Larissa berhenti berteriak saat aros berdiri didepan pintu,aros semakin panik karena tidak lagi terdengar suara Larissa. Aros mengeluarkan kunci kamar Larissa dari kantong celananya dengan cepat membuka pintu kamar itu. Dia langsung lari menghampiri Larissa yang duduk di lantai dengan posisi kepala tertunduk memeluk kedua lututnya didepan jendela. "Ada apa? Kenpa kau berteriak".ucapnya sambil jongkok didepa Larissa sambil memegang kedua pundak Larissa. Larissa sontak menepis kedua tangan aros dengan kasar bersamaan dengan kepalanya mengangkat ke atas melihat aros dengan tatapan penuh amarah. Plank...... "Dasar pria mesuh!"teriaknya marah menampar wajah aros. Lendra yang melihat itu sontak menelan air liur nya kaget melihat seorang wanita menampar bosnya,dia terlalu kaget ini pertama kalinya ada wanita yang berani menampar bosnya itu. Dia menggeleng kepala karena tau apa reaksi apa yang akan dilakukan aros.dan benar saja aros mencengkram mulut Larissa dengan kasar mengangkat wajah Larissa melihat wajahnya yang marah. "Kau berani nya menamparku!"teriaknya marah didepan wajah Larissa memperlihatkan wajah aros yang memerah karena marah. "Kau pikir aku akan takut denganmu,tidak akan".ucapnya kesal dengan tatapan tajam menatap aros. "Lepaskan aku!".teriaknya melototi aros. Aros melepaskan cengkraman nya membuang wajah Larissa ke samping. "Pergi selagi kau bisa".ucapnya dengan suara dingin. "Tapi aku tidak akan membiarkan mu pergi".ucapnya dengan tatapan tajam. "Dasar pria gila".teriaknya bangkit, dan berlari keluar kamar. Aros perlahan berdiri dan berbalik k belakang melihat bagiamana Larissa akan kabur dari rumah yang begitu besar dan penjagaan yang ketatnya luar biasa. "Tuan tidak mau mengejarnya?". "Walaupun dia kabur aku akan menangkapnya kembali.sesuatu yang sudah ada ditanganku tidak akan aku lepaskan begitu saja".ucapnya dingin dan sorot mata yang tajam. Disisi lain Larissa berlari menuruni tangga dan mencari pintu keluar dari sana, saat Larissa menuruni tangga terakhir pandangannya langsung tertuju kepada pintu besar yang terbuka lebar. "Itu dia pintu penyelamatku!".ucapnya bahagaia akhirnya dia bisa keluar dari sana tanpa ada orang yang menghentikan nya. Larissa berlari kedepan sambil berkata "kasurku sebentar lagi aku akan pulang". Disaat seperti ini yang paling rindukan adalah kasur yang selalu membuatnya melupakan semua masalah saat dia berbaring di atas kasurnya empuk. Saat Larissa keluar dari pintu tiba tiba dia berhenti didepan teras dengan raut wajah yang melengo. "Ini rumah atau asrama militer".ucapnya kaget melihat puluhan pria bersenjata mondar mandir mengelilingi tempat itu. Larissa berbalik kembali kedalam mencari jalan lain untuk kabur "rumah sebesar ini pasti nya jalan lain".batinnya. Saat Larissa melangkahkan kaki masuk kedalam,sudah ada aros yang menunggu dibelakangnya dengan tatapan menakutkan. "Tidak ada jalan lain percuma kau mencarinya". Aros seperti tahu apa yang dipikirkan Larissa. Larissa yang sudah merasa terpojok, tidak ada jalan lain selain melewati puluhan anak buah aros,perlahan berjalan mundur kebelakang. Pada saat langkah ketiga Larissa berlari sekuat tenaganya,aros langsung mengejarnya dan berhasil meraih pinggul kecilnya Larissa "kau tidak akan bisa kabur".ucapnya sambil menarik tubuh Larissa. "Lepaskan aku".teriaknya berontak berusaha melepaskan diri. "Kau tidak akan kemana mana". Aros mengangkat tubuh mungil Larissa ke atas pundaknya membawanya kembali masuk ke dalam rumah. Larissa memberontak meminta aros menurunkannya sepanjang jalan "Lepaskan aku pria gila".teriaknya marah-marah memukul punggung aros dengan tenaga penuh. Tapi aros tampak tidak kesakitan, raut wajah datar bisa menjelaskannya.dia membawanya kembali ke kamar membanting tubuh Larissa ke tempat tidur. Dengan bersamaan aros dengan memegang kedua tangan Larissa menahannya untuk tidak bangun dari tempat tidur. Brugk...... Aros mendekatkan wajahnya yang garang menatap Larissa ya memalingkan wajah tidak mau melihat aros. Aros mencengkram pipi Larissa memalingkan wajah Larissa menatap kearahnya.aros perlahan lahan menurunkan wajahnya ingin mencium bibir pink Larissa, tapi Larissa langsung bertindak meludahi wajah aros. Cihh.... Aros yang marah tidak terima langsung mencekik leher Larissa sampai Larissa tampak kesulitan bernapas dengan tubuhnya yang berontak berusaha melepaskan tangan aros yang begitu kuat mencekiknya. "Lepaskan".teriaknya kesakitan dengan suara terputus putus. Wajah Larissa memerah dengan air mata yang keluar dari ujung mata hampir tertutup. Tiba-tiba aros melepaskan tangannya bangun dari tempat tidur mengusap wajahnya."apa yang aku lakukan aku hampir membunuhnya". Aros yang terbawa emosi hampir saja melenyapkan nyawa Larissa,dia pergi meninggalkan kamar Larissa dan mengunci kembali dengan rasa bersalah. Larissa terbaring diatas tempat tidur dengan air mata membasi pipinya"kenapa aku harus bertemu dengan pria kasar sepertinya."ucapnya menutup matanya,berharap ini hanyalah sebuah mimpi dimalam hari. Sepanjang Hari Larissa dikurung didalam kamar itu membuatnya stres.bagaikan h Hewan peliharaan tidak bisa keluar tanpa izin aros. Larissa tampak mondar mandir di dalam kamar,sudah tak terhitung berpaa kali dia mondar mandir hanya untuk mengisi waktu yang begitu lama. "Oh tuhan kapan aku akan keluar dari penjara ini". Larissa benar benar mulai tidak waras baru sehari dia dikurung dalam kamar,mulutnya tidak berhenti bicara.dia terus bertanya kapan dia bisa keluar dan kapan dia bisa pulang ke apartemen nya. Karena Larissa yang sudah cape mondar mandir,berbaring dilantai menempelkan pipinya merasakkan dingin nya lantai menembus pori pori kulitnya yang putih bagaikan susu. "Aku pasti sebentar lagi akan mati".ucapnya memegangi perutnya keroncongan. Sejak kemarin malam dia belum makan apa-apa, terakhir kali Larissa makan diatas pesawat itu pun hanya sebuah roti gandum. Setelah pesawat itu mendarat dia langsung pergi ke apartemen kekasihnya tidak perduli dengan perut nya lagi. Larissa menengok ke tembok melihat jam dinding yang menunjukkan jam 12:31siang.pantas saja perut Larissa berbunyi ternyta sudah waktunya makan siang. "Ya tuhan apa tidak ada makanan didalam kamar ini.apa pria itu ingin membunuhku secara perlahan". Cacing didalam perut Larissa sudah mengamuk minta makan.tapi tidak ada makanan yang bisa dimakan didalam kamar itu. Tiba-tiba pintu kamar nya terbuka,aros mencul dari balik pintu membawa peprr bag hitam ditangan kirinya. "Apa yang kau lakukan disana".ucapnya berjalan mendekat. Larissa sontak langsung bangun,"jangan mendekat kenapa kau kemari".teriaknya marah melihat aros muncul. Larissa berjalan mundur takut aros menyakiti dirinya lagi.bukannya berhenti aros malah semakin mendekatinya "kenapa kau berbaring dilantai apa kau sakit?"ucapnya menunjukkan raut wajah khawatir sambil mengusap wajah Larissa dengan lembut. Larissa terkejut aros berubah 180% derajat dari yang kasar berubah menjadi lembut bagaikan kapas. Bersambung....
baguss tapi kapan lanjutnyaaa??
19/06
0best
01/10
0terima kasih
26/08
0ดูทั้งหมด