logo text
เพิ่มลงในห้องสมุด
logo
logo-text

ดาวน์โหลดหนังสือเล่มนี้ภายในแอพ

Kontrak Pernikahan

***
Pagi hari, Diana ingin menggeliat, tapi tertahan karena ada beban di perutnya. Akhirnya Diana membuka matanya, betapa terkejutnya Diana melihat tangan Andre melingkar di perutnya, Diana Ingin berteriak, tapi langsung dibungkam oleh tangan kekar Andre.
"Jangan teriak-teriak, masih pagi, ntar di kira ketagihan lagi malam pertamanya," ucap Andre ngaur, yang langsung dapat pelototan dari Diana.
"Udah gak usah melotot, gua tahu lu senangkan gua peluk, makanya nggak mau lepas," ujar Andre seenak jidatnya.
Diana yang mendengar itu, langsung melepas tangan Andre, kemudian berlalu ke kamar mandi.
***
10 menit berlalu, Diana selesai mandi dan melaksanakan sholat, sedangkan Andre masih di kamar mandi. Setelah merasa rapi, akhirnya Diana turun ke bawah berniat membantu Umi.
Sampai di dapur benar saja, Umi sedang memotong-motong sayuran. Namun, Umi menghentikan aktivitasnya, kala melihat menantunya.
"Udah bangun, Nak?" tanya umi, sedangkan Diana hanya senyum lalu mengangguk.
"Ada yang bisa Diana bantu, Umi?" tanya Diana.
"Tidak usah, kamu kan baru menikah, pasti capekkan malam pertama?" goda Umi, sedangkan Diana hanya pura-pura tersenyum.
"Umi aja kemaren pas malam pertama, gak bisa bangkit dari ranjang loh, kamu kuat ya?" goda Umi lagi, membuat Diana bingung harus menjawab apa.
Ternyata, dari tadi Andre mendengar pertanyaan Uminya kepada Diana.
"Umi ..." Seru Andre dari belakang merengek seperti anak kecil, sedangkan Umi melihat anaknya hanya tersenyum.
"Apa sih, Nak? Kayak anak kecil deh, padahal udah punya istri," ledek Umi.
"Andre lapar, Mi," rengek Andre memeluk Uminya dari belakang, sedangkan Diana hanya diam menyaksikan ibu dan anak tersebut.
"Jangan peluk-peluk Umi, Nak. Ntar ada yang cemburu, Umi gak tanggung jawab loh," goda umi, sambil melirik Diana.
Tidak ingin dicurigai oleh Uminya, Andre langsung melepas pelukannya lalu beralih pada Diana, Diana yang kaget karena perlakuan Andre, hanya bisa pasrah.
'Bisa-bisanya dia meluk gua di depan Umi, apa dia sudah gila?' batin Diana.
Umi yang melihat adegan itu hanya senyum-senyum, tidak lama kemudian Abi datang dan melihat kelakuan anaknya.
"Umi ngapain sih, di sini? Ganggu pengantin baru aja. Ayo," ajak Abi, lalu menarik tangan Umi ntah ke mana.
"Kak, lepasin Diana," ucap Diana, kemudian Andre melepas pelukannya dan beralih menatap Diana, dan mendekatkan wajahnya ke telinga Diana.
"Lu jangan mikir aneh-aneh, ok. Ini supaya Abi dan Umi tidak curiga," bisik Andre, sedangkan Diana yang mengerti hal itu hanya mengangguk.
"Tuh kan, gara-gara Kakak, Umi pergi, dan yang nyelsain masak sekarang siapa?" kesal Diana, sedangkan Andre hanya tersenyum.
"Lu lah, ntar gua bantu," ucap Andre enteng, sedangkan Diana hanya memutar mata malas.
Kemudian beralih ke depan panci melihat sayur yang sudah setengah matang.
"Katanya Kakak mau bantu, bantulah," kesal Diana.
"Emangnya mau bantu apaan?" tanya Andre acuh, masih fokus dengan gamenya.
"Kakak bisa apa, motong ikan, atau goreng ikannya, atau nggak ngulek cabenya?" tawar Diana.
"Gua paling ahli dalam hal menyicipi makanan, aja." ucap Andre, yang membuat Diana mendengus kesal. Karena tidak mau berdebat dengan Andre, akhirnya Diana mengerjakannya sendiri.
Andre yang merasa tidak ada suara Diana lagi, menoleh ke arah Diana yang tengah mengulek cabe, tapi jilbab Diana mengganggu pekerjaannya, Diana ingin mengikat jilbabnya ke belakang, tapi tidak bisa karena tangannya sudah merah.
Melihat hal itu Andre langsung mengambil jilbab Diana, kemudian diikatkannya ke belakang, Diana yang melihat itu, hanya tersenyum.
"Makasih, Kak." ucap Diana, yang dibalas anggukan oleh Andre tanpa melihat Diana.
****
30 menit berkutat di dapur, akhirnya masakan sudah selesai dan sekarang mereka tengah sarapan.
"Enak ya, Bi. Masakan menantu kita?" tanya umi.
"Iya, enak banget, nggak kalah saing sama masakan Umi, Andre pasti betah ntar makan di rumah ya kan, Nak?" tanya Abi yang dibalas anggukan oleh Andre.
Setelah selesai sarapan, Andre pamit pada kedua orang tuanya, ingin tinggal di rumah miliknya sendiri.
"Abi, Umi, Andre sama Diana pamit, ya," ucap Andre.
"Iya, Nak. Hati-hati, jaga menantu Abi baik-baik," perintah Abi, yang dibalas anggukan oleh Andre. Kemudian mereka pergi menuju rumah Andre.
Dalam perjalanan hanya ada keheningan, Andre yang sesekali melirik Diana, sedangkan Diana hanya asik pada pikirannya sendiri sambil melihat ke luar jendela.
'Gua bingung, bagaimana gua menjalani hidup sehari-hari dengan Kak Andre, yang belum gua tahu pasti karakter aslinya seperti apa? Tapi sebagai istri, gua akan berusaha buat Andre jatuh cinta sama gua, walaupun itu mustahil, setidaknya gua berusaha buat dapetin hatinya,' batin Diana.
Setelah 30 menit menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai ke rumahnya, kemudian mereka masuk.
"Kamar lu di sana, dekat dapur," ucap Andre sambil menunjuk ke arah dapur. Diana hanya mengangguk pertanda menyetujui.
"Setelah lu beres-beres, lu ke ruang tengah, gua mau ngasih perjanjian kontrak kita," ucap Andre, sedangkan Diana yang mendengar ucapan Andre hanya mengangguk, kemudian melangkah membawa barangnya ke kamar.
Tidak lama kemudian, Diana datang ke ruang tengah menghampiri Andre, sedangkan Andre yang melihat Diana, langsung memberikan selembar kertas dan pulpen, kemudian Andre menyuruh Diana untuk menandatangani surat tersebut.
Sebelum menandatanganinya, Diana membacanya terlebih dahulu.
Surat kontrak selama 1 tahun.
1.Hidup sesuai kehidupan masing masing.
2.Tidak ikut campur masalah pihak satu dan pihak dua.
3.Pihak satu boleh pacaran sedangkan pihak dua tidak boleh.
'Peraturan macam apa ini? Seperti ini,' batin Diana menolak, kemudian ia lanjut membaca.
4.Pihak dua tidak boleh meminta uang kepada pihak satu, cari uang masing-masing.
5.Tidak boleh mengadu kepada Abi dan Umi.
6.Setelah satu tahun, pernikahan ini akan berakhir.
Diana yang membaca peraturan terakhir, menahan sesak didalam dadanya.
Tanpa membuang waktu, Diana langsung menandatangani surat tersebut, lalu pergi dari hadapan Andre. Andre yang bingung melihat Diana pergi, hanya menghembuskan nafas kasar

หนังสือแสดงความคิดเห็น (1588)

  • avatar
    Amaniey Ryan

    best gila cerita ni...sampai kluar air mata....

    03/07/2022

      0
  • avatar
    asyaaisyah

    baguss

    25/06

      0
  • avatar
    Syahfira Indah Ramadani Lubis

    baguss sukaa❤️

    24/05

      0
  • ดูทั้งหมด

บทที่เกี่ยวข้อง

บทล่าสุด