Lyona hanya bengong... "Siapa lo?! Berani banget tampar gua!" Kata Rhoky tak terima "Gua? Bukan siapa-siapa! Gak penting. Tadikan lo yang minta ditampar" Rhoky hanya mendengus... Itu artinya dia tak bermimpi. Tanpa memperdulikan keberadaan Camedyan, Rhoky langsung menatap Lyona sendu "Ily, aku ada salah apa sama kamu? Kenapa kamu putusin aku secara sepihak gini?!" Kali ini Rhoky benar-benar kehilangan separuh nyawanya. "A-aku... Maafin aku, Oky!" Lyona terbata karena merasa bersalah Awalnya Camedyan menaikkan alis kanannya, menandakan kebingungan. Namun, setelah mendengar pertanyaan dari Rhoky... Seolah kebingungannya terbayar. "Dia udah punya calon suami" Kali ini Camedyan bersuara dengan santainya. Lyona membelalakkan matanya saat mendengar penuturan dari orang yang sama sekali tak dikenalinya itu. Wajar saja Lyona tak lagi mengenali wajah Camedyan, selain karena perubahan wajahnya memang sangat drastis, mereka telah terpisah oleh jarak semenjak Camedyan menginjak usia 13 tahun, dia dipindahkan ke London untuk belajar mengurus perusahaan keluarga mereka yang ada di sana sembari menempuh pendidikan. Dan kini usia Camedyan menginjak 29 tahun, bukan waktu yang singkat bukan? Lagi pula selama ini mereka hanya sempat bertukar kabar lewat suara telefon. *Lyona pov Kenapa aku kek kenal orang ini? Dan kenapa dia bisa tahu? "GUA GAK NANYA SAMA LO!" Bentak Rhoky yang sudah tak dapat mengontrol emosinya. "Ya udah kalo gak percaya!" Jawab Camedyan santay "Bener, Ily? Apa yang barusan dibilang orang gila ini? Bener, Ly?" *Camedyan pov Enak banget ya tu congor bilang gua orang gila! Lu tu yang gila! Berani-beraninya pacarin calon istri gua! Cari mati?! "Iya bener" Musnah sudah harapan yang dibangun Rhoky setinggi langit itu. "Tapi kenapa, Ly? Kenapa? Kamu bilang nanti kalo kita nikah kita bakal punya anak yang lucu-lucu! Tapi ini artinya apa, Ly?" Kali ini keadaannya berbeda, Rhoky meneteskan air matanya, Lyona tertunduk merasa bersalah, hanya Camedyan lah yang tetap stay cool. "Mimpi!" Celetuk Camedyan "Ly! Coba jawab aku, Ly!" Lyona hanya diam "Berisik woy!" Celetuk Camedian lagi... Sepertinya hatinya mulai ikut memanas. Rhoky sudah berderai air mata. "Buset dah... Lebay amat, Mas!" Celetuk Camedyan tapi tetap saja diabaikan oleh kedua insan yang tengah putus cinta itu. "Apa karena keluarga kamu, Ly?" Lyona tak bergeming "Mungkin" Lagi-lagi Camedyan menyeletuk. "Kalo iya, kita bisa berjuang sama-sama, Ily! Gak gini caranya" Lyona bosan... Muak, toh selama mereka menjalin hubungan pun tak ada yang begitu spesial, entahlah... Dia pun bingung, apa yang membuat Rhoky seolah tak ingin melepasnya? "Udah woy! Berhentiin drama receh ini!" Nampaknya Camedyan pun sama bosannya "Lo bisa diem gak?!" Kesal Rhoky menatap tajam ke arah Camedyan "Idih... Santai dong, Mas-nya!" "Lo dari tadi banyak bacot amat ya?!" Rhoky benar-benar merasa terganggu akan kehadiran Camedyan. "Iya, emang kenapa? Gak suka lo? Lagian Mas-nya sensi amat! PMS?!" Kompor Camedyan agar Rhoky terpancing hingga membuat Lyona membencinya. "Gua gak ada urusan dan gak ada waktu ngeladenin lo" Jawab Rhoky dengan angkuhnya "Songong amat, Mas!" "Gua ada urusan. Dan kalian! Menjauh! Gak penting! Ada yang lebih penting dari kalian yang lagi gua tunggu, jadi minggir!" Kali ini Lyona yang sedari tadi muak pun bersuara dengan dinginnya. Camedyan menyunggingkan senyum miringnya. "Ily, trus kita gimana?" Rhoky bersuara lagi "Lo budek ya? Kalo gua bilang putus ya putus! Bosen gua sama lo! Angkuh! Bangga-banggain nama keluarga lo sebagai tameng hidup lo!" Jelas Lyona penuh penekanan *** Taman FK Bandung... "Ihh ini mana sih Kak Dyan?! Lama banget tadi bilangnya udah sampe!" Sebal Lyona saat mengetahui Kakaknya itu belum juga sampai padahal ia sudah melewatkan beberapa menit hanya dengan mendengarkan pertengkaran mulut antara Rhoky dan laki-laki aneh itu Tiba-tiba... Nyesss... Lyona merasakan ada sesuatu yang dingin menempel pada dahinya. Minuman dingin! "Hai... Cantik" Sapa Camedyan "Lo siapa sih sebenernya?!" Kesal Lyona saat mengetahui orang aneh itu mengintilinya, lalu duduk di sampingnya yang seharusnya saat ini orang yang tengah ditunggunya lah yang duduk disitu... Cletok... Camedyan memukul dahi Lyona menggunakan botol minuman dingin yang masih berisi, membuat Lyona memelototkan matanya. "Udah gak sopan ya sama Kakaknya!" Ujar Camedyan Seketika... Brepppp... Lyona memeluk dengan erat orang yang tadinya dia kira aneh "Aku kangen banget sama kakak" Lalu tanpa sadar satu tetes air mata bahagia lolos melalui pelupuk matanya "Kakak juga, oh iya... Nih" Camedyan melepaskan pelukan Lyona sambil memberikan sebuah bucket bunga yang dihiasi tulisan '(ILY) I LOVE YOU' Camedyan tak bisa berlama-lama berpelukan dengan Lyona sebab jantungnya tak mampu bekerja tiga kali lebih cepat. "Aku juga sayang, Kakak" Balas Lyona setelah membaca begitu banyak kata-kata 'Happy Graduation' dan kata 'I LOVE YOU' pada bucket itu Camedyan mendengus sebal. "Sayang tapi pacaran sama yang lain! Udah berani ya bohongin Mom sama Dad! Gua aduin lu selingkuhin gua!" Sebal Camedyan "Emang kita pacaran?" Goda Lyona memancing Camedyan "Emmm.. Bodo' ah!" "Ambekan! Udah tua, Kak!" "...." Camedyan hanya mengerucutkan bibirnya layaknya anak kecil yang merajuk (rasain lu dikacangin Lyona haha) *Lyona pov Ih sumpah kakak gua satu ini ganteng banget! Gak nyesel gua dijodohin mah! Ih lucu banget ngambeknya, jadi nyesel pacaran sebelum dinikahin dia! Otak nakal Lyonapun bereaksi "Marah?" Tanya Lyona "Ya iya!" "Kecewa?" "Pakek nanya!" "Cemburu?" "Mungkin" 1detik... 2detik... 3detik... Cuppp... Lyona mengecup pipi kanan Camedyan lama... Cukup lama, membuat Camedyan memejamkan mata menikmati sentuhan itu. Lalu Lyona berbisik lirih ditelinga Camedyan "Itu baru hadiah melepas rindu, Dear. Hadiah utamanya tunggu setelah pernikahan" Lirih Lyona lalu tertawa lepas melihat reaksi terkejut Camedyan "Dasar anak nakal! Belum mukhrim!" Kesal Camedyan karena tergoda oleh adik nakalnya itu "Dasar Kakak 'ku ini memang sangat bodoh! Buang aja gelar Prof. Dr. 'mu itu! Kakak beradik itu mahrom! Bodoh!" "Udah berani ngatain calon suaminya bodoh ya... Liat aja lo ntar haha" "Ampun tuan Minarukha, ampuni saya huahahaha" "Baiklah Nyonya Minarukha 'ku, kali ini kau kuampuni! Tapi soal yang tadi... Tidak akan! Lihat aja setelah pernikahan!" "Tadi?" "Lyo selingkuhi Dyan!" Jelas Camedyan "Ahhh calon suaminya aku... Tolong jangan aduin ke Mom dan Dad! Ih kak lo jahat amat kalo ngaduin gua!" "Nyonya 'ku, gua gak akan aduin. Tapi lu harus bayar!" "Bayar?" "Dirimu seutuhnya! Bagaimana?" "Okay! Siapa takut?! Aku milikmu seutuhnya dan kau milikku seutuhnya, Tuan Camedyan!" "Ok, kita nikah secepetnya! Ahahaha" "Jika itu mau mu" Jawab Lyona "Baca suratnya!" Suruh Camedyan "Surat?" "Itu yang ada di bucket" Lyona mencari-cari surat yang dimaksud lalu membacanya setelah menemukannya Disana tertulis... Kepada: Nyonya 'ku Hei... Dr. Lyona Amyaz Minarukha! Will you marry me? From: Prof. Dr. Camedyan Amyaz Minarukha *** Tiba-tiba... "Oh jadi lo yang dibilang CALON SUAMI-nya Ily? Pantesan aja sok-sok ngebelain!" Tiba-tiba suara itu muncul dibelakang Lyona dan Dyan membuat mereka menoleh Camedyan berdiri dengan posisi tangan di dalam saku celana menambah kesan tampan pada dirinya seraya berkata "Kenalin, Gua Camedyan Amyaz Minarukha! Kakak kandung dari Dr. Lyona Amyaz Minarukha! Juga sebagai CALON SUAMI dari adik kandung gua!" Rhoky terbelalak mendengar penuturan gila itu. Sementara Lyona mengulum senyumnya saat Camedyan menyebutkan gelar Lyon tanpa menyebutkan gelarnya lebih dulu. *Lyona pov Kakak bodoh! Gelar gua aja yang lo inget! Gelar lo kemana? Suka banget kayanya direndahin lawan! "Kalian udah gila kali ya? Kakak beradik kandung menikah? Pada gak waras otak lo, Ily ayo ikut aku! Lama-lama lo ikutan gila karena Kakak lo ini! Keluarga Minarukha emang udah pada gila!" Geram Rhoky "Emang! Aku pun Minarukha... Berarti aku gila juga dong" Lyona tersenyum getir "Enak aja main bawa-bawa calon istri gua! Cari mati lo?! Dari tadi gua ngalah mulu ya sama lo! Sampe-sampe gua nontonin DRAMA KOLOSAL nan MURAHAN lo itu! Udah Lyo, yuk kita pulang" "Iya, Kak" "Ily! Mau kemana?!" "Mau ijab qobul! Kenapa? mau ikut?! Ya udah, hayok! Haha tapi dilarang nangis! Dan oh iya... Tiga hari lagi pestanya, lo dateng ya?!" Ujar Camedyan dengan angkuhnya menyerukan kemenangannya "Sialan lo, Anjing!" *Rhoky pov Ly! Apa kek gini balesan lo setelah gua nyia-nyiain waktu buat berjuang dapetin lo?! Apa iya, Ly? Gua benci sama lo, Ly! Gua pastiin lo gak akan bahagia sama dia! Masyarakat sekitar sudah sangat hafal adat yang ada di keluarga Minarukha, termasuk tentang tidak akan menikahkan keturunan mereka dengan keluarga lain, tidak ada yang bisa menentang adat keluarga besar tersebut, siapa yang berani mencari masalah dengan keluarga kaya raya seperti mereka? Hanya keluarga Hareta yang berani, mengingat mereka pun setara dalam sudut pandang status sosial. Hanya saja, nama keluarga Hareta baru menjulang setelah bekerja sama dengan keluarga Minarukha yang notabenenya sudah sangat mendunia. Bahkan nama Keluarga Hareta semakin menjulang ketika terjadi kesalahpahaman antara keluarga itu dengan keluarga Minarukha. Berawal dari kesalahpahaman kecil menjadi sebuah permusuhan yang entah kapan akan berakhir. Kerja sama yang dulu pernah mereka bina membuat Rhoky (keturunan tunggal keluarga Hareta) mengenal sosok Lyona cantik yang periang nan manis. Akhirnya mereka berhubungan tanpa sepengetahuan dari kedua belah pihak keluarga, Lyona yang awalnya tak mengetahui jika nantinya dia akan dijodohkan dengan Kakak kandungnya sendiri pun merasa bahwa hubungan mereka akan baik-baik saja meski mereka memberitahukan perihal hubungan mereka ke pihak keluarga masing-masing. Hingga kesalahpahaman itu terjadi membuat mereka harus menutup rapat-rapat tentang hubungan mereka. Sebagaimana mestinya, sepandai-pandainya menyimpan bangkai pasti akan tercium, keluarga Hareta mengetahui perihal hubungan mereka membuat Rhoky yang keras kepala hampir terbuang dari keluarganya sendiri. Namun, mereka menyadari bahwa Rhoky benar-benar mencintai Lyona, mereka pun mengizinkan Rhoky untuk menjalin hubungan bersama Lyona dengan syarat, jika dia tertolak mentah-mentah oleh keluarga itu maka Rhoky wajib mengabdikan dirinya pada bisnis yang dijalani keluarganya. Sebenarnya Rhoky sangat teramat membenci dunia perbisnisan yang tengah dijalani keluarganya, baginya menjalani perbisnisan dengan cara menyaingi perusahaan lain adalah hal yang salah. Cita-cita terbesarnya adalah menjadi seorang pilot, apalah daya... Cita-cita terbesarnya kini adalah menikah dan hidup bahagia bersama Lyona, demi Lyona dia rela mempertaruhkan masa depan dan kebahagiaannya. Tapi lihat apa yang terjadi padanya saat ini... To be continued...
Cerita bagus banget meskipun dengan cerita yang sangat berbeda dengan orang lain. cerita paling best deh
31/12/2021
3ok, jadi apa ini berdosa sekali 😭
30/03/2025
0bagus
24/03/2025
0ดูทั้งหมด