logo text
เพิ่มลงในห้องสมุด
logo
logo-text

ดาวน์โหลดหนังสือเล่มนี้ภายในแอพ

บทที่ 5 Masih Sabun Imut Itu Lagi

"Oh begitu ya. Emangnya Mas sudah sering ya nginep di villa atau di hotel hotel gitu? Sepertinya kok sudah berpengalaman banget?,"
Seketika wajahnya pun berubah lagi, kali ini dia sedikit panik, dandiam sesaat, sungguh aku penasaram dengan alibinya kali ini.
"Ihh ya nggak lah Dek, aku nggak pernah nginep nginep ditempat kayàk gini. Ya baru kali ini mau nginep sama kamu Dek. Teman teman ku ituloh yang cerita," jawabnya sambil membenarkan posisi duduknya.
"Kirain Mas sudah berpengalaman. Oh iya Mas, sabun imut kemarin itu baunya enak loh, aku pingin beli lagi dong, belinya dimana sih? anterin lah Mas. Eh iya, harganya berapaan sih Mas? Pingin beli yang buanyak, buat di bagiin ke tetangga ku juga,"
"Eh, kamu nih ada ada aja sih Dek. Kemaren itu kata yang jual sabunnya habis, ya tinggal dua itu saja, salesnya sudah nggak datang lagi. Lagian harga sabun itu mahal loh Dek, perbatang harganya sepuluh ribu rupiah, mending beli yang lainnya. Sudah mahal sabunya kecil lagi, kan pemborosan!" Katanya masih sambil melihat lurus kedepan.
"Yah kok bisa habis sih Mas??? Aku tuh sudah terlanjur jatuh cinta loh, soal harga nggak jadi masalah lah Mas. Aku ada ide, aku akan mencoba cari di online shop dan Marketplace aja ya Mas, siapa tahu ada," kataku asal.
"Aduh Dek, mau buat apa sih?? Kamu ini kok ya aneh aneh saja." Kata suamiku mulai kesal.
"Aku tuh terlanjur jatuh hati sama sabun pemberianmu kemarin itu Mas. Nanti tetangga akan aku kasih deh sambil aku bilangin gini 'cobain yuk Mbak, ini sabun serbaguna lho, baunya enak dan lembut, kemarin aku dibelikan di warung sembako oleh suamiku, sekarang sudah nggak da lagi, ini barang langka lho, silahkan dicoba, pasti ketagihan!' Aku yakin Mas nanti aku bakal jadi terkenal deh di kampung, hehehe" kataku asal lagi.
"Makin ngawur aja kamu ini Dek. Ngasih tetangga itu yang bermanfaat jangan malah ngasih sabun. Buat apa coba ngasih kok sabun. Ngasih itu ya seperti makanan buatanmu yang enak itu, atau nanti setelah kita pulang kita belikan mereka oleh oleh dari Malang, apel, strawberry atau aneka kripik buah itu, kan pasti lebih seneng mereka menerimanya. Kalau kamu ngasihnya sabun ya malah kamu nanti ditertawakan mereka to Dek, ada ada saja kamu ini." Kata suamiku ngedumel, namun tak kuhiraukan.
"Ya ampun Masss!! Apa apaan ini??. Nih lihat barusan aku cari di G****e tentang sabun imut itu, ternyata disini penjelasannya itu sabun yang hanya tersedia dihotel, kita dapatin sabun itu kalau kita nginep di hotel, nih baca nih!" Kataku sambil memberikan handphone ku padanya, pura pura bodoh juga sih.
Respon Mas Huda hanya diam dan melirik sebentar ke handphoneku itu, sambil jari tangannya mengetuk ketuk stir bundar mobil, sepertinya dia gelisah, hahaha.
"Jadi, kalau sabun itu memang hanya di dapat setelah kita menginap di hotel dan tidak dijual bebas dalam jumlah yang sedikit, terus ada tulisannya HOTEL, berarti ada dua kemungkinan. Si empunya toko sembako, kulakan sabunnya di marketplace atau si empunya itu sering sekali menginap dihotel, sabunnya dibawa pulang, dan dijual deh!! Bener nggak tuh Mas?" Kataku agak keras, yang kelihatannya Mas Huda sedikit kaget.
"Eh iya bener sekali itu Dek, benar sekali tebakanmu. Mungkin dia sering kehotel dan membawa pulang sabun itu, terus dijual di tokonya," Katanya agak gugup.
"Orangnya yang punya itu kaya apa sederhana Mas? Rumahnya besar apa kecil? Secara menginap di hotel itu kan mahal ya Mas, seharusnya dia orang kaya kalau sering tidur di hotel kan? Orangnya ganteng atau jelek sih Mas?" Pertanyaanku ini memang sedikit konyol sih.
"Emmm rumahnya sih biasa saja kok Dek, nggak bagus bagus amat. Wajahnya juga biasa biasa saja kok, malah masih lebih gantengan aku. Hotel itu kan tarifnya nggak semua mahal Dek, kan ada juga hotel kelas non bintang atau yang lebih dikenal dengan hotel melati, itu kan rata rata tarifnya sehari cuma sekitar seratus limapuluh ribuan lah. Dan juga ada long time dan short time yang membedakan tarifnya," jelasnya.
"Nah apalagi tuh Mas? long time dan short time?"
"Kalau short time kita hanya menyewa sebentar kamar hot itu, biasanya sih paling cepet tiga jam, bayarnya juga lebih murah nggak full semua. Lah kalau long time yah minimal semalam lah Dek," kata suamiku masih menjelaskan, sebenarnya tanpa dijelaskannya akupun sudah tau, toh tadi siang aku sudah cari banyak info kok, hehehe.
"Lha terus kalau cuma tiga jam ituloh Mas, buat apa kita nyewa kamar hotel, nanggung banget sih,"
"Yah mungkin kan ada yang lagi perjalanan jauh dan butuh istirahat sejenak, kemudian kembali meneruskan perjalananya. Tapi kebanyakan sih, short time itu buat pasangan pasangan selingkuh atau pasangan pasangan nggak halal gitu, curi curi waktu, malah biasanya nggak sampai tiga jam mereka sudah keluar kamar,"
"Wah bisa jadi pemilik warung ini suka selingkuh ya Mas, bentar bentar ke hotel shortime trus sabunnya di bawa pulang di jualin. Huh dasar, laki laki, hidup masih sederhana saja kok sudah suka selingkuh! Mending kalau ganteng, wajah juga pas pasan juga kok. Memangnya apa sih Mas yang didapat dari selingkuh itu?"
"Ya banyak sih Dek, tergantung pelakunya juga. Kadang karena dia tidak srek dengan pasangannya karena perjodoha., ada juga yang karena bosan dengan pasangannya yang gitu gitu saja dan diluar ada yang lebih menarik, atau bisa juga karena iseng saja buat ngisi waktu luang, dan mungkin juga CLBK, cinta lama belum kelar" jelasnya lagi, namun aku diam saja beberapa saat tanpa respon, pura pura memikirkan sesuatu.
"Eh, lha kamu kenapa Dek, kok tiba tiba diam gitu? Masih mikirin sabun itu? Atau lagi mikirin yang lain?" Katanya sambil mengusap tanganku.
"Sebentar deh Mas, setelah aku urutin dari awal pas aku nemuin sabun itu di tas kamu, sampai penjelasanmu tadi, aku tarik kesimpulan, bisa bisa kamulah yang selingkuh dan sering nginap dihotel, kamu bawa pulang sabun itu, dan menaruhnya di tas, trus pas ketahuan kamu pura pura beli di toko sembako. Betul kan begitu? Jawab Mas?" Kataku sambil melotot kearahnya, pasti dia tak menyangka dengan pertanyaanku ini, dan Mas Huda masih diam saja seperti sedang melamun atau malah memikirkan sesuatu.
Kira kira apa ya jawabanya dengan pertanyaanku ini, dia mau beralasan lagi , atau mau mengaku ya?

หนังสือแสดงความคิดเห็น (99)

  • avatar
    Nurul Huda

    seruuu

    16/09

      0
  • avatar
    AjahRikoh

    ceritanya bagus

    24/08

      0
  • avatar
    ThahirNur Thahirah

    Ceritanya bagus kak

    06/05/2025

      0
  • ดูทั้งหมด

บทที่เกี่ยวข้อง

บทล่าสุด