baru melahirkan dan meminta izin ulang kampung selama seminggu. ART Widya memang tidak tinggal di rumah namun datang setiap pagi dan pulang di sore harinya. Terpaksa untuk seminggu ini Widya menghandle pekerjaan rumah sendiri dia tidak mau mengambil ART baru karena dia sangat membatasi orang yang masuk ke rumahnya. Padahal dia sendiri memiliki kesibukan karena memiliki dua butik yang cukup besar dengan omset yang lumayan. Hanya saja Widya lebih sering memantau dari rumah hanya sekali kali datang ke butik. Ting Tong Ting Tong " Duh siapa sih pagi pagi, udah bertamu gak tahu apa orang lagi sibuk " Widya segera ke ruang tamu untuk menyambut tamunya. Dia terperanjat ketika tamu yang datang itu sahabatnya yang sudah lama tidak ditemuinya. Matanya langsung berbinar melihat tamu di depannya. " Indah " " Widyaaa " " Ya ampun Indah aku fikir siapa pagi pagi sudah bertamu " mereka berpelukan erat saling meneriakan nama mereka. " Ih kamu kucel banget pagi pagi masa pemilik butik dandanannya begini. Belek menuhin mata gitu. Awas loh nanti suaminya di embat orang " " Huuhhh sembarangan, coba saja kalau ada yang berani aku arak telanjang keliling kampung. Lagian aku nyaman saja pake dasteran begini jadi leluasa kalau mau jalan baru dandan yang cetar membahana hehee " " Leluasa sih boleh tapi penampilan harus selalu diperhatikan biar suami gak bosan lihatnya. Laki zaman sekarang banyak kali alasannya kalau pengen poligami. Makanya kita harus merawat diri " " Apaan sih pagi pagi udah bahas yang begituan pengalaman pribadi ya hahaaa. Atau kamu tuh korban film ikan terbang jadi suudzon mulu. Gak aku kasih pintu ya kamu kalau ngeledek terus". " Hahaaa " mereka tertawa bersama. " Kamu duduk dulu kalau mau minum sana ke dapur, anggap saja rumah sendiri aku ke kamar bentar ya" " Lah emang Bi Narsih kemana, ada tamu malah ditinggal emang di kamar lagi ngapain? " Indah bertanya sambil celingak celinguk melihat sekeliling. " Bi Narsih lagi cuti pulang kampung anaknya melahirkan. Aku lagi beresin kamar tadi pagi nyari KTP aku berantakin isi lemari. Lagian kamu kan tamu tak diundang " " Ah dasar emak emak dasteran. Kalau sudah yakin hilang mending buru buru lapor terus bikin KTP baru. Itu penting loh " " Rencana aku juga gitu, sudah 3 hari aku cari tapi gak ada mana mau dipake buat bikin sertifikat ruko butikku yang ke ketiga " " Hebat juga bos kita ini butiknya nambah terus. Ya sudah nanti aku antar lah buat ngurusin sekalian kita jalan jalan mumpung lagi ke Bandung " " Okeh bestie, aku mandi dulu nanti kita langsung bikin laporan dan urus hari ini juga mumpung masih pagi " Beruntung masih pagi Widya jadi bisa bergerak lebih cepat. Selesai mandi dia langsung berangkat bahkan jam 11 Widya sudah menyelesaikan semua urusan mulai dari lapor ke Polisi dan buat surat kehilangan, meminta surat pengantar dari RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan. Semenjak ada peraturan baru pembuatan KTP jadi lebih mudah tanpa ada proses berbelit belit. Hanya saja untuk KTP Widya harus ada perbaikan dan mengurus sendiri ke Disdukcapil karena ada perubahan semula tanpa hijab sekarang Widya sudah berhijab. Dan harus di foto ulang. " Kita jemput Putri dulu kalau Ridwan nanti saja dia pulang sore, karena ada les tambahan di sekolah. Nanti lanjut makan siang baru ke kantor Disdukcapil ya " ujar Widya pada Indah. " Okey bos, untung saja kita ngurusinnya dari pagi. Jadi kemungkinan bisa beres langsung hari ini juga. Ya sudah Berangkaatt " jawab Indah sambil melajukan mobilnya.
bagus, tapi bacanya belum selesai, bikin penasara
05/07/2025
0baguss
25/04/2025
0mantapppp
19/03/2025
0ดูทั้งหมด