logo text
เพิ่มลงในห้องสมุด
logo
logo-text

ดาวน์โหลดหนังสือเล่มนี้ภายในแอพ

บทที่ 2 Biru

Lili melanjutkan pendidikannya di SMP tentu saja. Dia harus menjalani mos selama 3 hari. Hari pertama berjalan dengan lancar, namun hari kedua ya cukup. Mengapa demikian, setelah menerima materi pagi harinya. Siangnya semua peserta mos harus meminta tanda tangan, bersyukur jika tanda tangan itu milikk kakak panitia mos namun kenyataannya tanda tangan yang harus mereka minta adalah tanda tangan para guru yang ada di sana. Dengan membawa sebuah buku bersampul biru Lili memulai tugasnya.
”Permisi pak, saya ingin meminta tanda tangan bapak” ucapnya.
Baiklah, kemarikan bukumu. Kamu kelas apa tanya pak Andi selaku wakil kepala sekolah.
“Hmm... kelas Nusa pak’ balasnya.
“Itu papan namamu terbalik” ucap pak Andi.
Mendengar itu Lili langsung memperbaiki papan namanya, terpampanglah kata KAMBING di sana.
“Kambing, jadi nama kamu kambing ya. Kambingkan kakinya empat, kamu hanya dua. Kok dipanggil kambing” canda pak Andi.
“Bukan pak, nama saya Liliana Almaherah. Dipanggil Lili balasnya.
Namanya cantik, kok di papan namanya ditulis kambing sih” tanya pak Andi.
“Aturan mos pak, kami harus memakai nama hewan yang dipilihkan” balasnya.
“Oh.. ya sudah Lili. Silahkan dilanjutkan perjalanannya” ucap pak Andi.
“Terima kasih sebelumnya pak” balasnya.
Ya begitulah awal perkenalannya dengan salah satu guru yang ada di sana. Waktu berlalu begitu cepat, buku miliknya telah dipenuhi tanda tangan. Dengan demikian tugasnya berakhir kala itu.
Mau tahu nggak penampilan Lili saat ini, rambut yang dikincir kuda sesuai dengan kelompoknya diikat dengan tali rapia berwarna biru. Memakai tas yang berwarna senada dilengkapi dengan hiasan dari permen dipermanis dengan papan nama bertuliskan KAMBING lengkaplah sudah penampilannya bak orang sakit jiwa.
Kesialan berlanjut besoknya, pasalnya Lili mendapat hukuman sebab tidak mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Hukumannya sih nggak berat-berat amat ya. Hanya saja dirinya malu menyanyi di depan peserta mos dan kakak panitia. Suara Lili sebenarnya merdu hanya saja saat itu suara cemprenglah yang keluar membuatnya ditertawakan kala itu. Beruntung bel tanda istirahat, Lili bergegas ke kantin mengisi perutnya yang keroncongan tapi aslinya menyembunyikan rasa malunya. Dan disanalah dia berkenalan dengan Diana, yang bersal dari kelas Bangsa. Entah berapa lama mereka berbincang-bincang bel masuk pun berbunyi.
”Sudah bel tuh masuk yuk Lili” ajak Diana.
“Ok” balasnya.
Keduanya berjalan beriringan, Diana kembali ke kelasnya lebih terdahulu.
“Aku masuk dulu ya Lili, besok kita ketemu lagi” ucap Diana.
“Iya, aku pergi dulu” balasnya.
Lili kembali ke kelasnya, kegiatan pun dimulai kembali. Banyak hal yang mereka pelajari hari ini. Waktu berlalu begitu cepat, bel pulang pun berbunyi. Setelahnya para peserta mos kembali ke rumah masing-masing. Ya hari ini adalah mos berakhir besoknya pembelajaran pun dimulai.
Lili mengganti seragam dengan baju santai sampainya di rumah. Seperti hari-hari biasanya dia akan mengunjungi rumah teman yang sudah dia anggap sandaranya. Gina Oktaviana itulah namanya. Kebiasaan mereka beragam termasuk saling curhat. Mulai dari pelajaran, hobi bahkan cita-cita mereka bahas bersama. Setelah puas keduanya bergegas ke kolam ikan, mereka biasnya memancing, memberi pakan dan yang paling mengasikkan Bakar ikan pakai sambel dabu-dabu. Tahukan dabu-dabu, sambel yang berisikan potongan bawang merah, cabai rawit, tomat, jeruk purut tentu saja dilengkap dengan kecap dan garam seperlunya. O. Ia Gina juga memiliki adik yang bernama Rianita dan seumuran dengan adikku bahkan mereka sekelas. Adikku bernama Aditya Nur Lukman nama yang bagus setampan pemiliknya.
Lili sangat senang bersekolah di sana, di samping bersih para guru juga baik hati. Ya tentu saja hal itu menjadi nilai plus bagi Lili. Tidak mudah baginya belajar jika pengajarnya pemarah atau galak. Tidak ada yang tahu kalau Karla adalah tipikal orang yang suka memendam hal yang membuatnya tersiksa. Akibatnya tentu saja jatuh sakit, tubuhnya tidak seperti teman-temannya yang lain. Dirinya mudah lelah dan drop, semenjak mengidap penyakit Maag bagi mereka yang sehat itu adalah penyakit ringan namun bagi Lili cukup menguras kekuatannya. Dirinya pernah istirahat selama satu bulan karena penyakit tersebut. Bayangkan saja betapa tersiksanya saat penyakit tersebut kambuh.
”Alhamdulillah aku bisa menghabiskan waktuku untuk belajar ternyata sekolah tidak seburuk apa yang aku pikirkan selama ini. Tugas memang menumpuk tapi disinilah keseruannya, saat kita tak tahu menahu bisa bertanya pada teman yang lebih mengerti. Tak ada rasa canggung sama sekali. Sungguh kesyukuran yang luar biasa hebatnya” batin Lili.
Waktu berlalu begitu cepat, sekarang Karla telah menduduki kelas IX SMP. Dan kisah pun dimulai...
Malam sangat dingin, Lili sulit tidur. Sekalinya memejamkan mata yang terbayang selalu wajahnya. Dirinya pun bertanya-tanya ‘Apakah ini jatuh cinta’. Sejak hari itu dia merasakan getaran-getaran dalam dirinya ‘Apa itu getaran cinta’ hal itu yang muncul dibenaknya kala itu.
Lili duduk di bangku kelas VIII SMP, kala itu ada pembagian kelompok belajar dan yang mengajar mereka adalah Ibu Karmila. Anggota kelompok terdiri atas Lili sendiri, Azzam, Safira serta Mikara. Tugas yang diberikan adalah presentasi tentang ‘Darah’. Tentu saja tugas kami bagi lagi, Azzam selaku ketua kelompok mengambil ‘Plasma Darah’. Safira selaku sekertaris mengenai ‘Eritrosit’, Mikara tentang ‘Leokosit’ dan Lili tentu saja ‘Trombosit’. Mereka selanjutnya berpencar sesuai dengan bagian yang diambilnya setelahnya mempresentasikannya ke anggota kelompok masing-masing. Semuanya berjalan lancar tentu saja...
“Apa fungsi dari trombokinase” tanya bu Karmila.
Anggota kelompokku tak ada yang menjawab padahal aku sudah menjelaskannya. Tentu saja ada konsekuensi yang aku tanggung nantinya.
“Lili kamu tidak menjelaskannya pada mereka” tanya bu Karmila.
Lili tentu saja diam, tak tahu apa yang harus dia sampaikan. Karena kebungkamannya bu Karmila memutuskan untuk menghukumnya. Namun sebelum beliau mengatakan hukumannya. Azzam menyelanya.
“Maaf bu Lili sudah menjelaskannya tapi kami lupa” selanya.
“Betul itu Lili” tanya bu Karmila.
“Iya bu” balasnya.
“Ok. Karena kalian tidak mejawab pertanyaan ibu hukumannya silahkan hibur teman kalian, terserah apa yang kalian lakukan” putus bu Karmila.
“Baik bu” balas Azzam.
Azzam, Safira dan Mikara memutuskan untuk menyanyi lagu ‘potong bebek angsa’ tapi menggunakan vokal o. Tentu saja mengundang tawa yang begitu kencang. Tidak hanya mereka yang mendapat hukuman teman-teman dari kelompok lainpun demikian. Ada yang melawak dan yang paling seru banyak yang memberikan gombalan rece keteman-teman ceweknya. Setelah hukuman terselaikan tanpa sadar Karla mengarahkan pandangannya kepada Azzam pada saat yang bersamaan Azzam melakukan hal yang sama. Setelahnya dia tersenyum kearahnya. Saat itu Lili merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya. Bayangkan hanya karena senyuman mampu mencairkan hatinya yang telah lama membek. Sungguh hal yang luar biasa.
Keanehan pun berlanjut... bel tanda istirahatpun berbunyi mereka bergegas ke kantin. Lili memesan mie ayam dan es teh, setelah pesanan datang dia pun menyantap makannya. Karena merasa kegerahan dia pun mengikat rambutnya, pada saat yang bersamaan pandangannya mengarah kepada Azzam. Pandangan keduanya bertemu entah berapa lama. Hingga suara Nadia menyadarkanku.
“Hmm... panas... panas. Sampai kapan kamu mau pandangin Azzam Li” bisiknya.
“Mana ada, siapa yang lagi pandangin dia sih. Ngaco kamu deh” elak Lili.
“Nggak mau ngaku lagi, sudah lah” balasnya.
Keduanya makan dengan diam, setelahnya kembali ke kelas. Ya mereka satu kelas lebih tepatnya kelas VIII.2 yang katanya kelas unggulan. Bagaimana tidak semua siswa yang meraih peringkat 10 besar berkumpul di kelas ini termasuk Lili.
Lili memulai tahun ini dengan bahagia, pasalnya diantara puluhan siswa dikelasnya dia masih masuk 10 besar. Suatu kesyukuran baginya karena mendapat teman baik. Anita Prisila itulah namanya, gadis yang baik hati dan sangat cantik.
”Hai... nama aku Anita Prisila. Salam kenal” sapanya.
“Juga... aku Liliana Almahera” balas Lili.
“Liliana kamu tinggal dimana” tanyanya.
“Panggil Lili saja. Aku tinggal di Gandaria Selatan, kamu” balas Lili.
“Aku di Pondok Labu. Kapan-kapan berkunjung ya ke rumahku” ucapnya.
“Ok. Insya Allah” balas Lili.
Teman-temannya mulai berdatangan, setelahnya masuklah sang wali kelas bapak Fikar Gramela.
“Anak-anak sebagai wali kelas kalian bapak meminta agar kalian senantiasa menjaga kebersihan kelas. Untuk itu Indriani” ucapnya.
“Iya pak” jawab Indriani.
“Tugas kamu tolong siram bunga-bunga yang ada di depan kelas setiap hari ya” ucapnya.
“Baik pak” balas Indriani.
Namun kenyataannya Indriani terkadang lalai dengan tugasnya tersebut. Sehingga tugas tersebut dialihkan kepada Karla. Tentu saja aku menerima dan menjalankannya dengan baik. Membuat bapak Fikar senang, dan akrab kepadanya. Sampai teman-temannya tak menyukainya.
‘Lili suka banget sih caper sama pak Fikar’
‘Iya sok cantik banget deh. Cantikan aku kemana-mana’
‘Suka camuk, eh cari muka. Kesel gue lihatnya’
Begitulah kata-kata yang setiap harinya Karla dengarkan, membuat telinga rasanya terbakar.
Masalah percintaan Lili iri dengan teman-temannya. Mereka pernah merasakan bahagianya mencintai dan dicintai. Berbeda dengannya dia hanya merasakan bahagianya mencintai namun tak dicintai. Ya cinta Lili bertepuk sebelah tangan. Laki-laki yang dicintainya lebih mencintai perempuan lain. Sudah lama Lili coba melupakannya namun kenyataan dia semakin mencintainya.
“Mengapa aku harus mencintai orang yang tak mungkin aku miliki. Aku hanya mampu berdoa, ya Allah jika dia jodohku tolong dekatkan padaku dan jika bukan tolong jauhkan rasa ini dariku. Hanya itu yang aku pinta darimu ya Allah.” Batinnya bergejolak.
Saat Lili mendengar kabar kedekatan Azzam dengan perempuan lain, sungguh sangat sakit dan perih. Hal itu menyebabkan dia bertekad untuk melupakannya. Tapi bukan hal yang mudah menghilangkan rasa dan menghapus nama yang telah terlanjur terukir indah. Namun menyisakan luka yang demikian sakitnya.

หนังสือแสดงความคิดเห็น (254)

  • avatar
    PratamaSatria

    bagus

    15/04

      0
  • avatar
    AmaliaRizka

    mantap

    23/10

      0
  • avatar
    Andi Lubis

    good

    17/08

      0
  • ดูทั้งหมด

บทที่เกี่ยวข้อง

บทล่าสุด