Bab2 HARI KELULUSAN Semua orang tua dan murid sudah masuk keruang kelas tapi belum terlihat guru di mejanya. "Gue yakin banget nih pasti Ramzi yang juara 1 soalnya kan dia pintar, sopan, baik lagi", ucap Laura menebak nebak Rara dan Lili tertawa dan senyum mendengar temannya yang sok tau. Tak lama kemudian guru pun masuk dan sudah berpidato hampir setengah jam. "Lama banget ni orang, udah bagiin aja lapornya!", ucap Rara dengan kesal "Ya baiklah wali murid sekalaian hari ini kita akan membagikan lapor terakhir, ini menentukan anak bapak/ibu lulus atau tidak dari sekolah ini. Oke saya tidak akan berlama lama juara tiga adalah Ani Handayani, juara dua Ramzi Alfikri dan juara satu nayaka. Selamat buat ananda yang meraih juara", ucap guru sembari menjabatkan tangan secara bergantian kepada juara kelas. 'Yaah tebakan lu salah Lau hahah", ledek Rara sembari menepuk paha Laura. Rara Laura dan Lili sebenarnya juga pintar tapi mereka hanya bisa mencapai ranking 10 besar. "Ini lapor Rara olivia mama silahkan dilihat Rara Alhamdulillah lulus dan nendapatkan ranking 9 dari 29 siswa", ucap guru sambil memberi raport. Rara yang mendengar itu langsung kegirangan dalam hati tapi percuma kebahagiaan itu sangat nampak dari raut wajahnya. "Oh iya buk terimakasih sudah mengajar anak saya sampai ke titik ini", ucap bunda Rara senyum dan turut bahagia. "Iya buk itu sudah kewajiban kami sebagai guru sekali lagi selamat ya nak", Sama seperti Rara Laura dan Lili juga lulus Laura mendapatkan ranking 10 dan Lili mendapatkan ranking 7. Moment itu membuat mereka bahagia. Keesokan harinya Rara mendaftar ke sekolah SMK yang sudah ia sebutkan ke orang tuanya kemarin. Sampai disana Rara sangat terpesona dengan besarnya sekolah dengan cat yang cerah ia jadi yakin ingin sekolah disana dan disana Rara disuruh mengisi dan menyerahkan formulir setelah itu Rara langsung masuk keruangan untuk melakukan tes wawancara. Setelah tes wawancara dan sebagainya Rara hanya menunggu hasil saja diterima atau tidaknya dia.
Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan siswa baru Rara terus berdoa dan berdoa agar keterima disekolah itu. "Penguman bagi calon siswa baru bisa melihat namanya di mading sebelah ruang guru untuk menentukan lulus atau tidaknya", ucap panitia sekolah menggunakan pengeras suara. Semua orang langsung menuju mading untuk memastikan namanya ada atau tidak. Rara yang berdiri ditengah tengah kerumunan orang sangat banyak, susah untuk mencari namanya. "Udah ga bisa ngeliat, kaki gue diinjek injek, badan gue aduhh sakit bet didorong dorong sebaiknya gue pulang dulu ntar siang balik lagi", batinnya sambil mengelap elap sepatunya yang kotor karena diinjak.
bagus
23/01
0seru
21/05/2025
0bagus
21/04/2025
0ดูทั้งหมด