logo text
เพิ่มลงในห้องสมุด
logo
logo-text

ดาวน์โหลดหนังสือเล่มนี้ภายในแอพ

BAB 3 MAU GAK MAU HARUS MAU

Sampai dirumah Rara langsung kedapur dan meminum segelas air karena kehausan dia menambah 1 gelas lagi sampai perutnya kembung karena air.
"Udah pulang? Gimana kamu diterima ga? Kalo ga keterima kamu harus terpaksa sekolah di swasta", ucap bundaya yang baru selesai memasak untuk makan siang nanti.
Rara mendengar hal itu langsung takut dan langsung verdoa kepada tuuhan agar Rara diterima di sekolah itu.
"Ga tau, soalnya ya bun orang rameee banget susah, jadi nanti siang aku bakal balik lagii", ucapnya
"Kamu istirahat dulu gih biar ga cepek banget nanti"
"Iyaa", ucapnya sambil menuju kamar dan langsung menghempaskan badannya kekasur dan langsung terlelap tidur.
||
Rara yang rasanya udah ga sanggup lagi nahan tangis karena dia ga keterima di sekolah itu mau ga mau dia haris masuk sekolah swasta. Iya ia tau emang ada sekolah SMK Swasta tapi ia tidak ingin sekolah kesana ntah apa alasannya.
"Yaaa hiks kok jadi gini sii kan nilai gue bagus kok sampe ga ke terima hiks bilang apa nih ke bunda aduhh ntar kalo bunda marah gimana hiks", Rara yang langsung overthinking tidak tahu harus apa.
Rara kini berada di taman sekolah itu guna untuk menenangkan dirinya. Tiba tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang Rara langsung kaget dan langsung menoleh. "Hai lu lagi ngapain", ucap orang itu basa basi
"Lagi mandii pake nanya lagi, lagi nangis iniii hiks", ucapnya ngegas.
"Hihi maaf lu nangis kenapa?", tanyanya
"Lu siapa nanya nanya gak kenal juga hiks apa jangan jangan lu cowokk mesum yang ngegodain cewe cewe sendirian kek gue, ih pergiii pergi gaa kalo ga gue teriak nii", ucap Rara sambil memukul mukul lengan si orang itu.
"Eeh ehh ehh sumbaaarangan ae kalo ngomong gue tu kesini karena ngeliatin lo sendiri, nangis lagi kirain ada apa apa, eh pas disamperin malah cerewet, nuduh yang ga bener lagi, udah ah gue pergi byee", jawabnya.
Tapi Rara tidak membiarkannya pergi ia menahan tangan orang tersebut agar duduk disamping dia.
"Eee woi baperan amat si iya gue percaya, gue minta maaf ya", minta Rara.
"Hehe iyya gapapa lu sedih kenapa", tanyanya sembari ingin duduk.
"Sebenarnya gue gatau cerita kesiapa tapi mumpung lu ada disnini walaupun gue ga tau lu siapa tapi gue percaya sama lu", ucap Rara kepada orang yang berada disampingnya.
Ia bahkan menceritakn masalah pribadinya kepada siapapun itu dia yakin bahwa orang yang baik adalah orang yang tidak mau membuka rahasia orang kepada siapa pun sekali pun pada orang yang ia baru kenal.Rara pun mulai menceritakan hal yang menimpanya.
"Ee jdi gue mendaftar kesekolah ini trus kan hari ini hari pengumuman terima dan nggak diterimanya murid yang mendaftar.."
"Trus lu ga diterim oo emang sii orang yang diterima disini tuh orang yang pinter, kuat,baik , dan good looking ga cengeng kek lu haha", ledeknya.
"AAAAAAAAAAA HIKS", tangis Rara makin kencang mendengar perkataan orang itu.
"Ehh lu ssstt aduh gimana nih eh ssssttt diem diem yaelah lu ma udah udah", ucapnya panik.
Dia menutup mulut Rara dan memeluknya. Rara yang menyadari hal itu sontak kaget dan ingin melepaskannya tapi ia merasa itu sangat nyaman dengen perasaanya sekarang tapi Rara harus lawan rasa nyamanny itu karena iya baru saja mengenali orang itu.
"Ihhh apaansi mesum banget eww", ucap Rara kesal dan ngerasa jiji.
"Iya maaf udah ya jan nangis lagi gaenak didenger orang ntar dibilang gue apa apin lu lagi", ucapnya.
"Yaa ga harus gitu kalii, sumpah deh lu ngapain kesini? dan lu siapa?", tanyanya dengan wajah sembab karena nagis.
"Ekhem kenalin nama gue Gibran, Gibran ganteng", ucapnya sambul senyum.
"Uwek ganteng PD abiezz", ucap Rara sambil ketawa gemas
"Lu tu ga ganteng tapi manisss banget", batinnya
"Hahaha lu jadi ketawa deh ga sedih lagi gue seneng, tapi gue ganteng kan", ucapnya
Muka Rara jadi merah karena tak danggup melihat senyum orang yang ada didepannya.
"Nggak lu B aja", ucapnya bohong
"Yaudah terselah lu pokoknya lu ga sedih lagii, ohiya btw namalu siapa?",
"Kepoo", balas Rara
"Lah kan cuma nanya nama, ntar kalo ketemu dijalan gue manggil lu apa cewe cengeng?", ledeknya
"Hahaha aja aja ada"
"Lah Ada Ada Ajaa haha bukan aja aja ada aenh lu hehe", bilangnya gemes
"Oke nama gue Rara bukan cewe cengeng, lu ngapain disinni murid baru juga?", sambil berjabat tangan.
"Gue sekolah disini udah kelas 2 hihi", ucapnya sombong.
"Hah seriusan berarti gue udah ga sopan dong sama lu seharusnya gue manggil lu abang kali ya atau mass haha", goda Rara
"Lah gilaa kali lu umur kita tu sama lu 15 tahun kan gue masuknya kecepetan"
"Haha bisa gitu ya ngga deh gue tetap manggil lu abang gapapakan?" Ucap Rara sambil melihat mata Gibran.
"Jujur gue ngerasa tua tpi gapapa", senyumnya
"Hehe oke astaga udah sore gue buru buru mau pulang dulu ya by makasi udah ngehibur gue hihi", ucap Rara sembari menggendong ranselnya
Kini gantian Gibran yang menahan tangan Rara untuk pergi.
"Lah? Kenapa bang", ucapnya bingung
"Gue anterin"
"Eh gausah gausah repot repot", Rara ngerasa gaenak dengan hal itu, tapi Gibran malah menunjukkan ekspresi wajah yang cemberut yang lucu.
"Kan lu bilang tadi buru buru gue anterin aja ya pliiss", dengan wajah memelas
"Eee iya deh", Rara yang sudah tak tahan melihat wajah Gibran yang lucu
"Yap oke itu motor gue", dia menunjukan motor metik warna hitam yang bersih milik dia
Gibran tidak mengantar Rara sampai depan rumah karena Rara hanya meminta sampai gang saja.
"Ihh omong omong makasih bang hihi", ucap Rara sambil senyum manis
"Iya gapapa sampe sinikan",
"Iya gapapa"
Rara melambaikan tangannya sampai Gibran tidak terlihat dari pandangannya.
Rara bingung saat ini dia mau ga mau harus masuk sekolah swasta yang tidak ia impikan.
"Bunda aku pulang", dengan raut wajah sedih.
"Loh loh loh kok mukanya kok gini kamu gak lulus ya?", tanya bundanya
Rara tidak menjawab malah memeluk dan nagis abi abisan di pelukan sang ibu.
"Iyaaa hiks maaf ya bun, tapi aku ga mau sekolah swasta", ucapnya sambil nangis ter isak isak.
"Iya gapapa, kok gamau sebenarnya semuaa sekolah itu samaa cuman perlu kamu aja yang menyesuaikan diri, bunda ga marah, mungkin ini takdir kamu, oke sekarang mandi, istirahat ya dan kamu pikirin apa yang bunda bilang tadi oke", ucap bundanya agar anak perempuan itu lebih tenang.
Rara langsung bersih bersih, setelah itu ia berbaring di tempat tidur dan memikirkan apa perkataan bunda tadi.
"Mungkin iya takdir gue disana ya gapapalah lagipun bunda ga marah. Oiya gue kan ada janji sama Tika dan Monic gue chat mereka dulu deh di grup".
Ia langsung meraih ponsel dan membuka grup, grup itu dibuat khusus untuk mereka bertiga agar kalau ada apa apa atau ada plan seperti ini mereka tidak harus chat ke individu
"Guys jadikan besok?",
Tidak beberapa lama kemudia Tika menjawab
"Iya Raa jadi kok"
Tapi saat itu Monic belum menjawab. Rara tau pasti Monic lagi ngapain jam segini.Rara melanjutkan harinya dengan tidur walaupun belum malam matanya sudah kepingin sekali untuk dipejampakan sampai pagi.

หนังสือแสดงความคิดเห็น (95)

  • avatar
    Karunia Vera

    bagus

    23/01

      0
  • avatar
    HaifaHafiz

    seru

    21/05/2025

      0
  • avatar
    SinulinggaMirna

    bagus

    21/04/2025

      0
  • ดูทั้งหมด

บทที่เกี่ยวข้อง

บทล่าสุด