ทั้งหมด : 63บทที่ 1 Danira
“Pria itu sudah di tangkap.” Danira memutar bola mata, ia tidak berani bertatapan dengan mata tajam m
readmore บทที่ 2 Menghitung Harapan
Burung besi itu mendarat dengan sempurna di Bandara Hang Nadim. Ini adalah pertama kalinya Danira na
readmore บทที่ 3 Teman Kedua, Randy
Dua bulan sudah berlalu, Danira belum juga mendapatkan pekerjaan. Setiap hari ia sudah berkeliling a
readmore บทที่ 4 Jalan-jalan Sore
BATAM Bila anda tabah anda menang. Sepertinya istilah tersebut sangat cocok di sematkan pada Danira. K
readmore บทที่ 5 Awal semuanya
Jembatan Barelang Setelah berkeliling dengan boat pancung di bawah Jembatan Barelang satu, Danira di
readmore บทที่ 6 Mungkinkah Menyesal?
Danira tidak pernah menyangka kalau kata candaan yang keluar dari mulut Shani akan menjadi kenyataan
readmore บทที่ 7 Perang dingin, selamanya!
Bersama tapi saling tidak bicara. Berdua tapi saling tidak mengenal. Seperti itu lah Randy dan Danira
readmore บทที่ 8 Belum Bisa Menerima
Danira berteriak histeris di sebuah kamar yang letaknya paling belakang di rumah sakit tersebut. beb
readmore บทที่ 9 Kenyataan Pahit
Shani masih setia menunggu Danira yang terlelap di kamarnya. Gadis itu sudah tertidur selama empat j
readmore บทที่ 10 Memasuki Dunianya
Disinilah Danira sekarang.... Di kost an Shani yang sangat jauh dari bayangan Danira. Tempat nya bera
readmore บทที่ 11 Tamu Pertama
Danira duduk di kafe yang sudah di janjikan. Ia menunggu seseorang yang akan mendatanginya sesuai de
readmore บทที่ 12 Tamu Terakhir
Tamu Danira saat ini sangat berbeda dengan tamu-tamu sebelumnya. Itulah bedanya orang yang berada ma
readmore บทที่ 13 Tragedi
“Cuih.” Danira meludahi wajah pria tersebut. Gadis itu menantang pria yang ada di depannya itu denga
readmore บทที่ 14 Menemui Danira
Polisi sudah berada di tempat kejadian untuk mengumpulkan barang bukti, dalam sesaat hotel tersebut
readmore บทที่ 15 Terlalu Banyak Dosa
Husain dan Santi, sepasang suami istri usia lima puluhan sekarang berada di samping Danira. Mereka m
readmore บทที่ 16 Lupakan yang Berlalu
Nazrah memeluk Danira dengan erat, wanita itu berkali-kali memberi kecupan di puncak kepala putrinya
readmore บทที่ 17 Pulang
Santi dan Nazrah sedang memasak untuk makan malam di dapur. Husain dan Imron duduk di teras rumah sa
readmore บทที่ 18 Ibu Tidak Malu
"Sy.... anak ini... anak kamu?" Danira melihat tidak percaya pada anak kecil usia satu tahun yang ad
readmore บทที่ 19 Aku Merindukan Kamu
"Ibu tidak pernah punya pikiran seperti itu, Nak. Ibu gak pernah malu, ibu bangga sama kamu yang ber
readmore บทที่ 20 Belum Bisa
Aku merindukan kamu, Ra. Apa kamu tidak merindukan aku? Danira tersenyum kecil tatkala mengingat ucap
readmore บทที่ 21 Mau Menikahi Aku?
Nazrah bilang ia tidak mau memaksakan kehendaknya pada Danira, tapi wanita itu selalu menyinggung so
readmore บทที่ 22 Pertemuan Keluarga
“Dino... kamu serius mau menikah dengan ku?” tanya Danira pelan. “Iya, serius. Apa kamu berubah pikir
readmore บทที่ 23 Tempat Usaha Baru
Dino memutuskan untuk tidak kembali bersama orang tuanya ke Batam, ia tinggal bersama neneknya yang
readmore บทที่ 24 Bertemu
“Dasar!” Gion mengumpat tidak serius. Dino kembali tertawa besar, ingin rasanya dia menjahili bos sek
readmore บทที่ 25 Harapan Baru
Danira tersenyum, ia senang mendapatkan bantuan sementara Gion menegang melihat wanita yang akan ia
readmore บทที่ 26 Bertemu Dino dan Danira
Gion dan Dino sampai di rumah hampir bersamaan. Dino menggunakan sepeda motor miliknya dan Gion pula
readmore บทที่ 27 Danira, Calon Istri Dino
“Hai... gabung sini!” panggil Dino. Gion bangkit dan mendekati Dino. Ia tidak berniat untuk gabung ta
readmore บทที่ 28 Berobat
Gion membuka jendela kamarnya yang terletak di lantai dua ruko. Di lantai bawah sudah menjadi tempat
readmore บทที่ 29 Menikahi Danira
Satu hari menjelang pernikahan. “Kamu jangan main-main.” Nada suara Gion terdengar panik di seberang
readmore บทที่ 30 Memberitahu Gion
Bab 30, Memberitahu Gion Danira meletakkan ponselnya di kasur setelah selesai melakukan panggilan vid
readmore บทที่ 31 Memilih Jujur
Ucapan syukur terucap dari bibir semua yang hadir di rumah sederhana tersebut, tangan Gion dan Imron
readmore บทที่ 32 Mimpi Buruk
“Termasuk dengan kenyataan kalau aku tidak perawan lagi?” Danira menatap heran pada Gion, sedikitpun
readmore บทที่ 33 Jalan Pagi
Danira terkesiap, begitu cepat Gion melihat bekas luka di lehernya. Dia kemudian menaikkan kerah baj
readmore บทที่ 34 Aku Serius
“Ra,” ujar Gion bingung. Mereka sekarang berada di seberang lapangan, tempat dimana dulu Danira mengh
readmore บทที่ 35 Aku Serius
Danira dan Gion pulang bersama melewati jalan yang mereka lewati tadi. Gion menepati janjinya dengan
readmore บทที่ 36 Pindah Rumah
“Ra, kamu kenapa?” Gion melangkah masuk dan menghampiri Danira yang menangis terisak-isak di depan je
readmore บทที่ 37 Malam Pertama
“Ra.” “Ya.” “Tadi sore Dino menelepon.” Gion yang awalnya tidak akan memberitahukan hal ini, akhirnya m
readmore บทที่ 38 Danira Kabur
Danira dan Gion, dua insan yang sedang di mabuk asmara usai memadu kasih. Keduanya langsung terlelap
readmore บทที่ 39 Di Rumah Lusy
“Akh, sial!” Gion mengusap kasar rambutnya. Pria itu masih berdiri di pintu depan ruko dan menatap D
readmore บทที่ 40 Telah Menipu
Danira menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Perasaan nya campur aduk sekarang, sejak Lusy m
readmore บทที่ 41 Pulanglah!
“Kamu yakin, Ra?” Lusy bertanya lagi. “Iya,” jawab Danira mantap. “Tapi ini sudah malam. Kamu akan me
readmore บทที่ 42 Gion Pingsan
Siapa yang harus Danira salahkan di sini? Dia yang langsung menerima suruhan Dino agar bersedia menj
readmore บทที่ 43 Luluh
Gion merasa beruntung dengan kehadiran ayah dan ibu Danira, saat ada mereka Danira bisa berpura-pura
readmore บทที่ 44 Di Hubungi Orang Tua Gion
Gion semakin memperdalam ciumannya, mendapati Danira yang tidak menolak sama sekali membuat pria itu
readmore บทที่ 45 Hotel
“Ra,” panggil Gion, dia meletakkan ponselnya di nakas sehabis mengirim pesan pada Merry. “Ya.” Danira
readmore บทที่ 46 Kembali ke Masa Lalu
Gion masih terlihat ragu, sambil membuka pintu kamar dia berulang kali mencuri pandang pada Danira.
readmore บทที่ 47 Lupakan Masa Lalu
Tubuh Danira melemah dalam pelukan Gion. Gion sadar… apa yang baru saja terjadi bentuk dari rasa kec
readmore บทที่ 48 Bertemu Orang Tua Gion
“Aku deg-degan.” Danira bersuara setelah beberapa menit mereka duduk di ruang tunggu keberangkatan. D
readmore บทที่ 49 Mengakui Pernikahan
“Mami… aku rindu.” “Mami juga.” Danira melihat wanita yang masih cantik itu memeluk Gion. Terlihat sek
readmore บทที่ 50 Bertemu Papi Gion
Gion menjemput Danira ke kamarnya untuk makan siang, Merry sendiri tidak ikut makan karena siang har
readmore บทที่ 51 Keputusan Indra
Meja makan itu terasa dingin, ada empat orang yang duduk di sana, namun tidak sedikit pun terdengar
readmore บทที่ 52 Bertahanlah Demi Kita
Gion termangu, segampang itukah Danira menyerah? Pria itu kemudian tersenyum miris. “Aku gak percaya
readmore บทที่ 53 Kami Sama
Tangan Merry yang memegang tablet milik Indra bergetar, bibirnya juga demikian. “Pi, apa artinya…. Wa
readmore บทที่ 54 Saling Menguatkan
“Kamu sudah bicara dengan mami dan papi, Gi?” tanya Danira saat sadar Gion sudah berada di sampingny
readmore บทที่ 55 Semoga Bisa Menerima
Danira menganggukkan kepala, usai mencuci piring dan gelas yang kotor, membersihkan meja makan serta
readmore บทที่ 56 Bayang Danira
“Mami betul-betul tidak berselera makan, Gi.” Merry mengalihkan pandang, saat melihat Gion membawakan
readmore บทที่ 57 Terima Kasih, Mi
57. Terima Kasih, Mi. Satu minggu sudah berlalu, kedua orang tua Gion masih dingin pada Danira. Gion
readmore บทที่ 58 Kabar Gembira
58. Kabar Gembira Empat bulan kemudian. “Kamu yakin tidak mau ke dokter, Ra?” Gion menatap iba Danira
readmore บทที่ 59 Telepon Dari Masa Lalu
59. Telepon Dari Masa Lalu Gion begitu bersemangat pagi ini. Pagi-pagi sekali dia sudah bangun dan be
readmore บทที่ 60 Dino Kembali
60. Dino Kembali “Ra, kenapa?” Gion yang baru saja selesai mandi dan hendak berganti pakaian ke kamar
readmore บทที่ 61 Datang untuk Kembali
61. Datang untuk Kembali “Ra, kenapa ke sini?” terdengar suara Gion memanggil namanya. Danira terkesia
readmore บทที่ 62 Kalian Berselingkuh
62. Kalian Berselingkuh Gion melihat dari jauh kalau Danira sedang menerima tamu. Seorang tamu pria y
readmore บทที่ 63 Kabar Bahagia
63. Kabar Bahagia “Kalian berselingkuh, kalian berselingkuh di belakangku.” Dino membesarkan bola mat
readmore
enakkkk cerita nyaaaaa mantappp
10d
0uuj
10d
0ceritanya bagus
01/07
0bagus dan menarik sekali ceritanya
09/06
0bagus banget karya nya author ini 👍👍👍👍🥰
25/04
0mantap
12/09
0baguuusss
16/07/2025
1bagus keren , dan sangat puas
04/07/2025
0bagus banget novel nya kakkk
28/05/2025
0bagus
24/05/2025
0