logo text
เพิ่มลงในห้องสมุด
logo
logo-text

ดาวน์โหลดหนังสือเล่มนี้ภายในแอพ

PART 7 : SABOTAGE

Rolls-Royce Phantom berwarna violet terlihat begitu mewah meski desainnya sedikit kuno. Namun siapa sangka pemilik mobil itu adalah seorang Dominic Redomir yang notabene senang hidup dengan cara modern dan suka bertingkah tak lazim. Sangat tidak kontras.
Dominic tersentak ketika memasuki mobil miliknya, ada satu pria tak diundang sudah duduk di jok belakang sembari menyilangkan lengan dan kaki dengan angkuh. Tak jauh berbeda dengan Stesha baru masuk dan duduk pada jok sebelah kemudi.
Kedua kakak beradik ini saling menatap beberapa detik dan menoleh kembali ke arah belakang tempat Zeno memejamkan kedua matanya.
"Are you invited him, Sister?" Satu alis Dominic naik dan berkata menyudutkan pada adiknya.
Stesha justru mengangkan kedua bahunya. "I thought you were the one who invited him, Dominic."
"Aku tidak bodoh untuk mengajak istri orang ke kelab malam bersama suaminya sendiri."
Ya, Dominic ingin mengajak adiknya untuk berpesta. Sudah lama putra Redomir itu tak menginjakkan kaki di tempat remang penuh dengan wanita yang berpakaian minim. Tentu sejak dirinya resmi memperkenalkan diri di depan publik sebagai putra dari Presiden Edmon Redomir. Ia terpaksa harus menahan hasrat untuk tidak datang ke tempat biasa dia bersenang-senang. Keinginan Dominic untuk datang ke pesta ternyata dikabulkan oleh dewi fortuna ketika secara kebetulan ia mendapat undangan dari rekan sesama pilot untuk berpesta di kelab malam.
Tidak sendiri, Dominic mengajak adiknya Stesha yang tidak pernah pergi kemanapun dengan bebas karena sisi protective Edmon yang memberikan pengawalan penuh terhadap Stesha. Beruntung Dominic tinggal dengan ibunya, ia jadi bebas melakukan hal apapun, tetapi tetap tak meninggalkan profesinya sebagai Co-pilot.
Jika bersama Dominic, Stesha bisa sedikit bernapas lega karena bisa keluar dari jeratan para bodyguard yang selalu menjaganya karena kepercayaan Edmon terhadap Dominic. Edmon menganggap putra sulungnya mampu menjaga adiknya dengan baik. Dan penyebab lain Dominic mengajak Stesha pergi ke kelab, sebab ia tahu adiknya juga perlu hiburan.
Dominic dan Stesha yang hendak keluar dari mobil urung ketika suara deep Zeno menginterupsi mereka berdua.
"You want to take MY WIFE to the nightclub Dominic Redomir?"
Terkesan lembut, tetapi lugas dan mengintimidasi membuat keduanya merasakan desiran hebat dalam setiap kata penekanan Zeno.
Zeno tidak tidur. Ia hanya menutup matanya, tidak dengan telinganya yang terbuka lebar. Kini perlahan kelopak mata terangkat, menatap satu persatu manusia yang duduk di depannya dengan intens.
"A-aku, aku hanya mencari udara segar bersama Stesha. Right My Sister?"
Jawaban spontan yang membuat Dominic terlihat tolol. Pengelakkan tidak mendasar itu lolos begitu saja tanpa memikirkan alasan lain yang cukup logis. Jelas-jelas Zeno mendengarkan setiap percakapan mereka berdua yang mengatakan akan pergi ke kelab malam.
"Jika itu alasanmu, aku ikut." Kembali memejamkan matanya, Zeno hanya berpura-pura tidak mendengar apa pun percakapan kedua kakak adik ini selayaknya aktor yang hanya menurut akan setiap omongan dari sang sutradara.
Tidak merasakan mesin mobil yang bergetar, Zeno menyadari jika Dominic ragu untuk menjalankan mobilnya. Lebih tepatnya Dominic tidak ingin Zeno ikut ke kelab malam yang sudah ia rencanakan. Sama saja membawa pengawal meskipun itu hanya Zeno. Dominic merasa tidak bebas.
"Kenapa tidak kau jalankan mobilmu, Dominic? Aku tau udara segar yang kau maksudkan itu adalah harum aroma alkohol di kelab malam. And I come along."
Sudah tertangkap basah lebih baik menceburkan diri saja sekalian, pikir Dominic. Dominic mulai menekan tombol start yang membuat mesin mobilnya kini menyala, membawa mobil kuno berwarna violet tersebut untuk membelah jalanan kota Moscow melewati beberapa lampu neon jalanan yang terlihat sejauh kedua mata memandang.
Perjalanan terbilang cukup canggung dengan Dominic yang mengendarai mobil antik itu dalam diam. Sesekali melirik Zeno yang bersantai di jok belakang sendirian lewat kaca spion tengah.
Atmosfer senyap, hanya terdengar suara deru khas mesin menjadi pengiring ketiga orang yang lebih memilih diam hingga Zeno kembali membuka suaranya.
"Aku mendengarnya—" Kedua manusia yang duduk di jok depan menyimak. "—Ketika kau menelepon Stesha dimalam hari hanya untuk mengajaknya ke kelab malam. Berani sekali kau mengajak wanita yang sudah berstatus sebagai istri untuk dibawa ke tempat penuh binatang buas."
"Tak kusangka kau begitu posesif Zen. Dan ayolah... kelab malam tidak selalu bermakna negatif. Kita hanya minum beberapa teguk koktail dan mungkin dansa di dance floor." Kekehan Dominic dibalik kemudi yang seakan menemukan sisi baru seorang Zeno. Terdengar seperti ..... cemburu?
"Bukan karena aku posesif—" Zeno membuka bola matanya, menatap tubuh Stesha dari belakang dengan wajah masam. "—Aku mengenalmu Dominic. Saat kau sudah terpikat wanita, sudah dipastikan kau akan meninggalkan Stesha sendirian di sana bersama pria buas. Aku sebagai suami saja belum menyentuhnya. Bagaimana bisa aku mengizinkan pria lain menyentuh milikku."
"ARE YOU SERIOUSLY, STE?"
"Shut up your fucking mouth, Dominic." Bersikap biasa saja seolah sindiran itu tak berpengaruh sedikit pun oleh Stesha.
"Sungguh menakjubkan seorang Zeno Zigfrids bisa menahan hormon testosteron untuk tidak menyentuh wanita. Rasanya honeymoon kalian sungguh sia-sia."
Tawa Dominic rasanya seperti ejekan untuk Zeno yang gagal mendapatkan adik cantiknya. Terdengar menyebalkan bagi Zeno tawa husky itu mengudara di dalam mobil.
Kedua mata Zeno dan Stesha bersirobok lewat spion tengah saat pria itu berkata, "Lihat saja nanti, akan kupastikan itu akan terjadi."
"Want to give tips, Zen?"
"No thanks, You know ...... the book of 'Secret of better sex' that you gave a wedding gift was hidden by Stesha." Lagi, Dominic menertawai Zeno yang mencurahkan isi hatinya.
"Jadi kau juga belum pernah melihat Stesha dalam balutan lingerie yang aku berikan? Padahal aku sudah memilih yang paling mahal dan cantik. Bahkan aku membayangkannya, Stesha akan terlihat, WOWWW!" seru Dominic diiringi cekikikan.
"Bisakah kalian berdua menghentikan percakapan vulgar ini?"
Stesha memutar bola mata malas, menghentikan percakapan yang ia rasa tidak berguna antara Dominic dan Zeno. Percakapan dua pria tentang hal mesum hanya karena ia dan Zeno tak melakukan hubungan yang seharusnya dilakukan oleh pasangan suami istri.
Ketiga orang ini menikmati waktunya masing-masing sebelum Dominic dengan mata elangnya menyadari jika ada mobil SUV Range Rover hitam tepat berada di belakangnya setiap ia melirik dari kaca spion.
"Sejak tadi kita berkendara kenapa aku merasa SUV di belakang mengikuti kita?"
Zeno dan Stesha kompak menoleh ke belakang dan benar saja, ada SUV Range Rover tepat di belakang kuda besi yang Dominic lajukan.
"Mungkin itu hanya bodyguard suruhan Otets."
"Aku sudah meminta izin pada Otets untuk menikmati waktu bersama Stesha sebagai kakak adik hanya berdua tanpa bodyguard satu pun dan beliau menyetujuinya. Satu hal lagi, Otets hanya memfasilitasi para bodyguardnya dengan sedan BMW." Stesha mengangguk menyetujui.
Tak mempedulikan mobil itu, mereka kembali hanyut dalam dunia masing-masing tanpa perbincangan yang sesaat lalu didominasi Dominic dan juga Zeno.
Beberapa menit berlalu perjalanan masih terbilang wajar dengan kecepatan yang normal. Hingga mobil yang dikendarai Dominic mulai hilang kendali. Berpacu pada kecepatan yang bisa dibilang gila untuk kondisi jalanan yang sedikit sepi, tetapi ada beberapa mobil yang masih berkeliaran di jalanan.
Zeno yang semula duduk santai pada jok belakang kini menegakkan tubuhnya, bahkan Stesha juga berpegang erat pada seatbelt kala mobil yang dikendarai Dominic melaju lebih kencang dari sebelumnya.
"Are you crazy Dominic?! Kenapa kau memacu kecepatan tak melihat kondisi jalanan? Kau pikir kita ada di sirkuit balap, huh?!"
"Aku tidak menginjak pedal gasnya, Zeno, bahkan pedal rem juga blong. OH SHIT." Panik tentu saja karena mobil yang Dominic kendarai seolah berjalan sendiri walau dia sudah menginjak pedal rem.
"Lain kali check dulu mobilmu jika akan membawa seseorang!"
"Hello brother—" Dominic menepuk setir dengan angkuh."—This is a new. Ini hadiah dari Otets untukku. Tidak mungkin mobil baru sudah rusak seperti yang kau pikirkan."
Stesha yang tak pernah mengalami hal seperti ini tak habis pikir, bagaimana bisa Zeno dan Dominic malah berdebat ketika kondisi bisa dibilang kritis, ingin rasanya ia memukul keduanya, tetapi urung. Stesha bahkan terlalu takut untuk melakukan hal lain selain berpegang erat pada seatbelt.
"Bisakah kalian berhenti berdebat! Bagaimana nasib kita sekarang! I don't want to die!"
"Who also want to DIE!" Kompak Zeno dan Dominic menjawab makian Stesha dengan makian pula.
Tiiinn, tiiinn, tiiinn.
Sementara Dominic berusaha menghindari mobil dengan membanting setir ke kanan maupun ke kiri. Tak sesekali mobil antik tersebut menggoreskan diri ketika sedang menyalip beberapa mobil. Bahkan suara klakson terdengar seperti makian bagi Dominic yang mengendarai mobil kecepatan tinggi pada jalan raya umum.
Otak Zeno bekerja cepat, berusaha mencerna kejadian ini dengan keras. Pria yang terbiasa menghadapi krisis, terutama pesawat, kembali melihat kebelakang, Zeno menyadari sesuatu, bahwa mobil SUV hitam masih tepat di belakangnya, menyamai kecepatannya yang saat ini terbilang tinggi. Entah kenapa firasat Zeno tidak enak dengan SUV tersebut. Muncul ide gila dalam benak Zeno. Jika firasatnya saat ini benar, mungkin hanya ini satu-satunya cara yang bisa ia pikirkan sebagai solusi.
"Ste, kau pindahlah kebelakang, Dominic kau juga pindah ke samping kemudi. Biar aku saja yang mendarai mobilmu," titah cepat Zeno.
"Kau ingin kita berganti posisi dalam keadaan mobil masih melaju? Are you crazy Zeno, or stupid?!" Dominic melirik cepat ke belakang sebelum fokusnya kembali ke depan dengan beberapa kali membanting setir.
"Cepat! Jika kau tidak ingin kita pulang hanya tinggal nama!"

หนังสือแสดงความคิดเห็น (32)

  • avatar
    NonaHawa

    Cerita bagus banget. Jadi pengen punya suami yang keren dalam balutan kemeja pilot kyk Bang Zeno 😘

    20/05/2022

      0
  • avatar
    MoonFish

    Ceritanya sangat menarik. Semangat Kak Hawa🤗

    20/05/2022

      1
  • avatar
    Suhar Suhar

    sangat menarik

    19/12

      0
  • ดูทั้งหมด

บทที่เกี่ยวข้อง

บทล่าสุด