logo text
เพิ่มลงในห้องสมุด
logo
logo-text

ดาวน์โหลดหนังสือเล่มนี้ภายในแอพ

Ada apa?

Saat tersadar, Luna sudah berada di ruangan serba putih, bau khas obat-obatan tercium sangat tajam. Luna mengingat samar apa saja yang sudah teradi padanya.
Setelah tersadar sempurna, Luna melihat Fathir yang tertidur sambil duduk memegangi tangannya.
Luna memandang Fathir dengan tatapan sendu, ada sedikit nyeri di hatinya, merasa bersalah sekali sudah menghianati orang sebaik dan se sempurna suaminya ini.
Luna mengingat dengan jelas apa yang sudah terjadi, lidahnya kelu. Matanya menatap Fathir dengan sendu, dielus lembut rambut Fathir yang tak begitu banyak.
Fathir segera terbangun saat terasa kepalanya disentuh seseorang. Ia mendongak dan bergegas terseyum menatap Luna yang telah siuman. Ada sedikit kekhawatiran tercetak di matanya.
"Alhamdulillah Sayang, akhirnya kamu sadar juga. Mas khawatir banget sama kamu, jangan capek-capek lagi dan jangan sampai stres. Untung anak kita kuat, anak yang hebat" ujar Fathir seraya mengecup pelan puncak kepala Luna. Fathir begitu perhatian pada Luna.
Luna tergagap, berbagai pertanyaan memenuhi otaknya.
Apakah Fathir belum tahu soal tragedi kemarin? apa Mba Ningsih dan Chintya belum menceritakannya? ataukah Fathir sudah tahu tapi tak masalah dan menganggapnya biasa?
Berbagai pertanyaan dan dugaan muncul bergantian di benak Luna, ia sangat takut semuanya akan terbongkar dengan cepat, jujur saja Luna belum siap, jika Fathir harus mengetahui  kebenarannya saat ini juga.
Mendadak kepala Luna berdenyut, Luna memegangi kepalanya sambil meringis.
Fathir yang menyadari istrinya kesakitan, bergegas memeluk Luna dan menyandarkan tubuhnya erat dalam dekapan, sebelum akhirnya merebahkan di atas ranjang rumah sakit.
"Ayo, istirahat Sayang. Kamu jangan banyak gerak dulu. Sini aku suapin, minum obat terus istirahat lagi ya. Jangan bandel, nurut sama aku, demi kesehatanmu dan calon anak kita nantinya" Fathir mengambil jatah makan dari Rumah Sakit dan menyuapkan ke mulut Luna.
Luna menerima dengan pasrah, perutnya memang terasa lapar, tapi ia sama sekali tak nafsu makan karena kejadian lain yang terus-terusan berkelibat di kepalanya.
"Mas...." panggil Luna dengan suara lirih.
"Ya Sayang?" Fathir mendongak, menatap lembut istrinya.
"Aku kenapa?" tanya Luna hati-hati.
"Kamu pingsan, Mba Ningsih bilang kamu habis makan rujak, belum sarapan nasi. Terus tiba-tiba aja kamu jatuh, tak sadarkan diri. Chintya langsung mengabari Mas dan membawamu kesini, untung saja tak ada masalah serius, dan alhamdulillah kamu sama calon anak kita baik-baik saja. Hanya sedikit stres, kata dokter mungkin kecapekan. Lain kali jangan gitu lagi ya, makan yang banyak dan teratur. Gausah mikirin yang berat-berat. Fokusmu jaga anak kita baik-baik, itu saja pintaku. Aku sayang banget sama kamu, jadi aku mohon kamu turuti semua perintahku ya, kali ini saja." Fathir mengambilkan minum untuk Luna dan menyuapinya dengan telaten.
"Mba Ningsih atau Chintya gak bilang apa-apa, Mas?" tanya Luna penasaran.
Fathir sedikit mengingat sesuatu, melirik Luna sekilas dan menjawab
"Ehm, gak tuh. Kenapa memang?" 
"Gapapa sih, tanya aja" Luna menghela nafas panjang.
"Tapi, Mba Ningsih pesen sama Mas" ujar Fathur menggantung.
"Pesen apa?" raut Luna yang tadi terlihat biasa, sekarang menegang, terlihat pucat pasi.
"Cuma bilang suruh jagain kamu dan calon anak kita baik-baik, jangan sampai lengah. Gitu aja sih" Fathir tersenyum tipis mengelus lembut pipi Luna.
Luna membuang napas panjang, sedikit lega mengetahui Mba Ningsih ataupun Chintya belum ada yang membuka suara tentang kejadian kemarin.
"Emang kamu mikir apasih Yang, kok sampe pingsan gitu? Sepertinya berat banget, kalau ada masalah tuh cerita sama aku, aku kan suami kamu. Jangan ada rahasia diantara kita. Ayo cerita, memangnya ada apa?" alis Fathir terpaut menatap Luna.
"Gak sih Mas, aku cuma kepikiran aja. Apa bisa ya nantinya aku jadi Ibu yang baik? Apa aku mampu merawat dan menjaga dengan baik anak-anakku kelak? Apa aku pantas menjadi seorang Ibu yang mempunyai surga di bawah telapak kakinya?" tanya Luna dengan wajah sedih, air mata menetes membasahi pipi Luna.
Fathir segera menghapus dan memeluk tubuh Luna dengan sayang.
"Kamu ini ngomong apasih?, ya tentu bisa lah. Pasti bisa kok! Semangat ya, kita belajar sama-sama menjadi orang tua yang baik dan bertanggung jawab" jawab Fathir terdengar bijaksana.
"Makasih banyak, Mas. Maafin aku" Luna semakin tergugu, tangisnya pecah.
"Lho, kenapa? Makasih untuk apa? dan buat apa kamu minta maaf?" tanya Fathir heran.
"Aku mau jelasin sesuatu sama kamu, Mas. Daripada kamu harus denger dari orang lain nantinya. Mending aku yang jelasin semuanya. Mau sekarang atau nanti, kamu tetap berhak tau, Mas. Aku tak sebaik yang kamu kira" jawab Luna ambigu.
"Sst! Udah ah, udap stop diem. Kamu ngelantur kayaknya. Ayo tidur, beristirahatlah! kasihan calon anak kita nanti, ikut sedih lho. Ayo kamu istirahat dulu, jangan terlalu banyak pikiran. Kamu harus banyak istirahat, gih rebahan!" Fathir memasang selimut pada tubuh Luna.
Luna masih tetap menangis, kali ini tanpa suara. Luna memaksakan matanya untuk terpejam, ia butuh istirahat sejenak, sebelum mengakui kebenaran di depan Fathir. Luna harus mengumpulkan tenaga lebih, menyiapkan mental kuat dan hati yang siap jika nantinya akan kehilangan Fathir.
"Tidur ya, Sayang. Mas mau ke toilet sebentar" Fathir mengelus pelan tangan Luna dan bergegas keluar dari kamar.
Luna curiga, toilet ada disamping tempat tidurnya, karena kamar inap Luna termasuk golongan VIP. Luna juga sedikit melihat, mata Fathir berkaca-kaca. Kenapa? apa Fathir berusaha menyembunyikan kebenaran yang mungkin telah diungkap Kakak-kakaknya? 
Kepala Luna terasa amat pusing, ia tak peduli lagi. Luna ingin istirahat total saat ini, segera ia menutup matanya rapat-rapat. Bergegas tidur, sebelum Fathir kembali.
*****   
Maaf ya Kak kalau sedikit, Mamak lagi flu soalnya huhu, tapi punya kewajiban update..syalalaaaa...🙏🙏
******          ******           ******
*******              ********             ********
Bakal makin seru nih kelanjutannya, yuk simak terus kisahnya ya Shay... Mamak sayang kalian semua .... Ditunggu next nya 😘😘😘😘
******        ******        ******
******         ******          ******
******           ******             ******
Mamak sarankan bacanya berurutan ya Shayyyy, jangan dilompat-lompat atau dipilih-pilih. Biar makin greget dan paham banget isi ceritanya. Hehe❤️
Maaf kalo ada salah kata dalam penulisan, maklum masih belajar hehe.
Terimakasih banyak yang sudah merelakan koin untuk membaca cerita recehku ini, semoga Allah SWT melancarkan rejeki kalian semua & memudahkan segala urusannya. Semoga Allah SWT menggantinya dengan rejeki yang berlipat-lipat dan semoga kalian semua diberikan kesehatan selalu. Aamiin yarobbal aalaamiin.
Buat para pembaca , tinggalin jejak donggg , jangan lupa di subscribes yaaa karena gratis. Biar ada notif kalo update bab baru.
Jangan lupa baca cerita2 ku lainnya ya, kasih bintang lima nya. Dan ditunggu krisan nya. Biar aku makin semangat gitu ngarang ceritanya. Hehehe
Salam senja manise dari mamak othor ini😘😘😘😘😘

หนังสือแสดงความคิดเห็น (628)

  • avatar
    Jidan wokasJidan wokas

    nowelnya bagus

    16/08

      0
  • avatar
    otsnbd

    seruuuu

    19/03/2025

      0
  • avatar
    AprilianiTasya

    keren ceritanya lanjut kan

    18/03/2025

      0
  • ดูทั้งหมด

บทที่เกี่ยวข้อง

บทล่าสุด