Jam 10 pagi Rara yang masih tidur dan seketika bangun karena panas matahari yang sudah mulai masuk ke delam sela gorden yang masih ditutup. "Astaagaa udah jam berapa nih gue kan janjinya jam 10", Rara yang terburu buru langsung melihat jam. "Anii, astagaa gue harus mandi, mana baju belum gue pilih lagi astagaa", Rara langsung bergerak cepat menuju kamar mandi. Setelah mandi ia langsung memakai baju yang terlihat saja. Tiba tiba ada panggilan masuk dari dalah satu temennya Monic. "Hai nic hehe, jadi pergikan gue udah mandi nih udah pake baju juga lu gimana?", jawabnya dengan merasa bersalah "Hah gila lo gue udah nyampe di kolam renang Tika juga udah nyampe, and wait lu ngapain mandi? Kan kita mau berenang Rara asatagaa", ucap Monic samar tapi jelas karena ia sedang berada di kolam dan tentu pasti berisik dari suara orang sampai suara air. "Yaelah iya dong emangnyee elu ga mandi pastikan, ntar pas lu masuk air pasti jadi bau tu air", ledeknya "Hahaha bisaa ae lu cepetan gih gue tunggu 10 menit kalo nggaa gue ama Tika pulang", ancamnya kepada temannya "Eh eh eh jangan dong, iya iya gue otw tunggu e kalo pulang awas aja lu ntar", ucapnya kesal sambil memasukan baju ganti ke dalam tasnya dan bersiap untuk pergi. "Iya iya cepetan", "Iya Ra cepet ya bayy", ucap Tika keras. Telephone pun terputus dan Rara langsung bergegas pergi keluar kamar dan langsuung berpamitan dengan bundanya. "Bunda aku pergi sama temen maaf baru bilang sekarang babay", ucapnya sambil lari "Eh eh eh kaget bunda iya iya hati-hati jangan pulang malem malem oke?", ucap ibunya itu. Rara hanya mengacukan jari jempol sambil membelakangi orang tua tersebut. Di jalan Rara sudah menunggu angkot lebih dari 5 menit. "Kalo ga sampe ni angkot dateng, ditinggal deh gue sama 2 bocil itu", Rara masih percaya akan ancaman Monic yang akan meninggalkannya. Dari kejauhan Rara melihat seorang yang ia kenal. Ia langsung melambai lambaikan tangannya seakan perlu bantuan. Orang itu pun langsung menghampirinya. "Eh Ra kenapa?", ucap orang itu "Bang bole mintak tolong ga anterin gue dong ke kolam renang deket pantai ya? Boleh ya", ucapnya yang langsung naik ke atas motor. "Eh kebetulan, gue juga mau kesana", ucapnya sambil mengegas motor. "Iya iya, bisa cepetan ga soalnya ntar gue ditinggal sama temen nih", ucapnya memerintah. Gibran mengangguk dan langsung menancap gas motor agar sampainya lebih cepat. Sesampainya di sana Rara turun dan mengucapkan terimakasih kepadanya. "Iya Ra santai aja kali kan gue juga mau kesini yuk masuk", jawab Gibran sambil membuka helm. Rara tersenyum senang karena perkataan temannya yang ia panggil abang. "Gue ketempat temen gue dulu ya, gimana temen lu keliatan ga? Apa dia udah ninggalin lu hahah", ledeknya "Ya untungnya engga tuh dia disana", ia menunjuk antara Monic dan Tika. "Oke deh gue ketemen gue dulu by", Gibran pun meninggalkannya. Rara hanya senyum dan langsung menghampiri kedua temannya. "Aaannyeonghaseyo chingudeal haha maap telat" " iya gapapa gue juga baru berendam", ucap Tika santai Rara yang langsung menatap Monic tajam karena ia sudah dikerjai oleh temannya itu. Rara langsung mengganti sweeternya dengan baju kaos agar tidak susah mandinya. "Uuuu seger benerr", ucapnya sambil mecipratkan air kepada Monic dan Tika. Tapi di tengah keseruan Rara tidak menyadari kalo bagian tengah kolam itu dalam ia kesana dan langsung nengeluarkan suara mintak tolong, dan memanggil Monic dan Tika agar diberri bantuan. "Woi tolong Tika, Monic uhuk uhuk", ucap Rara sambil batuk karena tersedak air yang begitu banyak. "Astaga Rara, gue ga bisa berenang lagi Rara", ucap Tika panik "Gue juga ga bisaa hiks", ucap monic menyesal akan kejadian itu. Tiba tiba ada orang yang langsung melompat ke kolam dan menyelamatkan Rara. Ia membawa Rara ketepi kolam dengan keadaan pingsan karena sudah kehabisan nafas dan banya menelan air. "Makasih ya lu udah nyelamatin Rara", ucap tika dan monic. Tapi mereka masih bingung bagaimana caranya agar Rara sadar dari pingsannya. Tapi Tika dan Monic kompak melihat laki laki itu berisyarat agar dia yang memberikan napas buatan untuk temannya. "Hah apa gue.. ga ga ga ga gila", bilangnya. "Gue bisa sih ngaasih napas buatan buat dia tapi ntar...astagaa", batin si laki laki itu. Tika dan Monic memaksa lelaki itu agar mau menolong temannya alhasil laki laki itu mau melakukannya dengan ragu. "Maafin gue Ra", batinnya lagi. Ia menjepit hidung Rara dan hal ini membuatnya ragu ragu dan akhirnya ia menempatkan mulutnya ke mulut Rara dan memberikan napasnya ke Rara. Rara langsung terbangun sambil tersedak. Teman temannya bahagia dan ketawa kecil melihat adegan panas barusan. "Uhuk uhuk" "Nih minum dulu", ucap Tika sambil menyuguhkan botol minum miliknya. Setalah minum Rara baru sadar kalau ada Gibran didepannya. "Eh bang?" "Lah lu kenal dia tadi yang nyelamatin lu trus dia juga yang ngasih nafas buatan", ucap Monic ketawa. Rara berterimakasih sekaligus malu dengan Gibran. "Iya gapapa, maaf ya gue udah lancang, makanya hati-hati kalo gaada gue siapa coba yang nyelamatin lu, dua orang ini (sambil menunjuk Tika dan Monic) mereka cuman modal teriak aja, aaa aaa Rara aaa", ketusnya. "Iya mau gimana lagii gue sama Tika gabisa berenang, udah deh pokoknya Rara selamet", ucap Monic membela diri. "Lah kalian saling kenal?" Tika mulai kepo "Iya gue ketemu abang ini di pas mendaftar di SMK, udah ah dada gue masih sesak gue langsung ganti baju aja ya", ucapnya pergi mengambil baju ganti. Rara yang pergi menuju ruang ganti dekajar oleh Gibran "Ra ntar pulang bareng ya", ujarnya. Rara tidak menyangka akan hal itu langsung berkata "iya boleh kok", dengan raut wajah senang. "Really? Oke ntar gue tunggu didepan ya", ucapnya ikut senang || "Udah? Gaada yang ketinggalan kan?", ucap Rara sambi memeriksa barangnya "Udah kok yuk pulang", ajak Tika. Baru akan melangkah pulang Rara langsung meeberhentikan langkah temannya itu "Ehh ee gue pulangnnya blakangan, kalian duluan aja gapapa kok", ia tidak mau temannya tau kalau ia pulang bareng Gibran karena pasti bakalan heboh banget. Memang kebanyakan temanya berlawanbjenis tapi hanya Gibran satu satunya teman yang menganyarnya pulang "Eh lu yakin ni? Ga mau bareng aja?", tanya Monic. "Gimana mau bareeng rumah kita ajaa beda arah jubaeedahh, udah udah sana lu naik angkot buruan, tuh angkotnya", sambil melambaikan tangan ke depan agar angkotnya berhenti. "Hahaha iya juga, udah gue duluan ya, ayo Ka", ucap monic sambil menarik masuk tangan Tika. "By Raa", ucap Tika masuk mengikuti Monic. "Iya hati - hati byy jaangan lupa kirim fotonya", ucapnya sambil melihat temannya didalam angkot yang berlalu pergi. Tak lama Gibran pun datang. "Naik Ra", ucapnya. Rara menganguk tersenyum dan langsung naik ke motor orang yang ia baru kenal itu. Hampir setengah perjalan Gibran mulai berbicara untuk mengakhiri keheningan. "Lu udah makan" "Belum, makan dulu kali ya? Gapapa kan?", ajaknya "Iya gapapa, gue juga belum makan", sambil menepikan motornya di warung tepi jalan yang berspanduk bertulisan nasi goreng sederhana. "Disini aja gapapakan? Laper banget soalnya habis mandi", tanya Gibran "Iya gapapa gue juga laper" "Bang nasi gorengnya 2 sedang aja ya gausah pedes ntar ni anak ga kuat", ucap Laki - laki tampan itu ke abang - abang penjual nasi goreng sambil menunjuk dan melihat Rara sekilas. Rara langsung menepuk paha Gibran yang akan duduk disampingnya. "Sok tau lu atau jangan - jangan lu yang ga suka pedas", ledeknya sambil mengeluarkan muka konyolnya "Ya nggak lah, cuman gue kalo makan pedas perut gue bakalan sakit trus...", ucapnya terpotong. "Udah udah udah orang mau makan juga malah ngomong yang kotor kotor", ucapnya sambil melihat si abang - abang yang menyiapkan nasi goreng untuk mereka berdua. Tak lama kemudian makanan mereka siap dan langsung memakannya tanpa basa basi karena memang laper sehabis berenang. "Ra", panggil Gibran Rara melihat dan menaikan kedua alisnya sebagai isyarat Rara tidak sanggup bicara kearah Gibran sambil menyantap nasi goreng itu. "Mau ga ya kalo gue ajak besok?", batinnya. Gibran pun memilih senyum diam dan lanjut makan lagi. Rara tidak menghiraukannya dan lanjut makan. "Dah siap dan kenyang ayo pulang", ajak Rara. Sesampai dirumah Rara langsung mengganti pakaian. Setelah itu ia membaringkan badannya di kasur empuk miliknya dan langsung merai lh smartphone miliknya, membuka youtube dan mencari channel youtube bangtan tv, dan menekan salah satu vidio. Ditengah keseruan bangtan bermain game Rara mendapatkan pesan dari nomor yang tidak dikenal. Isi pesannya "Hi lu mau ngga besok datang ke pertandingan bola jam 4 sore di lapangan bola SMK1, gue tunggu ya", ketiknya tanpa mengenalkan namanya dan langsung off. Rara membalas chat itu, bertanya tanya siapa orang itu, tapi nihil tidak ada jawaban. "Hah apaanih, dateng nggak ya? Datang ae lah kalau pengen tau siapa yang ngechat gue, apa gue ajak Monic aja dia kan ada motor", ucapnya dan langsung mencari kontak Monic. "Nic lu besok mau ga nemenin gue?", tanyanya "Kemana?", balasnya cepat karena ia sedang on. "Udah ikut aja jam 3 ya gue tunggu pake motor lu", "Oke sip tapi lu beli bensin ya", balesnya. Rara sengaja mencepatkan jamnya agar bisa pergi main bersama Monic sebelum ia mulai sekolah besok. "Iyaa"
bagus
23/01
0seru
21/05/2025
0bagus
21/04/2025
0ดูทั้งหมด