logo text
เพิ่มลงในห้องสมุด
logo
logo-text

ดาวน์โหลดหนังสือเล่มนี้ภายในแอพ

บทที่ 8 Dinding Doa

"Happiness Kindergarten, sekolah ternyaman sekaligus tempat healing Meisya paling ampuh sedunia. Sedangkan Tommorow House adalah rumah sakit dengan dinding tebal, tempat Dokter Nyentrik bernama Andromeda berada."
~DR.ANRO~
***
Mungkin bulan adalah satu-satunya partikel langit yang diciptakan oleh Tuhan dengan begitu hebatnya. Ia tetap tersenyum meskipun Bumi tak pernah sekalipun melihatnya.
Bulan tetap setia menemani Bumi meskipun Bumi tak pernah sekalipun menghargai keberadaanya. Bumi selalu marah kepada bulan karena bagi Bumi kehadiran bulan hanya mampu membuat suasana hatinya buruk. Bumi selalu mencari cara agar dapat memarahi bulan, agar dapat mengusir bulan dari ritasinya.
Bumi marah pada bulan yang selalu sedekat itu menempel berotasi kepadanya. Bumi menyangkal keberadaan bulan, meneriaki bulan dengan penuh nada kebencian.
Bulan hancur, jika bukan karena hati dan rasa cintanya yang begitu besar terhadap bumi mungkin ia akan lebih memiliki hidup bersama pluto. Partikel langit yang sama dinginnya dengan bulan.
Tapi yang bulan lakukan sampai saat ini adalah berpendapat tetap mengikuti Bumi kemanapun dia pergi. Tak peduli jika keberadaanya tak lagi Bumi inginkan.
"Bulan, kok kamu bodoh banget sih. Udah jelas-jelas Bumi nggak suka sama kamu. Bumi selalu nyari-nyari alasan buat pergi, tapi kamu kenapa enggak sadar diri juga sih?" Aku berbisik. Rasanya kesal sendiri menyaksikan Bulan yang selalu menagis ditengah kegelapan malam.
"Cinta dan rasa takut membuat bulan melakukan hal yang menurut manusia tolol Mei" Gumam Asoka, ia ikut merebahkan dirinya disebelahku.
Saat ini aku dan Asoka tengah berbaring di halaman rumah, mata kami lekat menatap sempurnanya purna yang terlihat berjuang dengat sangat keras demi membahagiakan Bumi. Mengeluarkan seluruh energinya agar dapat menarik Bumi untuk tidak pergi meninggalkannya.
"Nggak adil ya, Bulan setia banget sama Bumi. Mengabaikan sejuta rasa sakitnya demi Bumi, dan apa yang Bumi lakukan untuk bulan?" Aku menggeleng, menghalau air mata yang lagi-lagi memberontak keluar tanpa dikomando.
"Disaat Bumi mencari seribu satu alasan dan cara untuk pergi, bulan justru mempertahankan sebuah alasan untuk tetap tinggal padahal Bulan sangat layak untuk pergi meninggalkan Bumi, tapi Bulan tidak mau. Bulan tetap setia pada porosnya. Bulan tetap setia pada Bumi yang entah untuk berapa kali telah membuatnya jatuh berkeping-keping"
"Sudah saatnya untuk melepaskan semua Mei, sudah saatnya kamu berjalan pergi meninggalkan Bumi Mei" Gumam Asoka seolah tau sejuta hal yang kufikirkan.
"Gak bisa, biar bagimanapun kehadiranki di dunia ini sudah cukup menjadi beban. Jika bukan karena aku, Mama pasti sudah bahagia bersama laki-laki pilihan Mama. Bukan menerima kenyataan jika Mama harus menanggung malu seumur hidup dan sembunyi dalam ketakutan" Gumam Meisya.
"Anak adalah anugrah dari Tuhan, kehadiranmu adalah anugrah. Kamu nggak bisa nyalahin diri kamu sendiri meisya-"
"Kenapa? kenapa harus aku yang setolo bulan? kenapa aku tetap mencintai Mama padahal aku sangat berhak membenci Mama. Kenapa Papa meninggalkan kami? kenapa Papa tega memperkosa Mama? kenapa sekarang Papa baru datang disaat aku udah besar? kenapa??? Kenapa Asoka?" Teriaku marah, hingga tanpa sadar beberapa tetangga yang tak sengaja lewat berbisik-bisik terhadapku.
Aku menatap nanar Angkasa, aku menangis.
Lagi-lagi aku lupa jika hanya akulah yang mampu melihat Asoka.
***
Langkah kakiku berlari dengan cepat menyusuri lorong rumah sakit, tadi pagi aku dikejutkan dengan Boombarir panggilan telefon dari Titik.
Aku menyesal tidak menganggap telfonya malam tadi, aku baru membuka dan membaca pesan yang jika ternyata semalam ia mengalami kecelakaan beruntung di dekat jalan Monumen Jogja kembali.
"Miss Titik,.. " Gumamku sembari berpura-pura tegar padahal aku sangat ingin menangis dan menghambur kearahnya. Memeluk dan meminta maaf karena aku tak menjawab teleponnya semalam.
"Kenapa bisa kayak gini? " Tanyaku melihat keadaan kaki Miss Titik yang di gips. Ia tersenyum melihat kearahku.
"Biasa, lagi ngikutin skenario Tuhan eh ternyata kesrempel mobil orang yang didalamnya lagi main Toktok. Kena deh" Gumam Titik seolah terlihat sangat enteng.
"Punya kaki tuh disayang makanya" Gumam ku sembark tertawa, Titik juga ikut tertawa.
"Mas Wira tau kalau Miss Titik kecelakaan?" Tanyaku yang tak melihat keberadaanya. Titik menggeleng.
"Aku udah ngabarin dan Wira enggak bisa pulang, kerja di DeepWeb nggak semudah itu buat ngurus cuti" Gumam Titik yang terlihat sedih, Wira adalah Tunangan Titik sekaligus engineering di DeepWeb perushaan Papa.
"Ijin ke toilet bentar ya mbak, kelihatan banget belum touch-up nih aku" Gumamku pada Titik, padahal aku hanya ingin menelfon Papa sebentar.
Untuk pertama kalinya, aku mencoba untuk menekan dial telepon nomor laki-laki yang telah lama tidak pernah ku hubungi.
"Hallo.. " Terdengar suara berat dari sebrang sana.
"Sya.Putri Ayah" Gumam Papa, hatiku bergemuruh antara sedih, kesal dan marah. Namun aku juga tidak dapat membohongi hati jika aku juga rindu padanya.
"Ayah, ayah.. Ini Meisya" Gumamku,
"Iya, Ayah tau. Ada apa nak? Kamu sehat?" Jawabnya hangat, aku menggigit kuku.
"Yah, Meisya boleh minta tolong? Tolong ijinin karyawan ayah yang bernama Wira Nirwantama untuk cuti beberapa waktu karena Titik, sahabat Meisya sekaligus tunangan Mas Wira kecelakaan. Titik butuh Mas Wira, yah. Ayah mau bantuin Meisya? " Tanyaku ragu-ragu.
"... "
"Pah? "
"Ayah" Panggilku pelan.
"Ayah? ya udah kalau Ayah nggak bisa bantuin Meisya nggak papa. Meisya nggak maksa. Meisya paham Me..-"
"Sudah Ayah kabulkan permintaanmu nak" Potong Papa dari sebrang sana.
"Ayah hanya terkejut, untuk pertama kalinya putri ayah datang meminta tolong. Ayah bahagia" Gumamnya, mataku mendadak panas.
"Kalau ada apa-apa, dan butuh bantuan Ayah. Bilang, jangan sungkan" Gumam Papa.
"Makasih yah" Kataku sembari buru-buru menutup telepon. Aku tak ingin Papa mengetahui jika aku hampir saja menangis karena terharu.
Setelah selesai menelfon, aku menyempatkan diri untuk berbenah sebentar sebelum aku kembali ke kamar Titik.
Dengan langkah penuh percaya diri aku berjalan menyusurk lantai ruangan rumah sakit, hingga tanpa sadar aku berbelok menuju ruangan yang salah.
Aku begitu teramat malu saat ruangan yang kumasuki bukanlah ruangan Miss Titik melainkan ruangan tempat ibu-ibu hendah melahirkan.
"Eh.. " Gumamku begitu tersadar dari keterkejutanku.
"Ada yang bisa dibantu mbak? " Seorang suster nampak mendekatiku, aku berdiri dengan sangat kikuk dan segera beranjak pergi.
"Ehm.. maaf Sus, saya salah masuk ruangan" Kataku, sungguh ini merupakan suatu hal yang sangat memalukan.
Pengalaman salah masuk ruangan kelak akan menjadi cerita lucu yang akan aku ceritakan pada anak dan cucuku kelak, eh memangnya dengan siapa aku hendak menikah nanti?
"DR.ANRO!! "
Mataku membola saat mendengar seorang suster meneriaki nama Dokter Nyentrik itu, jantungku berdebar lamunanku buyar bersamaan dengan kehadiran sosok menyebalkan yang entah mengapa selalu kulihat batang hidungnya belakangan ini.
"Ada pasien yang bersikeras minta ditangani Dokter, anak SMA yang kemarin dok" Kata suster itu, aku nampak mencuri dengar namun aku terlalu takut menoleh.
"Ahahah.. kenapa lagi dia? Jawab Dokter Nyentrik itu disertai kekehan renyah. Hah! sejak kapan suara dokter itu terdengar nyaman ditelingaku.
" Kali ini, kakinya yang patah katanya" Aku masih mencuri dengar saat suster itu berbicara dengan nada malas. Aku penasaran siapa kiranya anak SMA yang terkesan super sengaja melukai dirinya demi bertemu dengan Dokter Andro.
Tanpa sadar aku terkekeh, hal ini terdengar amat lucu ditelingaku.
"Sudah puas mengupingnya nona? " Bisik Dokter Andro entah sejak kapan ia telah berdiri dibelakangku.
"Eh.. "
"Ayo ikut" Katanya sembari menarik tanganku.
"Eh.. Mau dibawa kemana??!!??" Teriaku panik.
"KUA.. " Jawab Dokter Andro.
"Dok.. please" Kataku panik, benar-benar panik.
***
Bersambung..

หนังสือแสดงความคิดเห็น (49)

  • avatar
    SamsunAndi

    bagus bangettt sukaaa

    23d

      0
  • avatar
    Nurul Huda

    mantap

    10/09

      0
  • avatar
    KasihAyuracinta

    suka bangettts

    09/08

      0
  • ดูทั้งหมด

บทที่เกี่ยวข้อง

บทล่าสุด