Keesokan paginya, Ratu akhirnya bangun sambil memegangi kepalanya yang masih pusing. Tapi dia terkejut karena mendapati dirinya tidak memakai pakaian dan hanya dibalut selimut, sementara pakaiannya sudah tergeletak di lantai. Ratu tiba-tiba teringat wajah seorang pria yang tadi malam membantunya di parkiran bar dan bertelanjang dada di hadapannya. "Astaga! Jangan-jangan ...?" Ratu mendadak berpikiran buruk. "Berengsek! Dia pasti memanfaatkan situasi!" Tiba-tiba pandangan Ratu tertuju pada sebuah paper bag gold yang terletak di atas meja nakas, dia pun meraih paper bag itu dan membongkar isinya yang ternyata sebuah dress berwarna navy dan selembar uang pecahan seratus ribu. Tapi tunggu! Ada sebuah kertas berisi catatan juga. -UNTUK ONGKOS PULANG- Ratu meremas kertas catatan itu dengan geram., "Dia pikir aku wanita apaan?" Dia pun turun dari ranjang dan mengutip pakaiannya, tapi Ratu langsung menutup hidung saat mencium aroma tidak enak dari bajunya itu. "Iiiiuuuhhh, bau sekali," keluh Ratu jijik. Mau tak mau akhirnya Ratu mengenakan dress navy itu dan bergegas keluar dari kamar. Ratu menanyakan identitas orang yang tadi malam membawanya ke hotel kepada resepsionis, setelah mendapatkannya, dia segera pergi. Meskipun mabuk, dia masih bisa mengingat wajah Kaisar dan kejadian sebelum dia pingsan. *** Ratu pun tiba di depan kediaman Mahaprana, dia sempat terpana melihat rumah megah milik Frans itu. "Jadi ini rumahnya? Wah, dia kaya banget," ucap Ratu takjub. Seorang penjaga yang melihat Ratu melongo di depan rumah majikannya langsung bertanya pada wanita itu. "Anda sedang apa, nona?" Ratu tersentak dan mendadak gugup, "Hem, a-apa benar ini rumah Kaisar Mahaprana?" "Iya, benar. Anda siapa dan ada perlu apa?" Ratu sempat terdiam, dia mencoba mencari alasan yang tepat dan untung otaknya bekerja dengan cepat. "Saya temannya, Mas," jawab Ratu, berharap pengawal itu percaya. Si pengawal mengernyit heran, "Kalau teman Mas Kai, kenapa tidak tahu ini rumahnya?" Ratu tergagap. "Hem, sa-saya tahu kok. Buktinya saya sampai ke sini." "Tapi kenapa tadi bertanya lagi?" "Cuma memastikan saja. Soalnya saya belum pernah ke sini," dalih Ratu. Si pengawal itu memandangi Ratu dari atas sampai bawah dengan saksama, membuat Ratu jadi risi. "Jadi kamu mau apa kamu ke sini?" "Ya, bertemu Kaisar lah. Masa mau bertemu Mas, sih!" balas Ratu ketus. "Sebentar." Si pengawal itu masih belum percaya jika Ratu adalah teman Kaisar, dia menjauh dari wanita itu dan diam-diam menghubungi Kaisar untuk memastikan. "Halo, ada apa?" "Mas, di luar gerbang ada seorang wanita cantik mencari Mas Kai." "Siapa?" "Tidak tahu, Mas. Katanya dia temannya Mas Kai." "Ya, ditanya dong namanya siapa." "Sebentar, Mas." Si pengawal itu kembali mendekati Ratu dan bertanya. "Nama kamu siapa?" "Ratu," jawab Ratu. Si pengawal kembali menjauh. "Namanya Ratu, Mas." "Aku tidak kenal. Tapi ya sudah, suruh masuk saja. Aku tunggu di teras." "Baik, Mas." Si pengawal tersebut membukakan pintu gerbang dan mempersilakan Ratu masuk, wanita itu pun berjalan dengan angkuh memasuki halaman rumah mewah Frans. Tak lama kemudian Kaisar muncul dari dalam rumah dengan mengenakan pakaian santai sebab hari ini dia tak ada jadwal kemana-mana, dia terkejut melihat kedatangan Ratu. "Ternyata wanita menyebalkan ini? Tahu dari mana dia rumahku?" Kaisar berbicara dengan ketus sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Emosi Ratu sontak naik saat melihat Kaisar berdiri di hadapannya, saat jaraknya sudah semakin dekat dengan lelaki itu, Ratu langsung mengangkat tangannya. Satu tamparan mendarat kuat di pipi Kaisar, membuat lelaki itu terkejut bukan main. "Apa-apaan kau ini? Kenapa menamparku?" hardik Kaisar sambil memegangi pipinya yang perih. "Orang sepertimu seharusnya mendapatkan lebih dari ini!" sungut Ratu dan langsung menendang kemaluan Kaisar dengan sepatu heels miliknya. Kaisar spontan berteriak dan berjongkok sambil memegang kemaluannya yang berdenyut. "Nona, apa yang anda lakukan?" teriak si pengawal yang melihat kejadian itu dari jauh. Pengawal itu berlari hendak mendekati Ratu, tapi langkahnya terhenti karena Ratu kembali mengangkat kaki dan bersiap untuk menendang kemaluannya. Si pengawal langsung mundur sambil menutup bagian sensitifnya dengan tangan. "Kau gila, ya? Kenapa menendang ku?" ujar Kaisar sambil meringis sakit. "Kau pantas mendapatkannya! Dasar mesum! Menjijikkan!" bentak Ratu. Kaisar semakin kebingungan, dia tak mengerti kenapa Ratu tiba-tiba datang lalu memukul dan memakinya? "Memangnya apa yang aku lakukan, haa ...?" "Kau ... kau memperkosaku," tuduh Ratu penuh emosi. "Apa?" Kaisar terkejut dengan pengakuan Ratu itu. "Aku tidak melakukannya!" bantah Kaisar. "Buktinya sudah jelas! Kau membawaku ke kamar hotel dan aku terbangun tanpa busana. Kau pasti melakukannya!" Ratu berteriak menuduh Kaisar. "Kau salah paham. Dengarkan dulu penjelasan ku." Kaisar berusaha bangkit dan mencoba menenangkan Ratu, tapi wanita itu semakin beringas. Ratu menyerang Kaisar, dia memukuli dan menendang lelaki itu tanpa ampun. Kaisar hanya bisa mengelak, karena tak mungkin membalasnya. "Hei, tenanglah! Jangan sampai aku kasar terhadapmu!" ancam Kaisar, tapi Ratu tak peduli. Si pengawal juga ikut berusaha menenangkan Ratu yang seperti banteng mengamuk, tapi apes, Ratu akhirnya berhasil menendang kemaluan si pengawal. Kaisar yang benar-benar kesal akhirnya memeluk erat Ratu sampai wanita itu tak bisa bergerak lagi. "Lepaskan aku!" Ratu memberontak, tapi tenaganya kalah kuat dengan Kaisar. "Dengarkan dulu! Bisa?" pinta Kaisar. Ratu akhirnya berhenti dan tenang, walaupun wajahnya masih diselimuti amarah. "Kalau kau bisa tenang, aku akan jelaskan semua kesalahpahaman ini," lanjut Kaisar. "Kai, ada apa ini?" Di saat bersamaan Rossana dan Laura keluar dari dalam rumah setelah mendengar ada ribut-ribut. Kaisar sontak melepaskan pelukannya. "Dia memperkosaku, Tante," adu Ratu tiba-tiba. "Apa?" Rossana serta Laura terperangah mendengar pengakuan Ratu dan langsung menatap tajam Kaisar yang seperti tersangka. ***
bagusss bgttt ceritanya sukak bgt, gaya penulisannya dan pilihan katanya bagus meski ada bbrp yang kurang. sangking bagusnya gak sadar kalau tinggal bbrp episode. paling suka interaksi kaisar sm kakaknya, bikin ketawa. bahasa percakapannya formal tapi nggak terlalu formal dan bikin ngakak. sedih bgt udah tamat, pdhl masih pgn lihat momen manis ratu & kaisar ^_________^
bagus alur dan ceritanya juga ada lucu tegang...
31/03
0bagusss bgttt ceritanya sukak bgt, gaya penulisannya dan pilihan katanya bagus meski ada bbrp yang kurang. sangking bagusnya gak sadar kalau tinggal bbrp episode. paling suka interaksi kaisar sm kakaknya, bikin ketawa. bahasa percakapannya formal tapi nggak terlalu formal dan bikin ngakak. sedih bgt udah tamat, pdhl masih pgn lihat momen manis ratu & kaisar ^_________^
27/11
0bagusa
10/06/2025
0ดูทั้งหมด