ทั้งหมด : 71บทที่ 1 Hati Yang Kosong
Mama, aku rindu senyuman manismu -- Vidi Putra Haikal-- Meja kecil di sudut kamar menjadi saksi kesibu
readmore บทที่ 2 Aku Bukan Pelampiasan
Jangan jadikan aku sebagai pelampiasan. Aku hanya anak kecil yang tidak siap untuk melihat semua ini
readmore บทที่ 3 Rindu Papa
Aku butuh sosok seorang Ayah. Kelak yang membimbingku mengarungi kerasnya kehidupan. --Vidi Putra Ha
readmore บทที่ 4 Luka Lama
Luka hati bisa termaafkan. Tapi tidak bisa untuk disembuhkan. Goresan lukanya akan tetap membekas. -
readmore บทที่ 5 Perempuan Misterius
Tante, kenapa tega mengambil Papa dari pelukanku? --Vidi Putra Haikal-- Ara terpaku tidak bergerak sed
readmore บทที่ 6 Vidi Salah Lihat?
Vidi Salah Lihat? Aku tidak mungkin salah lihat. Tidak ada yang percaya sama aku. Itu tante Sonia! -
readmore บทที่ 7 Adik Baru
Dina senyum kecut mendengar pertanyaan Vidi. Bocah kecil dengan segudang pertanyaan yang berhasil me
readmore บทที่ 8 Kuda Poni
Vidi termenung di teras depan. Masih teringat jelas wajah imut nan lucu Lala. Tingkahnya lucu membua
readmore บทที่ 9 Sebuah Peringatan
"Kamu pikir ancamanmu bakal berhasil? Jangan kira aku gak bisa berbuat yang nekat," gumam Ara ke
readmore บทที่ 10 Dear, Mama
Ara senyum simpul meninggalkan mereka berdua. Dina dan Vidi menyusul Ara dari belakang. Mobil Haikal
readmore บทที่ 11 Dina Bukan Mamaku
Ponsel Ara tiba-tiba berbunyi. Ia segera mematikan ponsel lalu jalan cepat menjahui kamar putranya.
readmore บทที่ 12 Lima Juta
"Iya, buka aja, "sahut Ara pelan. Dina menghela napas panjang sebelum membuka pintu. Ia mulai mendek
readmore บทที่ 13 Ikut Campur
"Kalung yang mana, ya?" tanya Haikal ragu. Ara mengambil ponsel lalu menunjukkan foto kalung berlian
readmore บทที่ 14 Lima Juta Lagi
Haikal tidak bisa fokus di perjalanan. Ia menghentikan kendaraannya dan menepi ke pinggir. hatinya s
readmore บทที่ 15 Salah Paham (1)
Aku malam ini kesal dan marah sama kamu. Kamu udah buat tensiku naik," lanjut Ara senyum sinis. Haik
readmore บทที่ 16 Salah Paham (2)
"A-apa kamu bilang? Ti-tidur sama saya? "tanya Ara terbata. Ia bingung sekaligus kaget dengan tuduha
readmore บทที่ 17 Kemarahan Haikal
Sesampainya di rumah, Haikal dan Sonia kembali tidak bertegur sapa. Keduanya tidak masuk kerja pada
readmore บทที่ 18 Haikal Meninggalkan Sonia
"Aku sebenarnya kenapa?" Sonia menenggelamkan kepala di bawah selimut. Ia semakin tidak tahu apa yan
readmore บทที่ 19 Pesan Dari Haikal
Ara kembali duduk lalu menaruh ponselnya di atas meja bulat kecil. Dina ikut duduk tapi belum bisa m
readmore บทที่ 20 Amarah Ara
Haikal menepuk dahinya dan memutuskan menjauh dari Ara. Anaknya dan pengasuh putranya sudah sala
readmore บทที่ 21 Sonia Berulah
Dina memicingkan mata lalu menarik Sonia keluar dari halaman rumah. Ia sempat berontak tak ingin
readmore บทที่ 22 Permintaan Ara
Di perjalanan Ara menepikan mobil. Ia mengirim pesan singkat ke Haikal. Ia tadi terburu-buru keluar
readmore บทที่ 23 Gugat Cerai
Setiap pasang mata melirik penuh tanda tanya ke meja Haikal dan Ara. Sonia tak dapat lagi menahan em
readmore บทที่ 24 Nyali Sonia
Orang-orang ramai meledek Sonia. Ada yang hampir memukulnya. Dengan sigap Haikal melindungi dari dep
readmore บทที่ 25 Kembali Mesra
"Mas? Kamu lihat apa, sih?" tanya Ara seraya mengibaskan tangan di depan wajah Haikal. "Aku lihat bid
readmore บทที่ 26 Getaran Cinta Lagi
"Mbak, aku tuh dah baik lho sama kamu. Aku bantu kamu melepas foto itu, " tunjuk Sonia ke bingkai fo
readmore บทที่ 27 Ikhlas Melepas
Vidi dan Dina saling berpandangan seraya senyum sumringah. Netra Vidi berbinar tidak percaya apa yan
readmore บทที่ 28 Kegelisahan Vidi
Tiga hari kemudian... Sinar mentari menerpa halaman depan rumah Ara. Dedaunan berguguran dijatuhkan a
readmore บทที่ 29 Kunjungan
Sosok di depan pintu senyum manis dan ikut menunduk. Salam diucapkan seraya mencari keberadaan Vidi.
readmore บทที่ 30 Kerja Sama
Dina berlari mendengar teriakan majikannya. Ia sampai lupa menaruh kain lap di dapur. Kain lap itu b
readmore บทที่ 31 Kencan Rahasia
Haikal menghapus sebagian pesan singkat dari Ara. Khawatir jika Sonia membaca pesan itu. Maka, akan
readmore บทที่ 32 Sebuah Janji
Dina masih antre menunggu giliran. Hari itu taman sangat ramai. Dia belum menyadari kedatangan Sonia
readmore บทที่ 33 Suara Pertama
Dina menerima bungkusan cokelat itu seraya tersenyum. Dalam hatinya sangat berharap majikannya mulai
readmore บทที่ 34 Permintaan Vidi
Haikal seolah tak bisa berkata mendengar permintaan Vidi. Bahkan, celotehan Vidi di telinganya tidak
readmore บทที่ 35 Genetik Haikal
Haikal masih bingung dengan orang yang menanyakan putranya. Dalam hatinya bertanya-tanya, siapa yang
readmore บทที่ 36 Haikal Oh Haikal
Vidi menggoyangkan tangan pengasuhnya berkali-kali. Tapi, tetap saja tidak ada jawaban yang ia tungg
readmore บทที่ 37 Ketika Lomba
"Ra, aku cuma penasaran aja," lanjut Haikal lagi. Ara tetap diam dan mulut serasa terkunci. Tak ingin
readmore บทที่ 38 Juara Di Hati
Jarak sudah terasa dekat. Haikal terus berlari tak pedulikan rasa lelah dan malunya. Hingga tiba di
readmore บทที่ 39 Pelukan Pertama
Ruangan kantor Ara seketika jadi hening. Semua diam memandang Vidi yang masih tersenyum. Ara sama se
readmore บทที่ 40 Kamera Kecil
Dina tanpa sengaja tersedak air minum. Vidi menggaruk kepala yang tidak gatal. Ara memalingkan muka
readmore บทที่ 41 Perasaan Bimbang
Ara sengaja berdehem agar memecah lamunan Haikal. Ia menoleh sekejap ke samping lalu kembali melihat
readmore บทที่ 42 Semakin Bimbang
"Berikan ponsel itu sekarang juga! Cepat!" bentak Haikal murka. Sonia masih gugup tetap memegang pon
readmore บทที่ 43 Sentuhan Mesra
Ara membawa nampan dengan pelan diiringi suara degupan jantung yang cukup kencang. Nampan di tangann
readmore บทที่ 44 Foto Membawa Luka
"Pak, sudah ditunggu Bu Ara dan Vidi, " ucap Dina mengingatkan. "Din, aku takut mengganggu kebahagia
readmore บทที่ 45 Sandiwara Air Mata
"Ma, kok gak jawab?" tanya Vidi lagi. "Vidi, semoga saja Papa bisa bertemu kami lagi, ya, " lirih Ara
readmore บทที่ 46 Dompet Temuan
"Yakin mau mati?" tanya Sonia sinis. "Biar kamu lebih puas lagi! Ini 'kan yang kamu inginkan
readmore บทที่ 47 Pemilik Dompet
"Kak, kok ninggalin aku sendiri?" protes Vidi manyun. "Eh, iya maaf? Kakak lupa!" kata Kak D
readmore บทที่ 48 Dina Sakit
"Bu... Ibu!" Dina berteriak kencang. Vidi lompat-lompat sesekali memeluk cokelat yang berukuran bany
readmore บทที่ 49 Rahasia Besar
"Mama?" panggil Vidi agak ketakutan. Ara menunduk ke bawah. Mengelus kepala putranya dengan lembut.
readmore บทที่ 50 Siasat Ara
"Vidi, Mama boleh pinjam kameranya?" Ara mencoba meminjam kamera Vidi. Entah apa yang akan dia lakuk
readmore บทที่ 51 Keputusan Sonia
"Mbak, aku mohon... " "Sonia, kamu tinggal minta sama sugar daddy mu. Semua bakal kelar. Lagian juga
readmore บทที่ 52 Uang Tutup Mulut
Pagi hari yang mendung tampak seorang wanita bertubuh sexi memakai rok pendek di atas lutut ter
readmore บทที่ 53 Sugar Daddy
"Dina, kamu gak perlu tahu sugar daddy itu seperti apa! Aku takut kalau kamu meniru Sonia, " ucap Ar
readmore บทที่ 54 Mulai Ragu
Cahaya matahari menerobos melalui kaca di kamar Ara. Sinar yang begitu hangat menerpa wajah Ara dan
readmore บทที่ 55 Foto Alfi
"Mas, tega sekali kamu ngomong kayak gitu! Kamu anggap aku selama ini tuh apa?" protes Sonia lagi. "
readmore บทที่ 56 Sosok Alfi
Alfi mendekati Haikal dengan wajah tenang, tapi dirinya sangat emosi. Haikal mulai menyadari kalau p
readmore บทที่ 57 Pencarian Ara
"Aku gak butuh juga nasehat dari kamu! Aku bisa cari Alfi sendiri!" sahut Ara kesal. "Ara, dengarkan
readmore บทที่ 58 Masih Tentang Alfi
Haikal masih betah menatap Ara. Ia akan terus mengawasi gerak gerik mantan istrinya. Haikal tahu kal
readmore บทที่ 59 Rasa Bersalah
Ara dan Dina naik tangga perlahan. Vidi sudah duduk terlihat bosan menunggu Ara yang lama. Wajah dit
readmore บทที่ 60 Akal Cerdik Vidi
Vidi terdiam cukup lama hingga ia tidak sengaja ketiduran. Dina tanpa sengaja melihat pintu kamar Vi
readmore บทที่ 61 Hati Hancur
"Mas, aku gak ngerti maksud kamu. Jangan buat aku takut!" seru Sonia masih menutup telinganya. Haika
readmore บทที่ 62 Sonia Kabur
Haikal pulang ke rumah dengan langkah lemas dan tidak semangat. Langkah pertama menginjak kan kaki d
readmore บทที่ 63 Masih Ada Vidi
"Ma, Vidi minta maaf sama Mama. " Vidi menunduk masih memeluk papanya erat. "Vidi, sudah bohong sama
readmore บทที่ 64 Kangen Ara
"Papa, kita telepon Mama. Pasti Mama sepi gak ada aku, " ucap anak enam tahun. "Boleh, sebentar Papa
readmore บทที่ 65 Makan Malam Romantis
Vidi berlari mendengar teriakan mamanya. Kamar Haikal di samping balkon atas. Ia terperanjat kaget m
readmore บทที่ 66 Pesan Cinta
"Ara, apa pun jawaban kamu... aku akan menerimanya, " lanjut Haikal lagi masih memohon. "Mas, sebelu
readmore บทที่ 67 Mendadak Sakit
"Vidi, kamu jangan pura-pura!" gertak Ara pelan. "Ara, kita bawa Vidi pulang! Badannya semakin lemas,
readmore บทที่ 68 Rahasia Terbongkar
"Din, Sonia aja gak tahu sekarang ada di mana." Ara menggaruk kepalanya heran. "Tapi, itu semua baru
readmore บทที่ 69 Sonia Kembali Pulang
"Ara.. Dina... ini sudah malam. Kalian menginap di sini aja. Kasihan kalau Vidi besok pagi mencari k
readmore บทที่ 70 Penyesalan Selamanya
"Sonia, Haikal sudah memilih aku!" teriak Ara. "Ara, aku masih istri sahnya, Mas Haikal!" Sonia bali
readmore บทที่ 71 Papa, Stand By Me (Tamat)
"Sonia, jangan pernah merasa sendirian. Kami akan selalu ada buat kamu!" seru Ara sebelum Sonia mela
readmore
bagus banget beneran bisa dapet diamond disini?
05/04
0penuh lika liku🥲
01/09
0aaaaaa bagusss bangettt
30/05/2025
0keren
28/05/2025
0krennn
19/05/2025
0ok dan cukup bagus
26/04/2025
0bguss bgttt
22/04/2025
0sangat seru
16/03/2025
0cerita yang bagus juga menarik
12/03/2025
0cerita nya keren
03/01/2025
0