Waktu menunjukan pukul 8 malam , Yosef berserta teman-teman nya itu keluar untuk membeli cemilan. Awalnya hanya Yosef, Sandi dan Husni yang akan pergi membeli cemilan, dikarenakan Sela dan Windi sudah tahu bahwa di Vila itu ada Pocong , mereka ikut. Setelah membeli cemilan mereka langsung pulang, Sela dan Windi pun langsung bergegas masuk kamar, karena sudah jam 9 malam. Yosef , Sandi dan Husni masih diluar sambil merokok, datanglah 3 orang yang menjaga Vila Bapak-bapak berumuran sekitar 50 tahunan bernama Pak Dodi dan 2 Pemuda sekitar 30 tahunan bernama Rifki dan Ilyas. Yosef pun berinisiatif untuk mengajak merokok sambil penasaran ingin menanyakan sosok yang sering muncul yaitu si Pocong itu. Setelah lama-lama berbincang , Yosef langsung menanyakan "Gini Pak Dodi, saya mau menanyakan sesuatu , saya hari-hari ini sering melihat penampakan Pocong Pak, namun Pocong nya itu tidak terlihat seram sama sekali, dia di katakan seperti banci lah pak , karena dia murah senyum juga centil, namun saya gak percaya masa ada Pocong banci iya kan?? Apa benar disini ada penunggunya??"ucap Yosef sembari menunggu jawaban Pak Dodi. "Memang ada , dulu ada Banci tinggal disini , dia tinggal di Vila ini hampir 4 bulan, dia banci namun gak seperti tidak seperti banci , penampilan nya persis seperti wanita, body nya bagus, wajah nya bisa ganteng bisa cantik , namun tak memungkiri betis nya besar kaya laki hahahaha."ucap Pak Dodi sambil terbahak-bahak. Namun aku heran terhadap dua pemuda ini diam saja dan melihat Pak Dodi seperti memberikan kode jangan berlama-lama menceritaan cerita itu. Yosef pun bertanya lagi, "Lalu matinya karena apa pak? Sampai saya terus di datangi, dan sepertinya dia mau minta bantuan ke saya."ucap Yosef sambil mendesak Pak Dodi. Pemuda bernamah Ilyas menarik tangan Pak Dodi untuk mengajak pulang , "Udah Pak ceritanya , kita belum keliling yang lain nya, maaf ya Mas saya pergi dulu."ucap Ilyas pemuda penjaga Vila itu , dengan rasa takut dia berjalan dengan cepat. Yosef beserta teman nya terheran kenapa pemuda itu langsung mengajak Pak Dodi buru-buru pamit seperti ketakutan. Saat Pak Dodi melangkah tiba-tiba ada si Pocong itu , dan anehnya wajahnya terlihat sangat marah dan matanya merah sekali tak seperti biasa wajah dia seperti itu, Yosef berpikir kenapa sekarang wajah nya berbeda seperti tidak biasa nya dan dia menatap Pak Dodi dan Pemuda 2 itu , apa mungkin ada kaitan nya, dalam hati Yosef. Esok nya Yosef berinisiatif mencari Pak Dodi, dan ketemulah Pak Dodi ada digerbang, Yosef mun langsung menghapiri nya, dan langsung bertanya. "Pak saya mau bertanya , yang semalam itu, kenapa hantu itu menghatui saya , kemarin saya lihat hantu itu mengkuti bapak dengan mata merah tajam sekali." Dia sangat takut dan merasa kaku , langsung pergi meninggalkn tempat itu."Pak... Pakkkkk..."ucap Yosef sambil menyusulnya. Yosef dan teman-teman nya berencana mengelilingi Vila itu , karena penasaran dengan tempat yang di tempatinya."Sef atuh Seffffff sore-sore gini ngapain ngelilingi Vila udah jam setengah 5 inih." Ucap Sela sambil ketakutan, namun Yosef sangat percaya diri bahwa dia akan menemukan sesuatu dibalik Pocong misterius itu. Yosef melihat belakang Vila yang sangat dipenuhi pohon bambu. "Waaaaahhhhhhhhhhhhh tolong .. tolongggg ..."teriak Windi hingga mereka terkejut."Apa Windi aya naon Windiiiiii."ucap Husni. "Iniiii iniiii iniiii aku injak apaaa ini teh."ucap Windi sambil ketakutan. Sandi pun bergegas menghampiri Windi yang ketakutan, ternyata Windi menginjak tanah lembek penuh dengan cacing."Ahhh Win itu cuma cacing tanah bukan apa-apa."ucap Sandi."Ah yaAllah jantung aku teh hampir copotttt."ucap Windi dengan bernafas lega. Yosef pun makin memasuki hutan yang pinuh dengan pohon bambu. Yosef mulai mencurigai pohon bumbu yang dipagar dengan kawat besi, Yosef melihat sekeliling nya namun tak ada yang pohon bambu di pagar dengan kawat besi."San,Hus ada yang janggal deh itu pohon bambu yang dihalangi kawat besi, tapi yang lain nya enggak , kita lihat lagi ya lebih dekat pohon bambu nya."ucap Yosef yang maju sedikit-sedikit penasaran dengan bambu itu. "Sef, Sela sama Windi mah pulang we yah udah mau magrib nih."ucap Sela sambil merinding." Gak papa besok kita kanjut lagi ya mencarian nya."ucap Yosef. Saat mereka akan pulang menuju Vila , sosok si Pocong itu muncul di dekat bambu dengan wajah sedih, aneh nya biasanya dia sangat gembira dan selalu tersenyum kali ini dia berbeda. Keesokan hari nya waktu menunjukan pukul 6 pagi , Yosef dengan sendirinya pergi ke belakang Vila yang semalam dia melihat yang mencurigakan. Dia menghancurkan kawat besi itu dengan tangannya , ternyata sudah rapuh kawat besi itu sampai mudahnya dia hancurkan. Ada yang janggal lagi menemukan tumpukan daun kelapa yang sudah kering banyak sekali. Tak disangka si pocong itu didepan dia , sontak Yosef langsung terkejut. "Buka sajaa itu."ucap si Pocong. Yosef mun langsung membuka tumpukan itu dan ternyata masih sangat dalam tumpukan daun kelapa itu. Tak disangka dia menemukan Koper berwana Pink muda yang sudah rusak."Didalam nya ada apa? Boleh aku membuka nya?"ucap Yosef kepada Si Pocong itu. "Buka saja kamu akan menemukan yang sangat mengejutkan." Yosef pun membuka nya dengan diam-diam , dia menyangka bahwa didalam koper itu adalah mayat si Pocong itu, namun ternyata bukan , isi didalam koper itu tenyatu baju perempuan dan make up serta sendal sepatu , semua barang-barang wanita. "Itu punyaku, semua barang itu punyaku."ucap Si Pocong itu sambil mata memerah."Sebenarnya kamu itu Pocong lelaki atau Perempuan?"ucap Yosef sambil mengacak-ngacak dalam koper. "Aku aslinya Lelaki , namun aku menjadi banci karena terpaksa, saya tidak bisa mendapatkan uang banyak sampai aku menjadi banci. Saat Yosef mengacak koper itu , dia melihat foto-foto. Saat foto itu diambil si Pocong itu menghilang. Yosef terkejut dengan foto-foto itu ada 2 pemuda yang penjaga Vila itu yaitu Rifky dan Ilyas di dalam foto-foto, dan disampingnya seperti mirip hantu Pocong itu mereka sedang minum-minuman, dia begitu cantik berpakaian wanita , namun dia seorang Banci , pantas saja Pak Dodi menyebut dia seperti wanita seperti biasanya. Namun saat dilihat-lihat foto yang lain , ada yang ganjal diterakhir foto itu yaitu foto si Banci itu berlumur darah. Yosef berpikir kenapa kejadian seperti ini bisa ter foto apa mungkin sengaja atau tidak sengaja. Setelah itu Yosef melihat cincin berwarna Silver dikoper nya. Yosef pun langsung mengambil cincin itu karena penasaran apakah cincin itu milik si Pocong itu sebelum meninggal entahlah dia pun masih bingung dengan teka-teki si Pocong ini. Saat Yosef sedang melihat isi dalam koper itu, Pak Dodi dari belakang mengejutkan Yosef , "Kamu lagi apa disini? ngapain kamu bongkar-bongkar tanah sampai kawat besi itu rusak? kamu enggak boleh sembarangan merusak yang ada disini apalagi sampai merusak kawat besi itu."ucap Pak Dodi sambil marah. Pak Dodi pun langsung membereskan koper itu dengan cepat , seperti ketakutan dan mengubur kembali koper itu dengan daun kelapa. Yosef pun kebingungan kenapa Pak Dodi mengetaui keberadaan Yosef ada dibelakang Vila , apa mungkin Pak Dodi dari tadi sudah ada dibelakang nya. "Pak ini milik siapa kalau boleh tau? ko ada koper dikubur seperti ini dan didalam nya ada baju-baju wanita?"ucap Yosef. "Kamu enggak perlu tau , kamu hanya tamu disini jangan sampai merusak sesuatu disini , apalagi bongkar ini segala , kalau pemilik Vila ini bisa marah sampai kawat besi itu rusak."ucap Pak Dodi. Yosef terheran kenapa pemilik Vila ini harus marah ? kan cuma yang dirusak kawat besi saja bukan barang-barang yang ada di Vila, semakin penasaran didalam hati Yosef , untung nya foto-foto itu sudah disembunyikan dalam kantong celana beserta cincin.
terimakasih KK,alur ceritanya bgus ,,saya smpai ngakak baca novelnya ,smngat KK ,,
01/07/2022
0crita lawak.. but ada paet seram.. tapi best bila baca time mata x ngantok
21/05/2022
0Gara Gara novel ini sy jadi suka baca novel yg lain. Bagus Ceritanya kak sy suka👍🏻👍🏻💗
04/03/2022
10ดูทั้งหมด