ทั้งหมด : 90บทที่ 1 Hadiah
Kita manusia. Dilahirkan untuk disukai dan tidak disukai. Kita juga tidak bisa memilih lahir dari ra
readmore บทที่ 2 Undangan Makan Malam
Kejadian di kafe kemarin soal Jerry bukanlah hal pertama dan satu-satunya bagiku. Jerry sudah sering
readmore บทที่ 3 Telepon dari Siapa?
Jam sudah menunjukkan pukul setengah empat sore. Kafe tidak begitu ramai sejak pagi. Aku bisa bersan
readmore บทที่ 4 Pertemuan
Mobil Jerry melaju dengan pelan. Membelah keramaian kota di malam hari. Di kota ini, hilir mudik ken
readmore บทที่ 5 Ada Apa?
Hari ini hari Sabtu. Dimana biasanya kafe ramai pengunjung. Begitu banyak orang yang ingin bersantai
readmore บทที่ 6 Kado Permintaan Maaf
Sore harinya saat aku sedang tidak sibuk melayani pengunjung, aku menghampiri Daniel. Rupanya dia se
readmore บทที่ 7 Tanpa Ada Jawaban
Hari-hari berlalu tanpa ada jawaban dari Jerry, kenapa dia tiba-tiba memberikan sebuah kado sebagai
readmore บทที่ 8 Kekhawatiran Itu
Sayup-sayup terdengar lagu Titip Rindu Buat Ayah karya Ebiet G. Ade yang dilantunkan oleh beberapa p
readmore บทที่ 9 Keceplosan
Selesai melalui beberapa pemeriksaan dokter, akhirnya aku di anjurkan untuk rawat inap. Mengingat su
readmore บทที่ 10 Eh?
Akhirnya pada hari ketiga, keadaanku sudah pulih. Dokter mengizinkan aku pulang. Hatiku sangat senan
readmore บทที่ 11 Rival
Meskipun keadaanku telah kembali pulih, tapi hari ini Pak Wira belum mengizinkan aku masuk kerja. Di
readmore บทที่ 12 Separuh Hatiku
Semenjak kejadian di restoran tadi, aku lebih banyak diam. Rasanya malas untuk membuka suara. Mbak C
readmore บทที่ 13 Perhatian
'Memaafkan itu mudah. Tapi, menghilangkan bekas luka itu sulit. Mengenalmu adalah bahagiaku. Mencint
readmore บทที่ 14 Bapak Sakit
Setelah beberapa jam berada di dalam mobil. Akhirnya aku menginjakkan kakiku di halaman sebuah rumah
readmore บทที่ 15 Kekhawatiran dan Harapan
Pukul 20.00 malam, aku mengambil ponsel dari dalam tas. Ponsel yang sengaja kunonaktifkan sejak pagi
readmore บทที่ 16 Ada Apa Dengan Yanan?
Malam beranjak larut. Namun mataku belum juga terpejam. Aku gelisah. Kepikiran soal sakitnya Bapak. R
readmore บทที่ 17 Cita-cita
Sore, saat matahari hampir kembali ke peraduannya, Ibu dan Yanan datang ke rumah sakit. Tampak Yanan
readmore บทที่ 18 Bapak Sembuh
Hari ini, Bapak diizinkan pulang dari rumah sakit. Aku sudah mencari sewaan mobil tadi pagi. Syukurl
readmore บทที่ 19 Rumahku Surgaku
Suara ayam berkokok membangunkanku dari mimpi indah. Cepat sekali waktu di malam ini. Perasaan baru
readmore บทที่ 20 Tanah Kelahiran
Ini malam ke sekian setelah aku berada di kampung halaman. Udara terasa begitu dingin. Kampungku ter
readmore บทที่ 21 Menyusul ke Kampung
Tak ada yang membuka suara ketika aku dan Jerry duduk di ruang tamu. Ya, hanya berdua. Bapak, Ibu, d
readmore บทที่ 22 Jalan-jalan
Saat ini aku dan Jerry berada di sebuah curug yang tak jauh dari rumah. Kira-kira hanya 15 menit den
readmore บทที่ 23 Jalan-jalan (2)
Di pinggir jalan menuju curug. Banyak pedagang makanan yang menjajakan aneka makanan dan minuman kha
readmore บทที่ 24 Kebaikan
Sepulang dari mengantar Jerry jalan-jalan keliling kampung, aku langsung menuju meja makan setelah m
readmore บทที่ 25 Ibu
Usai sarapan, Yanan langsung pamit pergi ke sekolah. Diantar Jerry, tentunya. Adikku itu terlihat sa
readmore บทที่ 26 Bertahan atau Melepaskan
Serapat apapun menutupi suatu kebohongan, pasti ada saatnya nanti akan terbongkar. Manusia bisa saja
readmore บทที่ 27 Balik
Aku belum bisa memutuskan. Apakah aku tetap bertahan atau melepaskan hubungan, yang sebenarnya terli
readmore บทที่ 28 Budak Cinta
Aku baru saja selesai mandi dan berganti pakaian. Tak lupa kupakai skincare untuk merawat apa yang s
readmore บทที่ 29 Kembali ke Kota
Di kamar, aku sedang memasukkan baju-baju ke dalam koper. Juga mengemasi barang-barang lainnya yang
readmore บทที่ 30 Keluarga Jerry
Perjalanan yang kutempuh selama beberapa jam terasa sangat melelahkan. Selama berada di dalam bus, a
readmore บทที่ 31 Daniel
Aku merasakan sesuatu yang dingin mengenai wajahku yang masih terpejam. Lelap tidurku terganggu, mem
readmore บทที่ 32 Malaikat-malaikat Penolong
Cukup lama aku berada di kafe. Duduk, main ponsel, sambil melihat teman-temanku bekerja. Maaf, ya ka
readmore บทที่ 33 Jerry Sakit
Sesampainya di rumah Jerry, aku segera turun dari mobil. Begitu pula dengan Daniel. Bang Abdul, satp
readmore บทที่ 34 Posesif
Aku tiba di kafe bersamaan dengan Arinda. Kami sama-sama menggunakan ojek online. Bisa dibilang aku
readmore บทที่ 35 Menjenguk Jerry
Setiap manusia pasti punya masalah. Besar atau kecil tergantung manusia itu sendiri. Bagaimana cara
readmore บทที่ 36 Tawaran
Malam yang dingin membawaku larut dalam asumsi. Berbagai terkaan memenuhi isi kepala. Terlalu penuh
readmore บทที่ 37 Mencari Informasi
Jam di ponsel menunjukkan pukul 16.37 sore. Aku dan Daniel bersiap-siap akan pergi ke rumah Dokter R
readmore บทที่ 38 Mencari Informasi (2)
Keheningan tercipta selama beberapa saat. Pikiranku melayang, memikirkan Jerry. Dokter Reinhard dan
readmore บทที่ 39 Cermin
Dua hari berlalu setelah aku pergi ke rumah Dokter Reinhard. Belum sempat menemui Jerry. Lebih sibuk
readmore บทที่ 40 Kejujuran
Malam hari. Jam tujuh kurang lima menit. Aku dan Jerry duduk berhadapan di sofa ruang tamu, di rumah
readmore บทที่ 41 Salam Pagi
Pagi ini aku sengaja bangun lebih awal. Di luar masih tampak gelap dan udara masih terasa dingin. Mu
readmore บทที่ 42 Just Friend
Ojek online yang mengantarku telah sampai di halaman kafe. Aku segera turun. Melepas helm dan menyer
readmore บทที่ 43 Kepercayaan
Sang mentari telah kembali keperaduannya. Sinar jingga senja telah berganti dengan temaram gelap mal
readmore บทที่ 44 Pucuk Dicinta Ulam pun Tiba
Jika boleh memilih, aku ingin kembali ke masa kecil. Masa dimana aku hanya menghabiskan waktu dengan
readmore บทที่ 45 Pertama dan Terakhir
Seminggu setelah Jerry menuduhku selingkuh dengan Daniel. Aku tak menghubungi atau pergi ke rumahnya
readmore บทที่ 46 Aku, Daniel dan Dokter Reinhard
Dengan langkah cepat aku keluar dari kafe. Hendak mengambil ponsel dari dalam tas. Untuk memesan oje
readmore บทที่ 47 Setelah Putus
Setelah keputusanku malam itu, tepatnya seminggu yang lalu aku tak pernah bertemu dan menghubungi Je
readmore บทที่ 48 Jerry VS Daniel
Pagi ini aku berangkat ke kafe dengan penuh semangat. Meskipun kemarin sempat bertemu Jerry, namun r
readmore บทที่ 49 Cerita Senja
Jika ditanya tentang perasaanku saat ini, tentu saja aku tidak tahu. Sedih, tidak. Bahagia, juga tid
readmore บทที่ 50 Kedatangan Mantan
Pagi hari usai mandi, berganti pakaian dan berdandan ala kadarnya, aku turun ke lantai bawah. Melang
readmore บทที่ 51 Keluarga Mantan
Jam di layar ponsel menunjukkan angka 18.37 menit. Sejak satu jam yang lalu tidak ada pengunjung yan
readmore บทที่ 52 Pesan dari Hati
Sepanjang perjalanan aku hanya diam. Tidak bersuara. Fokus memandang derasnya guyuran air hujan dari
readmore บทที่ 53 Ajakan Menikah
"Yoora? Hei, kamu disini?" Suara seseorang mengagetkanku. Aku menghentikan pergerakan tangan dari po
readmore บทที่ 54 Permintaan Mama Jerry
Aku diam, tertegun. Bertatap dengan wajah tampan itu membuatku ingin segera memalingkan wajah. Namun
readmore บทที่ 55 Fitting Baju
"Mbak Yoora, pagi-pagi udah disamperin calon mertua aja nih. Ada apa? Mau cepat-cepat dinikahin ya?
readmore บทที่ 56 Teringat Mantan
Selesai fitting baju, kami mampir di sebuah restoran mewah. Kami akan makan malam disana. Sepertinya
readmore บทที่ 57 Di Rumah Mantan
Kurang lebih 20 menit, sampailah mobil di halaman rumah mewah bertingkat. Aku segera turun usai mele
readmore บทที่ 58 Curhat
"Nyonya, maaf kalo saya lancang mengatakan ini. Kelihatannya Mas Daniel suka sama Mbak Yoora. Apa be
readmore บทที่ 59 Ikhlas itu Sulit
Pagi ini aku minta libur lagi. Karena ingin pergi ke rumah sakit menjenguk Jerry. Aku ingin tahu kea
readmore บทที่ 60 Pernikahan Mantan
Tak terasa, hari ini adalah hari pernikahan Harvey dan Griselda. Harvey--mantan tunanganku- kini aka
readmore บทที่ 61 Pernikahan Mantan (2)
Malam hari saat resepsi tahap kedua, aku pun masih ikut dirias. Resepsi malam ini dengan gaya intern
readmore บทที่ 62 Tentang Dia
"Apa? Jadi kamu sudah putus dengan Jerry?" tanya Bapak pagi ini. Mukanya memerah. Kami sedang berada
readmore บทที่ 63 Terjebak
Tiga hari sejak pernikahan Harvey dan Griselda. Bapak dan Ibu sudah balik ke kampung. Pak Kardi yang
readmore บทที่ 64 Jatuh Cinta itu Tidak Salah
Daniel membangunkanku kala hujan sudah mereda. Dengan kesadaran yang belum sepenuhnya, aku mengikuti
readmore บทที่ 65 Bertemu Ibram
Kini, aku sudah duduk di samping Daniel. Tante Santi menatapku, hingga membuatku kikuk. Tiga cangkir
readmore บทที่ 66 Senyummu, Lukaku
Sudah berhari-hari Daniel tidak datang ke kafe. Mengirim pesan dan telepon pun tidak. Secara tidak s
readmore บทที่ 67 Cemburu
Pagi ini aku berangkat dengan ojek online. Aku terlambat datang karena bangun kesiangan. Beberapa ha
readmore บทที่ 68 Pilihan Hati
Aku masih berada di rumah Daniel. Menikmati makan malam bersama keluarganya. Daniel sendiri masih is
readmore บทที่ 69 Mengembalikan Jaket
Alunan musik klasik mengalun indah, memenuhi indra pendengaran. Live music di kafe ini benar-benar m
readmore บทที่ 70 Rasa Ini
Senja. Hadirnya hanya sebentar. Namun jutaan manusia menunggu kehadirannya. Rona jingganya mampu men
readmore บทที่ 71 Benih-benih Cinta?
Hari demi hari. Minggu demi minggu. Waktu terus bergulir. Mbak Claudia sudah menikah. Ini bulan keem
readmore บทที่ 72 Benih-benih Cinta (2)
"Makasih ya?" ucapku. Saat ini kami sudah sampai di rumah. "Iya. Habis ini bersih-bersih, terus tidur
readmore บทที่ 73 Bunga Yang Diterima
Kalian tahu, hal apa yang selalu membuatku tersenyum? Ya, benar. Senyum orang-orang sekitar. Melihat
readmore บทที่ 74 Cincin
Bangun tidur aku langsung menatap buket bunga mawar putih pemberian Daniel, yang kuletakkan di atas
readmore บทที่ 75 Ketahuan Bermesraan
Setelah memilih cincin untuk sang gadis. Aku pun diminta pendapat saat Daniel memilih cincin untuk d
readmore บทที่ 76 Saat Tak Ada Disisi
Satu bulan berlalu sejak aku diajak untuk membeli cincin. Daniel tidak lagi datang ke rumah untuk me
readmore บทที่ 77 Bukan Pacar
"Mmm ... Tante, kalau boleh tahu kita mau kemana?" tanyaku memberanikan diri. "Ke rumah teman saya. A
readmore บทที่ 78 Ya, Aku Bersedia
Gita bilang jika aku gadis yang akan dilamar dan dinikahi oleh Daniel. Dan aku tidak merasakan hal i
readmore บทที่ 79 Lulus
Satu bulan berlalu setelah kedatangan keluarga Om Henry ke kampung halaman untuk melamarku. Juga kel
readmore บทที่ 80 Kecelakaan
Hari ini hari Sabtu. Rencana, kami akan melakukan pengukuran baju di butik. Daniel akan menjemputku
readmore บทที่ 81 Godaan Sebelum Pernikahan
Sejak Daniel kecelakaan dan dirawat di rumah sakit, aku rutin menjenguknya. Aku akan membawakan maka
readmore บทที่ 82 Godaan Sebelum Pernikahan (2)
"Eh, Yoora, gila ya kamu! Kamu itu sebentar lagi mau menikah. Masih juga peluk-pelukan sama mantan.
readmore บทที่ 83 Godaan Sebelum Pernikahan (3)
Rasa sesak di dada membuatku memutuskan keluar dari ruangan. Tak kuhiraukan panggilan Daniel yang me
readmore บทที่ 84 Penjelasan
"Jadi ini yang kemarin bikin kamu nangis?" Aku diam. Masih fokus pada lalu lalang kendaraan di jalan,
readmore บทที่ 85 Nasihat Sebelum Pernikahan
Lima hari setelah Daniel pulang dari rumah sakit. Ia mengajakku ke pantai. Dan kami berangkat saat h
readmore บทที่ 86 Jodoh itu Dekat
Sepulang darifitting baju, Daniel mengajakku ke pantai lagi. Bapak dan Ibu langsung minta iku
readmore บทที่ 87 Meminta Restu
Pagi ini aku pergi ke kafe bersama Daniel. Kami akan berbincang dengan Jerry, mengenai pernikahan. B
readmore บทที่ 88 Tentang Pernikahan
Setelah mendapatkan informasi dari bibi, kami langsung menuju ke rumah sakit. Jerry sakit apa? Buka
readmore บทที่ 89 Sebelum Pernikahan
Waktu pernikahanku tinggal menghitung hari. Sekarang sedang di _pingit_. Hari-hariku diisi dengan b
readmore บทที่ 90 Hari Pernikahan (Ending)
Pernikahan adalah ikatan yang kuat antara dua hati yang saling mencintai. Pernikahan bertujuan untuk
readmore
saya suka
22d
0bgus
21/01
0bagus
14/01
0bagus
15/12
0ga nyangka se keren dan se bagus ini ceritanya
14/12
0bagus banget cerita yaaa
02/12
0good
27/11
0keren
02/11
1bagus
15/10
0mantap
11/10
0