BAB 4 SI POCONG MULAI MENAMPAKAN DIRI KEPADA SEMUA ORANG
Sesampainya Yosef di Vila Yosef pun memanggil teman-temannya untuk berkumpul. "Heiiii kumpul dong disini."ucap Yosef dengan suara keras. "Aduhhhhh Sef .. Seff ini teh masih pagi kamu teh teriak-teriak saya teh masih ngantuk atuh sef."ucap Husni sambil ngengucek matanya. "Iya Sef ada apa pagi-pagi udah teriak padahal panggil biasa aja atuh."ucap Sela. Yosef beserta teman-temannya langsung berkumpul diruang TV , mereka heran dengan cerita Yosef yang menemukan sebuah koper di dalam hutan bambu , dan setelah ditelusuri ternyata itu koper milik si Pocong itu. "Setelah aku buka , hanya baju wanita berserta perlengkapa dandan wanita , namun ini begitu misterius dengan foto ini."ucap Yosef. "Coba Windi liat atuh, ASTAGFIRULAHHHHHHH kenapa yang terakhir ini foto nya meuni serem Sef."ucap Windi dengan melempar semua foto itu. Merekan pun melihat foto itu karena aneh nya ada foto orang yang berlumur darah. "Sef , ini yang berlumur darah teh siapa? Dan siapa lagi yang membuat dia seperti ini. "Ingat kan kalian cerita Pak Dodi waktu itu , dia pernah bercerita tentang Banci yang tinggal disini? Kemungkinan dia dibunuh tapi aku belum menemukan bukti yang sangat kuat, namun entah siapa yang membunuhnya , apa mungkin dia sering menampakan diri dia ingin bicara sama kita dan ingin minta bantuan?."ucap Yosef dengan penuh kebingungan. Saat sedang berbincang-bincang , munculah si Pocong itu disudut TV dengan bilang "HAI" sontak mereka pun terkejut melihat si Pocong yang tiba-tiba datang. Sekarang semua nya bisa melihat si Pocong itu."Ya Allah ya Rabbi Ya Allah ya Rabbi itu teh bener pocong aduhhh tapi da bener dilihat mah , tapi kenapa senyam senyum."ucap Husni yang menampar pipi nya karena tak percaya melihat si Pocong itu. "Aku gak akan mengganggu kalian tenang saja atuh , saya hanya ingin bertemu kalian dan berkenalan."ucap si Pocong itu sambil duduk dikursi. "Kenalin atuh aku teh Husni dari Cianjur."ucap Husni sambil menyodorkan tangan."Eh.. eh kan saya teh pocong di iket mana mungkin kita salaman."ucap si Pocong sambil ingin melepas tali nya namun susah. Akhirnya mereka pun berkenalan dengan si Pocong itu , dan nama asli si Pocong itu adalah Yanto, "Yanto untuk nama siang , untuk malam namanya Yanti HAHAHAHAHA." Mereka semua tertawa mendengar nama untuk dimalam harinya. Si Pocong pun ikut tertawa, namun suara tertawa si Pocong berbeda suaranya begitu seram , mereka pun diam nampak hening tak ada yang mengeluarkan suara."Ehhh ko pada diem saya ketawanya serem ya? Namanya juga Pocong Banci hahahahaha." Mereka pun tertawa kembali tebahak-bahak sampai mengalir air mata saking lucunya. "Ada apa Cong , datang kesini , enggak ngetuk pintu dulu atuh atau bilang Assalamualaikum."ucap Sandi sambil masih terbahak-bahak. "Lahh emang nya aku bisa ngetuk pintu."ucap Si Pocong ."Lahhhh bener juga Cong." ucap Sela. Setelah mereka bercada dengan si Pocong itu , Yosef memotong candaan mereka , dengan wajah serius dia langsung berbicara dengan yang ada difoto ini apa yang terjadi padanya."Sekarang kamu Cong harus ceritakan apa yang kamu mau ungkapan , aku tau kedatangan mu bukan hanya ingin mengenal kita , tapi kami lihat kamu ingin ada yang dibicarakan dengan kami."ucap Yosef dengan penuh harapan agar si Pocong itu bisa bercerita , dimulai dia menjelaskan tentang foto-foto dalam koper itu. "Foto-foto itu sudah lama , dan memang yang ada didalam foto itu aku semasa hidup. Ya, memang aku tinggal disini , aku bekerja menjadi banci , dengan terpaksa kebutuhan ekonomi, karena Abah dan Emak sudah tua."ucap si Pocong. "Jadi kamu Cong menafkahi orang tua dengan uang haram?"ucap Sela sambil nada tinggi. "Ya enggak atuh, malam nya memang saya bekerja jadi Banci , namun siang nya saya berdagang ikan."ucap si Pocong. "Kenapa atuh kamu mau jadi banci , padahal kamu udah punya pekerjaan berdagang ikan?"ucap Husni. "Kalian tau disini teh buaaaanyyaaakkkk pedagang ikan , jadi sehari paling dapet besarnya 200 ribu, kadang malah gak laku terus ikan nya ya saya masak sendiri buat makan."ucap si Pocong dengan tatapan sedih. "Nah aku mau tanya kan hantu-hantu yang lain kan muka nya serem , berlumur darah , terus hitam gitu kaya busuk , tapi maaf ya bukan Windi ngehina nih , kan emang gitu bukan kaya di Film-film?"ucap Windi dengan rasa penasaran. "Kalau aku memunculkan wajah asliku , mungkin kalian tidak akan menerimaku sekarang, saat aku melihat anak itu yang bernama Yosef, aku juga heran ternyata dia bisa melihatku."ucap si Pocong "Iya saat itu aku masih meras ragu dengan mataku ini , apa benar aku sedang melihat Pocong?"ucap Yosef. Si Pocong itu pun menceritakan segala semuanya yang dia alami semasa hidupnya , penuh dengan kepedihan , namun apalah daya dia melakukan itu karena terpaksa dengan masalah perkonomiannya. "Jadi malam waktu kamu meninggal kamu sedang mabok-mabokan bersama pemuda penjaga Vila ini?"ucap Sandi. "Tidak hanya pemuda itu , namun pemilik Vila ini juga ikut mabuk, namanya Pak Hendra dia masih muda sudah punya keluarga."ucap si Pocong. "Pemilik Vila? Sekarang dia tinggal dimana atuh ? Jarang kesini ya kayanya?"ucap Husni. "Memang dia jarang kesini terakhir kali dia kesini , melihat kondisi Vila yang baru dibangun."ucap si Pocong. "Tapi aku penasaran kamu difoto ini berlumur darah, saat ini kamu langsung meninggal atau bagaimana?"ucap Sela dengan penuh penasaran."Tidak aku disitu hanya pingsan."ucap Pocong
terimakasih KK,alur ceritanya bgus ,,saya smpai ngakak baca novelnya ,smngat KK ,,
01/07/2022
0crita lawak.. but ada paet seram.. tapi best bila baca time mata x ngantok
21/05/2022
0Gara Gara novel ini sy jadi suka baca novel yg lain. Bagus Ceritanya kak sy suka👍🏻👍🏻💗
04/03/2022
10ดูทั้งหมด