Arana tak bisa apa-apa ketika ibu tirinya memaksanya menikah dengan Galih; seseorang yang kaya namun tak beretika. Arana menahan kelakuan semena-mena Galih yang kadang kala menikamnya dari segala sisi. Hingga tibalah saatnya dia kehilangan kesabaran dan memutuskan untuk pergi.
Siapa sangka, di saat kepergiannya, Galih sudah menitipkan rasa?
Aku kecewa sama pembaca yg ngasih bintang satu atau sengaja mengurangi bintang. Kalian tahu nggak sih, kalau rating itu berarti banget untuk penulis. Dukung dengan kasih bintang 5 buat Author kesayanganku ini, please!
03/01/2022
6
Nurlaila Djadi
novel yang sangat menggugah isi hati dgn gendre yg religi. sangat bagus untuk di baca.
03/01/2022
1
Annaznissa
lanjut cerita nya
23/11
0
ningrummukti
kereenn
29/10
0
Nurul Huda
bagus banget
28/09
0
HumairaWijdan 'Azizah
Pliss,, lanjutin ceritanya kakk ㅠㅠ
26/08
0
WidyaIka
kalau bisa ceritanya di lanjutkan lagi
13/08
0
SetionoHeni
ceritanya bagus
21/06
0
Edwar Syalom Sangka
menarik
18/06
0
WahidinWahidin
berkesan
09/06
0
ทั้งหมด: 38
บทที่ 1 Dia
Aku adalah hujan. Jika kau takut sakit, berteduhlah. -Galih . Arana tak mungkin salah lihat. Tidak! Dia
บทที่ 2 Tak Tahu Malu
Seminggu sudah umur pernikahan Galih dan Arana. Namun, mereka belum pernah saling menyentuh. Jangank
บทที่ 3 Rintik
“Kamu siapa?” “Pacar gue.” Galih yang menjawab. Sementara Gina, cewek bertubuh proporsional itu tersen
บทที่ 4 Yang Mengamuk
Arana merasa lapar usai membaca Al-Qur’an. Dia letakkan benda suci itu di meja hias. Dia tanggalkan
บทที่ 5 Cantik Istri untuk Suami
Arana merebahkan tubuhnya ke kasur setelah shalat witir. Sudah hampir larut suaminya belum juga pula
บทที่ 6 Cemburu
Arana selesai memasang kaus kakinya. Dia beranjak dari teras masjid, menghadap dinding kaca hitam. D
บทที่ 7 Putus
Arana menghela napasnya, tersenyum getir. “Bentar, kuambil dulu.” Galih memberi ruang agar Arana berl
บทที่ 8 Ngilu
Arana bingung. Dia intip ruang tamu lewat garis tipis pintu kamar yang dia buka. Ada Galih yang dudu
บทที่ 9 Trouble Maker
“Dia juga masih lengket sama pacarnya itu, ‘kan?” tanya Ayu. “Yang namanya disebut sampai-sampai kam
บทที่ 10 First Kiss
Galih tertawa. Dia letakkan piring ke atas nakas di sampingnya. Beringsut dia dekati Arana, melongok
บทที่ 11 Pelik Hati
Malu itu perhiasan. Beruntunglah masih memiliki rasa malu. Malu itu sebagian dari iman. Tapi malu ya
บทที่ 12 Permintaan
“Sayangnya belum ada klien yang segoblok itu ngasih duit segitu banyak ke cewek-cewek yang kerja di
บทที่ 13 Salah Paham
Gina termangu. Dia tatap lekat perempuan menawan yang terlukis di cermin meja hias. Ketika bibirnya
บทที่ 14 Dipeluk Bocil
Mata Galih mengerjap, memicing tak menerima siluet cahaya yang masuk. Karena terik, sontak Galih ter
บทที่ 15 Menguping
Satu cubitan mendarat di perut Galih. Spontan teriak refleks menggema di seantero rumah. Setelah mele
บทที่ 16 Kosong
“Gue terpaksa bilang kalo gue sayang sama dia. Kalo nggak gitu dia nggak bakalan percaya. Anjir lo.
บทที่ 17 She's Gone
Perlahan Galih mundur, menghantam punggungnya di pintu. Mendesah panjang dia sambil memejam mata, me
บทที่ 18 Bertengkar
Sudah dua hari ini Galih mendekam di kamar rumah ortunya seusai kejadian di mana Risa meninggal. Ayu
บทที่ 19 Maaf
Galih memarkirkan mobilnya agak jauh dari lokasi bar, dekat sebuah taman sunyi, di bawah pohon rimbu
บทที่ 20 Hilang
"Alhamdulillah ...." Galih mengernyit. Ada sosok lelaki yang jadi objek pertama ketika matanya terbuk
บทที่ 21 Jus Apel
Channel TV yang Galih pilih makin membuat jenuhnya melambung. Ingin dia matikan, tapi dia tak ingin
บทที่ 22 Tobi
Melihatnya tertawa, Galih terpancing untuk melakukan hal yang sama. "Anyway, muka Bang Galih kenapa d
บทที่ 23 Rindu Bertalu
"Tobi anak baik." Galih menyusul Gina duduk di kursi kantin rumah sakit. Sementara Gina meletakkan d
บทที่ 24 Kabar Gembira
Aroma mint menyeruak begitu Galih membuka pintu. Kamar kosong yang pernah Arana tempati kini dia mas
บทที่ 25 Makanya, Salat
"Kabar gembira? Arana nggak balik-balik, gitu?" "Yah kamu udah suuzon duluan. Ini nih salah satu fakt
บทที่ 26 Yang Lumpuh
Esoknya. "Gue pikir lo mati." Galih meletakkan kantong plastik berisi buah ke atas nakas lalu melepas
บทที่ 27 Kembali
Ini pertama kalinya Galih mengaji. Seminggu sebelumnya. Galih frustrasi, melempar segala macam buku di
บทที่ 28 Era Baru
_ pada akhirnya, kau akan sendiri. kecuali kalau kau punya Allah. Lima tahun kemudian. Siapa sih yang n
บทที่ 29 Arana
Teman-teman semasa SMA sudah berkumpul di sekitar Galih. Makanan dan minuman yang disuguhkan ludes,
บทที่ 30 Ceraikan Aku
Biarlah dia sendiri. Hatinya sudah dingin dibelenggu nestapa. Rasanya ... dia tak perlu lagi untuk m
บทที่ 31 Lerai Masa Lalu
Pertama, dibiarin aja yg komen bintangnya dikurangin. Lama2 kok pada nambah ya hehe. Author bisa ga
บทที่ 32 Membawamu Pulang
Di sebuah lorong gang yang sempit dan gelap, perempuan itu berjongkok di sisi dinding ruko. Keningny
บทที่ 33 Sialnya Hanya Kau yang Kutunggu
“Jadi selama ini kamu tinggal bareng Silvi?” Sambil menyalin nasinya ke piring, Arana mengangguk. Gal
บทที่ 34 Tanpa Beban
Arana terbangun ketika matahari terasa terik. Pelan-pelan dia beranjak dari baringnya, memerhatikan
บทที่ 35 Senyum Canggung
Arana mengernyit melihat isi kamar kost nya yang terasa agak ‘kosong’. Gimana enggak? Ranjang dua ti
บทที่ 36 Luruh di Jembatan
Arana meletakkan mug coklat hangat di meja. Dia lihat gadis sebayanya menatap kosong rintik air di d
บทที่ 37 Yang Terungkap
Lima tahun yang lalu .... Sepulangnya dari rumah sakit, Arana beserta kruk yang membantunya berjalan
บทที่ 38 Bucin
Dia dapati kemeja berbahan wol yang cukup nyaman untuk dipakai malam ini. Arana turunkan handuknya h
Aku kecewa sama pembaca yg ngasih bintang satu atau sengaja mengurangi bintang. Kalian tahu nggak sih, kalau rating itu berarti banget untuk penulis. Dukung dengan kasih bintang 5 buat Author kesayanganku ini, please!
03/01/2022
6novel yang sangat menggugah isi hati dgn gendre yg religi. sangat bagus untuk di baca.
03/01/2022
1lanjut cerita nya
23/11
0kereenn
29/10
0bagus banget
28/09
0Pliss,, lanjutin ceritanya kakk ㅠㅠ
26/08
0kalau bisa ceritanya di lanjutkan lagi
13/08
0ceritanya bagus
21/06
0menarik
18/06
0berkesan
09/06
0