logo text
เพิ่มลงในห้องสมุด
logo
logo-text

ดาวน์โหลดหนังสือเล่มนี้ภายในแอพ

Bab 4 berubah 180 derajat

Larissa menatap mata aros masih tidak percaya dengan perubahan sikap aros yang berubah cepat.
Perubahan sikap aros itu membuatnya benar-benar terkejut.
"apa dia bisa selembut itu padaku ,baru saja tadi dia ingin membunuhku."batinnya bingung menantap kedua mata aros yang menunjukkan rasa kekhawatiran nya.
Sorot mata aros sangat berbeda saata aros mencekiknya,dia bisa melihat kedua perbedaan itu jelas.
Mata aros seperti berbicara padanya menyampaikan rasa khawatir aros ke mata Larissa.
"aku tidak apa-apa."ucapanya menepis tangan aros dari wajahnya.
Larissa melangkah mundur satu langkah ke belakang, dia masih takut aros bisa berubah menyakitinya lagi nanti.
"Kenapa kau menculikku?" Ucap Larissa menanyakan apa alasan pria asing itu membawanya pergi.
Larissa memberikan tatapan sinis, mempertanyakan pertanyaan sama yang menjadi beban pikiran nya sekarang.
"Aku tidak mengenalmu, jadi aku bisa pastikan aku tidak punya salah apapun sehingga kau harus menculikku dan menahanku di dalam kamar ini."
"kenapa kau menculik wanita yang sudah beraik hatu menolongmu!" Ucapnya dengan suara nada yang tinggi.
Raut wajah Larissa begitu serius menatap aros dengan tajam mempwrtanyakan apa alasan pria asing mau menculiknya.
Aros tidak menjawab satu pertanyaan pun dari Larissa, dia melempar paper bag yang dia pegang ke tempat tidur.
"Itu baju untukmu, setelah itu kita akan makan siang dibawa."ucapnya dingin berbalik.
"Aku tidak akan makan sampai kau menjawab pertanyaan ku."teriaknya.
"Ganti bajumu sekarang!"ucapnya dengan lantang.
Aku bilang tidak, apa kau tuli. Aku tidak akan menurutimu." Teriaknya marah.
Aros berbalik berjalan cepat meraih kedua bahu Larissa.
"Ganti bajumu, jangan membuatku marah".
"Aku tidak akan menurutimu sampai kau menjawab pertanyaanku." Ucapnya tegas, menurunkan kedua tangan aros dari bahunya.
"Baiklah."
Hanya ada satu kalimat yang keluar dari mulut aros.
"Karena aku menginginkanmu."
Satu kalimat itu sudah menjawab semua pertanyaan Larissa.
"Dari ribuan wanita didunia ini, kenapa harus aku?" Ucapnya marah.
"Karena takdir lah yang memilihmu, aku hanya mengikutinya." Tegasnya.
"Takdir? Omong kosong."
Aros mendekat menarik tubuh Larissa dalam pelukkan nya menempelkan dahi Larissa dengan dahinya.
"Aku menyukaimu, dan kau adalah wanitaku mulai detik ini juga".ucapnya dengan suara lembut menatap mata Larissa.
Larissa tiba-tiba terdiam menatap mata aros seperti perkataan nya jujur dari lubuk hatinya yang paling dalam.
Tapi Larissa teringat dengan kalimat yang sama seperti yang dikatakan Rangga dulu saat pertama kali rangga mengungkapkan perasaaannya pada Larissa. Sontak dia mendorong tubuh aros menjauh darinya.
"Semua pria sama saja, bilang suka tapi selingkuh dibelakang. Aku tidak akan tertipu lagi." Ucapnya kesal mengingat bagaimana Rangga mengkhianati nya.
"Para pria hanya mengungkapkan kata itu sesuka hatinya tapi tidak menjaga hatinya dari wanita lain. Semua pria sama saja termasuk kau." Ucapnya dengan tajam sambil menunjuk wajah aros.
"Kau pasti sudah banyak mempermainkan hati wanita dengan kata kata tipuanmu itu, seolah olah kau begitu mencintai nya tapi setelah kau mendaptkan apa yang kau mau, kau mencampakkannya begitu saja.
"Trik murahan seperti itu sudah tidak laku padaku!" Teriaknya marah dengan penuh emosi.
Aros mendekat menarik pinggul Larissa dengan lembut "aku tidak pernah menyukai wanita lain selain dirimu".
"Aku menyukaimu sejak pertama kali bertemu".
Aros jatuh cinta pandangan pertma pada Larissa bukan cuma karena kecantikan yang dimiliki Larissa tapi rasa yang tidak pernah dirasakan saat bersaing dengan wanita asing.
Dia sudah sering bertemu dengan jutaan wanita cantik tapi tidak ada gelora cinta yang dirasakannya seperti bertemu Larissa. Itulah alasannya dia menginginkan Larissa.
Larissa adalah orang pertama yang melihat sisi lembut Aros, sepanjang hidupnya aros tidak pernah menunjukkan sedikit pun sisi lembut ke siapa pun itu.
Padahal aros adalah orang yang begitu kejam, tapi bisa menunjukkan sikap lembut hanya karena menginginkan Larissa kalau dia benar benar menyukainya.
Larissa belum pernah melihat sisi kejam yang dimiliki aros, jadi dia berani berteriak-teriak kepadanya. Jika dia melihatnya belum tentu dia berani melihat aros seperti itu, mungkin mendengar suara langkah kakinya saja bulu kudut nya merinding ketakutan.
Larissa menolak mentah-mentah ungkapan cinta aros yang benar-benar tulus dia ucapkan.
Hati Larissa yang baru terluka oleh pria yang begitu dia cintai Selema itu membuatnya tidak mau percaya dengan perkataan pria lagi.
Semua perkataan para pria dia anggap semua adalah kebohong semata untuk mendapatkan kepercayaan nya.
Lagi pula mereka baru bertemu 24jam, Larissa pasti tidak akan termakan perkataan manis aros.
"Mana ada orang jatuh cinta pandangan pertama, mustahil aku tidak percaya."ucapnya.
Menepis tangan aros dari wajahnya.
"Aku sudah menjawab pertanyaanmu, dan sekarang cepat ganti pakaianmu."
"Aku akan menunggumu dibawah, jangan membuatku marah karena kau menolaknya. Aku sudah memberikan jawaban dari pertanyaan mu itu." Ucapnya dengan sorot mata yang tajam.
"Pergilah, aku akan kebawah 5 menit lagi." Ucapnya ketus sambil berbalik membelakangi aros.
Aros pun keluar meninggalkan kamar Larissa dengan menutup kamarnya tapi tidak dikunci.
"Kenapa aku harus menuruti perintahnya aku tidak akan turun." Ucapnya sambil melipat kedua tangannya dibawah dada.
Tiba-tiba ada suara aneh yang muncul
Kruyukkk....
Kruyukkk.....
Kruyukkk.....
Suara dan getaran perut laparnya tidak bisa berbohong kalo dia butuh makan untuk mengisi perutnya yang sudah mengamuk minta makan.
Larissa berjalan mendekati tempat tidurnya mengambil paper bag yang diberikan aros, dan dia mengeluarkan dress berwarna merah dan satu set pakaian dalam senada.
Mata Larissa sontak melotot memegang kedua pakaian itu tidak percaya satu set pakaian dalam itu ukurannya Sama dengan miliknya.
"Gila, pria ini bahkan bisa tau ukuran bra dan dalamanku." Ucapnya terkejut melepaskan dalaman itu ke tempat tidur.
"Beraninya pria itu melihatnya."Pekiknya
Disisi lain aros yang duduk dimeja makan tampak kesal karena dia sudah menunggu begitu lama, tapi Larisa belum juga muncul.
Tiba-tiba....
Brugkk....
Suara pukulan meja yang dilakukan aros membuat jantung para pelayan hampir copot, bahkan tubuh mereka ikut gemetar karena takut akan kemarahan aros.
"Wanita ini benar-benar keras kepala!" Geramnya, ia berdiri dari kursinya.
Aros kembali ke kamar Larissa melihat kenapa wanita itu tidak menuruti perintahnya. Dia membuka pintu kamar Larissa seperti membantingnya.
Brugkk.....
Membuat Larissa yang duduk dipinggir tempat tidur langsung menoleh ke belakang
"Kenapa kau tidak turun juga!" Ucapnya marah berjalan menghampiri Larissa.
Larissa yang keras kepala menolak pemberian aros dan tidak mau makan bersamanya.
"Aku tidak mau, jangan memaksaku!"
Dia memalingkan wajahnya dengan raut wajah marah masih tidak terima aros mengetahui mengetahui ukuran celana dalam nya.
Bersambung.....

หนังสือแสดงความคิดเห็น (405)

  • avatar
    DeanataMerytia wimar

    baguss tapi kapan lanjutnyaaa??

    19/06

      0
  • avatar
    MostBlinking

    best

    01/10

      0
  • avatar
    aldi remitza

    terima kasih

    26/08

      0
  • ดูทั้งหมด

บทที่เกี่ยวข้อง

บทล่าสุด