"Bisa kau dapatkan untukku malam ini Kai?" Tanya Yoon. "Tentu Yoon. Aku akan segera kembali,” Kai segera pergi berlari secepat cahaya dari hadapan Yoon. "Haah haah haah sakit,” Tenggorokan Yoon benar-benat sakit seperti terbakar. Seluruh urat nadi di tubuhnya mulai menegang dan wajahnya mulai memerah. Tak lama Kai pun tiba. Membawa seekor rusa yang sudah terkulai lemas. Luka di kakinya menyebabkan dia tak lagi bisa bergerak. Dan tanpa ampun, Yoon segera meraih rusa tersebut menancapkan taringnya ke leher hewan yang tak berdaya itu dan menghisapnya sampai habis. Sisa-sisa darah masih menetes di bibir yoon. Kondisinya segera membaik walau tak sempurna. Wajah tampan dengan rambut hitam dan manik mata silver dengan kulit putih pucatnya. "Sampai kapan Yoon akan begini? Kapan kita bisa menemukan gadis itu? Ini terlalu sulit bahkan bila harus hidup ribuan tahun lagi Yoon. Sebagai satu-satunya sahabatmu, sangat sulit melihatmu begini,” Ucap Kai. "Aku juga tidak tahu Kai. Aku akan terus mencoba,” Kata Yoon. Dialah Van Yoonki Genusioso. Penghisap darah manusia atau biasa disebut vampir kadang drakula di beberapa negara lain. Namun Yoon sedikit berbeda karena masa lalu yang kelam. Sebuah kutukan mengikuti hidup Yoon yang kekal. Semua bermula saat dia bertemu Princess Elizabeth Alghorita, sekitar 250 tahun yang lalu. Yoon yang saat itu berusia 30 tahun tak sengaja bertemu dengannya yang ternyata bukan vampir biasa, tentu saja Yoon melihatnya sebagai seorang wanita yang elegan dan anggun. Kesalahan Yoon adalah ingin berpisah karena entah kenapa tingkah laku Liz makin lama makin posesif dan Yoon tak menyukainya. Sedangkan Liz sudah terlanjur jatuh cinta padanya. Liz begitu marah dan murka saat Yoon mengatakan ingin berpisah. Dia bertekad memberikan penderitaan tiada akhir pada Yoon dengan merubahnya menjadi vampir, namun jauh lebih menyiksa. Sebelum merubah Yoon, sedikit mantra di rapalkan oleh Liz. Bahwa walau dia vampir, tapi darah manusia biasa justru akan membunuhnya, darah sesama vampir pun tak akan membantunya. Darah binatang pun hanya betina yang sedang mengandung. Itu pun hanya akan bertahan sementara. Hidup abadi saja sudah merupakan sebuah siksaan bagi Yoon. Ditambah dengan segala syarat dan ketentuan yang Liz tambahkan di kutukan Yoon. Begitu dia sadar dari efek gigitan itu, Liz menyambutnya dengan senyuman jahatnya. "Kamu? Apa kamu sebenarnya?" Tanya Yoon yang merasakan daerah lehernya begitu panas dan sakit sedang tersungkur menahan rasanya. Sedikit mengingat kembali apa yang terjadi sebelumnya. "Aku? Hahahaha. Sama sepertimu Yoon,” Jawab Liz yang sedang duduk dengan menenggak segelas wine dari gelasnya. "Aku? Apa yang kau lakukan padaku Liz?" "Tidak ada Yoon. Hanya ingin memberimu sedikit pelajaran,” Kata Liz tenang. "Owh ya, aku yakin kau akan merasa sangat haus setelah ini. Haus mu akan 100x lipat lebih sakit dari yang aku rasakan. Dan hanya darah hewan betina yang sedang mengandung yang bisa meredakan sakitnya. Itu pun hanya malam ke 15 dan 30 kau bisa hm, apa kata yang tepat ya, meminumnya?" "Ap-apa yang sebenarnya kau lakukan padaku?" Yoon jelas masih berusaha mengerti. "Dan, hanya satu yang bisa menyembuhkanmu seutuhnya. Gadis campuran suci yang rela memberikan darahnya karena cinta,” Ucap Liz diiringi dengan senyumnya yang menunjukkan taring tajamnya. Yoon baru mulai memahami semuanya tapi kembali tak sadarkan diri karena sakit yang dia rasakan. Bangun di sebuah kamar dengan dominasi warna hitam dan emas. Sebuah rumah yang sangat mewah ala tahun 70an. Dan sebuah suara mengejutkannya. Dialah Kai Xandro Gucciano. Sosok tampan dan tegap berusia sekitar 35tahun dengan rambut bewarna silver dan manik mata hitam legam. "Aku melihatmu pingsan tadi di pinggir jalan. Sepertinya seseorang membuangmu disana. Dan aku bisa melihat kamu sama seperti aku. Jadi aku membawamu kesini,” Ujar Kai. "Ah ya aku Kai. Kau?" Tanya Kai lagi. "Aku, Van Yoonki Genusioso. Panggil aku Yoon. Jadi Kay, apa kau bisa bantu aku mengetahui apa yang terjadi padaku?" "Aku pasti akan membantumu tapi kalau boleh tahu, apa kau tahu siapa yang melakukan ini padamu?" Tanya Kay dan Yoon menceritakan semuanya. Sakit di leher Yoon mulai menghilang. Ada beberapa hal yang memang dirasakannya sudah berubah. Tidak seperti Kay yang sangat kuat dan selalu nampak sehat, Yoon terlihat tak bertenaga walau dia bisa beraktifitas sebagai mana biasanya. Kay memiliki kekuatan luar biasa seperti bisa berlari dengan sangat cepat dan bertarung dengan kuat, sedangkan Yoon tidak. Kay mencari tahu apa yang Yoon alami. Sangat langka tapi memang mungkin terjadi. Vampir sendiri terbagi menjadi tiga klan. Klan Leaderian, Wingsirian, dan Legarian. Mereka memiliki karakteristik yang berbeda dan hidup dengan cara nya masing-masing. Leaderian terdiri dari vampir yang sangat kuat dan mendominasi. Kebanyakan sangat jahat dan bengis dalam membunuh manusia. Mereka juga sangat suka bermasalah dengan klan lain ataupun musuh alami mereka, manusia serigala. Termasuk dalam kategori ini keluarga kerajaan dan politikus juga pebisnis. Wingsirian, adalah vampir yang lebih tenang dan terpelajar cenderung sangat pintar. Mereka selalu mencoba menjauhkan diri dari keributan, hidup damai, dan membaur dengan manusia karena memang mereka tidak lagi mengkonsumsi darah manusia tapi hewan. Termasuk klan ini seperti dokter, guru, ilmuwan, beberapa usahawan, dsb. Sedangkan Legarian adalah vampir rendahan yang tidak terlalu cakap baik kemampuan fisik maupun mentalnya. Tidak pintar dan tidak juga pandai bertarung. Masih mengkonsumsi darah manusia dan membunuh dengan serampangan. Kebanyakan adalah merupakan budak dari Leaderian lalu jadi penjahat sebagian lagi hidup bebas berkeliaran di tempat yang tidak banyak manusia di sanaseperti pegunungan. "Yoon, kau dikutuk,” Kata Kay. "Ceritakan semuanya saja Kay, tidak perlu berbelit,” Ujar Yoon. "Hm, Dia Elizabeth. Dia adalah seorang putri. Dia adik kedua dari Ratu Mariabeth, ratu klan Leaderian. Lalu dia mengutukmu, seperti yang kau ceritakan padaku. Jelas dia ingin membuatmu tersiksa Yoon. Kondisimu sekarang dibuat sangat lemah untuk ukuran seorang vampir,” "Jadi aku seorang vampir sekarang? Lalu apa itu gadis darah campuran suci?" Tanya Yoon. Walau masih tak percaya tapi dia memilih fokus pada apa yang bisa dilakukan. "Darah campuran adalah mereka yang memiliki darah separuh manusia separuh vampir. Itu terjadi kalau kau lahir dari ayah vampir dan ibu manusia atau sebaliknya. Tapi hal seperti itu terjadi sangat jarang bisa 500 tahun sekali. Itupun tentu saja belum tentu menghasilkan bayi perempuan. Apalagi hubungan vampir dan manusia adalah hubungan predator dan mangsa. Tapi ini harus saling mencinta. Kau tahu kan kemungkinannya," Kay tak ingin melanjutkan. Sejak saat itu Yoon memutuskan untuk tinggal bersama Kay. Awalnya hanya menampung tinggal. Namun setelah Yoon mulai mampu beradaptasi, dia bekerja di sebuah restoran kecil milik seorang vampir senior yang dijuluki Papa Bear karena perut tambun dan hobi makannya. Hingga saat ini akhirnya Yoon mampu membuka restoran sendiri untuk manusia di sore hari dan vampir di malam hari. Sedangkan Kay adalah seorang vampir dari klan Wingsirian. Dosen dan sejarawan yang tentu sangat mempesona bagi mahasiswinya. Tatapan mata yang tajam namun ramah. Senyuman yang misterius tapi cerdas. Kay sudah sangat mahir berbaur dengan manusia. Bahkan memiliki seorang kekasih saat ini. Seorang dokter muda bernama Cassie. Rumah kami sekarang bernuansa modern minimalis. Dominasi warna hitam tentu karena lebih nyaman untuk mata kami yang cukup sensitif. Tidak begitu besar hanya empat kamar, satu ruang kerja, satu ruang hiburan, satu kolam renang, dua lapangan olahraga. Kapan aku akan bertemu gadis itu? Apakah aku bisa mencintainya? Apa dia bisa mencintaiku? Bahkan, apakah gadis ini akan ada? Elizabeth? Yoon masih memiliki dendam jelas tapi dia tahu tak akan bisa melakukan apa-apa selama dia masih ‘sakit’. Tapi fokus Yoon memang tidak pernah kesana. Hidup abadi yang menyiksa ini bagi Yoon adalah sebuah berkah. Dia manfaatkan untuk banyak berbagi dengan orang lain. Karena setelah 100 tahun ada hal yang baru Yoon ketahui. Dia bisa mengabulkan permintaan manusia dengan perjanjian. Yoon tidak mengabulkan permintaan jahat dan licik seperti kekayaan, kesakitan, kematian. Yoon memutuskan mengabulkan permintaan seperti pekerjaan, penyembuhan, penyelamatan. Segala hal yang bisa membuat manusia lebih baik. Yoon akan mengabulkan permintaannya di awal. Syaratnya hanya membawa lima ekor hewan betina mengandung selama lima bulan berturut-turut. Bila gagal maka tentu saja perjanjian itu akan dibatalkan langsung dan si pembuat perjanjian akan menjadi santapan vampir Legarian. Tentu saja bukan Yoon yang menyerahkan manusia ke vampir Legarian. Namun semuanya terjadi secara alamiah. Ketika manusia melakukan perjanjian dengan vampir. Muncul sebuah tanda bercahaya di leher manusia yang hanya bisa dilihat oleh kaum vampir. Dan ketika perjanjian gagal, sinar nya akan menghilang dan Legarian dapat segera mencium keberadaan manusia tersebut bahkan dari jarak 10km. Keesokan malamnya. "Kau akan bekerja malam ini Yoon?" Tanya Kay dari ruang makan. "Tentu. Ini akhir pekan. Restoran sangat ramai,” Jawab Yoon. "Sebenarnya aku butuh bantuanmu Yoon. Aku akan datang berkunjung nanti dengan Cassie. Bisa bantu siapkan tempat spesial untuk kami?" Pinta Kay. "Ah, apa yang kau rencanakan Bapak Dosen Kay yang terhormat?" Pertanyaan Yoon yang disambut tawa Kay.
ceritanya menarik dan bagus
08/05/2022
1seruuu
30/09
0bagus aku suka novel nya
21/05/2025
0ดูทั้งหมด